Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2013 BAB 1 Pendahuluan Kelompok IV

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Umum
Ilmu Mekanika Tanah sangatlah penting dipelajari bagi tenaga teknik sipil karena meskipun menurut pandangan teknik sipil, tanah adalah himpunan mineral, bahan organik dan endapan yang relatif lepas (loose) yang terletak di atas batuan dasar (bed rock), namun tanah selalu berperan pada semua bangunan sipil baik itu gedung, jalan, landasan, dermaga, jembatan, menara dan lain sebagainya. Bagi suatu bangunan, tanah dapat berfungsi sebagai : a. Media pendukung bangunan bagi semua bangunan. b. Bahan konstruksi bangunan, misal pada bangunan tanggul dan bendungan. c. Sumber gaya luar bagi bangunan, misal pada bangunan dinding penahan tanah. Karena pentingnya tanah bagi bangunan sipil, maka diperlukan penyelidikan tanah untuk mengetahui karakteristik tanah secara lengkap sebelum perencanaan dimulai agar aman secara teknis dan ekonomis serta lancar saat pelaksanaannya. Sifat-sifat penting yang diperlukan dari suatu areal tanah sangat tergantung dari jenis proyek apa yang akan dilaksanakan. Adapun sifat-sifat tersebut antara lain : 1. Permeabilitas Nilai permeabilitas mencerminkan seberapa besar kemampuan tanah untuk dapat dilewati air melalui pori-porinya. nilai permeabilitas ini penting untuk diketahui pada pekerjaan konstruksi bendung tanah urugan dan permasalahan drainase.

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2012 BAB 1 PENDAHULUAN Kelompok VI

2. Konsolidasi Nilai konsolidasi mencerminkan nilai perubahan isi pori akibat keluarnya air dari pori-pori tanah yang dibebani, nilai konsolidasi ini digunakan untuk menghitung penurunan atau settlement bangunan. 3. Tegangan Geser Tegangan geser untuk menentukan kemampuan tanah dalam menahan beban tanpa mengalami keruntuhan, sifat ini dibutuhkan dalam perhitungan stabilitas pondasi/tanah dasar yang dibebani, stabilitas tanah isian di belakang bangunan penahan tanah dan stabilitas timbunan tanah. Sifat-sifat fisik tanah yang lain adalah berat isi, kadar air, berat jenis, distribusi ukuran butir, batas konsistensi Atterberg (Atterberg limit), kepadatan relatif dan sebagainya. Pada bangunan sipil terdapat dua bagian, yaitu bangunan yang terletak diatas tanah (upper structure) dan bangunan yang terletak di bawah tanah (sub structure). Ilmu mekanika tanah sangat berperan pada bangunan sub structure. Dari hasil percobaan akan diketahui kondisi tanah setempat yang sangat menentukan keamanan dan pemilihan jenis pondasi yang akan di gunakan.

1.2 Macam Pekerjaan


Macam pekerjaan penyelidikan tanah ini meliputi penyelidikan di lapangan dan pengujian- pengujian di laboratorium dengan menggunakan peralatan khusus, yang meliputi: a. Pekerjaan di lapangan. 1. Pengeboran tanah (boring) sampai mencapai kedalaman tertentu dan mengambil sampel tanah tak terganggu (undisturbed sample). 2. Percobaan sondir untuk mengetahui nilai konus dan bikonus tanah. 3. Sand cone untuk menentukan derajat kepadatan lapisan timbunan tanah yang telah dipadatkan di lapangan.

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2012 BAB 1 PENDAHULUAN Kelompok VI

b. Pekerjaan di laboratorium. Sampel tanah tak terganggu selanjutnya dilakukan pengujian sebagai berikut: 1. Pengujian Sifat Fisik Tanah (soil test), untuk mengetahui parameter: Kadar air / water content Berat jenis / spesific gravity Berat isi basah / bulk density (w = %). (Gs = --). (b = gr/cm3).

Dengan parameter w, Gs dan b diatas selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan parameter: Berat isi kering / dry density Berat isi jenuh / saturated density Berat isi efektif / effective density Porositas / porosity Angka pori / void ratio (d = gr/cm3). (sat = gr/cm3). ( = gr/cm3). (n = --). (e = --).

2. Pengujian Gradasi Ukuran Butir (grain size analysis test), untuk mengetahui penyebaran ukuran butir tanah yang dilaksanakan dengan dua pengujian yaitu: Pengujian saringan (sieve analysis test). Pengujian hidrometer (hydrometer analysis test). 3. Pengujian Batas Konsistensi Atterberg (Atterberg limits test), untuk mengetahui parameter: Batas cair / liquid limit Batas plastis / plastic limit (LL = %). (PL = %).

Dengan parameter LL dan PL diatas selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan parameter: Indek cair / liquidity index Indek plastis / plasticity index 4. Pengujian Strength Parameter Percobaan Geser Langsung (Direct Shear Test) Percobaan Triaksial (Triaxial Test) UCS 5. Konsolidasi (LI = --). (PI = %).

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2012 BAB 1 PENDAHULUAN Kelompok VI

Sampel tanah terganggu (disturbed sample) digunakan untuk pengujian: 1. Pengujian Pemadatan Standar (Standard Proctor Test), untuk mengetahui parameter: Berat isi kering maksimum Kadar air tanah optimum Berat isi basah maksimum Porositas minimum Angka pori minimum (d maks= MDD). (wopt= OMC). (b maks). (nmin). (emin).

2. Percobaan CBR laboratorium, untuk menentukan nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada keadan tertentu.

1.3 Perhitungan dan Analisis Tanah


Parameter hasil pengujian di laboratorium yang masih berupa data kasar selanjutnya dapat dilakukan perhitungan untuk mendapatkan : a. b. c. Besarnya daya dukung tanah, Besarnya penurunan tanah, Jenis tanah atau klasifikasinya.

Sistem klasifikasi tanah yang digunakan pada praktikum ini adalah sistem klasifikasi ASTM (American Society for Testing Materials). Pada sistem klasifikasi ini tanah digolongkan berdasarkan besarnya diameter butiran, yaitu: 1. Berangkal / boulder 2. Kerakal / cobbles 3. Kerikil / gravel Sifat-sifatnya : Dapat ditentukan dengan pandangan mata. Mudah didapat. Mudah dikeringkan. Mudah didapatkan. Bahan pondasi yang stabi ( > 300 mm ) ( 300 mm 75 mm ) ( 75 mm 4,75 mm )

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2012 BAB 1 PENDAHULUAN Kelompok VI

4. Pasir / sand

( 4,75 mm 0,075 mm ) : 4,75 mm 2,00 mm : 2,00 mm 0,425 mm : 0,425 mm 0,075 mm

Pasir terbagi dalam: a. Pasir Kasar b. Pasir Sedang c. Pasir Halus Sifat-sifatnya : Mudah dikeringkan. Mempunyai permeabilitas besar. Nilai plastisitas rendah. Struktur butir keras. Pasir kasar baik untuk pondasi. Nilai sondir tinggi. 5. Lanau / silt Sifat-sifatnya: Kurang plastis. Lebih mudah ditembus air daripada lempung. Memperlihatkan sifat di atas yang tidak terdapat pada lempung. Dalam keadaan kering mudah dipecah Kelulusan air sedang Kohesi sedang Nilai sondir kecil 6. Lempung / clay Sifat-sifatnya: Dalam keadaan basah plastis sekali. Dalam keadaan kering, keras dan sukar dipisahkan. Kelulusan air kecil. Gaya muai / susut besar. Permeabilitas kecil sekali. Nilai kapilaritas tinggi. Kohesi tinggi. Nilai sondir kecil. ( < 0,005 mm ) ( 0,075 mm 0,005 mm)

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2012 BAB 1 PENDAHULUAN Kelompok VI

7. Gambut Kandungan bahan organik yang tinggi karena tanah berasal dari sisa tanaman mati dalam keadaan penggenangan permanen. Kadar hara makro tidak seimbang. Kadar hara mikro sangat rendah. Daya menahan air sangat besar dan jika mengalami kekeringan, tanah mengalami pengerutan. Jika dilakukan pembuangan air (drainase) permukaan tanah akan mengalami penurunan.