PEMETAAN SEBARAN BATUBARA DAN PENENTUAN TITIK API DI KAWASAN HUTAN WISATA BUKIT SUHARTO DAN SEKITARNYA PROPINSI

KALIMANTAN TIMUR Oleh : Eddy R. Sumaatmadja & Agus Pujobroto Subdit. Eksplorasi Batubara dan Gambut, DSM SARI
Daerah penyelidikan secara administrasi mencakup 4 (empat) wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Loajanan, Loakulu dan Samboja, Kabupaten Kutai dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Pasir, Propinsi Kalimantan Timur. Secara geografis berada pada koordinat 0°35’00”- 01°05’00” Lintang Selatan dan 116°40’00” - 117°10’00” Bujur Timur seluas + 85.250 HA. Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto seluas + 61.850 Ha termasuk ke dalam Cekungan Kutai. Secara litologi hampir semua pengisi Cekungan ini mengandung kuarsa, batulempung, batulanau dengan sisipan batubara yang diendapkan dalam lingkungan neritik – paralik (litoral, delta sampai laut terbuka) dan dipengaruhi oleh susut serta genang laut. Secara geologi pengisi Cekungan Kutai terdiri atas Formasi Pamaluan, Pulubalang, Balikpapan dan Kampungbaru dan Aluvial; berumur Oligosen – Holosen. Hasil penyelidikan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto dan sekitarnya, formasi pembawa batubara adalah Formasi Pulubalang, Balikpapan dan Kampungbaru. Dalam Formasi Pulubalang terdapat 4 lapisan batubara, tebal 0,10 - 5,30 m dan kemiringan 12° - 85°; Formasi Balikpapan terdapat 18 lapisan batubara, tebal 0,15 - 11,00 m dan kemiringan 5° – 88° serta Formasi Kampungbaru terdapat 22 lapisan batubara, tebal 0,15 6,00 m dan kemiringan 5° – 72°. Hasil analisa kimia batubara menunjukan : Formasi Pulubalang kandungan air tartambat 9,20%; abu 2,80%; sulphur 1,59%, nilai kalori 6225 kal/gr dan nilai HGI 61; termasuk kelas high volatile bituminous C; Formasi Balikpapan kandungan air tartambat 10,32%; abu 2,64%; sulphur 1,06%, nilai kalori 5995 kal/gr dan nilai HGI 44; termasuk kelas sub-bituminous B dan Formasi Kampungbaru kandungan air tertambat 11,17%; abu 3,80%; St 1,67%, nilai kalori 5838 kal/gr dan nilai HGI 40; termasuk kelas Sub-bituminous B. Hasil analis petrografi. nilai reflektansi vitrinit dalam Formasi Balikpapan 0,36% dan Formasi Kampungbaru 0,33%; menunjukan kelas lignit. Sumberdaya batubara di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto dan sekitarnya dihitung sampai kedalaman 50 m atas permukaan : Blok Jambayang 933.400 ton, Batuah 54.372.314 ton, Tanahmerah 7.551.700 ton, Sungaimerdeka 16.889.291 ton, Semoi 29.633.063 ton, Mentawir 5.982.340 ton, Samboja 6.806.010 ton dan total sumberdaya batubara terindikasi sebesar 122.168.118 ton Singkapan batubara yang masih terbakar ditemukan sebanyak 32 lokasi dan yang sudah padam sebanyak 44 lokasi. Atas hasil pengamatan di lapangan, faktor utama terjadinya kebakaran hutan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto adalah faktor manusia. Lapisan batubara bukan pemicu utama kebakaran tetapi memperlama kebakaran hutan serta mempersulit pemadamannya.

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lebih atas satu dekade, Pulau Kalimantan mengalami masalah kebakaran hutan yang serius, pada tahun 1982 - 1983
Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S, DSM – 2000 1-1

kebakaran hutan terbesar abad ini dimana 3,2 juta Ha hutan telah terbakar. Kebakaran hutan dengan asap yang cukup mengganggu lingkungan hingga ke negara tetangga

seluas + 85. Untuk mengantisipasi hal tersebut. Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto dapat dibagi menjadi 4 (empat) jenis penggunaan lahan. Secara geografis berada pada koordinat 0° 35’00” – 01°05’00” LS dan 116°40’00” – 117°10’00” BT (Gambar 1). Tataguna Lahan Berdasarkan tataguna lahan. yaitu : (lihat Gambar 2) ¾ Hutan sekunder/Hutan reboisasi ¾ Lahan kering tidak produktif ¾ Lahan pemukiman dan perkebunan ¾ Hutan mangrove BUKIT SUHARTO Gambar 1. Lokasi Penyelidikan Lokasi daerah penyelidikan secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Loajanan. Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto sebagian besar berupa alang-alang (75%). hutan reboisasi. Propinsi Kalimantan Timur. DSM – 2000 1-2 . kemudian terakhir dengan dampak lingkungan yang terparah terjadi pada tahun 1997. kemudian berupa. Penyebab atas kebakaran hutan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto diperkirakan akibat atas musim kemarau yang sangat panjang dan biasanya berulang setiap 5–6 tahun karena pengaruh El-Nino pada belahan bumi bagian selatan. Kabupaten Kutai dan Kecamatan Sepaku. serta diakibatkan oleh terkonsentrasinya lapisanlapisan batubara yang terbakar di kawasan ini. 1. perkebunan dan pemukiman penduduk. Loakulu dan Samboja. Peta lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. Kabupaten Pasir. Direktorat Sumberdaya Mineral tahun anggaran 1999/2000 melakukan pemetaan sebaran lapisan batubara dan lokasi batubara yang terbakar/sudah padam. hasilnya diharapkan bisa membantu usaha pemadaman kebakaran secara lebih sistimatis dan terencana. 1991 dan 1994. Berdasarkan Peta Thematik Vegetasi dan Penggunaan Lahan Propinsi Kalimantan Timur.250 ha.Malaysia dan Singapura terjadi pada tahun 1987. per-ladangan. hutan sekunder. semak belukar. 1.2.3.

UTUH KETERANGAN : S. Ra den S. Te ng in Hutan sekunder / Hutan reboisasi Lahan kering tidak produktif ( semak. Semoi 184 G. Kamboja 400 G. kelasnya termasuk kedalam sub-bituminous C.4. J i t a n Jitan 223 G. Propinsi Kalimantan Timur 1. hal ini disebabkan statusnya sebagai Hutan Wisata. Su m be r DI KAWASAN HUTAN WISATA BUKIT SOEHARTO KABUPATEN KUTAI DAN PASIR . Semoi dan Samboja) berdasarkan USGS sebanyak 65 juta ton yang merupakan batubara Formasi Balikapan dan kualitasnya 4900 kal/gram (adb). Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. Peta : S. W ain Ambarawang S . Na ngka S. .000 S. Ba a ngk 0°45' Dondang 0°45' a ha ur S. S . Bugis Daerah penyelidikan 4 1°05' 3 1°05' 3 4 S. Se epaku Ba mb a ng S. belukar. Lo a ha ur S. potensi sumberdaya batubara di sebagian kecil kawasan ini (daerah Batuah. gg an M ar cil ke LS 1°15' 116°45' BT 117°49' BALIK PAPAN Manggar kecil LS Diperiksa : 1°15' 117°00' 117°08' BT 117°15' Gambar 2. Dondang S. J e m baya n 2 Loa duri 0°36' S. Plarang. Penyelidik Terdahulu Kajian yang mendalam mengenai potensi batubara di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto belum pernah dilakukan sama sekali. Sakakanan dika S. M ar Mentawir Samboja Nipah nipah Jalan tanah Sungai 1 2 Tanjung Pude S.PAGAT S. Lo SKALA 1 : 250. Se m nip ah Pemukiman dan kebun penduduk Hutan mangrove Ibu Kota Propinsi oi S. sehingga kegiatan eksplorasi baik untuk penelitian potensi bahan galian. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Digambar : Disahkan : Skala : Tanggal : No. alang-alang. maupun keekonomian batubara di kawasan ini belum pernah dilakukan sama sekali. tanah kosong ) S. Peta penggunaan lahan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto. S S. Ba ntuas S. Jembay an Sengkotek Jembayan Loajanan 1 S.116°45' BT 0°30' LS 117°49' 117°00' 117°08' SAMARINDA BT 117°15' 0°30' LS S. M DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI DIREKTORAT JENDERAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL an Teritip gg ar be DIREKTORAT SUMBERDAYA MINERAL sa r PETA PENGGUNAAN LAHAN Tanjung Lamaru S.A m r ba aw g an Wain S. PELARANG Kampung Jawa U S. DSM – 2000 1-3 Hasil eksplorasi batubara (DJSM dan British Geological Surveys tahun 1980). Se mbo ja Kampung 1°00' Pipa minyak Jalan besar 1°00' S. LUBANG PARUNG Cm 0 Km 0 2 5 4 10 6 15 8 Cm 20 Km G.

terdiri atas batupasir kuarsa dengan sisipan batulempung. terdapat beberapa lapisan batubara yang terdapat dalam Formasi Kampungbaru (tebal > 0.1.R. membentuk suatu antiklin dan sinklin. berumur Miosen Tengah. tebal 2750 m. serpih. pasir. batulempung. 2. HASIL PENYELIDIKAN 3. Pulubalang dan Balikpapan terlipat kuat. Balikpapan dan Kampungbaru dan Aluvial. berlapis baik. Balikpapan. berupa hasil pelapukan batuan yang lebih tua dan endapan sungai. Lipatan umumnya berarah timurlaut – baratdaya dengan sayap lebih curam di bagian tenggara. Formasi Pamaluan. merupakan batuan tertua di daerah penyelidikan.1.2. terdiri atas kerakal. Stratigrafi Daerah penyelidikan merupakan sebagian dari Peta Geologi Lembar Samarinda dan Balikpapan. diendapkan pada lingkungan laut dangkal.75 . lempung dan lumpur.Atas hasil penyelidikan awal yang di-lakukan oleh SDM (Sumaatmadja. batulanau dan batubara. Formasi Kampungbaru. batugamping dan batulanau. tersingkap hampir diseluruh daerah penyelidikan. tebal formasi sekitar 2000 m. Geologi Daerah Penyelidikan. litologinya terdiri atas perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan batulanau. kerikil. Pulubalang. batu-bara dan tufa dasitik. Formasi Pulubalang. Formasi pembawa batubara Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. litologinya terdiri atas perselingan antara greywacke dan batupasir kuarsa dengan sisipan batugamping. Pulubalang.00 – 4. 3. litologinya terdiri atas batupasir kuarsa dengan sisipan batulempung.1. serpih. delta sampai laut terbuka) dan dipengaruhi oleh susut serta genang laut. tebal formasi lebih atas 500 m. Stratigrafi Secara litologi hampir semua batuan sedimen pengisi Cekungan Kutai mengandung kuarsa. tebal 1200 – 2000 m. Struktur Geologi Struktur geologi yang terdapat di daerah ini berupa lipatan antiklinorium dan sesar. 2. membentuk suatu antiklin dan sinklin.1. terdiri atas Formasi Pemaluan. 3. berumur Miosen Akhir – Plio Plistosen yang diendapkan dalam lingkungan delta – laut dangkal. berumur Miosen Tengah – Miosen Akhir yang diendapkan dalam lingkungan delta. berumur Oligosen – Holosen. GEOLOGI REGIONAL 2.> 1.50 m dan kemiringan 10o – 17o) dan Balikpapan (tebal > 1. Kampungbaru dan Aluvial (Tabel 1). batulanau dengan sisipan batubara yang diendapkan dalam lingkungan neritik – paralik (litoral. Formasi Pamaluan. Di daerah ini terdapat 3 jenis sesar yaitu sesar naik. serpih./1995) di sekitar Kampung Karyabaru. batulempung. normal dan geser. E. Formasi Balikpapan.25 m dan kemiringan 10o – 81o). DSM – 2000 1-4 . batugamping dan batu-bara. Batuan pengisi Cekungan Kutai terdiri atas Formasi Pamaluan. berumur Oligosen Akhir – Miosen Awal. Aluvial.

tebal 1 – 2 m. Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. padu.Tufa dasit. setempat tufaan dan gampingan. berumur Miosen Akhir bagian Bawah – Miosen Tengah bagian Atas. Batugamping. Batulempung.00 m. mudah hancur-keras. abu-abu sampai abu-abu kehitaman. putih kekuningan sampai abu-abu kecoklatan. Umur Formasi Pamaluan adalah Oligosen – Miosen Awal dan diendapkan dalam lingkungan laut dangkal. sisipan tipis batu-bara. terpilah baik. putih. abu-abu kehijauan. terdapat sebagai sisipan dalam batupasir. keras. Batulempung.30 meter. abu-abu kehitaman. Batugamping. membulat-membulat tanggung. kusam – mengkilap. abu-abu tua sampai abu-abu kehitaman. Batupasir kuarsa. gampingan. halus-sedang. mudah hancur-keras. serpih. sedang-kasar. batu-bara dan tufa dasitik. padu.adalah Pulubalang. Batupasir kuarsa. membulat-membulat tanggung. karbonan dan gampingan. Batulempung. litologinya terdiri perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan batu-lanau. kusam – mengkilap. serpih. diendapkan pada lingkungan paras delta – dataran delta. Batubara. DSM – 2000 1-5 Batu-bara. sedang-kasar. tebal 15– 100cm. abuabu kecoklatan sampai abu-abu tua. Serpih. Kampungbaru. berlapis. mengandung foraminifera besar. keras. sedang-kasar. sisipan tipis karbonan. Batulanau. abu-abu sampai abu-abu kecoklatan. Batupasir gampingan. setempat dijumpai struktur sedimen silang silur dan perlapisan sejajar. batugamping dan batubara. batulempung. halus-sedang. abu-abu sampai abu kehijauan. setempat mengandung lensa batupasir gampingan. padu. Balikpapan dan Formasi Pamaluan terdiri atas batupasir kuarsa. konkoidal. berlapis baik. konkoidal. berlapis tipis. mengandung foramina-fera kecil. abu-abu kecoklatan. Batulanau. mengandung foraminifera besar. diendapkan pada lingkungan laut dangkal. abu-abu muda kecoklatan putih kecoklatan. Batu-pasir kuarsa merupakan batuan utama dalam formasi ini. . litologinya terdiri atas perselingan antara greywacke dan batupasir kuarsa dengan sisipan batugamping. berumur Miosen Tengah. mudah hancur-keras. diendapkan pada lingkungan laut dangkal. struktur sedimen “graded bedding” dan silang silur. merupakan sisipan dalam batupasir kuarsa. tersingkap hampir diseluruh daerah penyelidikan. setempat berlapis. tebal 15 – 60cm. Batugamping.. abu-abu sampai abu-abu ke-coklatan. abu-abu sampai abu-abu kecoklatan. hitam. tebal 45 cm. padu. setempat resin dan pirit. tebal atas beberapa cm 5. tebal atas beberapa cm sampai 11. setempat berlapis. setempat resin dan pirit. hitam. membulat. pasiran. Formasi Balikpapan. setempat mengandung sisa tumbuhan. padu-keras. mudah hancur-keras. abu-abu kecoklatan. oksida besi mengisis rekahanrekahan. halus-kasar. keras. abu-abu muda kecoklatan. Batu-pasir greywake. setempat berlapis. batugamping dan batulanau. me-ngandung foraminifera besar. dengan sisipan batulempung. Formasi Pulubalang membentuk suatu antiklin dan sinklin. membulatmembulat tanggung. terpilah baik. halus-sedang. terdapat sebagai sisipan dalam batupasir. berumur Miosen Tengah. membentuk suatu antiklin dan sinklin. terpilah baik.menyudut tanggung. tebal 10 – 20 cm. ber-lapis. padu.

11. berumur Miosen Akhir – Plio Plistosen yang diendapkan dalam lingkungan delta – laut dangkal. 2000 Laut Dangkal Formasi Kampungbaru. halus-sedang. abu-abu sampai abu-abu kecoklatan. abu-abu tua. mudah hancurkeras. dengan sisipan batugamping.6.00 m. padu. serpih. Batu-lempung. batulanau dan batubara dengan tebal atas 0. terdiri atas batupasir kuarsa dengan sisipan batulempung. litologinya terdiri atas batupasir kuarsa dengan sisipan batulempung. kecoklatan hitam. tersingkap di bagian timur dan tengah daerah penyelidikan. putih. batulanau dan batubara. pasir. tebal atas beberapa cm sampai 6.15 . mengandung sisia tumbuhan. serpih. laminasi.00 m. Kab. 500 Delta – Laut Dangkal E M I O Akhir Tmbp R 1200 2000 Dataran Delta S S E N Tengah Tmopb 2750 Laut Dangkal I E Awal Tomp R OLIGOSEN Formasi Pamaluan (Tomp). Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. setempat resin dan pirit.Tabel 1. berupa hasil pelapukan batuan yang lebih tua dan endapan sungai. Batubara. tidak berlapis. Stratigrafi Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto dan sekitarnya. batugamping dan batubara dengan tebal 0. Batupasir kuarsa. setempat mengandung oksida besi. menyerpih.00 m. lempung dan lumpur.10 – 4. kerikil.10 . pecahan menyudut.00 m. terdiri atas batupasir kuarsa dengan sisipan batulempung. sisipan batupasir konglomeratan. setempat ke-merahan. terdiri atas kerakal. Formasi Pulubalang (Tmpb). Kutai dan Pasir. terdiri atas kerakal. kerikil. padu. Formasi Balikpapan (Tmbp). pasir. lempung dan lumpur. mudah hancur. kusam. tufaan atau lanauan. - Sungai Tpkb Formasi Kampungbaru (Tpkb). Batulanau. DSM – 2000 1-6 . berupa hasil pelapukan batuan yang lebih tua dan endapan sungai. terdiri atas perselingan antara greywake dan batupasir kuarsa. batulempung dan batubara dengan tebal atas 0. Aluvial. serpih. batugamping dan batulanau. terdiri atas perselingan antara batupasir dan batulempung dengan sisipan batulanau. Propinsi Kalimantan Timur LITO LOGI TEBAL (M) LINGKUNGAN PENGENDAPAN UMUR K U A R T E R PLISTOSEN PLIOSEN T HOLOSEN KETERANGAN Qa Aluvial (Qa).

sub-bituminous C).2. Tanahmerah.2.33% dan dalam Formasi Balikpapan 0. sedangkan struktur sinklin yaitu Sinklin Sanga-sanga.1.00 m dan kemiringan 5o – 88o serta jumlah lapisan cukup banyak. Loaduri.2. Sungaimerdeka. Plarang. Atas hasil analisa tersebut nilai reflektansi vitrinite dalam Formasi Kampungbaru menunjuk-kan kisaran rata-rata 0. Balikpapan dan Kampungbaru.2. 3. sedangkan batuan yang lebih muda umumnya terlipat lemah. terdapat perbedaan hanya nilai kalori (CV) yaitu Formasi Pulubalang sekitar 6225 kal/gram (High vol.2. Potensi Endapan Batubara 3. Singkapan batubara ditemukan pada 368 lokasi. Di daerah ini terdapat 3 jenis sesar yaitu sesar naik. umumnya berarah timurlaut – baratdaya dengan sayap lebih curam di bagian tenggara.bituminous C) dan Kampungbaru 5838 kal/gram (subbituminous C) serta nilai HGI yaitu Formasi Pulubalang relatif lunak yaitu sekitar 62. Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. Kualitas Batubara 3.1.3.10-11. Sesar naik (Loaduri) diduga terjadi pada Miosen Akhir yang kemudian terpotong oleh sesar mendatar (Sungaiberas dan Tanahmerah) yang terjadi kemudian.2. Tingin dan Tenggarong . Tanahmerah. Struktur antiklin yaitu Antiklin Sanga-sanga. Lapisan Batubara Hasil penyelidikan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto. nya Untuk mempermudah pembahasandaerah penyelidikan dibagi dalam 7 (tujuh) blok yaitu Blok Jembayang. serta sesar normal (Loahaur dan Sakakan) terjadi pada Kala Pliosen. Semoi. Batuah. normal dan geser. Pulubalang dan Balikpapan terlipat kuat dengan kemiringan 40° – 88°. hasil analisa atas masing-masing formasi adalah sebagai berikut (Tabel 3) : Rata-rata kandungan air tertambat (M).2. Analisa Petrografi Batubara yang dianalisa dari Formasi Kampungbaru 4 conto dan Formasi Balikpapan 6 conto dengan menggunakan mikroskop sinar pantul. Formasi Pamaluan.1. Sakakanan. 3.2. Lipatan berupa antiklin dan sinklin. tebal berkisar 0. Balikpapan 5995 kal/gram (High vol.36% menunjukkan kelas lignit (Tabel 4). 3.2. Lobangparung dan Jembayang.2. Batubara berkembang dengan baik terdapat dalam Formasi Balikpapan dan Kampungbaru. DSM – 2000 1-7 . lapisan batubara ditemukan dalam Formasi Pulubalang. Sub . Samboja dan Mentawir (Tabel 2 dan Gambar 3). abu (Ash) dan sulphur (St) di ketiga formasi umumnya relatif sama . Struktur Geologi Struktur geologi yang ditemukan di daerah ini berupa lipatan antiklinorium dan sesar. Analisa Kimia Batubara Batubara yang dianalisa kimia sebanyak 40 conto. Balikpapan 44 dan Kampungbaru relatif keras yaitu 40.

00 0.20 >0.70o 5o .>1.Tabel 2.28o 68o 9 . Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S.40 0. ¾ Berat jenis batubara dianggap 1.00 >0.00 0.87o 14o . Lapisan batubara atas tiap-tiap blok di Kawasan Bukit Suharto dan sekitarnya BLOK Jembayang Batuah JML.20-6.00 0. SINGKAPAN 2 1 95 30 FORMASI Balikpapan Pulubalang Balikpapan Kampungbaru Sayap timur Kampungbaru Sayap barat Pulubalang Balikpapan Kampungbaru Balikpapan Kampungbaru Pulubalang Balikpapan Balikpapan Kampungbaru Balikpapan Kampungbaru JML.15->3.00-5.00 0.50-5.00 1.10-1.00 0.50->9. dibatasi sampai 500 meter dari singkapan.50 0. Sumberdaya Batubara Perhitungan sumberdaya batubara ini berdasarkan singkapan batubara yang ditemukan (terindikasi) dengan kriteria sebagai berikuti : ¾ Sebaran ke arah jurus perlapisan batubara didasarkan atas singkapan batubara yang dapat dikorelasikan. DSM – 2000 1-8 . ¾ Tebal batubara yang dihitung lebih atas 1.50->1.00 m Dari hasil perhitungan sumberdaya batubara (terindikasi) di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto diringkas dalam (Tabel 5).30 >0.70o 5o .87o 25o .17o 14o .50 >0.50-5.50-5.3.00 0.57o 39o .20 KEMIRINGAN 22o .47o 20o .2.60.30->6.88o 11o .70o 23o .30o 14o . ¾ Sebaran ke arah kemiringan dihitung sampai kedalaman 50m tegak lurus (vertikal) atas permukaan singkapan / pemboran atau dengan kata lain lebar kearah kemiringan 25m/ α dan 50m/α.00->1. LAPISAN 2 Lapisan 1 Lapisan 21 Lapisan 10 Lapisan 4 Lapisan 4 Lapisan 5 Lapisan 5 Lapisan 3 Lapisan 17 Lapisan 2 Lapisan 15 Lapisan 2 Lapisan 12 Lapisan 9 Lapisan 4 Lapisan TEBAL (m) >1. α adalah sudut kemiringan lapisan batubara.85o 14o .75o o 12o .30 0.20->11.50-1.30-2.00 0.71o 5o – 40o Tanahmerah 13 15 9 18 54 3 52 4 33 31 4 Sungaimerdeka Semoi Mentawir Samboja 3.30 gram / cm3 rata-rata atas conto batubara yang dianalisa.

Me la hu a ka kiri S. Sakakanan S. Lempahu S. G. Tmpb ay S. Mentawir ng S. K e d ak S. Ke ria Beruak S. Ji ta S. DSM – 2000 1-9 . Sebutu S. Mas g en ap Samarinda BUKIT SUHARTO Tmbp Ha ur S. Pio nir U S. Te Tmbp Semoi Tiga Taman Hutan Bukit Soeharto Samboja G. Banjarmasin 0°40' S. So rap Tanahmerah Kelesan S . Sakakanan ejo Par Sakakanan S. Pan n da Gintung Putak Wargatunggal Loapayang an les Ke S. M ia k Tanimakmur Tanijaya Tmpb Tengkorak 0 0°45' Batuah 4 Km Km 31 Karyabaru S. am Hit KUTAI LOAJANAN Ber uak Tmpb Pontianak K A LI M AN TA N S. Be tung Tmpb Tmbp SKALA 0 1 : 50. Be ras 2 Sepaku Tiga Lokasi Penyelidikan S.116°49.95' 116°50' 116°55' 117°00' 117°05' 117°07. Merdeka Pabrik Aspal Wanatirta Samboja am S. Peta Geologi dan Sebaran batubara di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto dan sekitarnya. S Batas Litologi Tpkb 45° Arah jurus dan Kemiringan Batubara Arah jurus dan Kemiringan Batuan Sesar Normal Sesar Naik Sesar Geser Sinklin Antiklin 0°50' 25° Hutan Lindung Bukit Soeharto Qa Tpkb U D Tmp KUTAI Km 53 Sungai Merdeka Tpkb Hutan Lindung Bukit Soeharto Mata Air Panas PASIR PENAJAM T S. Put ak Putaktunjung Tmp n LOAKULU an g S.97' S. JE MB AY AN Rampanga KUTAI Sorap S.000 1 1 2 Cm 2 Km S. Batudinding D G. AM Gambar 3. Montayo G. 0°55' 3 Ser ojan Qa g 4 ngin S. Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. K eda k S. Lo a Cahaya Baru Sumber Karya PETA INDEK S. B u a h Sa Kampung Lapisan Batubara S.B n ga un ak S. S. Be rla h Loapayang Tmpb Loapayang Tpkb ang S.05' 0°35. ja bo m Sa G. L KETERANGAN : Qa Aluvial Formasi Kampung Baru Formasi Balikpapan Formasi Pulubalang Formasi Pamaluan Tmbp LOAJANAN S. Sungai Merdeka Km 28 Samboja Sal okpa itpai t PETA GEOLOGI DAN SEBARAN BATUBARA DI KAWASAN HUTAN WISATA BUKIT SOEHARTO PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 01°05'00" 116°50'00" 116°55'00" 117°00'T" 117°05'00" BY. Se tun gg ul D Margamulya S. Propinsi Kalimantan Timur. Ulusakakanan Toha Base Camp Sungai Semoi Satu Sungai Beras Jalan Raya Jalan Tanah Rawajaya S. Hit Qa Karyajaya Tmbp Samboja Sungai Merdeka Km 32 Qa Tpkb Dam Kartajaya Tanjung Harapan DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI DIREKTORAT SUMBERDAYA MINERAL DIK-S TAHUN ANGGARAN 1999 / 2000 Sungai Merdeka Km 30 KUTAI S. Pasir S. Merdeka Kawasan Hutan Wisata Bukit Soeharto Qa Cimanggu Bukitraya 34 Km 1°00' Qa Tmbp Tmbp Batuah S. Ke isan nd U Tanimaju ur oa Ha S. gin en Lokasi Penebangan Kayu Liar 1 Tmbp S. P Setunggul U Soponyono S. Pogot Butikraya S. Tanibahagia upu Pel Tpkb Tmbp Tanimakmur Tmpb LOAKULU Hutan Lindung Bukit Soeharto Tmpb Tmp S. M on tayo Sungailiwu ka Tmpb Semoi Empat ka na n S.

50 19.80 5.30 13.30 44.35 1.40 19.50 12.00 33.00 1.00 ? 6.00 >2.38 1.49 2.20 1.40 11.00 >2.35 3.60 43.10 23.10 4.90 1.50 35.40 29.37 1.30 11.00 >3.70 9.41 1.80 44.94 0.00 9.40 10.00 >2.30 30.00 >4.60 43.50 9.25 IS .43 1.10 43.00 3.34 1.70 18.40 35.33 1.20 11.81 2.00 29.90 43.20 37.38 1.30 20.20 13.70 3.80 43.60 1.37 1.90 12.45 2.40 40.60 46.33 1.20 23.20 11.33 1.40 37 45 34 31 50 34 36 26 42 49 47 46 44 43 48 41 41 36 39 45 46 50 39 43 51 49 38 42 40 39 49 60 38 34 39 45 48 50 65 58 Formasi Balikpapan Formasi Pulubalang AA – 68 5.50 42.37 1.80 11.70 22.37 1.10 9.10 Catatan : FM = Kandungan air bebas VM = Kandungan air terikat St = Total sulfur HGI = Kekerasan batubara TM = Kandungan air total FC = Kandungan karbon SG = Berat jenis M = Kandungan air Ash = Abu CV = Nilai kalori Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S.17 AA – 51 IS – 21 AF – 01 IS – 37 AA – 93 AA – 94 AA – 03 AA – 06 IS – 34 AA – 70 AA – 91 NT – 04 NT – 09 NT – 22 AF – 16 AF – 14 AF – 13 NT – 21 IS .00 42.19 0.80 41.41 0.00 1.90 9.90 AS DETERMINED BASIS M % 11.39 0.80 11.70 1.50 45.34 1.80 42.80 0.10 0.10 4.60 38.40 28.60 43.80 >1.20 3.22 1.30 9.39 1.36 1.39 1.33 1.00 2.45 1.00 >3.42 0.10 .30 47.90 32.90 48.40 24.70 18.70 1.70 3.40 43.00 9.70 19.00 9.33 1.70 46.30 15.60 50.37 1.10 44.06 0.00 2.50 32.00 39.39 CV cal/gr 5690 6285 5885 5345 6570 6275 5755 5665 4395 6555 5765 5870 6970 5945 6105 6085 5610 5480 5160 6105 6205 6020 5645 6435 5805 5945 6425 6530 5755 5645 6365 6000 5745 5730 5490 6435 5995 6245 6090 6360 HGI KODE CONTO Formasi Kampungbaru AA .10 41.28 1.60 27.90 9.40 1.40 10.40 39.60 6.50 12.80 17.60 1.20 25.00 >2.40 44.80 44.20 46.80 9.30 45.44 1.30 30.90 17.70 22.00 23.40 20.70 41.70 46.10 11.00 1.40 0.10 >2.50 20.00 >3.20 0.60 33.80 3.10 27.30 7.70 0.75 0.37 1.10 9.20 1.60 25.60 1.80 27.80 10.60 43.88 2.74 0.30 44.60 9.70 45.20 9.20 8.10 9.00 1.90 4.90 10.20 23.20 45.74 0.20 10.40 17.45 0.80 8.29 0.37 0.80 46.60 26.50 >3.80 24.50 0.37 1.40 1.30 38.70 1.70 ASH % 2.30 3.90 FC % 36.40 47.36 3.90 41.00 >3.35 0.40 14.30 13.10 1.20 8.30 >5.00 >2.00 11.80 26.30 21.00 47.40 34.00 42.41 1.45 2.00 1.00 47.33 1.40 1.37 1.05 1.70 43.40 25.20 3.22 0.40 20.33 1.39 1.10 44.00 St % 2.29 2.00 45.00 >3.60 38.20 10.50 25.80 9.90 42.40 37.98 S Gr/cm3 1.40 43.20 41.00 >3.80 8.00 47.35 2.26 3.20 45.40 15.65 0.40 11.70 33.35 1.80 45.50 3.41 1.10 41.33 NT – 35 AF – 32 AF – 35 IS – 75 IS – 16 IS – 38 >1.38 1.40 VM % 49.31 1.27 1.90 48.04 >5.Tabel 3.30 18.60 0.47 0.80 4.40 17.90 1.60 31. Hasil analisa kimia batubara di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto Propinsi Kalimantan Timur TBL (m) AS RECEIVED FM TM % % 26.10 4.40 42.53 1.50 12.70 43.60 44.80 41.90 2.00 17.99 1.60 41.60 ? >3.50 25.50 40.40 15.10 44.40 11.40 49.34 1.60 10.20 16.50 36.27 2.33 1.30 12.50 24.40 44.00 >1.90 11.90 10.00 >6.80 1.60 11.00 43.20 43.40 1.104 NT .70 1.20 25.60 17.10 28.00 8.30 30.70 3.20 1.60 44.50 43.50 9.24 0.77 0.20 >1.10 10.00 23.80 38.50 44.50 11.60 1. DSM – 2000 1 .20 1.80 9.30 44.00 1.37 1.30 11.90 41.40 1.20 26.50 43.20 14.40 47.60 29.20 22.00 17.25 0.00 29.90 TT – 08 1.50 41.48 NT – 16 IS – 97 TT – 03 NT – 01 AF – 23 AF – 25 AA-103 AA – 19 IS-110 AA .70 7.80 0.00 1.55 0.30 0.

75 1.00 0. harus dipertahankan sebagai Kawasan Hutan Wisata / Lindung.00 1.40 0.40 84.00 0.25 95.75 91.32-0. diantaranya : ¾ Di daerah Kampung Semoi III telah dilakukan pengupasan tanah penutup.34 0.50 3.38 0.75 2.00 11.32 0.50 3. Hasil analisa petrografi batubara di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto.Tabel 4.00 1.25 2. tetapi pada saat penyelidikan telah dihentikan oleh Pemda Kabupaten Pasir.38 0. sudah dikuasi oleh perusahaan pertambangan dan berada di luar Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto.36 0.00 0.50 2.50 94.00 2.33-0. Kegiatan Penambangan Di kawasan ini terdapat beberapa lokasi yang telah dilakukan kegiatan eksplorasi maupun penambangan.00 0.34-0.50 2.00 3.35 0.5 juta ton dan kemungkinan lebih besar lagi apabila dieksplorasi lebih detail.50 1.75 93.00 92.00 1.35 0.00 >3.32-0.75 1.75 10.00 Formasi Balikpapan IS – 21 AF – 14 NT – 35 AF – 19 NT – 21 IS – 34 >5.50 0.40 0.34 0.75 3.25 91. Propinsi Kalimantan Timur Nilai Reflektansi Rv Rv rata2 min-max % % Min.20 >0.00 - Catatan : Rv = Nilai reflektansi 3.11 lebih lanjut mengingat sumberdaya batubara paling tidak sekitar 29.00 2. Samboja dan Mentawir.20 0.90 91.31-0.50 2.32 0.38 0. ¾ Blok Semoi merupakan daerah yang cukup prospek untuk dikembangkan Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S.30-0. .50 2.33 0.75 3.00 1.40 2.75 1.50 89.75 2.32-0.00 1.00 1. Sungaimerdeka.80 >1.50 2. disarankan untuk dikembangkan lebih lanjut. Kemungkinan Pengembangan Batubara Hasil penyelidikan di seluruh blok.00 >3. ¾ Blok Jembayang dan Tanahmerah.42 94.31 0.38-0.49 0.3.50 3. 3.00 2. matter (Mm) % Pirit (Py) % KODE CONTO TBL m) Vitrinit % Liptinit % Inertinit % Formasi Kampungbaru AA – 19 AA – 48 AA – 104 IS – 97 6.00 2. mengingat : daerah ini sudah gundul dan vegetasinya berupa semak belukar.31 0.50 2.42 0.30-0. Disarankan untuk dibebaskan sebagai Kawasan Hutan Wisata.75 2.50 2. DSM – 2000 1 .50 3. terdapat daerah-daerah yang mungkin dapat dikembangkan lebih lanjut dan daerah yang disarankan tetap dipertahankan sebagai Kawasan Hutan Wisata / Lindung.00 3. penambangan dan pembuatan jalan untuk pengangkutan yang dilakukan secara liar (oleh pihak swasta).37 0. yaitu : ¾ Blok Batuah.25 2.4.

435 Sumberdaya Batubara (ton) 933.061 4. telah dilakukan eksplorasi.063 5. 3.314 7.841 5.615 1. Sumberdaya batubara di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto dan sekitarnya.700 16. Pada jaman terbentuknya batubara kebakaran hutan juga sudah terjadi secara alamiah.363. telah dilakukan pengupasan tanah penutup. pembuatan stockpile dan jalan tambang oleh PT.551.905. Disamping itu kebakaran hutan di kawasan ini juga mengakibatkan terbakarnya singkapan.singkapan batubara yang memang banyak terdapat.168.633. kebakaran hutanpun gampang terjadi. pada waktu kemarau panjang dimana temperatur permukaan naik dan kebanyakan vegetasi mengalami kekeringan. Sebagian atas singkapan batubara yang terbakar tersebut saat penyelidikan masih ada yang belum padam.400 26.713 5. Kutai dan Pasir. DSM – 2000 1 .782 ha yang bekasnya masih terlihat hingga sekarang.010 122.450 29.982. damar/resin yang mudah terbakar.048.806.340 1.610 68.646.982. Bahkan ada beberapa ilmuwan yang menyebutkan bahwa beberapa tanaman hutan kemungkinan menghasilkan bahan buangannya baik berupa daun.749. 3.118 ¾ Di daerah Tanimaju. Propinsi Kalimantan Timur. akan tetapi kegiatannnya saat ini dihentikan. Anugrah Bara Kaltim. Hutan yang terbakar seluas 2.291.500 15. Akan tetapi penyebab alamiah kebakaran hutan tersebut pada jaman modern ini ditambah dengan hadirnya manusia yang semakin hari menjadi factor utama terjadinya kebakaran hutan.400 54.253 84.889. Blok Jembayang Batuah Tanahmerah Sungaimerdeka Semoi Mentawir Samboja JUMLAH Kampungbaru 28.085 103.334 Balikpapan 933. Kebakaran Hutan Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto tahun 1997 mengalami kebakaran dengan dampak langsung cukup parah. Penyebab Kebakaran Kebakaran hutan merupakan gejala alam yang umum terjadi. ¾ Di daerah Argasari.400 51.12 .850.081. Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S.154.149.1.5.Tabel 5.5.350 2.340 6.291 29. kulit dan buah mengandung lilin.372.849 Pulubalang 2. pembuatan stockpile dan pembuatan jalan oleh pihak swasta.651.529. Secara mikroskopis dalam lapisan batubara seringkali ditemukan lapisan inertinit yang terjadi akibat kebakaran hutan.

Antara temperatur 30o – 100o C kecepatan oksidasi akan berlipat ganda pada setiap kenaikan temperatur 10o. mungkin batubara masih terbakar dan bahkan bisa membakar vegetasi yang baru tumbuh atau bisa membakar vegetasi yang tadinya tidak terbakar. Apabila terjadi kebakaran hutan.Faktor-faktor hutan : penyebab kebakaran ¾ Faktor Batubara Di Kawasan Bukit Suharto terdapat formasi batuan yang mengandung lapisanlapisan batubara yang tersingkap sebagian akibat torehan-torehan sungai atau alur aliran air. mempermudah terjadinya kebakaran hutan akibat ulah manusia secara tidak sengaja. temperatur rendah serta pelapukannya tidak menghasilkan pecahan yang banyak. temperatur dan konsentrasi oksigen.782 ha. bila temperatur permukaan mencapai titik bakar batubara (120o – 170o C). dll yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan. Hasil pengamatan di lapangan. dimana mata pencaharian utama penduduk adalah berkebun (lada) dan perladangan tadah hujan. ternyata sekitar 87. sehingga menaikkan kemungkinan batubara untuk terbakar.8% (2.443 ha) merupakan kebakaran akibat pembukaan lahan untuk pertanian / perkebunan dengan melakukan pembakaran lahan oleh petani. Atas data tersebut diperkirakan faktor manusia merupakan faktor utama penyebab kebakaran hutan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto. Dari data kebakaran hutan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto tahun 1997 seluas 2. yang maksudnya disamping biayanya bisa ditekan juga untuk kesuburan tanah. singkapan batubara ini bisa terbakar. misalnya membuang puntung roko. semak belukar dan hutan sekunder dapat mengakibatkan mudah terbakar. terlihat bahwa batubara di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto mempunyai rekah sedikit. Batubara juga bisa mengalami self combustion / terbakar sendiri secara alamiah. Ini tergantung kepada luas permukaan atau ukuran pecahan batubara. Pada musim kemarau panjang. pecahan gelas. Aliran angin yang banyak membawa oksigen akan meninggikan kecepatan oksidasi oleh batubara sehingga mempermudah untuk terbakar. ¾ Faktor Cuaca Pada saat kemarau panjang akan meningkatkan suhu permukaan di kawasan ini dan vegetasi yang sebagian besar berupa alang-alang. maka batubara bisa terbakar dengan sendirinya. Dari ciri fisik tersebut ¾ Faktor Manusia Di dalam Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto terdapat beberapa perkampungan pemukiman (+ 2. Akibatnya walaupun vegetasi sudah habis terbakar. Secara tradisional dalam pembukaan lahan baru umumnya melakukan penebasan dan pembakaran hutan.600 KK). Batubara dengan rekahan yang intensif atau mengandung pirit yang banyak akan mudah membentuk partikel-partikel batubara. pirit sedikit dan tersebar tidak merata. Dengan adanya pemukiman didalam kawasan ini. Bila sudah terbakar maka api akan membakar selama masih ada suplai oksigen yang masuk ke lapisan batubara tersebut. DSM – 2000 1 . Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. Pembukaan lahan dengan cara pembakaran hutan sangat sulit dilokalisir dan sangat mudah untuk menjalar kesegala arah.13 .

dimana penyebaran kebakarannya karena materi yang terbakar dititik yang sama lebih banyak. sehingga waktu terbakar persatuan luas lebih lama. sehingga luas Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S.2. dengan demikian ada batas kedalaman tertentu sehingga kebakaran batubara bisa berhenti karena tidak ada/kurang oksigen.5. Akan tetapi karena materinya yang terbakar lebih sedikit maka waktu pemadaman lebih singkat. Batubara dengan rank rendah mempunyai kandungan hidrogen yang tinggi sehingga lebih reaktif. juga mengandung “volatile matter” yang tinggi dan ini bisa mem- permudah batubara terbakar. kemudian kebakaran akan menyebar atas titik awal tersebut.14 .>9. Oksigen akan lebih mudah bereaksi dengan batubara bila banyak terdapat rekahan dalam lapisan batubara tersebut. konsentrasi oksigen dan ketebalan lapisan. dengan ketebalannya bervariasi atas 0. Hubungan ini memperkuat dugaan bahwa kebakaran hutan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto ini kemungkinan penyebab utamanya adalah faktor manusia. per-ladangan. Batubara bisa terbakar kalau ada oksigen yang bereaksi langsung dengan partikel batubara. 3. Di lapangan pola lapisan batubara paling tidak terdapat 2 (dua) macam yaitu : ¾ Pola memanjang sepanjang jurus sing. Distribusi lokasi batubara terbakar umumnya terdapat di sekitar pemukiman. Pola Kebakaran Batubara Lapisan batubara terbakar umumnya diawali pada titik-titik yang tersingkap dipermukaan. ditemukan 32 lokasi batubara terbakar dan 44 lokasi batubara yang sudah padam.kemungkinan terjadinya self combustion pada temperatur normal nampaknya tidak begitu besar. Hubungan matematis atas ketiga parameter ini belum dirumuskan. Penyebaran ke samping lebih panjang sehingga lebih berbahaya bila dihubungkan dengan kebakaran hutan. 3.00 m dan kemiringan lapisan 5o – 80o (lihat Gambar 4). jalan raya atau tempat-tempat yang banyak aktivitas manusianya. Kemungkinan besar batubara dengan kemiringan landai akan terbakar kearah down dip lebih luas atas pada batubara dengan kemiringan yang terjal. DSM – 2000 1 . Kualitas batubara menentukan mudah tidaknya batubara terbakar.50 .5. Kecepatan penyebaran api dalam lapisan batubara diperkirakan tergantung pada kualitas batubara. ¾ Pola setengah lingkaran Pola ini umumnya terjadi pada lapisan batubara dengan kemiringan landai dan tebal.3. tetapi setelah terbakar akan awet terbakarnya.kapan di permukaan Kebakaran batubara jenis ini umumnya terjadi pada lapisan batubara dan ketebalan batubara relatif tipis dengan kemiringan terjal. Kebakaran lapisan batubara ini lebih terisolir dan waktu penjalaran ke sampingnya lebih lambat. Sebaliknya untuk batubara dengan rank tinggi umumnya mempunyai “fixed carbon” yang tinggi sehingga relatif lebih sulit terbakar. Singkapan Batubara Terbakar Hasil pengamatan dilapangan atas 368 lokasi singkapan. Dengan demikian lapisan batubara dianggap bukan pemicu utama kebakaran tetapi memperlama kebakaran hutan dan mempersulit pemadamannya.

Peta lokasi titik api di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto. karena yang dipadamkan hanya . Se L o k a s i B a tu b a ra terba ka r n ip ah epak u mb m oi an S. S a ka ka n a n S.A 1 °0 5' ain A m b a ra w an g m ba ra w an g S. Pemadaman Batubara Dalam mengatasi masalah kebakaran hutan telah diusahakan oleh beberapa intansi terkait seperti Kantor Wilayah Pertambangan dan Energi. D ondang 1 : 2 5 0. Propinsi Kalimantan Timur. W W a in S . LU B A N G P A R UN G 57 40 Cm 0 Km 0 2 5 4 10 6 15 8 Cm 20 Km 52 53 25 24 39 43 56 55 44 58 45 54 G5 . Bugis 1 °0 5 ' 3 4 S . Se 13 1 5 14 L o k a s i B a tu b a ra s u d ah pa da m Ib u K o ta P ropin si S. Ba ngk 0 °4 5' a ha ur 4 3 1 2 8 36 35 0 °4 5' D ondang a 37 S. 73 74 75 68 69 70 Ra de n K E T E R A N G A N : S. M 51 49 50 ika 1 °0 0' J a la n be sa r K a w a s a n H u ta n W is a ta B u kit S uh arto M e n taw ir 42 41 S a m b o ja N ip a h n ip a h 1 2 S u n ga i D a e ra h p e n y elid ik an T a n ju n g P ud e 3 4 S. selain itu Proyek Pengelolaan Kebakaran Hutan Terpadu (IFFM). 3. K a m b o ja 27 63 46 26 400 G . PELARANG 9 K am pung Jaw a U 7 6 10 S. S S. P R O P IN S I K A L IM A N T A N T IM U R S. P e ta : LS 1 °1 5 ' 1 1 6 °4 5 ' B T 1 1 7 °4 9' B A L IK P A P A N M a n g g a r kecil LS 1 °1 5' 1 1 7 °0 0 ' 1 1 7 °0 8' B T 1 1 7 °1 5' D ip erik sa : Gambar 4.1 1 6 °4 5 ' B T 0 °3 0 ' LS 1 1 7 °4 9' 1 1 7 °0 0 ' 1 1 7 °0 8' S A M A R IN D A B T 1 1 7 °1 5' 0 °3 0 ' LS S. Jembaya n S e n g k o te k Jem bayan L o a ja n a n 1 S. M an gg ar ke cil D ig a m b ar : D isa h ka n : S ka la : Tanggal : N o .15 Menteri Kehutanan dan dibantu Perwakilan Jerman untuk kerja sama teknis (GTZ) telah berusaha mengatasi kebakaran hutan. Lokasi batubara terbakar yang sudah dipadamkan masih ada yang menyala. U T U71 72 H S. Semoi 18 184 G . Lo as 32 30 223 19 34 31 76 G . Te ng in 16 1 7 38 21 12 11 47 22 23 28 S.4. yang terbakar relatif lebih sempit dibandingkan dengan pola memanjang. yang merupakan proyek kerjasama di bawah tanggung jawab Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. Ba g em S. N an gk a S.5. DSM – 2000 1 . B a ntu S. dengan sasaran : ¾ Pencegahan ¾ Deteksi ¾ Pemadaman ¾ Pembakaran terkontrol Hasil pengamatan di lapangan. J e m b a y a n 2 Loa d u ri 62 0 °3 6' H u ta n W isa ta B u k it S u h a rto 60 a ha ur 29 61 33 S. cara pemadaman batubara yang dilakukan tidak efektif. Propinsi Kalimantan Timur dan beberapa intansi terkait yang terdapat di jalan poros antara Samarinda Balikpapan.P A G A T S . S bo ja Kam pung P ip a m in y ak 1 °0 0 ' ar d S. J i t a n J ita n S. Lo 20 66 67 48 64 65 SKALA S .M D EPA R TEM EN PER TAM B A NG AN D AN EN ER GI D IR E K TO R A T JE N D E R A L G E O LO G I D A N S U M B E R D A Y A M IN E R A L an T eritip gg ar be D IR E K T O R A T S U M B E R D A Y A M IN E R A L S.0 00 59 S . Su m b er sa P E T A L O K A S I B A T U B A R A T E R B A K A R /S U D A H P A D A M r T a n ju n g L a m aru D I K A W A S A N H U T A N W IS A T A B U K IT S O E H A R T O K A B U P A T E N K U T A I D A N P A S IR .

Perlu menambah dan menjaga serta pemeliharaan rambu-rambu kebakaran hutan. DSM – 2000 1 . singkapan batubara yang ditemukan : ƒ Dalam Formasi Pulubalang terdapat 4 lapisan batubara dengan ketebalan atas beberapa centimeter sampai 5. Kampung-baru dan Aluvial. Upaya membantu penangulangan masalah kebakaran batubara / hutan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto. abu 2. Dalam Formasi Balikpapan terdapat 18 lapisan batubara dengan ketebalan atas beberapa centimeter sampai 11. perkebunan dan pemukiman penduduk. Balikpapan dan Kampungbaru. abu 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sampai kedalaman berapa batubara terbakar pada singkapan batubara terbakar /sudah padam. Formasi Pulubalang kandungan air tartambat 9. Perlunya sosialisasi masalah kebakaran hutan terhadap masyarakat di sekitar Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto. perladangan. sulphur 1. sulphur 1. nilai kalori 6225 kal/gr dan nilai HGI 61. umurnya Oligosen – Holosen yang diendapkan dalam lingkungan neritik-paralik (litoral. ITCI yang akan digunakan untuk HTI (Hutan Tanaman Industri). hutan reboisasi. termasuk kelas high volatile bituminous C. KESIMPULAN DAN SARAN 4. Di beberapa lokasi masih berlangsung penebangan liar dan di sebelah timur telah dikuasai • Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S.80%. disarankan sebagai berikut : ‰ oleh PT. Pelarangan pembakaran lahan untuk pertanian terutama di daerah-daerah singkapan batubara. termasuk kelas sub-bituminous B.30 m dan kemiringan 12° .59%. semak belukar. hutan sekunder.16 .permukaannya saja sedangkan yang di bawah permukaan tanah belum bisa padam. Pulubalang.1.64%. 2) Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto secara geologi regional termasuk Cekungan Kutai yang batuan pengisinya terdiri atas Formasi Pamaluan. delta sampai laut terbuka). sehingga dapat di-perkirakan cara yang paling efektif dalam upaya pemadaman lapisan batubara. nilai kalori 5995 kal/gr dan nilai HGI 44. Dalam Formasi Kampungbaru terdapat 22 lapisan batubara dengan ketebalan atas beberapa centimeter sampai 6.20%.00 m dan kemiringan 5° – 72°.32%. Untuk daerah-daerah dengan lapisan batubara terjal perlu diwaspadai.06%.85°. Formasi Balikpapan kandungan air tartambat 10. ‰ ‰ ‰ ƒ ‰ ƒ 4. Kesimpulan Atas pembahasan sebelumnya dapat diambil sebagai berikut : bab-bab kesimpulan • 4) Hasil analisa kimia menunjukan : 1) Berdasarkan tataguna lahan Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto sebagian besar berupa alang-alang. 3) Formasi pembawa batubara adalah Formasi Pulubalang. Balikpapan.00 m dan kemiringan 5° – 88°.

termasuk kelas Sub-bituminous B.889.• Formasi Kampungbaru kandungan air tertambat 11. ABK (Anugrah Bara Kaltim).340 ton 6.010 ton 122.400 ton 54. nilai reflektansi vitrinit dalam Formasi Balikpapan 0. menunjukan kelas lignit. yang kemungkinan sudah dikuasi oleh perusahaan pertambangan dan berada di luar Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto. sebagai Kawasan Hutan Wisata / Lindung.063 ton 5.118 ton 4. Samboja dan Mentawir. 3) Blok Semoi disarankan untuk dibebaskan sebagai Kawasan Hutan Wisata.17%. sehingga dapat di-perkirakan cara yang paling efektif dalam upaya pemadaman lapisan batubara.17 . Untuk daerah-daerah dengan lapisan batubara terjal perlu diwaspadai. 4) Dalam upaya membantu penangulangan masalah kebakaran batubara / hutan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto.982.291 ton 29. mengingat daerah ini cukup prospek untuk dikembangkan lebih lanjut (sumberdayanya sekitar 29. faktor utama terjadinya kebakaran hutan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto adalah faktor manusia dan lapisan batubara bukan pemicu utama kebakaran tetapi memperlama kebakaran hutan dan mempersulit pemadamannya. DSM – 2000 1 . abu 3. ‰ Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. sedangkan di daerah Tanimaju sedang dilakukan eksplorasi oleh PT.372.36% dan Formasi Kampungbaru 0. disarankan sebagai berikut : ‰ 7) Kegiatan penambangan terdapat di daerah Semoi dan Argasari yang saat ini sudah berhenti.700 ton 16.314 ton 7.633.80%. 2) Blok Jembayang dan Tanahmerah. Saran 1) Dipertahankannya Blok Batuah. disarankan untuk dikembangkan lebih lanjut. nilai kalori 5838 kal/gr dan nilai HGI 40.2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sampai kedalaman berapa batubara terbakar pada singkapan batubara terbakar /sudah padam. 8) Singkapan batubara yang masih terbakar ditemukan 32 lokasi dan yang sudah padam 34 lokasi. 6) Sumberdaya batubara di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto dan sekitarnya adalah sebagai berikut : • • • • • • • Blok Jambayang Batuah Tanahmerah Sungaimerdeka Semoi Mentawir Samboja JUMLAH 933. Atas hasil pengamatan di lapangan dan analisa batubara.806. 9) Pola kebakaran batubara dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : • • Pola memanjang sepanjang jurus sing-kapan di permukaan.551.33%.168.5 juta ton dan kemungkinan lebih besar lagi apabila dieksplorasi lebih detail) dan daerah ini sudah gundul serta vegetasinya berupa alang-alang dan semak belukar. Pola setengah lingkaran 5) Hasil analis petrografi.67%. St 1. Sungai-merdeka.

Supriatna. IFFM. 1982. The East Kalimantan Coal Project Report On The Coal Geology of Badak Syncline. Beberapa sebab kebakaran hutan dan lahan di Hutan Wisata bukit Suharto tahun 1997 – 1998. East Kalimantan. Addison dan Herudiyanto. Aspianur dan Mujarni Baraq. tahun 1998. Kalimantan Timur. Hermut. 1995. Kabupaten Kutai. Jones. DMR. 1994. skala 1 : 250. Kalimantan. Diterapkannya sangsi hukum yang memadai bagi pelanggar. PPPG. Sukardi dan Rustandi. ‰ ‰ DAFTAR PUSTAKA ……………. 1994. 1982. Bandung. Kalimantan Timur. DMR. Hidayat dan Umar. Erber. Data Monografi Kecamatan Loa Janan. Bandung. 1982. Bird. Perlu menambah dan menjaga serta pemeliharaan rambu-rambu kebakaran hutan. 1998. PPPG.000. Bandung. Bandung. DSM. East Kalimantan. Sumaatmadja. Haryoko dan Dh. Kalimantan Timur. Land. 1995. The Coal Geology of South Sakakanan. dalam rangka bimbingan teknik.‰ ‰ Pelarangan pembakaran lahan untuk pertanian terutama di daerah-daerah ter-dapat singkapan batubara. Kutai Basin. Addison. 1999 . R. Bandung. 1995. IFFM (Integrated Forest Fire Management Priject). Peta Geologi Lembar Balikpapan. Document. Kutai Basin. Proyek Pengelolaan Hutan Terpadu. Evaluasi data kebakaran hutan dan lahan di Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto tahun 1994 . Peta Geologi Lembar Samarinda skala 1 : 250. Peninjauan awal endapan batubara di daerah Karyabaru dan sekitarnya. Fred R. DMR. Propinsi Kalimantan Timur. Perlunya sosialisasi masalah kebakaran hutan terhadap masyarakat di sekitar Kawasan Hutan Wisata Bukit Suharto. CM. Kolokium Hasil Kegiatan Lapangan DIK-S. Pemadaman api di lapisan batubara dan training kebakaran hutan di Kalimantan Timur. The Coal Geology of South Prangat Area. E. Kalimantan. DSM – 2000 1 . ABB.18 .1997.000. Coal Inventory and Exploration Project. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful