Anda di halaman 1dari 4

Klinik VCT CST :

VCT dan CST :


VCT ( voluntary consulting and testing ) sebagai klinik deteksi dini kasus HIV dengan konsep sukarela melalui : - Inform concent sebelum pre test - Koseling pre test - Test serologi maupun virology, dilakukan secara UP, pembuangan limbah yang aman, persiapan propilaksis paska pajanan - Konseling post test - Dengan penemuan dini kasus HIV dengan rapid test ( Immuno Chromatografie Test ) 3 kali, bila ketiga test hasil positif dikatakan HIV konfirmatif, bila satu atau dua test yang positif disebut reaktif ( probable, Suspect ) - ODHA tersebut akan mendapat penatalaksanaan yang layak unuk mencegah kestadium lanjut ( grade III, IV ) dengan kematian yang tinggi. - Isolasi untuk mencegah penularan melalui : o Pemakaian kondom 100 % o Pemberian ARV pengobatan o Dukungan psykososial untuk mencegah diskriminasi dan stigmatisasi o Alih Profesi bagi WPS o Pulang kampung o Mencegah kematian yaitu mencegah HIV derajad III dan IV o Meningkatkan kemandirian ODHA dan produktifitas. VCT di resosilisasi juga dikenal istilah : - Jangkauan yaitu semua WPS VCT pertama kali dalam tahun ini - Pendampingan yaitu VCT yang berikutnya bagi WPS yang HIV (-) ,diusahakan hasil test tetap negative dengan konseling post test.

Target VCT dan CST :


Target jangkauan adalah semua WPS VCT pada Januari s/d Maret pertama kali Target pendampingan adalah VCT berikutnya, diharapkan minimal 2 kali VCT setelah penjangkauan Semua ODHA terdeteksi dalam setahun Semua ODHA mendapat pelayanan CST untuk isolasi kasus dan mencegah kematian dengan kondom 100 %, pengobatan ARV, mendeteksi infeksi opportunities, mencegah DO ARV, merujuk komplikasi.

Strategi :
One day servis Pelayanan standart dijamin kerahasiaan, pelayanan dengan penuh rasa hormat, diberikan informasi selengkapnya Bekerjasama dengan klinik IMS dan out-reach Bekerjasama dengan stake holder ( apakah perlu MOU ? )

Indikator :
100 % WPS VCT pertama pada Januari s/d Maret 100 % WPS VCT ke dua dan ketiga 100 ODHA baru yang tertular di resosialisasi yaitu WPS HIV ( + ) yang penularannya terjasi di resosialisasi ditemukan. 100 % ODHA import ditemukan 100 % ODHA mendapat pendampingan manajer kasus ( MK ) untuk program isolasi dan pencegahan kematian.

Alur pendampingan klinik IMS-VCT :

Atmosfer komunikasi penuh empati Provider dg visi dan misi perubahan perilaku Tahapan perubahan perilaku Pesan perilaku yang diharapkan Sasaran dg perilaku yang akan diubah

PRI
PRK

Klinik IMS

Klinik VCT-CST

Kuesioner kasus VCT : Tanyakan pada 5 WPS non ODHA dan WPS ODHA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Nama : disingkat saja ( anonim ) Alamat : Gang nama pengasuh : singkat saja ( anonim ) Alamat asal : Kab / kota Umur : Status : Kawin / janda / gadis Jumlah anak : .. Lama bekerja :. Bulan / th Alasan sebagai WPS : Pendidikan : .. Agama : .. Pernah mendapat informasi tentang VCT : Y / T, bila ya jelaskan informasi tersebut dari siapa saja .. Bila Y : VCT karena keinginan sendiri, disuruh bapak/ibu asuh./petugas/mucikari/pengurus resos berapa kali dalam tahun ini ? Bila Y : alasan kenapa melakukan VCT ? Apakah untuk mengetahui status HIV nya / kewajiban saja memenuhi aturan lokal / ikut-ikutan teman / alasan lain Bila Ya : tanyakan prosedur VCT yang diljalani ? pre test test post test Kapan terakhir VCT ? Apakah VCT yang dijalani mempunyai manfaat bagi yang bersangkutan ? Bila bermanfaat jelaskan secara singkat . Tanyakan tentang perilaku beresiko : Kebiasaan membilas Vagina, apakah kegunaan bilas vagina, apakah bahayanya bilas vagina Kebiasaan minum obat untuk mencegah IMS, HIV dan AIDS Kebiasaan minum alcohol Apakah juga menggunakan obat-obatn lainnya termasuk narkoba ? Perilaku anak seks dan oral seks, apakah juga memakai kondom, apakah memahami anal dan oral seks

Kebiasaan menggunakan kondom pada late seks , selalu menggunakan kondom dalam semingu terakhir , temasuk dengan pacar. Dari mana mendapat kondom ? Berapa banyak kondom dibutuhkan dalam seminggu, dan dari mana mendapat kondom, bagaimana cara memakai kondom sebaiknya ? 18. Bagaimana peran dari pengasuh dan pengurus resos dalam : Penyediaan kondom di wisma, apakah ibu / bapak asuh pernah menanyakan berapa kebutuhan kondom seminggu, apakah ada persediaan kondom yang dikelola ibu asuh ? Adakah tersedia kondom di WPS dan berapa banyak seminggu ? Bila WPS menyediakan kondom disimpan dimana ? Apakah stake holder memahami pentingnya VCT ? jelaskan .. Apakah stake holder ( pengasuh, pengurus resosialisasi, aparat pemerintah setempat melakukan aturan lokal dengan punishment bagi WPS yang tidak VCT, jelaskan Apakah stake holder melakukan tindakan bagi pengasuh yang tidak terlibat / skeptis pada penanggulangan IMS dan HIV-AIDS ?

Permasalahan :

Rekomendasi :

Manajemen Klinik VCT-CST : Latar belakang / analisa situasi :


Menggambarkan data-data tentang perubahan perilaku dari sasaran out-reach ( WPS ) yaitu angka kesakitan baru HIV. Demogafi WPS/Wisma/Pengasuh/pengurus resosialisasi/pemerintah setempat Geografi resosialisasi. Perilaku stake holder formal dan informal dalam komitmentnya penanggulangan HIV, terutama penemuan dini HIV Interrelasi dengan SPM dan stake holder Dll

Maksud dan tujuan :


Monitoring angka kesakitan HIV, terutama kecenderungan penurunan angka kesakitan penderita baru Menghilangkan sumber penularan HIV pada kelompok resti / WPS dengan program isolasi bagi populasi umum. Menghilangkan tranasmisi HIV endemis di kelompok WPS Meningkatkan kemandirian ODHA Mencegah kematian Menemukan pelanggan tetap WPS untuk penemuan dini HIV di Kelompok pelanggan tetap yang merupakan sumber infeksi bagi WPS dan populasi umum

Target :
Semua WPS VCT I pada Januari s/d Maret, meskipun sudah ada yang skrining II stnya Semua klien mendapat registrasi dan konseling pre test-inform concent, test dengan rapid test dan konseling post test Awal Januari tahun berikut WPS yang bekerja di resosialisasi bukan lagi sebagai sumber penularan HIV bagi populasi umum dan bukan sebagai sumber infeksi penularan endemis

Strategi :
Partnership dengan stake holder Advokasi dan memfasilitasi stake holder lokal dalam dukungannya penanggulangan HIV Meningkatkan kompetensi dan kapasitas klinik untuk sarana, prasarana, sdm dalam peningkatan mutu pelayanaan Mengembangkan jaringan klinik VCT-CST Membina ODHA untuk program isolasi dan mencegah kematian

Kegiatan Klinik :
Jam buka, one day service Statis dan mobil Menerima rujukan dari lain kelompok / lembaga Terlibat dalam pelatihan, sosialisasi , pengemabangan informasi, pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu pelayanan SPM ( standart pelayanan minimal ( pendapingan, klinik IMS, VCT-CST dan PMTCT )