Struktur Kayu

Kayu P Sebagai salah satu bahan struktur sudah lama dikenal. P Tetap terjaga jika hutan dikelola secara lestari. Keuntungan: P Berat jenis ringan P Pengerjaan dg peralatan sederhana P Dapat terurai sempurna, shg tidak ada limbah. Saat ini berkembangnya teknik analisis dan perencanaan, maka perenc konstr kayu dpt dilakukan scr rasional dan mengikuti kaidah yang berlaku. 1. Anatomi Kayu Senyawa utama penyusun sel kayu: selulosa (50%), hemiselulosa (25%), dan lignin (25%) (Desch dkk,1981). Kelompok sel kayu bergabung membentuk anatomi pohon spt Gambar 1. Kayu: bahan alam yg tdk homogen, disebabkan oleh pola pertumbuhan batang dan kondisi lingkungan yg tdk sama. Hal ini menyebabkan sifat fisik dan mekanik kayu berbeda pada arah longitudinal, radial, dan tangensial ( bahan ortho-tropik) 2. Sifat Fisik Kayu a. Kandungan air. Kayu mrpk material higroskopis artinya memiliki kaitan yang erat dg air. Kemampuan menyerap dan melepaskan air tergantung dari kondisi lingkungan spt temperatur dan kelembaban udara. Pada bagian batang kayu terjadi perbedaan kandungan air, dimana pada kayu gubal lebih banyak dp kayu teras. Air yg terdpt pd batang kayu tersimpan dlm dua bentuk : air bebas (free water) yg terletak diantara sel-sel kayu, dan air ikat (bound water) yg terdpt pd dinding sel. b. Kepadatan dan berat jenis Kepadatan (density) : berat per unit volume. Pengukuran kepadatan bertujuan utk mengetahui porositas atau persentase rongga pada kayu. Caranya : membandingkan berat kering dg volume basah. Berat jenis: perbandingan antara kepadatan kayu dengan kepadatan air pada volume yang sama. Berat jenis kayu memiliki korelasi positif dg kekuatan kayu, spt terlihat pada pers. berikut. F = KGn F = parameter kekuatan kayu, G = berat jenis, K dan n = konstanta c. Cacat kayu Cacat atau kerusakan kayu dapat mengurangi kekuatan. Cacat kayu : retak (cracks), mata kayu (knots), dan kemiringan serat (slope of grain).

Yohanes A.J Rorimpandey/030211155

particle board. jati. bintangur. salimuli. kayu juga dpt digunakan sbg bahan baku non struktur spt: kayu lapis. kuku. phenol formaldehyde. dsb. serat halus. nyatoh. kayu harus bernilai dekoratif Jati. dibubut. tahan asam. benuang. Veneer biasa Kayu bulat berdiameter besar. dimensi stabil. dan cukup kuat Balau. ramin. kaku. ringan. mudah dikerjakan. giam jati. Selain digunakan untuk material konstruksi. rengas. merawan. melur. dan serangan mikro organisme. ramin. berserat lurus. weru. bangkirai. dan vacum tekan. teraling Alat musik Tekstur halus. ulin Beberapa bahan perekat yang biasa digunakan: casein. dahu. lasi. laburan. sonokeling. Lantai Keras. kaku. lasi. mempunyai keawetan alam yang tinggi Balau. belangeran. MDF (Medium Density Fiberboard) d. kempas. rasamala. MFC (Melamine Face Chipboard) c. sonokembang. dan dikerat. meranti. kembang susut akibat perubahan kandungan air. nyatoh. kulim. keras. kuku. eboni Tiang listrik dan telpon Kuat menahan angin. 5. tidak mudah belah. kempas. bangkirai. bungur. bangkirai. awet Balau. sungkai. Kayu lapis (Plywood) Tabel 1. lara. daya abrasi tinggi. rengas. tembusu. phenol. HDF (High Density Fiberboard) e.J Rorimpandey/030211155 . dan melamine-urea formaldehyde. mudah dipaku. Jenis-jenis Penggunaan Kayu Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan memerlukan pengetahuan tentang sifatsifat kayu dan persyaratan teknis. agathis. mahoni. Yohanes A. Penurunan kekuatan bahan perekat maupun material kayu dlm waktu yg lama dpt disebabkan oleh peningkatan temperatur. bintangur Alat OR Kuat. rendaman panas dan dingin. cengal. Veneer mewah Disamping persyaratan veneer biasa. Blockboard f. bongin. Perkakas(mebel) Berat sedang. jati Bantalan KA Kuat. nyatoh. Beberapa jenis elemen non struktur: a. bedaru. spt terlihat pada Gambar berikut. Jenis kayu dan macam penggunaannya dpt dilihat pada Tabel 1. disekrup. merawan. belangeran.resorcinol formaldehyde. keras. kuku. Teakblock g. Particle board (Chipboard) b. cukup awet Bedaru. sonokeling.3. serat lurus dan panjang. merbau. bongin. dilem. ringan. bentuk lurus Balau. Jati. meranti putih. tekstur halus. eboni. Pengawetan Kayu Pengawetan : kegiatan untuk memperpanjang umur pakai kayu baik secara fisika maupun secara kimia dg cara meningkatkan ketahanannya terhadap serangga perusak. dekoratif. dll. jati. keruing. sonokembang. Jenis kayu dan macam penggunaannya Macam Penggunaan Persyaratan teknis Jenis kayu Bangunan (Konstruksi) Kuat. daya resonansi baik Cempaka. sonokeling. kandungan air. urea formaldehyde. lara. ulin. tidak mudah patah. Beberapa macam metode pengawetan kayu : perendaman. cukup kuat. eboni. bebas cacat. dan beratnya sedang Meranti merah. kapur.

Puncak garis kesebandingan antara kenaikan tegangan dg regangan disebut batas sebanding. dan retak. Nilai kuat acuan (MPa) berdasar pemilahan secara masinal pada kadar air 15% Kode mutu Modulus Elastisitas Lentur ‡ Ew Kuat Lentur Fb Kuat tarik sejajar serat Ft Kuat tekan sejajar serat Fc Kuat Geser Fv Kuat tekanTegak lurus Serat Fc^ Dimana: Yohanes A. Penggolongan kelas kuat pada kandungan air stdr 15% menurut SNI-5 (2002) dpt dilihat pada Tabel 1. Sistem Pemilahan (Grading).Faktor luar sulit dikendalikan . Jika tegangan yg didukung melebihi gaya dukung serat maka serat-serat akan putus (keruntuhan). Metode Pengujian.J Rorimpandey/030211155 . TEGANGAN BAHAN KAYU 1.Waktu lama . Dari data beban dan lendutan diperoleh nilai Mod El Lentur (MOE).Menghasilkan data yg cepat ± Hanya menirukan saja 3. 2. Tabel 1. Kekerasan : Kemampuan kayu utk menahan gaya yg membuat takik atau lekukan atau kikisan (abrasi).II. mata kayu. Prinsip: pengujian lentur statik. keberadaan jamur. Pengujian Lapangan 2. kemiringan serat. Tegangan lain juga dpt diperoleh berdasar pers empirik dari nilai MOE. Kekakuan : Kemampuan benda untuk menahan perubahan bentuk. Jika tegangan yg bekerja kecil. Ada 2 alat utk menentukan kekuatan kayu : 1. Tegangan atau kekuatan :kemampuan bahan untuk mendukung gaya luar atau beban yg berusaha merubah ukuran dan bentuk bahan (deformasi). Pengujian dg grading machine Observasi visual Grading machine Berhubungan erat dengan kekuatan: lebar cincin tahunan. Keuletan : Kemampuan kayu utk menyerap sejumlah tenaga yg rel besar atau tahan thd kejutan2 atau tegangan2 yg berulang yg melampaui batas sebanding serta mengakibatkan perubahan bentuk yg permanen dan kerusakan sebagian. Di luar batas sebanding regangan akan meningkat lebih besar dibanding tegangan. Observasi visual 2. Pengujian Laboratorium Pengujian Lapangan Pengujian Laboratorium Keuntungan Kerugian Keuntungan Kerugian -Kondisi mirip dg penggunaan . Definisi.Penyebaran variabel membuat biaya meningkat . Modulus Elastisitas : Nilai yg mengukur hub antara tegangan dg regangan pada batas sebanding. Fleksibilitas : Kemampuan benda untuk merubah bentuk dan kembali pada bentuk semula. maka deformasi yg terjadi juga kecil. Pemilahan kelas kuat kayu: 1. Makin besar nilai Mod Elastisitas : kayu lebih kaku dan sebaliknya. serangga perusak.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tegangan Kayu a. dan jenis. 1982 Gbr berikut menunjukkan penurunan kekuatan beberapa macam material akibat peningkatan temperatur (Kubler. teg tekan// berkurang sampai 45%. Kandungan air Merupakan faktor yg mempengaruhi seluruh kekuatan kayu. Hampir semua kekuatan kayu meningkat jika kandungan air diturunkan.Ew : Mod Elastisitas Lentur Fb : Kuat Lentur Ft : Kuat tarik sejajar serat Fc : Kuat tekan sejajar serat Fv : Kuat geser FcĿ : Kuat tekan tegak lurus serat Nilai Ew (MPa) dpt diperkirakan dg pers.a 15% : 4. Beban yg dpt didukung kayu hingga 10 th ad beban yg menyebabkan tegangan sebesar 60% dr tegangan yg diperoleh dari pengujian selama 5-10 mnt (Hoyle.a 15% Contoh : Dari hasil pengukuran berat basah dan berat kering sampel kayu dg ukuran spt Gambar berturutturut adalah 1.3 gr. Pengujian kekuatan kayu di Laboratorium biasanya dg beban jangka pendek ( 5 mnt). 1981). b. serat-seratnya miring dan tdk teratur.7 Dengan G : BJ kayu pada k. Perilaku ini harus diperhitungkan dlm analisis dan perenc konstr kayu. 5. 1978). maka dibutuhkan waktu yang lama agar api dpt membakar bag dlm kayu (Malhotra. 1. Contoh peristiwa rangkak (creep) pada rak buku.1980). Nilai kerapatan : 3.a 15% adalah. Pada mata kayu. teg lentur. BJ pd ka m% : 4. BJ pd k. Mata kayu Mata kayu mempengaruhi kekuatan kayu dg tingkat yang berbeda tergantung ukuran. K.J Rorimpandey/030211155 . Kepadat Pengaruh kepadatan thd kekuatan kayu memiliki korelasi yg baik spt teg sejajar serat. letak. Yohanes A. Perilaku Kayu Thd Temperatur dan Waktu 1. Hal ini disebabkan adanya arang sbg pelindung kayu bag dalam shg str terhindar dari keruntuhan seketika (brittle collapse). teg lentur. Kekuatan yg dihasilkan dg beban jangka pendek ini lebih tinggi dari hasil beban jangka panjang. teg tarik//. c. dan kekerasan. BJ dasar : 5. 80% dari teg serat lurus (Desch dkk. 70%. Ew = 16.500G0. Kemiringan serat Pada kemiringan serat 15o. maka BJ pd k. Str kayu yg mengalami peningkatan temperatur akan mengalami penurunan kekuatan. d. tapi tdk secara linier melainkan cenderung berbentuk lengkung.6 gr dan 1.a sampel : 2. Angka penyebaran panas/thermal conductivity kayu relatif kecil dan kandungan air. 2. Pengaruh temperatur Kayu tergolong material yg mudah terbakar (combustible material). Pengaruh waktu Kekuatan kayu merupakan fungsi waktu (time dependent).

Penyelesaian: Kuat tarik sejajar serat acuan (Ft¶) Ft¶ = 0. Tahanan komponen str tersusun hrs ditent sbg jumlah dari tahanan masing-masing elemen selama tahanan sambungannya juga dpt menjamin terjadinya distribusi gaya tarik aksial diantara elemen2 tsb. Tahanan tarik sejajar serat. Batang Tarik Tersusun Komponen str tersusun. Contoh Perencanaan Rencana dimensi batang tarik AB. T¶ = 1.An .Ɏt .III. maka perkuatan mekanis hrs diadakan utk memikul gaya tarik yang terjadi. Asumsi semua nilai faktor koreksi bernilai 1.Perencanaan bt tarik harus didasarkan pada luas penampang netto.000/19. termasuk batang majemuk rangka atap. T¶ = Ft¶ .0×1.1 mm2 Yohanes A. perencanaan komponen str tarik bertujuan utk mengetahui luas penampang minimum yg diperlukan.8 MPa Tahanan tarik terkoreksi (T¶) : T¶ = Ft¶.4D. Secara umum.8xAn An • 66.0×1.8xAn Kebutuhan luas netto (An) : Tu ” ȜɎtT¶ 66 ” 0. adalah komponen str yg terdiri dari dua atau lebih elemen sejajar yg digabungkan dari bahan dg tahanan dan kekakuan yg sama. BATANG TARIK Komponen struktur yang mendukung beban aksial tarik dan tekan dijumpai pada struktur rangka kuda-kuda.8 Ft (rasio tahanan kayu mutu A = 0.0×1. Ft¶ = CMCtCptCFCrtFt b. batang penyokong.584 An • 3370. dan komponen str serupa.8×40. batang diafragma.J Rorimpandey/030211155 . alat sambung dari baut. terjadi pengurangan luas tampang shg distribusi tegangan tarik menjadi tidak merata.6×0. 2.8 x 51 = 40. Tahanan tarik tegak lurus serat. 1.0×1.0. Batang AB dari kayu kelas mutu A dg kode mutu E21. Pada daerah sambungan.T¶ dengan : Tu = gaya tarik terfaktor Ȝ = faktor waktu Ɏt = faktor tahanan tarik// = 0. Perencanaan Batang Tarik Batang tarik harus direncanakan utk memenuhi sbb: Tu ” Ȝ. 3. Gunakan kombinasi pembebanan 1.0×40.An T¶ = CMCtCptCFCrtFt. jika gaya tarik tegak lurus serat tdk dpt dihindari.8) Ft¶ = 0.80 T¶ = tahanan tarik a.

Contoh: Menent luas penampang bruto (Ag) : Pengurangan luas akibat alat sambung diperkirakan 25%.8×40. Jadi dimensi batang AB masih dapat digunakan. R Perenc lebih rumit dari batang tarik karena adanya perilaku tekuk lateral yg menimbulkan momen sekunder selain gaya aksial tekan. IV.5 KN > 66 KN ««««««. R Jika nilai kelangsingan kecil (kolom pendek/stocky column).. Kolom lurus b. Defleksi aksial sangat kecil Yohanes A. BATANG TEKAN R Elemen str ini dijumpai pada Truss atau Frame. R Jika nilai kelangsingan tinggi (kolom langsing/long column). maka kolom akan mengalami kegagalan tekuk dan serat-serat belum mencapai kuat tekannya bahkan masih pada kondisi elestis (lateral buckling failure).Ag = 0. e. Gaya bekerja pd titik berat penampang c.(Aman). jadi luas penampang bruto yg dibutuhkan: Ag = 1.6 x 0.J Rorimpandey/030211155 . maka serat-serat kayu akan gagal tekan (crushing failure).7.8x(0. shg An = 0. Gaya Tekan Kritis Beberapa anggapan yang dipakai : a. 1.6×0. R Kebanyakan kolom memiliki nilai kelangsingan diantara nilai ekstrim tsb (intermediate column). check kembali dimensi batang AB 50/100 mm masih dpt dipergunakan ? Penyelesaian: Menghit luas netto batang AB (An) : Pengurangan luas maks akibat takikan adalah 30%.75)x5000 = 73440 N = 73.44 KN > 66 KN «««««(Ok!) Contoh: Apabila batang AC pada soal 1 disambung ke batang AB dengan sistem takikan. Defleksi lateral hanya akibat momen tekuk saja. Perilaku bahan kayu bersifat linier d. R Tekuk lateral dipengaruhi oleh nilai kelangsingan (nilai banding antara panjang efektif dg jarijari girasi).623 mm2 Dimensi batang AB dipilih 50/100 mm dg luas Ag = 5000 mm2 > 4571 mm2 Kontrol tahanan tarik : Tu = ȜɎtFt¶.8 x 3500 = 68544 N = 68.An = 0.8 x 40.25 An = 4212.An Tu = 0.7 x 5000 = 3500 mm2 Kontrol tahanan tarik batang AB : Tu = ȜɎtFt¶. R Pada Frame dikenal sebagai KOLOM.

Perencanaan Batang Tekan Batang tekan hrs direnc sbb (SNI-5. Panjang Efektif Kolom Panjang efektif kolom hrs diambil sebagai KeLl. 2002) : Pu ” Ȝ Ɏc P¶ dengan : Pu = Gaya tekan terfaktor Ȝ = Faktor waktu Ɏc = 0. Pada bid sb bahan : l1/d1 ” 80 2. Tahanan Kolom Prismatis Tahanan tekan kolom terkoreksi : Faktor kestabilan kolom (Cp) : Keterangan: A = luas pnp bruto Fc* = Kuat tekan terkoreksi // serat (stlh dikalikan semua faktor koreksi kecuali Cp) E05¶ = Nilai modulus elastisitas lentur pd persentil ke-5 Pc = Tahanan tekuk elastis (Euler) pd arah yg ditinjau P0¶ = Tahanan tekan aksial terkoreksi // serat pd kelangsingan kolom sama dg nol c = 0.80 untuk batang masif Ɏc = faktor tahanan tekan = 0.85 Nilai modulus elastisitas terkoreksi pd persentil ke-5 dihitung sbb: atau: E05¶ = 0.J Rorimpandey/030211155 .5 jepit-jepit).. Kolom Berspasi Ada 2 sumbu utama yg melalui titik berat penampang yaitu sumbu bebas bahan dan sumbu bahan.90 Ɏs = Faktor tahanan stabilitas = 0.tumpuan jepit-jepit : Apabila L diganti dg KeL dengan Ke faktor panjang tekuk (Ke = 1 utk sendi-sendi.tumpuan sendi-sendi : .Gaya tekan kritis Euler (Pe). Perbandingan panjang thd lebar maks: 1. dimana Ke adalah faktor panjang tekuk yg tergantung dari perletakan ujung kolom. Pada bid sb bebas bahan : l2/d2 ” 50 Yohanes A.69 Ew¶ 5. maka kuat tekan Euler : 2. Pada bid sb bahan : l3/d1 ” 40 3. .90 (faktor tahanan tekan sejajar serat) P¶ = tahanan terkoreksi 3. Nilai Ke untuk beberapa jenis kondisi kekangan ujung dpt ditentukan menggunakan hub pada Gbr berikut Tabel nilai Ke str tekan : Kelangsingan kolom = Jari2 girasi penampang persegi: Jari2 girasi penampang bulat : 4. Ke = 0.

Ȗ = 0. Pada baris paku ke-2 (i = 2).8 x 20000 = 16000 MPa Menghit faktor kestabilan kolom (Cp): Fc* = FcCMCtCptCF = 32 x 1. Tidak memerlukan klos lapangan.6 kN ««««««.00 x 1. Jari2 girasi (r) = 0.50 ” G ” 0.50 ((l1/d1)-11)*0. Fc = 0.4 mm Kelangsingan = (KeL)/r = (1 x 195)/14.8 x 40 = 32 MPa Ew = 0.96 Yohanes A.7)1. jarak antar baut 5D = 63.b = 14. (OK!) 2.42 ((l1/d1)-11)*0. Dimensi 50/120 mm L = (1252 + 1502)0.100 tetapi ” 5 Mpa G ” 0.. maka n1 = 5 dan a1 = 4.7 mm. maka (EA)m = 20000 x 80 x 120 = 192 x 106 N Kayu samping 2×4/12.5 kN ” 102.5 = 11.133 kN/mm = 11133 N/mm Menghit nilai ai Bila i = 1 (baris paku ke-1).99 x 192 = 190 kN Kontrol tahanan tekan terfaktor: Pu ” ȜɎcP¶ 97. Contoh Soal 1. (EA)s = 20000 x 2 x 40 x 120 = 192 x 106 N Penyelesaian.69 Ew = 0. Ks = 0.Alat sambung dimasing-masing bid kontak antara klos tumpuan dan komponen str kolom di setiap ujung kolom berspasi harus mempunyai tahanan geser sbb : Z¶ = A1Ks Tabel Konstanta klos tumpuan (Ks).42 ” G ” 0. Penyelesaian: Trial 1.2887.4 = 13.9 x 190 97. Fc* = 50 x 120 x 32 = 192 kN E05 = 0.60 ((l1/d1)-11)*0.J Rorimpandey/030211155 . Nilai pd tabel ini cukup aman untuk diameter baut < 1 inchi.5 kN ” 0.074 tetapi ” 4 Mpa NB : * Untuk l1/d1 ” 11. Data sambungan: Diameter baut (D) = 12. Berat jenis kayu (G) Ks(Mpa)* G • 0. Contoh menghit (Cg) menurut SNI-5 (2002). Asumsi buhul ad sendi.96.56 Menghit kuat tekan sejajar serat acuan (Fc) dan modulus elastisitas lentur acuan (Ew) akibat rasio tahanan mutu kayu A sebesar 0.121 tetapi ” 6 Mpa 0.00 x 1. spasi 1400 ksi.6 x 0.69 x 16000 = 11040 MPa E05¶ = E05CMCtCpt = 11040 MPa Menghit tahanan tekan terkoreksi (P¶): P¶ = CpP0¶ = 0.00 = 32 MPa P0¶ = A.8. Rencanakan batang tekan AC pd contoh soal bt.00 x 1. n2 = 5 dan a2 = 4. Tarik.246(12.60 ((l1/d1)-11)*0.5 mm Kayu utama 8/12.143 tetapi ” 7 Mpa 0.5 = 195 mm.

65 x 0.8 x 0. Contoh Analisis Sambungan Baut. Tahanan lateral acuan harus dikalikan dg faktor geometri (Cǻ).84 As = 12 in2 . maka : R Nilai koreksi geometrik (Cǻ) a. s pada gambar = 60 mm sopt = 50.8 mm Karena s > sopt .Cǻ. dengan Cǻ adalah nilai terkecil dari faktor geometri yg dipersyaratkan untuk jarak ujung atau spasi dlm baris alat pengencang. Faktor koreksi geometri (Cǻ). Jarak ujung. Cg = 0.Ȝ. faktor waktu Ȝ = 0.8 N/mm2 .44 in2 . tersusun dari kayu dg berat jenis 0.00 IV.Z Zu ” 0.8 kN Yohanes A.92 As = 7.2.44 in2 Interpolasi nilai Cg untuk As = 7. Jarak ujung.8.00 b.8. maka Cǻ = 1.Cg.00 Menent Tahanan lateral acuan ijin (Zu): Zu ” Ɏz.J Rorimpandey/030211155 . Contoh 1. maka Cǻ = 1. Sebuah sambungan perpanjangan spt Gambar.8 dpt dilihat pada Tabel 13. maka Cǻ = 1.1: Fes// = Fem// = 61. Diameter baut 12.9 mm Karena a > aopt . Hitunglah besarnya tahanan lateral acuan Zu ? Penyelesaian: Menghit tahanan lateral acuan satu baut (Z) Data sambungan: Diameter baut (D) = 12. maka Cǻ = 1. Cg = 0. Bila jarak ujung (a) • aopt (pada Tabel 3).5 As = 40 x 120 = 4800 mm2 ~ 7. Spasi dlm baris alat pengencang (s).7 mm Sudut sambungan ș = 0o (samb perpanjangan) Tebal kayu sekunder (ts) = 40 mm Tebal kayu utama Œ = 80 mm Tahanan lentur baut (Fyb) = 320 N/mm2 Kuat tumpu kayu sekunder dan kayu utama dg berat jenis 0. Jarak ujung pd gambar (a) = 100 mm Jarak ujung optimum (aopt) = 7D = 88.7 mm.44 in2 As = 5 in2 . Bila spasi dlm baris alat pengencang (s) • sopt (Tabel 3).00 x 8 x 27119 Zu = 97810 N ~ 97.00 Bila Spasi dalam baris alat pengencang. shg: Tahanan lateral acuan (Z) Moda kelelehan Im Moda kelelehan Is Moda kelelehan IIIs Moda kelelehan IV Menghitung nilai koreksi: R Faktor aksi kelompok (Cg) As/Am = 0.nf.867 x 1.

maka tahanan lentur acuan dpt dikalikan dg faktor koreksi pembagi beban (Cb) = 1. 5< d/b < 6 . persegi panjang yg mengalami lentur thd sb lemahnya saja.J Rorimpandey/030211155 .V. BATANG LENTUR (BALOK) 1.10 a.10 1. sisi tekan hrs dikekang scr menerus sepanjang balok.05 250 mm 1. bujur sangkar.05 150 mm 1. Untuk balok kayu masif. b). Pengaku lateral (Bracing) Balok yg memiliki perbandingan tinggi terhadap lebar lebih besar dari dua dan dibebani thd sb kuatnya harus memiliki pengaku lateral pada tumpuan-tumpuannya untuk mencegah terjadinya rotasi atau peralihan lateral. kekangan yg digunakan untuk mencegah rotasi atau peralihan lateral ditent berdasarkan nilai perbandingan tinggi nominal terhadap tebal nominal (d/b) sbb: a). c). Apabila balok diletakkan secara tidur. Lebar Tebal/tinggi 50 mm dan 75 mm 100 mm 50 mm dan 75 mm 1. 2 < d/b < 5 .20 1.15 1. Yohanes A. dengan: Mu = Momen lentur terfaktor Vu = Gaya geser terfaktor M¶ = Tahanan lentur terkoreksi V¶ = Tahanan geser terkoreksi Ȝ = Faktor waktu Ɏb = Faktor tahanan lentur = 0. tdk diperlukan pengekang lateral. d/b < 2 . semua tumpuan hrs dikekang menggunakan kayu masif pd seluruh ketinggian balok. shg menderita tegangan lentur pada sb lemahnya.Bentang renc digunakan utk menghitung momen lentur. maka bentang renc ad bentang bersih ditambah setengah kali panjang tumpuan pada masing2 ujung.00 125 mm 1.15 1. maka tahanan lentur acuan dpt dikalikan dg faktor koreksi penggunaan datar (Cfu) spt pd tabel berikut. Untuk mempertimbangkan perilaku ini. Konstr sistem lantai terdpt tiga atau lebih balok kayu yg tersusun dg jarak tdk lebih dr 600 mm (pusat ke pusat) kemudian disatukan dg sistem penutup.85 Ɏv = Faktor tah Struktur berbentang sederhana yg tdk menyatu dg tumpuannya.00 100 mm 1. Perencanaan Batang Lentur Direnc untuk dpt mendukung gaya momen dan gaya geser. Pengaku lateral tdk diperlukan pd balok bundar. maka kekuatan konstr tdk sepenuhnya tergantung pd masing2 tahanan lentur satu balok (semua balok bekerja bersama).Takikan pada balok harus dihindari. gaya geser. terutama yg terletak jauh dr tumpuan dan berada pd sisi tarik. dan lendutan.15.05 200 mm 1.10 1.

15 (utk komponen str berpenampang bundar selain utk tiang dan pancang).00 Tahanan lentur terkoreksi dr balok berpenampang prismatis yg terlentur thd sb kuatnya (y ± y) adalah: M¶ = My¶ = Sy Fby¶ dengan: M¶ = My¶ = tahanan lentur terkoreksi thd sb lemah Sy = modulus penampang thd sb lemah Fby¶ = kuat lentur terkoreksi thd sb lemah dg nilai faktor koreksi Cl = 1. Balok berpenampang persegi panjang yg terbebani pd arah sb kuat dan memenuhi persyaratan pengaku lateral. c. berikut.00 Tahanan lentur terkoreksi thd sb kuat (x ±x) hrs dikalikan dg faktor koreksi bentuk (Cf) sebesar 1. Kedua sisi tekan dan tarik dikekang scr bersamaan pd seluruh panjang.d).15 (utk komponen str berpenampang bundar selain utk tiang dan pancang). Tahanan lentur terkoreksi thd sb kuat (x ± x) dr balok berpenampang prismatis persegi panjang tanpa pengekang lateral atau bagian yg tak terkekang dr balok tsb adalah: M¶ = CLSxFbx* Tahanan lentur terkoreksi dr balok berpenampang prismatis yg terlentur thd sb kuatnya (y ± y) adalah: M¶ = My¶ = Sy Fby¶ dengan: M¶ = My¶ = tahanan lentur terkoreksi thd sb lemah Sy = modulus penampang thd sb lemah Fby¶ = kuat lentur terkoreksi thd sb lemah dg nilai faktor koreksi Cl = 1. Balok berpenampang bundar atau bujur sangkar 2). Tahanan lentur balok tanpa pengekang lateral penuh. 3). c.40 (komponen str berpenampang persegi panjang yg terlentur thd sb diagonal).00 Tahanan lentur terkoreksi thd sb kuat (x ±x) hrs dikalikan dg faktor koreksi bentuk (Cf) sebesar 1.40 (komponen str berpenampang persegi panjang yg terlentur thd sb diagonal). Tahanan lentur terkoreksi dr balok berpenampang prismatis yg terlentur thd sb kuatnya (x ± x) adalah: M¶ = Mx¶ = Sx Fbx¶ dengan: M¶ = Mx¶ = tahanan lentur terkoreksi thd sb kuat Sx = modulus penampang thd sb kuat Fbx¶ = kuat lentur terkoreksi thd sb kuat dg nilai faktor koreksi Cl = 1. dan 1. Tahanan lentur balok yg terkekang dlm arah lateral Anggapan bahwa balok yg terkekang penuh dlm arah lateral dijumpai pd kondisi berikut: 1). dan 1. Balok berpenampang persegi panjang yg terbebani pd arah sb lemahnya saja. Tahanan lentur balok tanpa pengekang lateral penuh. shg rasio kelangsingan (Rb) tdk melebihi 50 spt pers. b. Pengaku lateral hrs diadakan pd semua balok kayu masif persegi panjang. Tahanan lentur terkoreksi thd sb kuat (x ± x) dr balok berpenampang prismatis persegi panjang tanpa pengekang lateral atau bagian yg tak terkekang dr balok tsb adalah: M¶ = CLSxFbx* Faktor stabilitas balok (CL) dihitung sbb: Yohanes A.J Rorimpandey/030211155 . 6 < d/b 7 .

95 Ɏs = 0. 1) thd arah serat kayu. Tahanan geser di daerah sambungan Apabila sambungan pd balok persegi panjang menyalurkan gaya yg cukupbesar shg menghasilkan lebih dr setengah gaya geser disetiap sisi sambungan maka tahanan geser terkoreksi dihitung sbb: dengan: de = tinggi efektif balok pada daerah sambungan.85 (faktor tahanan stabilitas). Perencanaan Tumpuan Balok kayu pd bagian tumpuan atau pd lokasi dimana gaya luar bekerja scr langsung menderita tegangan tekan tegak lurus serat (Gbr. bidang kontak antara balok dg tumpuan atau dg gaya2 luar harus direncanakan sbb: Apabila panjang bid tumpu (lb) dlm arah panjang komponen str ” 150 mm. momen inersia. Lendutan Lendutan sebuah batang lentur (Gbr.k penggunaan datar (Cfu) dan f. Contoh Perencanaan Batang Lentur Contoh:s Balok dr sistem lantai mendukung beban mati terbagi merata sebesar 5 kN/m¶ (termasuk b. dan tinggi d. dan jarak ke bid tumpu dr ujung kolom (la) > 75 mm. 3.k stabilitas balok (CL). tahanan geser terkoreksi pd pnp bertakik dihitung sbb: d = tinggi balok tanpa takikan dn = tinggi balok di daerah takikan Apabila pd ujung takikan terdpt irisan miring dg sudut ș (Gbr. pers diatas bisa disederhanakan sbb: a. cb = 0.k bidang tumpu (Cb) sebesar Apabila bid kontak antara tumpuan dg balok tdk tegak lurus serat.s). maka tahanan geser terkoreksi dihitung sbb: b. Pada pnp disepanjang takikan dr sebuah balok persegi panjang setinggi d. Lendutan ijin (konstr terlindung) = L/300 (konstr tak terlindung) = L/400 4. Me = momen tekuk lateral elastis yg besarnya sbb: 2. 5). maka tahanan tekan tegak lurus serat dpt dikalikan f. 4) disebabkan oleh beberapa faktor : gaya luar yg bekerja. dan modulus elastisitas terkoreksi. Gaya Geser Apabila beban yg mengakibatkan lentur bekerja pd muka balok yg berlawanan dg muka tumpuan maka seluruh beban yg terletak di dlm jarak d (tinggi balok) dr bid muka tumpuan tidak perlu diperhitungkan dlm menent gaya geser perlu (Gambar. bentang. melainkan bersudut ș maka kontrol tegangan tekan hrs dilakukan sbb: 5. Yohanes A.Sx = modulus pnp utk lentur thd sb kuat Mx* = tahanan lentur thd sb kuat dikalikan dg semua faktor koreksi kecuali f. Tahanan geser di daerah takikan. 2) Tahanan Geser terkoreksi (V¶) dihitung sbb: Dengan : Fv¶ = kuat geser sejajar serat terkoreksi I = momen inersia balok b = lebar penampang balok Q = momen statis penampang thd sb netral Utk pnp persegi panjang dg lebar b.J Rorimpandey/030211155 .

Ɏt = 0. Komponen str tdk persegi panjang. dua macam gaya bekerja bersamaan yaitu momen lentur dan gaya aksial (tekan atau tarik). BALOK KOLOM Komponen struktur seringkali menderita kombinasi beberapa macam gaya. ada 2 kondisi : a.75 x 59. VI.73 = 26.3 mm Lendutan maks (ǻ): Jadi balok 80/200 memenuhi persyaratan.Cpt = 18000 x 1. Gaya geser terfaktor (Vu). Kombinasi momen lentur dg gaya aksial tekan.47 kNm ” 0. Kombinasi momen lentur dg gaya aksial tarik Berdasarkan besarnya gaya tarik aksial. Pada balok kolom. Yohanes A.88 kN «««.47 = 11. Kontrol tahanan geser.85 T¶ = Tahanan tarik terkoreksi Perencanaan sisi tekan (atas) dr kondisi (b) hrs didasarkan pd pers 2.47 kNm Momen lentur terfaktor (Mu) Mu ” Ȝ. dimensi balok bisa diperkecil bila diinginkan.Ct.Ɏb.00 = 18000 MPa Lendutan ijin = L/300 = 2500/300 = 8. Jadi faktor koreksi stabilitas balok (CL) tdk perlu diperhitungkan Analisis str dg kombinasi pembebanan 1. 1.00. 2.6 x 0. Kontrol lendutan.85 x 23.(Ok!) c.J Rorimpandey/030211155 . tekan (atas) dan tarik (bawah) Pada sisi tarik (bawah) dari kondisi a dan b. Seluruh penampang mengalami tarik b. Kombinasi .00 x 1.Apabila dimensi balok kayu 80/200 dg kode mutu E19. Gunakan f.4D: Momen lentur maks = Gaya geser maks = a.k CM = Ct = Cpt = CF = 1.CM. Modulus penampang (Sx) : Tahanan momen lentur terkoreksi (Mx¶): Mx¶ = Sx Fbx¶ = 533.97 kNm ««««(Ok!) b. Vu ” Ȝ. faktor d/6 (d = tinggi komp str) diganti dg Sx/A1 (perbandingan modulus pnp thd sb kuat dan luas bruto).6 x 0.00.Ɏv. maka dpt diasumsikan terdpt kekangan lateral pd kedua ujungnya setinggi balok dan kekangan pd sisi tekan (sisi atas) balok sepanjang bentang.V¶ 8. geser. dan lendutan. Walaupun demikian.80 Ɏb = 0.00 x 1.75 kN ” 0. Kontrol tahanan lentur.Mx¶ 5. kontrol apakah balok memenuhi persyaratan tahanan lentur. E¶ = Ew. perenc balok kolom hrs didasarkan pers (1) kemudian dpt digambarkan menjadi diagram (Gambar 2) berikut: dengan: Tu = Gaya tarik terfaktor Mux = Momen lentur terfaktor Ms¶ = Tahanan lentur terkoreksi arah sb-x (Mx¶) dg faktor stabilitas (CL) = 1. contohnya Balok Kolom.333 x 44 = 23. Penyelesaian: Karena balok dari sistem lantai.

Momen akibat beban terbagi merata: Mux = wL2/8 = (2 x 30002)/8 = 2. dan Ft = 47 MPa.Ft¶An (luas netto diasumsikan 75% luas bruto) = 1. Koefisien Cmx ditent sbb: a). dengan: Pu = gaya tekan aksial P¶ = tahanan tekan terkoreksi utk tekuk thd sb lemah bila beban yg bekerja adlh gaya tekan murni Mmx = momen terfaktor termasuk pengaruh orde kedua Mx¶ = tahanan lentur terkoreksi dg faktor koreksi (Cb) = 1.CF.J Rorimpandey/030211155 .00 x 1.Cpt. Contoh 1. Balok kolom hrs direnc berdasar pers 3 berikut. 3.15 kN Fbx¶ = Fbx = 56 MPa Ms¶ = Sx.2D+1.85 ² Komponen str yg kedua ujungnya tak terkekang thd rotasi. Ɏc = 0. ± Komponen str yg kedua ujungnya terkekang thd rotasi.00 x 47 x 0.25 kNm Kontrol sisi tarik (bawah): T¶ = CM.6L. semua suku hrs diambil positif. b).tdk ada gaya transversal diantara kedua ujungnya maka pd arah bidang lentur yg sedang ditinjau berlaku: M1/M2 = perbandingan momen ujung terkecil thd momen ujung terbesar.terkekang thd rotasi pd kedua ujungnya .terkekang thd semua translasi pd sambungan2nya . Apabila semua faktor koreksi dianggap = 1.72 kNm Pers interaksi : Yohanes A.75 x 50 x 120 = 211. Cm = 1. Contoh perenc balok kolom.00. = bernilai negatif utk kondisi kelengkungan tunggal. Komp str tekan yang: . sedangkan beban aksial tarik dr kombinasi pembebanan 1.4D.Balok kolom dg beban merata pd arah lateral dan gaya tekan aksial hrs diperhit thd pengaruh pembesaran momen lentur akibat timbulnya defleksi lateral (P-ǻ effect).Fbx¶ = 1/6 (50 x 1202) x 56 = 6.00 x 1.00. maka momen terfaktor Mmx ditent menggunakan metode pembesaran momen yg memperhit faktor pembesaran thd momen orde pertama akibat beban terfaktor yg tdk menimbulkan goyangan (Mbx) dan faktor pembesaran thd momen orde pertama akibat beban terfaktor yg menimbulkan goyangan (Msx). Bsx = 0 dengan: Pex = tahanan tekuk kritis thd sb kuat ( x ± x ) ȈPu = jumlah gaya aksial tekan terfaktor akibat gravitasi utk seluruh kolom pd satu tingkat yg ditinjau ȈPex = jumlah tahanan tekuk kritis kolom bergoyang pd satu tingkat yg ditinjau.00 x 1. Beban merata dr kombinasi pembebanan 1.Cr. Balok kolom dg pembebanan spt gambar terbuat dari kayu 50/120 dg kode E21.00.90 Bila tdk digunakan analisis orde kedua. tunjukkan apakah balok kolom mampu mendukung beban tsb? Penyelesaian: Data kayu mutu E21 : Fb = 56 MPa. Jika komponen str dpt bergoyang (tanpa pengaku) = dihitung dg pers disamping Komponen str yg tdk dpt bergoyang (dg pengaku). Keterangan: Bbx & Bsx = faktor pembesaran momen. Cm = 0.

87 < 50 ok! Tahapan kolom prismatis Tahanan momen lentur terkoreksi (Mx¶) 1. dan tdk ada pengekang lateral pd balok.5)=15.000 x 56 = 6.33/(0. ‡ Menunjukkan perilaku pelelehan sebelum mencapai keruntuhan (daktail) ‡ Memiliki angka penyebaran panas rendah Yohanes A. Me=2. Gunakan faktor waktu (Ȝ) = 0.333. Terbatasnya luas sambungan Ciri-ciri alat sambung yang baik: ‡ Pengurangan luas tampang relatif kecil atau bahkan nol. Lu/d Mx* = Sx.4. Tekuk kolom tegak lurus bidang gambar (pada sb bebas bahan. Penyimpangan arah serat 3.00.Fbx¶ = 0.4 • 2.Tahanan kolom prismatis Rasio kelangsingan (Rb):Rb = (le.J Rorimpandey/030211155 .96 x 120.63lu + 3d = 1.3 maka: 5. Penyelesaian: Hasil analisis str pd kolom tengah: Gaya tekan terfaktor (P) = 80 kN Momen terfaktor yg tdk menimbulkan goyangan (Mbx) = 0 kNm Momen terfaktor yg menimbulkan goyangan (Msx) = 30 kNm Menghit tahanan tekan terkoreksi (P¶) Luas bruto penampang kolom (A) = 2x(100×200) = 40. ‡ Memiliki nilai banding antara kuat dukung sambungan dengan kuat ultimit batang yang disambung yang tinggi.Lu/d > 14. balok terlentur pd sb kuatnya.Ew' Mx¶ = CL.Kontrol sisi tekan (atas): Karena nilai d/b = 2.333.000 mm3 2.67 kNm DASAR-DASAR PERENCANAAN SAMBUNGAN KAYU VII. Semua batang tekan terbuat dr kayu dg mutu E21. E05'=0.333.45 kNm 2.Rb le = 1. Le=1. Analisis kolom tengah pd portal bergoyang dg beban terfaktor seperti di bawah. Pengurangan luas tampang 2.E05.000 mm2 Modulus penampang (Sx) = Ix/0. PENGENALAN ALAT SAMBUNG KAYU Perlunya Sambungan: Memperpanjang batang kayu (alasan geometrik) : overlapping connection Menggabungkan beberapa batang kayu pada buhul/joint.250 mm 6. 1. maka tahanan lentur terkoreksi arah x dihitung tanpa meninjau faktor stabilitas balok (CL) Fbx¶ = Fbx = 56 MPa Mx¶ = Sx.Sx.33 mm3 Jari2 girasi (r ) = Angka kelangsingan = Menghit faktor pembesaran momen (Bsx) Menghit momen terfaktor termasuk pengaruh orde ke-2 (Mmx) Menghit tahanan lentur terkoreksi (Mx¶): Karena balok telentur pd sb-x yg merupakan sb lemah penampang. maka kontrol tahanan lentur (Mx¶) dihit dg memperhatikan faktor koreksi stabilitas balok (CL).5×200) = 1.5d = 133.Fbx¶ = 120. Sx Sx = (bd2)/6 = (50 x 1202)/6 = 120.000 x 56 = 6.d/(b)^2)^(0.333. Iy = (1/12) d b^3 3.33 x 56 = 74.Fbx¶ = 1.69. sb-y) dianggap tdk terjadi.63lu+3d Karena lu/d • 14.333.63 x 3000 + 3 x 120 = 5.3 lu/d = 3000/120 = 25 maka.(Iy/Le) Contoh 2. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kekuatan sambungan pada konstruksi kayu : 1. Mx 3. Langkah mencari Cl Menghit faktor stabilitas balok (CL).72 kNm 4. jika.80.333.

di atas 0.Disebut cincin belah karena cincin ini tidak utuh shg mudah mengikuti kembang susut kayu yang disambung. Alat sambung baut biasanya dipergunakan pada sambungan dua irisan dengan tebal minimum kayu samping 30 mm dan kayu tengah 40 mm dan dilengkapi cincin penutup. dst. b. atau produk kayu laminasi. Pelat geser (Shear plate).9D untuk kayu dengan Bj. berbentuk silinder dengan diameter bagian tengah lebih besar. lubang baut diberi kelonggaran 1 mm. 2. spikes ‡ Paku Sering dijumpai pada struktur dinding. Berdasarkan interaksi gaya-gaya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: a. Umumnya diameter paku berkisar antara 2. . dua irisan. Alat sambung mekanik (Mechanical connector).‡ Murah dan mudah dalam pemasangan Jenis-jenis sambungan: Menurut jumlah batang yang disambung: y Sambungan satu irisan. 2.Ditempatkan pada masing-masing kayu yang disambung.Berasal dari Jerman .5´ dan 4´. Lem Bila dibandingkan dengan alat sambung yang lain.Alat ini sudah tidak diproduksi lagi.Terbuat dari kayu yang sangat keras. lantai. square.6 (D = diameter paku).75 mm sampai 8 mm dan panjangnya antara 40 mm sampai 200 mm. Yohanes A. melakukan pengujian beberapa macam alat sambung yaitu membandingkan kurva beban vs sesaran/slip seperti terlihat pada gambar berikut. atau flat seperti pada Gambar.75D untuk kayu dengan Bj. dome. ‡ Baut Umumnya terbuat dari baja lunak (mild steel) dengan kepala berbentuk hexagonal. . ‡ Timber connector 1. di bawah atau sama dengan 0. . . Keruntuhan yang terjadi tanpa adanya peristiwa pelelehan. lem termasuk alat sambung yang bersifat getas. Agar terhindar dari pecahnya kayu. Untuk kemudahan pemasangan. shg pemindahan gaya dilakukan sepenuhnya oleh baut Gambar alat sambung pasak Koubler. tarik.Terbuat dari besi dengan diameter 2. Kelompok alat sambung yang kekuatannya ditentukan oleh luas bidang dukung kayu yang disambungnya (contoh: pasak kayu Koubler.Diameter relatif besar sekitar 10 cm dan tebal 5 cm. dan pelat geser 4. . Kelompok alat sambung yang kekuatannya berasal dari interaksi kuat lentur alat sambung dengan kuat desak atau geser kayu (contoh. paku dan baut). Diameter baut berkisar ¼´ sampai dengan 1. Umumnya dipergunakan pada struktur balok susun. pelat geser. pemasangan paku dapat didahului dengan lubang penuntun yang berdiameter 0.J Rorimpandey/030211155 .25 ³. dan rangka. dan momen Jenis-jenis alat sambung Racher (1995). 3.Terbuat dari pressed steel dengan bentuk lingkaran. Spike grids . Pasak kayu Koubler. cincin belah.6 dan diameter 0. y Menurut sifat gaya yang bekerja: sambungan desak. 1. cincin belah. Cincin belah (split ring). .

5. . panjang. single curve.0 untuk D 6. Mata kayu . Nilai kuat tumpu kayu untuk beberapa nilai berat jenis dpt dilihat pd Tabel 2. ANALISIS SAMBUNGAN PAKU I. Single atau double sides toothed plate.Umumnya terbuat dari pelat galvanise dengan tebal antara 0. Tabel 1.2 untuk D £ 4.= 0. diambil sebesar dua kali tahanan lateral acuan satu irisan terkecil. joist hanger. II. . Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada sambungan.Sesaran yang terjadi dapat dibagi 2 yaitu searan awal yang diakibatkan oleh adanya lubang kelonggaran untuk mempermudah penempatan alat sambung. . .Diameter antara 38 mm sampai 165 mm. Toothed ring . . 3. maka sesaran berikut berupa gaya perlawanan (tahanan lateral) dari alat sambung.Mudah untuk kayu lunak.Contoh: kokot Buldog dan Geka. . dan angka kelangsingan. Eksentrisitas .Contoh: punched plate. Dimensi paku yg meliputi diameter. 3. Tahanan Lateral Acuan Sambungan satu irisan dan dibebani tegak lurus sumbu alat pengencang dan dipasang tegak lurus sumbu komponen struktur diambil sebagai nilai terkecil dari persamaan yang dihitung sesuai Tabel 1 dan dikalikan dengan jumlah alat pengencang (nf). untuk kayu keras dibantu dengan palu/hammer. 1997). Setelah sesaran awal terlampaui. Metal plate connectors . Sesaran/slip. dpt dilihat pd Tabel 4. Tahanan lateral acuan satu paku (Z) pada sambungan dengan satu irisan yang menyambung dua komponen Catatan: Re = Fem/Fes p = kedalaman penetrasi efektif batang alat pengencang pada komponen pemegang KD = 2. jika tidak akan timbul momen yang dapat menurunkan kekuatan sambungan 2. . 1. . . Geometrik Sambungan Paku Spasi dlm satu baris (a).Titik berat kelompok alat sambung harus terletak pada garis kerja gaya.Terbuat dari lembaran besi berbentuk melingkar dengan permukaan dikedua sisinya tajam atau runcing 6.4 mm. nail plate.Berkembang tahun 1960an ± saat ini.38 D + 0. dan circular.Pada kelilingnya terdapat gigi berbentuk segi tiga.3 mm.9 mm sampai 2.Adanya mata kayu dapat menurunkan kekuatan tarik dan tekan.4 mm.5 mm. = 3.3 mm < D < 6. VIII. Kuat lentur paku bulat dpt dilihat pd Tabel 3 (ASCE.Dapat dianggap sebagai pengurangan luas tampang kayu.. Sambungan dua irisan.Terdiri dari tiga bentuk yaitu flat.J Rorimpandey/030211155 .Umumnya berbentuk lingkaran dan segi empat dengan lubang di tengah (untuk penempatan baut pengaku).56 untuk 4. Pd semua arah garis kerja gaya thd arah serat kayu: spasi minimum antar alat pengencang dlm satu baris diambil sebear 10 D bila digunakan pelat sisi dari kayu dan minimal 7 D untuk pelat sisi Yohanes A.

83. Tahanan lateral acuan harus dikalikan dengan faktor serat ujung Ceg = 0. e). Faktor Koreksi Sambungan Paku 1. maka Fes = Fem = 31. Pada semua arah garis kerja gaya thd arah serat kayu.10 D : pelat sisi dari kayu .2 = 25.10 D : pelat sisi dari baja b.2 = 50.5 D : pelat sisi dari baja Jarak tepi (jarak tepi dg beban. Kedalaman penetrasi (Cd). Jarak minimum dari tepi komponen str ke pusat alat pengencang terdekat diambil sbb: . Serat ujung (Ceg).98 N/mm2 dan Re = 1.15 D : pelat sisi dari kayu . untuk beban tekan lateral: . Spasi antar baris (b). Faktor koreksi ini hanya berlaku untuk sambungan rangka kayu dg plywood spt pd str diafragma atau shear wall.67. Menghit tahanan lateral acuan satu paku (Z). Kayu penyusun sambungan memiliki berat jenis 0.2 (untuk paku dg diameter 6D (6 x 4.8. Cd = p/12D .dari baja.4 mm).00.p ” 6D .4 = 0.10 D pada tepi yg dibebani III. 3.6D ” p ” 12D . sbb: . Sambungan paku miring (Ctn).p • 12D . Contoh : Rencanakan sambungan perpanjangan (lihat Gambar) dg menggunakan alat sambung paku. tahanan lateral acuan hrs dikalikan dg faktor paku miring Ctn = 0.2 mm Kuat lentur paku (Fyb) = 620 N/mm2 Kuat kayu samping dan utama dianggap memiliki berat jenis yg sama.5.536 Yohanes A.2 mm dan panjang 102 mm). Penyelesaian : Dicoba paku 4¶¶BWG8 (diameter 4. Diameter paku (D) = 4. maka: Cd = p/12D = 27/50.2 mm) < 12D (12 x 4. spasi minimum antar baris adalah 5 D. untuk alat pengencang yg ditanam ke dalam serat ujung kayu. Asumsikan nilai (Ȝ) = 0. Tahanan lateral acuan dikali-kan dg faktor kedalaman penetrasi (p).5 D pada tepi yg tidak dibebani . untuk beban tarik lateral: . Tebal kayu samping (ts) = 25 mm Penetrasi pd komponen pemegang (p) = 102 ± 25 ± 50 = 27 mm KD = 2.J Rorimpandey/030211155 . Jarak ujung (c). dan jarak tepi tanpa beban. Pada sambungan spt ini.00 . Nilai faktor koreksi ini umumnya lebih besar dari 1. Jarak minimum dr ujung komponen str ke pusat alat pengencang terdekat diambil sbb: a. d. Sambungan diafragma (Cdi). Cd = 2.00. Cd = 1.

maka dpt dicoba sambungan gigi majemuk/rangkap spt gambar berikut. tm1 • 30 mm dalamnya gigi kedua.spasi dlm 1 baris (a) : 10D = 42 mm ~ 50 mm .Z¶ = Cd. R Pada bagian pertemuan (takikan). R Fv¶ = kuat geser sejajar serat terkoreksi. 1. R Ɏv = faktor tahanan geser = 0. R b = lebar komponen str mendatar.75. lm1 • 200 mm dan lm1 • 4 tm1 Yohanes A. R Gaya tekan terfaktor (Nu) dpt dihitung dg pers: R Dengan: R Nu = gaya tekan terfaktor R Į = sudut antara komponen str diagonal thd komp str mendatar. Sambungan gigi majemuk juga disarankan untuk sudut sambungan melebihi 45o. termasuk sambungan tradisional dimana penyaluran gaya tidak menggunakan alat sambung tetapi memanfaatkan luas bidang kontak. gesekan antara kayu dg kayu harus diabaikan. R Dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: ‡ Sambungan gigi tunggal ‡ Sambungan gigi majemuk/rangkap Dalam perhitungan kekuatan sambungan gigi. Sambungan gigi. R Nama lain .65 x 4525 = 2353 N Menghit jumlah paku (nf). 2.jarak ujung (c) : 15D = 63 mm ~ 75 mm . Ceg . R Ȝ = faktor waktu sesuai jenis pembebanan.Ɏz. Pada sambungan gigi majemuk terdapat dua gigi dan dua panjang muka yg masing2 diatur sbb: dalamnya gigi pertama. Sambungan Gigi Tunggal R Pada sambungan gigi tunggal.8 x 0. (dipasang 10 bh paku spt Gambar) Ketentuan penempatan paku: . kayu diagonal harus dipotong menyiku dg sudut 90o.jarak antar baris (b) : 5D = 21 mm ~ 30 mm .536 x 8442 = 4525 N Tahanan lateral ijin satu paku (Zu). 1. tm2 • tm1 + 20 mm dan tm2 ” 1/3 h panjang kayu muka pertama. Zu = Ȝ. R em = eksentrisitas pd penampang netto akibat adanya coakan sambungan. R lm = panjang kayu muka.jarak tepi tdk dibebani (e) : 5D = 21 mm ~ 30 mm II.J Rorimpandey/030211155 . dalamnya gigi Œ ” 1/3 h (h adalah tinggi komponen str mendatar) R Panjang kayu muka (lm) .5 h ” lm ” 200 mm. dan Ctn tdk diperhitungkan) = 0. Sambungan Gigi Majemuk Apabila gaya tekan terfaktor (Nu) melebihi kemampuan dukung sambungan gigi tunggal. SAMBUNGAN TAKIKAN R Diperoleh dg cara membuat takikan pd bagian pertemuan kayu.Z (Cdi .Z¶ = 0.