Anda di halaman 1dari 16

RESUME BAB IV.

ADAPTASI PADA BAGIAN PERMUKAAN ANTARA ORGANISME DENGAN LINGKUNGAN (LANJUTAN)


OLEH: MAULI DIAN PERTIWI

SUB BAB PEMBAHASAN


KELENJAR GARAM, ORGAN EKSKRESI EKSTERNAL IKAN DAN AMPIBI, INSANG DAN PARU-PARU

Kelenjar Garam

Vertebrata (mamalia dan bukan mamalia) menghadapi permasalahan fluktuasi lingkungan yang cenderung u/ mengubah komposisi cairan tubuh, dg cara menjaga kestabilan konsentrasi Na+. Hormon yang terkait dg konstannya konsentrasi Na+ = Kelenjar Adrenalin dan Bag. Depan Pituitary serta peran kecil dari hormon antidiuretik. Pengukuran Sec. Umum menunjukkan secara kimiawi hormon adrenalin ikan = mamalia. Sumbangan pikiran yg penting dr hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi kelenjar garam merupakan syarat awal u/ mdapatkan manfaat dr kesetimbangan air karena ekskresi asam urat. Kelenjar garam fungsional ditemukan hanya pada burung yg terkait dg ling. Laut dan hewan yg hidup pd ling. Gurun.

fungsi kelenjar garam merupakan syarat awal u/ mdapatkan manfaat dr kesetimbangan air karena ekskresi asam urat.

Argumen:

As.urat tdk dpt mcapai konsentrasi dimana tubula ginjal mjd tersumbat. Shg as. Urat harus mcapai kloaka dg sejumlah air yg besar. Percampuran air+feces+urin kemudian dialirkan lebih bawah (dimana vol. Air Diabsorpsi) ke usus yg

Air Diabsorpsi/diserap dr camp. As.urat dg cara transfor aktif Na+, dg mengalir pasif mengikuti air. Belum jelas prosesnya (kecuali pd insekta).

Beberapa contoh hewan dalam menjaga kestabilan Na+ di dalam tubuh


1.

Burung (darat, laut) memiliki kelenjar garam fungsional yang berfungsi menghadapi dehidrasi krn kelebihan garam. Reptil (Kadal Galapagos, Ular laut primitif, Buaya laut, Penyu), memiliki kelenjar hidung fungsional. Ikan (air laut, air tawar), memiliki insang sbg organ yg digunakan u/mengeluarkan kelebihan garam. Katak gurun (Cyclorena chiroleptes), memiliki kantung urin berfungsi sbg penyimpan air. Amfibi air laut/katak pemakan kepiting di Thailand, menghindari dehidrasi dg cara mpertahankan sejumlah urin di dlm cairan tubuh shg menigkatkan tek. Osmotik darah di atas air laut. Situasi ini hampir sama dg ikan2 kartilaginous (hiu & pari)

2.

3.

4.

5.

Permasalahan pada burung:


1.Keb. Menyeimbangkan kehilangan air. 2.Perolehan jum. Tertentu garam di dlm makanan pada iklim hangat. 3.Kehilangan sejumlah besar air berion bebas yg terjadi krn penguapan dr bag. Permukaan respiratory.

Memiliki sepasang kelenjar (mhasilkan cairan yg dikeluarkan dr tubuh melalui pori2 eksternal) yg terletak di dekat mata dg sal.pengeluaran yg bermuara ke sal. Hidung. Mengeluarkan cairan dg cara menggoyang-goyangkan kepala, mayoritas mengalirkan air tsb ke arah ujung paruh. Mekanisme Pistol Air: mengeluarkan udara dr paru2 u/ mendorong cairan dr sal. hidung dan kantung pada ujung paruh. Pendapat: Air mengabsorpsi cairan hipertonik NaCl, maka burung akan mengalami muatan garam yg tdk dpt dihindarkan shg Kelenjar garam tampil u/ berperan.

Burung

Kontrol kelenjar garam terjadi akibat adanya kontrol ganda baik neural maupun hormonal yg saling berinteraksi.

Reptil

Dari segi keterkaitan evolusioner, bbrp reptil telah memiliki kelenjar hidung fungsional.
Kadal Galapagos hidup dilaut & dipantai + memakan RL. Mhasilkan cairan bergaram dr kelenjar hidung yg dikeluarkan melalui lubang hidung yg kadang2 berkabut krn adanya partikel air. Ular laut primitif yg seluruh hidupnya dilaut, namun menetaskan telur di darat hingga masa mudanya & setelah dewasa kembali ke laut. Buaya laut yg sering mengembara ke tengah laut, namun dpt jg berada di rawa asin. Biasanya mengeluarkan air mata buaya=> sekresi dari kelenjar hidung. Di waktu penyu bertelur mengeluarkan air mata seperti terlihat sedang kesakitan, yg sebenarnya a/hasil sekresi kelenjar hidung. Dg mekanisme hormon corticosteron seperti pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa reptil laut yg memakan invertebrata yg kaya ion K+, terlihat dg: adanya ekskresi ion melalui ginjal + kelenjar hidung. Reptil ini meminum air laut sbg media u/menghilangkan K+ melalui ginjal. Ion Na+ dihilangkan melalui kelenjar hidung. Pada kadal daratan: Kelenjar garam lebih fleksibel krn dpt mengatur kesetimbangan pengeluaran elektrolit baik Na+ atau K+ tergantung proporsi kedua ion ini di dalam makanan.

Organ Ekskresi Eksternal Ikan & Ampibi


Sistem ekskresi adalah pengeluaran Bagi ikan2 air tawar, sebaliknya krn sisa hasil metabolisme dalam tubuh. cairan tubuh 30x lebih kental dr lingkungan eksternalnya. Ikan2 air laut membutuhkan mekanisme khusus u/ sistem ekskresinya: Mekanisme: air menembus badan dg Osmosis & dikeluarkan melalui 1. Mekanisme u/mengeluarkan kelebihan ginjal. garam yg diserap o/ tubuh dr lingkungannya. Pengeluaran air melalui ginjal berakibat kehilangan garam. 2. Mekanisme u/ membatasi air yg hilang (scr osmosis melalui perm. Tubuh & Defisit garam ditanggulangi: melalui ginjal). Na+ yg trdpt dlm makanan & bantuan mekanisme tambahan & u/ Krn di dlm air laut, konsentrasi cairannya menjaga kesetimbangan. lebih tinggi dibandingkan cairan dlm tubuh. Organ yg berperan: insang (namun kali ini dr ling. Luar ke dlm tubuh Konsekuensi: banyak minum u/ atasi ikan) defisit & pd saat yg sama mengambil garam dg jum tertentu & dikeluarkan kembali dlm jum. sedikit. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sidat dpt hidup di air tawar & air laut. Ikan Organ: Insang dg Mekanisme Pompa jenis ini memerlukan penyesuaian arah transfor Na+ yg membawa perubahan Sodium.

sekresi hormon.

Beberapa contoh mekanisme ekskresi ikan


Tipe kontrol hormonal air laut : Antidiuretik yg tinggi & mungkin Corticosteroid yg rendah Tipe kontrol air tawar: Corticosteroid tinggi & prod.hormon Antidiuretik rendah Salah satu faktor: Keberhasilan salmon dlm bermigrasi ke perairan tawar

Organ Ekskresi Eksternal Ampibi


Ampibi air tawar

Ampibi air laut

Sama masalahnya dg ikan air tawar. Kecenderungan tubuhnya dibanjiri air & kehilangan garam. Dipengaruhi: hormon antidiuretik. Tingginya peran aldosterone dlm meningkatkan pengambilan Na+ dr ling. Melalui kulit, dari kantung urin kembali ke tubuh melalui penurunan kehilangan garam melalui ginjal. Pd katak gurun: menyimpan sejumlah besar cairan urin di dlm kantung urin ketika hujan lebat, lalu air ini kembali diserap ketika masa kering panjang.

c/Katak pemakan kepiting (Rana Cancrivora) di Thailand. Menghindari dehidrasi di laut dg: mpertahankan sejumlah besar urin di dlm cairan tubuh shg meningkatkan tek.osmotik darah atas air laut. Air masuk ke dlm tubuh melalui perm. Tubuh krn tingginya tek. Osmotik darah shg meminum air laut. Dg cara ini mempertahankan kesetimbangan air di dlm tubuh. Mekanisme yg sama yg dilakukan o/ikan2 kartilaginous (hiu& pari).

Kepingan bag. Depan dr pituitary pd ampibi mengeluarkan hormon antidiuretik yg berpengaruh pd ginjal. Berupa efek peningkatan penyerapan air dr kantung ginjal & peningkatan permeabilitas ke arah dlm kulit thd air.

Insang dan Paru-paru


Insang dan paru-paru adalah organ pernafasan. Secara keseluruhan paru-paru memainkan peran penting di dalam pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida. Insang memiliki peran tambahan yang penting di dlm mengatur kesetimbangan ion, dan pada hewan akuatik yg memakan partikel kecil, insang berperan dlm sistem penyaringan dg mengatur arus partikel ke sal. Pencernaan.

Sistem insang sangat berkembang pada ikan,


Air masuk Air keluar mulut ke dlm rongga insang. melalui celah sempit insang bag. Depan.

Otot yg berperan di dlm menggerakkan sistem ini terletak pd dinding rongga insang bersama mulut & lambaian celah insang yg berperan sbg katup. Komp. Vital pd ikan yg sangat aktif adalah aliran air melalui insang ktika ikan bgerak cepat di dalam air. Ikan2 yg bernafas langsung dg udara, sering beradaptasi dg ling. Akuatik yg tek. O2 rendah mampu mengisi rongga insang dg udara apabila sd mhentikan fungsi pertukaran dg O2 terlarut di dalam air. Pada vertebrata daratan; udara masuk->paru2 melalui kombinasi otot2 khusus dg tulang rusuk+diafragma yg mengembangkan rongga dada. Proses ventilasi ini jg trjdi pd hewan yg tdk mmiliki insang+paru2 sebenarnya. Usus bag. Belakang sering dimodifikasi u/ sebagian paru2 yg berisi air. Air dimasukkan lalu dikeluarkan melalui anus. Mekanisme ini juga ditemukan pd bbrp annelida, insekta&vertebrata, penyu, iksn yg bernafas dg paru2.

TERIMA KASIH....