Anda di halaman 1dari 18

HIPERGLIKEMIA

Disampaikan pada perkuliahan St. Endokrin : Oleh : MARSIANA ANGGRAENI

PENGERTIAN

Hiperglikemia merupakan keadaan peningkatan glukosa darah daripada rentang kadar puasa normal 80 90 mg / dl darah, atau rentang non puasa sekitar 140 160 mg /100 ml darah ( Elizabeth J. Corwin, 2001 )

ETIOLOGI

Kelainan sel beta pankreas Faktor-faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta, antara lain agen yang dapat menimbulkan infeksi, diet dimana pemasukan karbohidrat yang diproses secara berlebihan, obesitas dan kehamilan. Gangguan sistem imunitas. Kelainan insulin/penurunan sensitifitas insulin.

Jumlah penderita diabetes yang cukup signifikan di Indonesia. Jumlah penderita diabetes di Indonesia menempati posisi keenam di dunia yaitu sebanyak 5 juta penderita. Secara epidemiologi, diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21,3 juta orang (Diabetes Care, 2004).

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, diperoleh bahwa hasil proporsi penyebab kematian akibat DM pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7%. Di daerah pedesaan DM menduduki ranking ke-6 penyebab kematian yaitu 5,8%.

MANIFESTASI

Pada orang dewasa tua (> 40 tahun) gejala dapat muncul tanpa disadari. Penderita baru mengetahui menderita diabetes mellitus setelah timbul komplikasi. Polipagi Polidipsi Poliuri Rasa kesemutan, kram otot Visus menurun Penurunan berat badan Kelemahan tubuh Luka yang tidak sembuh-sembuh

PATOFISIOLOGI

Terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel. Sebagai akibat terikatnya insulin dengan reseptor tersebut, terjadi suatu rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa di dalam sel. Dengan adanya resistensi insulin maka transport glukosa akan terganggu. Penurunan transport glukosa ke intrasel mengakibatkan penumpukan glukosa dalam darah (Hiperglikemia) dan kekurangan glukosa dalam sel/jaringan.

HIPERGLIKEMIA
Melebihi ambang batas ginjal

Viskositas darah
Aterosklerosis Stroke

Glukosuria

Osmolaritas

Diuresis osmotik

Angiopati

Cardiac arrest

Migrasi cairan dari intrasel ke ekstrasel

Poliuria

Glikolisis dgn perantara enzim aldose reduktase Sorbitol

AMI

Nutrisi
sel/jaringan

Polidipsi Penumpuka n sorbitol di intrasel Kerusakan jaringan/

Energi

Poliphagi

Gangren

Massa otot

BB

FAKTOR RESIKO

Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 tahun). Obesitas Riwayat keluarga

Life style

KOMPLIKASI
Komplikasi Akut Hipoglikemia Ketoasidosis Diabetik-Koma Diabetik Koma Hiperosmoler Non Ketotik Koma Lakto Asidosis

Komplikasi Kronis

1. 2. 3.

4.

Komplikasi Spesifik Retinopati Diabetika (RD) Nefropati Diabetika (ND), Neuropati Diabetika (Neu.D), gejalanya perasaan terhadap getaran berkurang, rasa panas seperti terbakar di bagian ujung tubuh, rasa nyeri, rasa kesemutan, serta rasa terhadap dingin dan panas berkurang. Selain itu, otot lengan atas menjadi lemah, penglihatan kembar, impotensi sementara, mengeluarkan banyak keringat, dan rasa berdebar waktu istirahat. Diabetik Foot (DF) dan kelainan kulit, seperti tidak berfungsinya kulit (dermatopati diabetic), adanya gelembung berisi cairan di bagian kulit (bullae diabetic), dan kulit mudah terinfeksi

Komplikasi Non Spesifik Kelainan pembuluh darah besar atau makroangiopati diabetika (Ma.DM). kelainan ini berupa timbunan zat lemak di dalam dan di bawah pembuluh darah (aterosklerosis). Kekeruhan pada lensa mata (katarakta lentis). Adanya infeksi seperti infeksi saluran kemih dan TBC paru.

PENATALAKSANAAN

Tujuan utama terapi diabetes adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi terjadinya komplikasi vaskuler serta neuropatik Penderita diabetes harus mengerti bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan, pengobatan yang diberikan hanya bertujuan untuk mengurangi gejala-gejala dan mencegah komplikasi. (Loetan, 2007).

5 komponen dalam penatalaksanaan diabetes (Smeltzer & Bare, 2002 : 1220), yaitu :

Diet Latihan Pemantauan Terapi (jika diperlukan) Pendidikan

TUGAS
Kelompok Buatlah kelompok menjadi 3. Buat makalah : Klmpk 1 : Gangguan pada kelenjar hipofise/pituitary. Klmpk 2 : Gangguan pada kelenjar tiroid Klmpk 3 : Gangguan pada kelenjar Adrenal.

Individu Buat pathway patofisiologi untk masing-masing penyakit pada setiap gangguan tsb. Tugas dikumpulkan tanggal 26 Maret 2012. Paling lambat tanggal 27 Maret 2012 pukul 12.00 WIB.

18