Anda di halaman 1dari 36

MOTIVASI KERJA

MARSIANA ANGGRAENI

Pengertian Motivasi

Segala sesuatu yg mendorong manusia utk melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto, 2000: 60) Faktor2 yg menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dlm arah tekad tertentu (Stoner & Freeman, 1995: 134) Segala sesuatu yg mendorong seseorang utk melakukan & menjalankan kekuasaan, terutama dlm berperilaku (Sortell & Kaluzny, 1994: 59) Karakteristik psikologis manusia yg memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang.

Kebutuhan yg tdk Proses Motivasi terpenuhi Pencarian jalan utk memenuhi kebutuhan karyawan Perilaku yg diarahkan pd tujuan

Karyawan menilai kembali kebutuhan yg tdk terpenuhi

Imbalan atau hukuman Prestasi (evaluasi atas tujuan yg dicapai)

Motivasi

Kerja: suatu kondisi yg berpengaruh utk membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku yg berhubungan dengan lingkungan kerja (Mangkunegara, 2000: 94). Behavior that individuals exhibit to satisfy their needs

Faktor-Faktor yang Memengaruhi


TEORI KEPUASAN Internal : Teori hierarki kebutuhan Maslow (fisiologis; keamanan & keselamatan; rasa memiliki, sosial, & cinta; harga diri; aktualisasi diri). Teori Clayton Alderfer (Eksistensi/Existence, keterkaitan/Relatedness, pertumbuhan/Growth), Teori kebutuhan yg dipelajari (prestasi, afiliasi, berkuasa) Eksternal : Teori Herzberg (ketidakpuasan: kebijaksanaan) Situasi terdesak

Teori-Teori Motivasi

Teori Kepuasan dalam Motivasi Teori hierarki kebutuhan Maslow Teori Clayton Alderfer Teori kebutuhan yg dipelajari Teori Herzberg

Manajemen Keperawatan S. Suarli Yanyan Bahtiar

Teori Proses Motivasi Teori penguatan Skinner Teori Harapan Vroom Teori Keadilan Adams Teori Penetapan Tujuan Locke

Seseorang termotivasi untuk memenuhi kebutuhannya, dari kebutuhan yang paling mendasar terpenuhi kebutuhan lebih tinggi

kebutuhan Fisiologis Rasa Aman Dicintai dan mencintai Self esteem Aktualisasi diri

Hal.33

HERZBERG

Faktor Hygiene Kebutuhan tingkat rendah Untuk bertahan tidak membuat pekerjaan menantang:
Supervisi Upah/gajih Fasilitas fisik

2 faktor utama : Faktor Motivasi


Memberi kepuasan kerja mendorong seseorang untuk ingin bekerja lebih baik: Pengakuan Tanggung jawab Pekerjaan itu sendiri Pengembangan diri

internal/personal untuk mencapai tujuan 9 organisasi Manajer/pengelola perlu: Menyadari adanya kebutuhan untuk membuat pekerjaan tsb memberi kepuasan Hal.33 Memberi reward bagi pelaksana

seseorang mempunyai keinginan akan sesuatu dan perkiraan akan kemungkinan Hal.35 untuk mencapai hasil/mendapatkannya

Motivasi =

valency x expectancy
kemungkinan mencapai hasil

kuatnya keinginan

Prinsip dalam Memotivasi Kerja


Partisipasi

: penentuan tujuan Komunikasi : informasi Pengakuan : pegawai memiliki andil Pendelegasian wewenang :otoritas Perhatian

Dampak-Dampak Motivasi Kerja


Giat

bekerja Produktivitas tinggi Pendapatan tinggi Kepuasan kerja

Peran Manajer dalam Menciptakan Motivasi

Mempunyai harapan yg jelas terhadap stafnya & mengomunikasikan harapan tersebut kpd para staf Bersikap adil & konsisten terhadap semua staf & karyawan Mengambil keputusan dgn tepat & sesuai Mengembangkan konsep tim kerja Mengakomodasi kebutuhan & keinginan staf terhadap tujuan organisasi Menunjukkan kpd staf bahwa manajer memahami perbedaan & keunikan dari masing2 staf

Peran Manajer dalam Menciptakan Motivasi


Menghindari terbentuknya kelompok2 yg mempertajam perbedaan antarstaf Memberikan kesempatan kpd staf utk menyelesaikan tugasnya & melakukan tantangan2 yg akan memberikan pengalaman yg bermakna Meminta tanggapan & masukan dari staf thdp keputusan yg akan dilakukan Memberi kesempatan kpd staf utk mengoreksi & mengawasi tugas Menjadi role model bagi staf Memberikan dukungan yg positif

Peran Mentor sebagai Instrumen Peningkatan Model : menjadi panutan Envisioner : mengomunikasikan arti keperawatan profesional Motivasi Kerja Energizer : dinamis & dpt menstimulasi staf utk berpartisipasi

Investor : menginvestasikan waktu & tenaga Suporter : dukungan emosional & menumbuhkan rasa percaya diri stafnya Pemegang prosedur standar : menolak aktivitas yg kurang memenuhi standar Teacher-coach : mengajarkan kemampuan skill Feedback giver : memberikan umpan balik Eye-opener : memberikan wawasan/pandangan yg luas Door-opener : memberikan kesempatan utk berkonsultasi Idea bouncer : selalu mendengar & berdiskusi mengenai pendapat stafnya Problem solver : mengidentifikasi & menyelasaikan masalah Career counselor : pengembangan karier Challenger : mendorong staf utk menghadapi perubahan/tantangan

Self Motivation : Self Care (Summers, 1994)


Mencari masukan dari kelompok pendukung yg memungkinkan manajer utk sll memperhatikan & mendengarkan keinginan staf Mempertahankan diet & aktivitas Mencari aktivitas yg membantu manajer utk dpt merasa santai Memisahkan urusan pekerjaan dan kehidupan di rumah Menurunkan harapan yg terlalu tinggi dari diri sendiri & orang lain Mengenali keterbatasan org diri sendiri Menyadari bahwa bukan hanya dirinya sendiri yg dpt menyelesaikan semua pekerjaan, tp berusaha & belajar utk menghargai kemampuan staf Berani mengatakan tidak Bersantai, tertawa, dan berkumpul dengan teman2 Menanamkan pandangan bahwa semua yg dikerjakannya adalah utk kemaslahatan umat & sebagai ibadah

Pengukuran Motivasi Kerja

SUPERVISI

Pengertian Supervisi
Melakukan

pengamatan secara langsung & berkala oleh atasan terhadap pekerjaan yg dilakukan bawahan utk kemudian ditemukan masalah, segera diberikan bantuan yg bersifat langsung guna mengatasinya. Edukatif dan suportif, bukan otoriter

Tujuan Supervisi
Memberikan

bantuan kepada bawahan secara langsung sehingga dgn bantuan tsb bawahan akan memiliki bekal yg cukup utk dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan dgn hasil yg baik.

Hasil

yg baik Memberikan bekal kepada bawahan Bawahan melaksanakan tugas dgn baik

TEKNIK SUPERVISI
Pengamatan

langsung 1. Sasaran pengamatan 2. Objektivitas pengamatan : check list 3. Pendekatan pengamatan Kerjasama Pengamatan tidak langsung

Kompetensi Supervisor

Atasan langsung dari yg disupervisi Supervisor harus memiliki pengetahuan & keterampilan yg cukup utk jenis pekerjaan yg akan disupervisi Supervisor harus memiliki keterampilan supervisi Supervisor harus memiliki sifat edukatif & suportif, bukan otoriter Supervisor harus memiliki waktu yg cukup, sabar, & selalu berupaya meningkatkn pengetahuan, keterampilan, dan perilaku bawahan yg disupervisi

Kegiatan Supervisi
pokok supervisi : 1. Menetapkan masalah & prioritasnya 2. Menetapkan masalah, prioritas, dan jalan keluarnya 3. Melaksanakan jalan keluar 4. Menilai hasil yg dicapai utk tindak lanjut Pelaksana
Frekuensi
Teknik Sasaran Tujuan

Teknik

Masalah

Tahap-Tahap Supervisi
Penyebab masalah Alternatif penyelesaian masalah Penyelesaian masalah

OPERAN

Pengertian
Adalah

suatu cara dalam menyampaikan dan menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan kedaan klien

Tujuan Operan
Menyampaikan

kondisi atau keadaan secara umum klien (data fokus) Menyampaikan hal yang sudah/belum dilakukan dalam asuhan keperawatan Menyampaikan hal-hal penting yang perlu ditindaklanjuti oleh dinas berikutnya Tersusunnya rencana kerja untuk dinas berikutnya

Kegiatan Operan
Persiapan

Operan

Kegiatan Operan
Persiapan

Persiapan Personil o Kedua kelompok shift dalam keadaan sudah siap o Shift yang akan menyerahkan dan mengoperkan perlu mempersiapkan hal-hal apa yang disampaikan Persiapan Alat o Alat tulis o Rekam medik/catatan perawatan o Dokumen lain yang diperlukan

Tahap-Tahap Operan

Kepala ruangan/ketua tim/penanggung jawab shift mengumpulkan seluruh ketua tim/penanggung jawab pasien Kelompok Perawat yang akan bertugas menyiapkan buku catatan Kepala ruangan/ketua tim/penanggung jawab shift membuka acara operan Kepala ruangan/ketua tim/penanggung jawab shift memimpin doa Perawat yang bertanggung jawab/berdinas sebelumnya menyampaikan kepada ketua tim/perawat yang bertugas selanjutnya yang selanjutnya meliputi : Kondisi atau keadaan klien secara umum Tindak lanjut untuk dinas yang menerima operan

Rencana kerja untuk dinas yang menerima operan Perawat yang akan berdinas melakukan klarifikasi Hal-hal yang sifatnya khusus dan memerlukan perincian yang matang sebaiknya dicatat secara khusus untuk kemudian diserahterimakan kepada petugas berikutnya Jika sudah jelas proses operan ditutup oleh kepala ruangan/ketua tim/penanggung jawab shift

RONDE KEPERAWATA N

Pengertian
Kegiatan

yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan pasien yang dilaksanakan oleh perawat disamping melibatkan pasien untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan. Kriteria dilakukan : Mempunyai masalah keperawatan yang belum teratasi meskipun sudah dilakukan tindakan keperawatan Pasien dengan kasus baru atau langka

Tujuan Ronde Keperawatan


Menyelesaikan

masalah pasien melalui pendekatan berfikir kritis

Kegiatan Ronde Keperawatan


Persiapan Penentuan kasus dan topik (masalah yang tidak teratasi dan masalah langka) Menentukan tim ronde Mencari sumber literatur Membuat proposal Mempersiapkan pasien : informed consent, data pengkajian Siapkan Aspek yang didiskusikan : Apa diagnosa keperawatan ?, apa data yang mendukung ? Bagaimana intervensi yang sudah dilakukan ? Apa hambatannya ?

Tahap-Tahap Ronde Keperawatan

Pemimpin diskusi (Kepala ruangan/ketua tim/Perawat penanggung jawab) memberikan penjelasan/meminta persetujuan kepada pasien untuk dilakukan diskusi di depan pasien Pemimpin diskusi menjelaskan tentang kondisi pasien yang difokuskan pada masalah keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilaksanakan serta memilih prioritas yang perlu didiskusikan Pemimpin diskusi meminta masukkan kepada anggota yang terlibat termasuk pasien/keluarga