Anda di halaman 1dari 28

KERANGKA ACUAN ANDAL

5.1 METODE PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA


Metoda yang diadaptasi dalam studi AMDAL berkaitan dengan Iangkah-Iangkah pencandraan dan eksplanasi rona lingkungan hidup awaI, identifikasi dampak, prediksi dampak, evaluasi dampak, beserta prosedur penilaian dan pengawasannya. Pengumpulan dan analisis data yang berupa parameterparameter dari berbagai komponen Iingkungan perlu untuk: 1. Menelaah, mengamati dan mengukur serta mencatat rona lingkungan hidup awal yang diperkirakan akan terkena dampak besar dan penting dari kegiatan proyek, 2. Menelaah, mengamati dan mengukur komponen rencana kegiatan yang diprakirakan akan terkena dampak besar dan penting dari lingkungan hidup sekitamya, 3. Memprakirakan kualitas lingkungan hidup akibat kegiatan proyek. bedasarkan perhitungan pada data (parameter) rona lingkungan hidup awal. Dalam penyusunan AMDAL secara umum lokasi-Iokasi pengambilan data ditetapkan berdasar wilayah studi yaitu pada lokasi tapak proyek rencana pembangunan AMDAL Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih dan beberapa lokasi disekitar tapak proyek yang diprakirakan akan terkena sebaran dampak. Dengan cara ini kondisi atau rona lingkungan hidup awal pada lokasi-lokasi cal on penerima dampak dapat tcrukur/teramati, sehingga nantinya besaran dampak di wilayah studi dapat diprakirakan. Komponen lingkungan hidup yang ditelaah dikelompokkan dalam empat komponen kegiatan, yaitu: 1. Komponen Geofisik-Kimia, 2. Komponen Biologi, 3. Komponen Sosial Ekonomi Budaya,
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-11

KERANGKA ACUAN ANDAL

4. Komponen Kesehatan Masyarakat. Masing-masing komponen lingkungan hidup tersebut terdiri dari beberapa subkomponen dan parameter lingkungan hidup. Data primer dapat dikumpulkan dari hasil wawancara, survat, observasi, pengukuran in situ dan pengambilan sampel di lokasi yang telab ditetapkan berdasarkan lokasi tapak proyek dan radius arab sebaran dampak sesuai dengan batas wilayah studio Sedangkan data sekunder didapatkan dari hasil studi pustaka. Data-data komponen fisik-kimia dan biologi yang telah terkumpul selanjutnya di analisa dengan cara dibandingkan dengan baku mutu lingkungan dan kriteria teknis masing-masing komponen lingkungan. Sedangkan analisa data komponen lingkungan sosial-ekonomi-budaya dan kesehatan masyarakat dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Komponen lingkungan dan parameter yang harus diamati, diukur dan dicatat. beserta metode pengumpulan dan analisis datanya diuraikan sebagai berikut. a. Komponen Fisik-Kimia 1) Iklim Data iklim yang dapat dikumpulkan meliputi curah hujan dan dari hari hujan, suhu kelembaban udara, radiasi matahari serta arah dan kecapatan angin, berupa data historis yang tercatat selama 5 tahun terakhir. 2) Kualitas Udara dan Kebisingan Parameter kualitas udara yang akan diukur adalah kandungan gas-gas di udara yang meliputi S02; CO; CO2; O3; NO2 serta debu dan bising. Lokasi pengamatan mempertimbangkan keterwakilan daerah yang diduga akan terkena dan tidak terkena dampak dengan memperhatikan arah dan kecepatan angin. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pengukuran kualitas udara dapat dilakukan pada Lokasi rencana pembangunan kegiatan Lokasi permukiman di sekitar rencana kegiatan

Data kualitas udara terukur akan digunakan sebagai dasar untuk memprakirakan perubahan dan dampak terhadap kualitas udara. Metode pengumpulan dan analsis data kualitas udara adalah sebagai berikut:

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-12

KERANGKA ACUAN ANDAL

No 1 2 3 4 5 6 Debu NOx SO2 CO Pb Hc

Parameter

Metode Analisis Gravimetri Grietz Salzmann Pararrosaniline NDIR Gravimetrik, Ekstraktif, Pengabuan Flame Ionization

Peralatan Hi. Vol Sampler, canister Spektrofotometer Spektrofotometer NDIR Anayzer Hi-Vol, AAS

Gas Chromatograph Kebisingan Sound Level 7 Meter Sumber : Lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Keputusan Menteri Megara Lingkungan Hidup Nomor: Kep-48/MENLH/XI/1996 tentang Baku Mutu Kebisingan

3) Kualitas Air Parameter kualitas air yang dianalisa meliputi sifat fisik, kimia, dan bakteriologi. Pemilihan parameter yang dianalisis akan ditentukan oleh karakteristik kegiatan pasca konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi. Data kualitas air terukur akan digunakan sebagai dasar untuk memprakirakan perubahan dan dampak terhadap kualitas air. Metode pengumpulan dan analsis data kualitas air adalah sebagai berikut
No A 1 2 3 B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Parameter FISIKA Temperatur TSS TDS KIMIA pH DO BOD5 COD Klorida (Cl) Fluorida (F) Nitrat (N-NO3) Nitrit (N-NO2) Amoniak bebas Sulfida Sulfat (SO4) Minyak / lemak Natrium (Na) Arsen (As) Unit oC Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Alat/Metode Pemuaian,Thermometer Gravimetrik Gravimetrik pH- meter DO Meter, Modifikasi Winkler Modifikasi Winkler Titrimetrik AAS AAS Metode Brusin Metode Sulfanilik Metode Nessler Titrimetrik/Spectrofotometrik Gravimetrik/Spectrofotometrik Pemuaian,Thermometer Ekstraksi AAS Keterangan In-situ Lab Induk Lab Induk In In Lab Lab Lab Lab Lab Lab Lab

Induk Induk Induk Induk Induk Induk Induk

Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk Hal v-13

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

KERANGKA ACUAN ANDAL

No 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 C 1

Parameter Barium (Ba) Besi (Fe) Mangan (Mn) Tembaga (Cu) Timbal (Pb) Seng (Zn) Krom Total Detergen Fenol Senyawa aktif biru metilen Posfat BAKTERIOLOGI Total koliform

Unit Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l Mg/l

Alat/Metode AAS AAS AAS AAS AAS AAS AAS Gravimetri, Spektrofotometri Inframerah Spektrofotometri Spektrofotometri

Keterangan Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk Lab Induk

JPT/100 Botol steril model tabung ml ganda, inkubator 2 Koliform tinja JPT/100 Botol steril model tabung Lab Induk ml ganda, inkubator Sumber :Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 37 tahun 2003 tentang Metoda Analisa Kualitas Air Permukaan dan Pengambilan Contoh Air Permukaan

4) Hidrologi Sedangkan kualitas air sungai dan sumur penduduk dapat dilakukan dengan cara pengambilan sample dilapangan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Kualitas air yang akan diambil dilapangan diperoleh dari air sumur yang ada didekat stasiun pengamatan dan air sungai seperti pada lokasi : a. Air sumur; di sekitar lokasi proyek b. Air Sungai ; di sekitar lokasi proyek Dampak kegiatan terhadap hidrologi diukur menggunakan parameter debit. 5) Lahan Aspek fisik lahan yang dapat dianalisis adalah kelerengan, erosi, aspek sifat fisik (bulk density, permeabilitas tanah, porsitas tanah, struktur tanah, tekstut), dan kesuburan tanah (N-Total (%), bahan organik (%), P2O5, K2O (me %) C/N rasio, pH, KTK).

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-14

KERANGKA ACUAN ANDAL

6) Biota Darat Informasi mengenai flora, data satwa, dapat diperoleh melalui inventarisasi vegetaso di lapangan baik secara langsung, wawancara, data dari instansi terkait. Pengumpulan data primer dapat dilakukan melalui metode pengamatan langsung pada kawasan di sekitar lokasi pembangunan Rumah Sakit. 7) Biota Air Pengumpulan data plankton dan benthos, dapat dilakukan melalui pengambilan sample air dengan alat net plankton dari lingkungan perairan sungai. Data yang terkumpul kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui keberadaan jenis-jenis plankton dan benthos sebagai indikator kesuburan perairan. Sedangkan analisis populasinya dilakukan dengan cara menghitung besarnya indeks kelimpahan dan keanekaragaman. 8) Transportasi Aspek tranportasi yang dianalisis adalah volume transportasi dan aspek keselamatan dan kenyamanan transportasi. 9) Sosial Ekonomi Budaya Data yang diperlukan dapat dikumpulkan dari data sekunder yang berasal dari monografi kalurahan, kecamatan yang termasuk ke dalam wilayah administrasi tapak proyek. Sedangkan untuk data penduduk yang terdapat pada wilayah tapak proyek yang terkena dampak pembangunan dilakukan dari hasil wawancara melalui kuesioner yang telah dipersiapkan. 10) Sarana dan prasarana Inventarisasi sarana dan prasarana umum yang akan terkena pembebasan lahan pada tapak proyek dapat dilakukan dengan cara mendata bangunan - bangunan rumah penduduk, tiang listrik, tiang telpon, jaringan PAM, fasilitas ibadah, pendidikan dan lainnya yang ada di sekitar lokasi jalan penghubung yang akan dibangun.
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-15

KERANGKA ACUAN ANDAL

Sarana dan prasarana umum diluar tapak proyek dianlisasa guna mencari keterkaitan antara perubahan yang terjadi pada tapak proyek dengan perkiraan perubahan diluar tapak proyek.

Metoda Analisis data a) Tingkat Kebisingan ekivalen (Leq ) Tingkat kebisingan ekuivalen (Leq ) dihitung sebagai berikut :

Dengan 1 adalah fraksi waktu teI:jadinya tingkat kebisingan pada interval waktu pengukuran tertentu. Li adalah nilai tengah tingkat kebisingan pada interval waktu pengukuran tertentu (dBA). b). Tingkat kebisingan siang (Ls) Tingkat kebisingan siang merupakan tingkat kebisingan ekuivalen yang dipergunakan untuk menyatakan tingkat kebisingan pada interval waktu siang (06.00-22.00), dihitung sebagai berikut :

c). Tingkat kebisingan malam (LM ) Tingkat kebisingan malam merupakan tingkat kebisingan ekuivalen yang dipergunakan untuk menyatakan tingkat kebisingan pada interval waktu malam (22.00 -06.00) dihitung sebagai berikut

d). Tingkat kebisingan siang-malam (LSM) Untuk mengetahui apakah tingkat kebisingan sudah melampaui baku tingkat kebisingan, perlu dicari nilai LSM yang dihitung sebagai berikut :
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-16

KERANGKA ACUAN ANDAL

Sementara untuk mengetahui tingkat kebisingan dari kegiatan demobilisasi peralatan dan material dilakukan dengan tinjauan pustaka (kompilasi data sekunder). Setelah dilakukan perhitungan selanjutnya Analisis data kebisingan lingkungan dilakukan dengan cara membandingkan hasil pengukuran dengan Baku Tingkat Kebisingan Lingkungan menurut Kep-48/MENLH/11/1996 seperti tersaji pada tabel berikut. Tabel 5.10. Baku Tingkat Kebisingan Kawasan
Peruntukan Kawasan Lingkungan Kegiatan Tingkat Kebisingan
(dBA)

A. Peruntukan Kawasan 1. Perumahan dan Pennukiman 2. Perdagangan dan Jasa 3. Perkantoran dan Perdagangan 4. Ruang Terbuka Hijau 5. Industri + Portable com resor 6. Pemerintahan dan Fasilitas Umum 7. Rekreasi 8. Khusus Bandar Udara * Stasiun Kereta Api * Pelabuhan Laut cagar Budaya B. Lingkungan Kegiatan 1. Rumah sakit atau sejenisnya 2. Sekolah atau sejenisnya 3. Tempat ibadah atau sejenisnya
Sumber: Kep-48/MENLH/11/1996 Keterangan: *) disesuaikan dengan Ketenluan Menteri Perhubungan

55 70 65 50 70, 85 60 70

70 60

55 55 55

5.1.1.9. Getaran 1) Jenis Data yang Dikumpulkan Jenis data yang dikumpulkan adalah data sekunder yaitu percepatan getar dan kecepatan getar.
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-17

KERANGKA ACUAN ANDAL

2) Lokasi Pengambilan Data Tingkat Getaran Lokasi pengambilan data sekunder tingkat getaran adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Bina Marga serta penelitian sejenis. 3) Metoda Pengumpulan Data Besamya tingkat getaran dapat diukur dengan menggunakan Vibration analycer dan Acceleromeler. Parameter getaran yang diamati yaitu kccepatan (v) dan percepatan (a) dengan probe yang di pasang pada bangunan terdekat dengan sumber getaran. 4) Metoda Analisa Data Data percepatan dan kecepatan yang diperoleh dari pengukuran digunakan untuk menghitung besarnya slmpangan (A) dan frekuensi (f). berdasarkan persamaan berikut.

Keterangan : a : Percepatan v : Kecepatan f : Frekuensi. Berdasarkan Kep-49/MENLH/11/1996, dampak getaran ada 2 yaitu : dampak getaran untuk kenyamanan dan kesehatan, serta dampak getaran mekanik untuk srtuktur dan bangunan. Oampak getaran kesehatan dan kenyamanan diukur simpang getaran (dalam satuan mikron) pada frekuensi 4 Hz, 5 Hz, 6.3 Hz, 8Hz, 10Hz, 12.5 Hz, 16 Hz, 20 Hz, 25 Hz, 31.5 Hz, 40 Hz, 50 Hz dan 63 Hz yang kemudian dipaparkan pada grafik dan dianalisa untuk mendapatkan kriteria dampak. Untuk dampak getaran mekanik yang diukur adalah kecepatan getaran (dalam satuan mm/det) pada frekuensi 4 Hz,S Hz, 6.3 Hz. 8Hz, 10 Hz, 12.5 Hz, 16 Hz, 20 Hz, 25 Hz, 31.5 Hz, 40 Hz dan 50 Hz yang kemudian dipaparkan pada grafik dan dianalisis untuk mendapatkan kategori dampak.

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-18

KERANGKA ACUAN ANDAL

Tabel 5.11. Baku Tingkat Getaran untuk Kenyamanan dan kesehatan

Gambar 5.1. Grafik Baku Tingkat Getaran untuk Kenyamanan dan kesehatan

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-19

KERANGKA ACUAN ANDAL

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-110

KERANGKA ACUAN ANDAL

Tabel 5.12. Baku Tingkat Getaran Mekanik Berdasarkan Dampak Kerusakan

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-111

KERANGKA ACUAN ANDAL

Gambar 5.2. Grafik Baku Tingkat Getman Mekanik Berdasarkan Dampak Kerusakan

5.1.1.10. Transportasi 1) Jenis Data Yang Dikumpulkan Untuk kajian kemacetan lalu lintas data yang dikumpulkan adalah volume dan komposisi kendaraan. baik di bagian ruas jalan yang diperkirakan akan menjadi perlintasan. maupun di persilangan di sekitar rencana perlintasan. kondisi fisik .ialan yaitu jumlah jalur dan lajur. lebar lajur serta lebar bahu jalan. serta kondisi hamhatan samping di sepanjang ruas jalan yang ditinjau. Untuk kajian kemsakan jalan jenis data yang dikumpulkan adalah jumlah atau persentase dan jenis serta intensitas kerusakan fisik jalan. 2) Lokasi Pengumpulan Data Lokasi pengumpulan data lulu lintas dilakukan pada jalan raya yang dilewati rencana jalur yaitu : TabeI 5.13. Lokasi Pengumpulan Data Lalu Lintas (Traffic Counting)

3) Metoda Pengumpulan Data


a) Kemacetan Lalu-Lintas

Volume Kendaraan Data primer diperoleh seeara langsung di lapangan dengan surval lalu-lintas di jalan raya sekitar reneana lokasi perlintasan. Untuk mengetahui kondisi lalu lintas. dilakukan pengamatan dan peneaeahan secara langsung ( traffic counting) dengan alat counter, dengan interval waktu selama 15 menit. Pengukuran dilakukan selama 1 hari 1 malam mulai pukul 06.00 -18.00 WIB dan 18.00-06.00 WIB. Data yang dikumpulkan bempa jumlah dan jenis kendaraan yang diklasifikasikan seperti pada tabel berikut.

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-112

KERANGKA ACUAN ANDAL

TabeI 5.14 Klasifikasi Jenis Kendaraan

Kondisi fisik jalan serta geometrik jalan diperolah dengan cara pengukuran langsung. yaitu mengukur variabel : jumlah jalur dan lajur, lebar lajur lebar bahu, median serta gambar sketsa jalan yang disurvai. Selain itu, untuk keperluan penghitungan kapasitas jalan juga perlu dilakukan pengamatan terhadap intensitas aktivitas di sisi kiri dan kanan jalan (untuk mengetahui besamya hambatan samping) dan probabilitas arah pergerakan kendaraan (apabila jalan tersebut merupakan jalan dua arah).

b) Kerusakan Jalan Metode

Pengumpulan data kerusakan jalan adalah metode observasi/pengamatan Iangsung kondisi fisik jalan, atau berdasarkan data sekunder dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten pada wilayah studi. Tabel 5.15 Jenis Dampak dan Metoda Pengumpulan Data Rona Transportasi No Dampak 1. Kemacetan lalu Iintas Sumber Data Primer Metoda pengumpulan Traffic counting, (pencacahan volume kendaraan) dan pengukuran. Variabel lain yang diukur : 1. Jumlah dan jenis kendaraan yang lewat 2. lumlah jalur dan lajur 3. Lebar lajur 4. Lebar bahu 5. Median jalan Pengamatan dan dokumentasi secara langsung di lapangan. Variabel yang

2.

Kerusakan jalan

Primer

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-113

KERANGKA ACUAN ANDAL

diamati: jenis dan intensitas kerusakan fisik jalan

4) Metoda Analisa Data a) Kemaeetan Lalu Lintas Data yang dinalisis adalah data volume lalu lintas dan variabel fisik jalan untuk menentukan lalu lintas harian rata-rata (LHR) dan kapasitas jalan. Data tersebut kemudian dipergunakan untuk menentukan derajat kejenuhan jalan. Analisis yang digunakan mengacu pada Standar Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Kapasitas ruas jalan perkotaan :

C = Co. FCw. FCsp. FCsf.FCcs


dengan: C = kapasitas jalan (smp/jam) Co = kapasitas dasar FCw = FCsp= FCsf = FCes= Faktor kesesuaian lebar jalan Faktor kesesuaian pemisah arah pergerakan Faktor kesesuaian hambatan samping Faktor kesesuaian urutan kota

C = Co. FCw. FCsp. FCsf


dengan: C = kapasitas jalan (smp/jam) Co = kapasitas dasar FCw = Faktor kesesuaian lebar jalan FCsp= Faktor kesesuaian pemisah arah pergerakan FCsf = Faktor kesesuaian hambatan samping Analisa Derajat Kejenuhan atau Tingkat Pelayanan ruas jalan, dapat dihitung dari perbandingan antara volume kendaraan (V) yang Iewat dengan kapasitas (C) ruas jalan. Dari hasil perhitungan kapasitas dapat diidentifikasi derajat kejenuhan (DS= degree of saturation) yang terjadi yaitu perbandingan antara volume arus lalu lintas kendaraan yang lewat dengan kapasitas ruas jalan. Derajat kejenuhan merupakan

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-114

KERANGKA ACUAN ANDAL

salah satu indikator untuk melihat tingkat kinerja arus jalan pada kondisi sebelum ada proyek. selama masa konstruksi dan masa operasional.

DS =Q/C
Q = Volume lalu lintas (smp/jam) C = Kapasitas (smp/jam) Kriteria pelayanan jalan herdasarkan nilai V/C disajikan dalam tabel berikut: Tabel 5.16. Kriteria Pelayanan Jalan Tingkat Karakteristik Pelayanan A Kondisi arus bebas dengan kecepatan tinggi, pengemudi dapat memilih kecepatan yang diinginkan tanpa hambatan B Arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan C Arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan. Pengemudi mulai dibatasi dalam memilih kecepatan D Arus mendekati tidak stabil kecepatan masih dikendalikan, V/C masih ditolerir E Volume Ialu lintas mendekati berada pada kapasitas arus tidak stabil, kecepatan terkadang terhenti Arus yang dipaksakan atau macet, kecepatan rendah, F volume dibawah kapasitas, antrian panjang dan terjadi hambatan-hambatan yang besar b) Kerusakan Jalan Analisis data kemsakan jalan dilakukan dengan metoda deskriptif kualitatif berdasarkan kondisi jalan eksisting, danlatau dengan menentukan nitai indeks Pavement Condition Index (PCI). yang mempakan indeks komposit dari seluruh jenis kerusakan jalan yang ada, berikut intensitasnya. Data yang diperlukan untuk analisis deskriptif ataupun dengan nilai indeks PCI meliputi data jenis, jumIah/persentase dan intensitas kerusakan jalan. Hasil analisis akan digunakan untuk mendeskripsikan kondisi rona kerusakan fisik jalan. 5.1.1.11. Jalur Pipa Gas
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-115

Batas Lingkup V/C

0,00-0,20

0,20- 0,44

0,45-0,74 0,75-0,84

0,85-1,00 >1.00

KERANGKA ACUAN ANDAL

1) Jenis Data Yang Dikumpulkan Jenis data yang dikumpulkan adalah jumlah jalur plpa yang berpotongan dengan rencana jalur kereta batubara, elevasi dan topografi wilayah. rencana elevasi rencana jalur kereta api, kedalaman jalur pipa gas dari pennukaan tanah. citra satelit yang mencakup wilayah studi.

2) Lokasi Pengumpulan Data Lokasi rencana perpotongan jalur pipa gas dengan jalur kereta api khusus batubara di wilayah Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim. 3) Metode Pengumpulan dan Analisa Data Metode pengumpulan data adalah observasi lapangan pada lokasi rencana perpotongan jalur pipa gas dengan jalur kereta api khusus batubara, serta dilakukan pemetaan dengan menggunakan citra satelit. Analisa data dilakukan dengan cara deskriptif.

5.1.2. BIOLOGI 5.1.2.1. Flora Darat dan Fauna Darat 1) Jenis Data Yang Dikumpulkan Untuk flora dan fauna data yang dikumpulkan adalah data sekunder yaitu melalui data Potensi Desa dan telaah pustaka, sedangkan data primer didapat melalui pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan metode inventarisasi, pencacahan, produktivitas dan analisis vegetasi. 2) Lokasi Pengumpulan Data Lokasi pengamatan adalah meliputi: Komunitas tegalan, kebun, perkebunan dan persawahan . Komunitas pekarangan. Parameter flora dan fauna yang ditelaah adalah keanekaragaman jenis dan keberadaan. Lokasi pengamatan fauna dilakukan sesuai dengan pengamatan flora. Dasar pertimbangan penentuan lokasi pengambilan sampel hayati adalah pada daerah yang akan terkena aktivitas proyek langsung maupun tidak langsung. Pengambilan contoh flora dan fauna terestrial akan dilakukan
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-116

KERANGKA ACUAN ANDAL

berdasarkan jumlah lokasi yang ada dan interaksinya dengan aktivitas kegiatan proyek. 3) Metoda Pengumpulan dan Analisa Data Fauna Metode pengumpulan data fauna a) Metoda inventarisasi Metoda inventarisasi ditujukan untuk mencatat semua jenis fauna yang terdapat di daerah wilayah studio Tata kerjanya adalah dengan melakukan penjelajahan ke berbagai tempat yang diperkirakan potensial terdapat populasi jenis-jenis tertentu. Dari penjelajahan ini dapal dicatat jenis hewan-hewan yang ditemui. b) Metoda Wawancara Metoda wawancara dimaksudkan untuk mencatat jenis-jenis fauna yang ada di daerah peneUtian. yaitu yang tidak dapat dicatat Jangsung pada saat inventarisasi. Wawancara dilakukan terhadap responden dari berbagai golongan masyarakat yang mempunyai pengetahuan cukup luas terhadap keadaan fauna di daerah wilayah studio Diharapkan dengan adanya wawancara sernua .lenlS fauna yang ada di daerah wilayah studi dapat dicatat secara lengkap. Metode analisis data fauna: a) Frekuensi menunjukkan kehadiran suatu jenis hewan/fauna di dalam lokasi pengamatan yang dibuat atau titik pengamatan. Semakin seringnya dicatat suatu jenis hewan telientu menunjukkan bahwa jenis hewan tersebut nilai frekuensinya tinggi atau penyebarannya tinggi. b) Inventarisasi fauna yang dilindungi undang-undang Data hasil pengamatan fauna dibikin tabulasikan dan dikelompokan berdasarkan satwa yang dilindungi undang-undang dan yang hidup bebas atau tidak dilindungi undang-undang. 4) Metoda Pengumpulan dan Analisa Data Flora Metode pengumpulan data: a) Penghitungan total (pencacahan) dilakukan untuk menentukan kepadatan populasi pada komunitas perkebunan. Dengan mengukur jarak tanaman ditentukan jumlah individu masing-masing komoditas per hektar.

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-117

KERANGKA ACUAN ANDAL

b) Hasil panen (yield) untuk komunitas persawahan (padi) dan tegalan (singkong). Perhitungan hasil panen pada masing-masing komuditas berdasarkan wawaneara dengan petani dan data sekunder dari potensi desa, keeamatan dan kabupaten dalam angka, atau dinas pertanian. c) Analisis vegetasi Untuk mempelajari komunitas tumbuhan (flora) telah dikembangkan beberapa metoda pembuatan atau penarikan euplikan. Pembuatan cuplikan untuk mempelajari kondisi dan sifat komunitas dan populasi dilakukan dengan membuat petak ukur (10 X 10m) sebagai suatu unit euplikan untuk pohon dan petak ukuran (5 X 5 m) untuk anak pohon, pada lahan pekarangan dan kebun penduduk. Pohon-pohon tumbuhan berkayu dengan batang tunggal (trunk) dengan ketinggian lebih tinggi dari 8 meter, anak pohon/sapihan atau sapling (diameter batang 2,5-10 cm) > 1.5 meter tingginya. Penempatan plot seeara random berdasarkan habitat tempat tumbuh seseragam mungkin. sehingga dengan hanya membuat satu unit cuplikan akan dapal diperoleh infonnasi yang cukup representatif. Metode analisis data flora: a) Pencacahan merupakan perhitungan absolut ditentukan berdasarkan jarak tanam pada masing-masing komuditas (karet atau sawit), sehingga dapat diketahui jumlah pohon per hektar. b) Produksi atall hasil panen (vield) Jumlah yang di pungut pada waktu panen bagi kepentingan manusia. Data didapatkan dari data sekunder dan hasil wawaneara dengan petani. Sehingga dapat diketahui hasil panen per hektar. c) Analisis Vegetasi Pengambilan cuplikan atau sampel flora (tumbuhan) bertujuan llntuk mengetahui tipe vegetasi atau struktur vegetasi dari kumunitas pada daerah studio struktur vegetasi dapat diketahui dengan menghitung beberapa variabel (Colinvoux dikutif oleh Fandeli, 1992) sebagai berikut: Kerapatan (densitas) (K) =

Kerapatan (densitas) Relatif (KR) = x 100%

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-118

KERANGKA ACUAN ANDAL

Kerapatan (Frekuensi) (F) =

Kerapatan (Frekuensi) Relatif (FR) = x 100%

Indek Nilai Penting (INP) = KR + FR


Summed Dominance Ratio (SDR) = Nilai Penting (INP)/2 SDR digunakan untuk menetukan jenis yang dominan atau paling melimpah/menonjol sebagai ciri atau tipe vegetasi di daerah studi.

5.1.2.2. Plankton
1) Jenis Data Yang Dikumpulkan

Data yang dikumpulkan berupa jumlah jenis (spesies) plankton dan kelimpahan individu masing-masing spesies plankton per liter.
2) Lokasi Pengambilan Sampel/Pengumpulan Data

Sampling dilakukan di sungai yang dilewati jalur. dimana sungai terse but mengalir sepanjang tahun (tidak mengalami kering pada musim kemarau), yaitu sebagai berikut :
3) Metoda Pengambilan dan Analisa Sampel

Data plankton termasuk data primer dengan metode pemekatan dengan penyaringan. Pengambilan sam pel plankton dilakukan dengan penyaringan air sungai menggunakan plankton net No. 25, kemudian air yang tersaring dimasukkan botol dan ditambahkan formalin 4% sebagai bahan pengawet. Identifikasi Plankton dilakukan di laboratorium sampai tingkat genus dengan menggunakan buku aeuan Davis (1965) dan APHA (1981). Perhitungan kelimpahan plankton memakai fumllS konversi Lackey Drop, Micro-transect Counting dari APHA (1992) :

N = T/L x P/p x V/v x 1/w


N = T = P = L = P = Jumlah pIanklon per Iiter Luas gelas penutup, (mm ) Jumlah plankton terarah Luas lapang pandang (mm ) Jumlah lapang pandang yang diamati
Hal v-119
2 2

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

KERANGKA ACUAN ANDAL

V = v = w =

Volume sampel yang diamati (ml) Volume sampel di bawah gelas penutup (mI) Volume air yang disaring (ml).

4) Metoda Analisa Data

Dari data identitikasl dan kelimpahan Plankton maka dilakukan perhitungan Indeks keanekaragaman Plankton dengan memakai rumus Shannon-Wienner (Odum,1993) yaitu :

=
=1

H = nilai indeks keanekaragaman jenis Pi = ni/N ni = jumlah individu jenis ke i N = jumlah total individu. Kriteria kualitas lingkungan perairan dapat dikelompokan berdasarkan nilai indek keanekaragaman jenis plankton menurut Mason (1981) seperti disajikan pada tabel berikut ini.

TabeI5.18. Kriteria Kualitas Lingkungan Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Plankton Menurut Mason (1981)

3.1.2.3. Benthos
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-120

KERANGKA ACUAN ANDAL

1) Jenis Data Yang Dikumpulkan

Data yang dikumpulkan berupa Jems (spesies) Benthos dan kelimpahan individu masing-masing spesies benthos per meter persegi.

2) Lokasi Pengambilan Sampel/Pengumpulan Data

Lokasi pengambilan sampel Benthos dilakukan pada substrat dasar sungat yang dilewati jalur, dimana sungai tersebut mengalir sepanjang tahun (tidak mengalami kering pada musim kemarau), yaitu sebagai berikut :
3) Metoda Pengambilan dan Analisa Sampel

Pengambilan sampel Benthos dilakukan dengan menyaring lumpur dasar sungai yang diambil dengan Eckman Dredge. Saringan yang digunakan berdiameter 1 mm. Benthos yang telah tersaring dan dipisahkan dari lumpur lalu dimasukkan dalam botol sampel ditambahkan formalin 4% dan rose bengal. ldentifikasi Benthos dilakukan di laboratorium dengan acuan APHA (l981) dan Juffing (l956). Perhitungan kemelimpahan benthos dihitung berdasakan rumus dari Welch (1948) dan Michael (1994) sebagai berikut:

=
Keterangan

10.000

N = rata-rata jumlah individu per meter persegi a = jumlah individu yang terhitung O= luas bukaan Eckman grab (cm2) S= jumlah sampel setiap stasiun pengamatan
4) Metoda Analisa Data

Dari data identifikasi dan kelimpahan benthos maka dilakukan perhitungan Indeks keanekaragaman benthos dengan rumus Shannon-Wienner yaitu :

= Pi ln
=1 PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-121

KERANGKA ACUAN ANDAL

H = Nilai indeks keanekaragaman jenis Pi= ni/N ni = jumlah individu jenis ke i N = jumlah total individu. Kriteria kualitas lingkungan perairan dapat dikelompokan berdasarkan nilai indek keanekaragaman jenis plankton dan benthos menurut Lee, el. at. dikutip Sastrawijaya (2000) seperti disajikan pada tabel berikut ini. Tabel 5.20. Kriteria Kualitas Lingkungan Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Benthos Menurut Lee, et. al. Dikutip Sastrawijaya (2000) Nilai Indeks Keanekaragaman Plankton H 2,0 1,6 < H < 2,0 1<H<6 H1 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Kondisi Perairan Tidak tercemar Tercemar Ringan Tercemar Sedang Berat

5.1.3. SOSIAL EKONOMI BUDAYA Metoda pengumpulan dan analisis data aspek sosial-ekonomi-budaya akan dilakukan dengan mengacu pada Keputusan Kepala BAPEDAL No.299/1996 tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan AMDAL. Untuk memprakirakan dampak kegiatan terhadap komponen sosekbud diperlukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data sosial ekonomi dan budaya yang akan dikumpulkan antara lain adalah : 1) Jenis Data Yang Dikumpulkan Demografi yang meliputi struktur penduduk menurut kelompok umur. jenis kelamin. mata pencaharian, pendidikan dan agama. tingkat kepadatan penduduL pertumbuhan penduduk (kelahiran. kematian, migrasi sirkuler/ komuter dan permanen), tenaga kerja dan tingkat partisipasinya serta pengangguran).

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-122

KERANGKA ACUAN ANDAL

Ekonomi yang meliputi ekonomi rumah tangga (tingkat pendapatan dan pola nafkah ganda), sumber daya alam (pola pemilikan dan penguasaan sumber daya alam, pola pemanfaatan sumber daya alam, pola penggunaan lahan, nilai tanah dan sumber daya alam lainnya, sumber daya alam milik umum). Budaya yang meliputi ad at istiadat, nilailnorma budaya, proses sosial (kerjasama, persaingan dan konflik), akulturasi, asimilasi dan integrasi dan kohesi sosial), pranataikelembagaan sosial dibidang ekonomL pendidikan, agama, sosial dan keluarga, warisan budaya (situs purbakala, eagar budaya), pelapisan masyarakat, jalan desa, kelompok masyarakat yang terpisah akibat reneanajalur, kepemimpinan (formal dan informal), persepsi masyarakat, adaptasi ekologis, pertahanan dan keamanan. 2) Lokasi dan Metode Pengumpulan Data Lokasi pengambilan sampel dan pengumpulan data pmner meliputi wilayah yang langsung terkena dampak di 8 Kabupaten yaitu meliputi desalkelurahan yang dilewati reneana jalur kereta api khusus batubara yaitu sebanyak 79 desa, diutamakan pada wilayah desa dengan permukiman dekat reneana jalur, dengan responden sebanyak 248 responden, sehingga responden tiap desa yang terkena dampak, diambil sejumlah sekitar 5 responden. Desa yang akan dijadikan contoh (sampel) dalam studi ini adalah desa yang terpilih dan juga wilayah keeamatan yang terpilih. a) Masyarakatnya berdekatan dengan lokasi kegiatan dan akan menerima dampak positif maupun negatif secara langsung. b) Banyak penduduk dari desa lokasi ini yang diduga akan terlibat dalanl kegiatan konstruksi dan operasi. Penarikan contoh responden akan dilakukan dengan eara random sampling. Jumlah responden yang akan diambil dilakukan seeara non proforsional. Artinya contoh responden tidak berdasarkan prosentase jumlah penduduk di desaldusun yang bersangkutan tetapi ditetapkan seeara purposif. Dipilih sebagai responden adalah seseorang yang berkedudukan sebagai kepala keluarga. Langkah-Iangkah yang dilakukan adalah: a) Menginventarisasi (menstrata) populasi sasaran berdasarkan Jenis pekerjaan. b) Memilih responden secara acak (random).
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-123

KERANGKA ACUAN ANDAL

3) Metoda Analisa Data Untuk menganalisa data dari lapangan dilakukan langkah-langkah editing, koding dan membuat tabulasi (tabulasi frekuensi) dan jika diperlukan guna melihat hubungan variahel yang satu dengan variable lainnya dibuat tabulasi silang. Data akan dianalisis secara kuantitatif, terutama untuk aspek demografi dan socialekonomi dan secara kualitatif untuk aspek social budaya. Beberapa rumus/formula yang akan digunakan dalam anal isis data antara lain adalah :

a. Kepadatan Penduduk (D) = (2)

b. Pendapatan
=

Dimana: I = Income R = Revenue (penerimaan) C= Cost (Biaya) c. Ratio Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
= 014 + 60+ 1559

Dimana: DR = Ratio Beban Tanggungan (%) P0-14 = Jumlah Penduduk usia 0-14 tahun P60+ = Jumlah Penduduk usia 60 tahun ke atas P15-59 = Jumlah Penduduk usia 15-59 tahun d. Sex Ratio (Ratio Jenis Kelamin) =

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-124

KERANGKA ACUAN ANDAL

e. Pertumbuhan Penduduk Angka pertumbuhan penduduk dapat dihitung menurut persamaan berikut: = (1 + ) Dimana: Pt = Jumlah Penduduk pada Tahun ke-1 (jiwa) P0 = Jumlah Penduduk pada tahun ke-0 (jiwa) r = Angka pertumbuhan penduduk t = Lamanya waktu antara Po dan Pt (tahun) f. Kenaikan Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk dihitung dari jumlah penduduk per luas daerah (jiwa/km2). Kepadatan penduduk dihitung dengan menggunakan rumus : = dimana:
Dtp = kepadatan penduduk "tanpa proyek pada waktu tt

0 (1 + )

Po = rtp =
t

jumlah penduduk pada waktu acuan to laju tahunan pertumbuhan penduduk "tanpa proyek"

= periode waktu perhitungan, tt-to (tahun)

Ltot = Luas total daerah (km2).

Kepadatan penduduk dengan proyek dihitung dengan rumus 0 (1 + ) =


Ddp = kepadatan penduduk "tanpa proyek pada waktu tt Li = Luas lahan yang dipakai untuk kegiatan(km2)

g. Aksesisibilitas Masyarakat Menghitung jumlah kelompok masyarakat yang diperkirakan terpisah akibat rencana pembangunan jalur kereta khusus batu bara. h. Akulturasi dan Asimilasi Budaya Pertemuan antara dua budaya yang berbeda akan dapat diukur dari hasil observasi terhadap penerimaan budaya asing.
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-125

KERANGKA ACUAN ANDAL

i.

Ketenagakerjaan Untuk menentukan besarnya komposisi jumlah tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal, dianalogikan dan mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 02/MEN/III/2008 tentang Tata cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, yaitu maksimal dengan perbandingan 1:5.

5.1.4. KESEHATAN MASYARAKAT 1) Jenis Data Yang Dikumpulkan Data sekunder : fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, pola penyakit masyarakat, sanitasi. Data primer: pola penyakit masyarakaC sanitasi, perilaku masyarakat. 2) Lokasi Pengambilan SampellData Lokasi pengambilan sampelldata prImer kesehatan masyarakat sarna dengan lokasi pengambilan sam pel sosekbud. Lokasi pengambilan data sekunder Dinas Kesehatan, Kantor Kecamatan, Puskesmas.

3) Metoda Pengumpulan Data Metoda pengumpulan dan analisa data kesehatan masyarakat akan dilakukan dengan mengacu pad a Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor: Kep-124/12/1997 tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL. Data sekunder dikumpulkan dengan studi pustaka. Data primer dikumpulkan dengan observasi dan wawancara dengan panduan kuesioner terhadap masyarakat yang diperkirakan terkena dampak sebagai responden. Responden yang akan diteliti sama dengan responden sosial ekonomi budaya. Tabel 5.21. Metoda Pengumpulan Data Kesehatan Masyarakat
Komponen Penderita ISPA Jenis Data Pola penyakit Fasilitas kesehatan Sanitasi Sumber Data Masyarakat terkena dampak (responen) Dinas Kesehatan Puskesmas Kecarnatan Metoda Studi Pustaka, Observasi/wawancara dan kuesioner

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-126

KERANGKA ACUAN ANDAL

Monografi Desa/Kelurahan
Sumher: Tim Penyusun AMDAL

4) Metoda Analisa Data Metoda analisa data yang digunakan adalah tabulasi dan analisa kualitatif.

5.2 METODE PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Prakiraan dampak dimaksudkan untuk mengetahui prakiraan besaran dampak dan tingkat kepentingan dampak dari masing-masing dampak penting hipotesis. Besaran dampak dapat diketahui dengan menggunakan metode prakiraan formal dan non formal. Sedangkan pentingnya dampak dapat diprakirakan dengan menggunakan batasan kriteria dampak yang dibuat berdasarkan criteria penentuan dampak penting yang mengacu ppada PP No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 5.2.1.1. Metode Formal 1) Perubahan Kelerengan dan Longsoran Untuk memprakirakan kestabilan lereng. digunakan Klasifikasi Geomekanik atau lebih dikenal dengan Rock Mass Rating (RMR). Penggunaan metode klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) banyak dihubungkan dengan banyak metode antara lain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengenai kestabilan lereng dengan Slope Mass Rating (SMR). RMR ini memiliki parameter-parameter seperti kekuatan batuan, RQD, spasi rekahan, kondisi rekahan dan air tanah. 1) Kuat Tekan Uniaxial Batuan Utuh pengujian dilakukan di lapangan insitu dan laboratorium untuk mengetahui kekuatan batuan. Pengujian di laboratorium dilakukan dengan uji tekanan bebas, sedangkan dilapangan insitu dilakukan dengan metode uniaxial compressive strength (UCS) dan simple mean test. Metode Uniaxial Compressive Strength (UCS) Metode ues yaitu met ode dengan membandingkan kekuatan massa batuan di lapangan menggunakan palu geologL tangan dan plsau yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan klasifikasi UCS berdasarkan pengalaman lapangan dan pengujian laboratorium yang telah dilakukan peneliti terdahulu.
PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta Hal v-127

KERANGKA ACUAN ANDAL

Simple Mean Test Metode ini penggunaannya SaIna dengan metode ues yaitu dengan membandingkan kekuatan massa batuan di lapangan menggunakan palu geologi dan tangan yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan klasifikasi berdasarkan pengalaman lapangan dan pengujian laboratorium yang telah dilakukan peneliti terdahulu yang disajikan dalam bentuk ketetapan Simple Mean Test.

5.3 METODE EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam evaluasi dampak besar dan penting, telaahan dilakukan untuk 2 (dua) hal, yaitu: Telaahan holistik terhadap dampak besar dan penting, dan telaahan sebagai dasar pengelolaan. 5.4 PENYUSUNAN RKL DAN UPL Penyusunan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup didasarkan pada spesifikasi kegiatan pra konstruksi, konstruksi dan pra konstruksi serta hasil analisis prakiraan dan evaluasi dampak penting.

PT. RIPTA REKANINDO Belanja Jasa Konsultansi Penelitian-AMDAL Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Provinsi DKI Jakarta

Hal v-128