Anda di halaman 1dari 9

Pendahuluan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arabisasi dari dua suku kata Arab dan Isasi (-asi) sufiks pembentuk nomina proses, cara, perbuatan: aktualisasi; legalisasi; lokalisasi. Sehingga "arabisasi" berarti proses pengaraban / proses membuat sesuatu menjadi arab. arabisasi tarb) menjelaskan pengaruh budaya yang tumbuh di daerah

non-Arab yang secara bertahap berubah menjadi satu yang berbicara kebudayaan Arab dan atau menggabungkan identitas Arab. Setelah munculnya Islam di Jazirah Arab, budaya Arab dan bahasa menyebar melalui perdagangan dengan negara-negara Afrika, penaklukan, dan perkawinan penduduk non-lokal Arab dengan Arab, di Mesir, Suriah, Palestina, Irak dan Sudan. Bahasa Semenanjung Arab menjadi umum di antara daerahdaerah, dialek juga terbentuk. Juga, meskipun Yaman secara tradisional dianggap tanah air Arab, sebagian besar penduduk tidak berbicara bahasa Arab (tapi bukan bahasa Semit Selatan) sebelum penyebaran Islam. Perangaruh arab sangat terasa di Negara-neraga yang telah dibebaskan oleh orang-orang muslim, bahkan pada masa dinasti ummayah sangat tertera pengaruhnya, seperti bahasa yang dipakai berbahasa arab, mata uang Arab, dll.

Arabisasi (Penyebaran dan Budaya Bahasa Arab)


Arabisasi dalam bentuk budaya
Arabisasi adalah sebuah proses, sedangkan persentase besarnya pengaruh arab terhadap sesuatu adalah hasil. Jika arabisasi berhasil dengan baik, maka pengaruh budaya Arab akan besar. Sedangkan jika tidak berhasil dengan baik, maka pengaruhnya akan kecil. berapapun kadar nilai-nilai budaya Arab yang terserap/teradopsi, jika ada usaha/proses untuk menularkan budaya Arab, maka itu sudah termasuk arabisasi. Menurut Ibnu Kholdun yang dimaksud dengan Budaya adalah kondisi-kondisi kehidupan biasa yang melebihi dari yang diperlukan. Kelebihan ini berbeda sesuai dengan tingkat tingkat kemewahan yang ada. perbedaan antar bangsa-bangsa dan perbedaan kelebihan dan kekurangannya tidaklah terbatas. Selanjutnya Ibnu Khaldun mengatakan, kebudayaan tidak akan berkembang kecuali di perkotaan, dan kebudayaan adalah tujuan aktifitas manusia.1 Sedangan menurut Taylor, bahwa kebudayaan adalah keseluruhann kompleks yang meliputi pengetahuan, dogma, seni, nilai-nilai moral, hukum, tradisi-tradisi sosial, dan semua kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia dalam kedudukannya sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan dalam lisan Arab disebut Tsaqafah yang menggambarkan spirit, nilai dan lebih diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai Culture. Secara filsafati kebudayaan dapat didefinisikan sebagai khasanah historis yang terefleksi dalam kredo dan nilai, yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam dan jauh dari kontradiksi-kontradiksi ruang dan waktu2. Kawasan kebudayaan Arab saat ini bisa kita sebutkan meliputi wilayah Timut Tengah, Teluk Persia, dan Afrika Utara, dan Bulan Sabit Subur. Timur Tengah menurut Peretz adalah wilayah yang meliputi Turki, Iran, Israel, Libanon, Irak, Yordania, Syiria, Mesir, dan kerajaan-kerajaan di Teluk Persia. Bangsa Arab termasuk dalam rasa tau rumpun bangsa Caucasoid, dalam sub ras Mediterranean yang anggotanya meliputi wilayah sekitar laut tengah, Afrika Utara,
1
2

Khaldun, Ibnu (2006), Muqadimah, Pustaka Al Kautsar: Jakarta. Al Sharqawi, Effat (1981), Filsafat Kebudayaan Islam, Pustaka: Bandung

Armenia, Arabia dan Irania. Inilah asal usul bangsa Arab secara Antropologis. Kaum Masehi, Yahudi, dan penganut Zoroaster dan Shabean juga sangat berpengaruh pada bangsa Arab sebelum Islam3. Banyak peneliti Barat menyebut kebudayaan Islam dengan kebudayaan Arab, dengan landasan peran bangsa Arab dan bahasa Arab didalamnya. Kontribusi bangsa Arab memang tidak dapat dipungkiri dalam penyebaran Islam. Tidak ada yang menentang kontribusi bahasa Arab dalam kedudukannya sebagai bahasa kebudayaan dan ilmu pengetahuan pada zaman pertengahan, Jika kebudayaan Islam identik dengan kebudayaan Arab maka kita perlu melihat karakteristik budaya unik dari bangsa Turki, Persia, dan Arab, masing-masing mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda. Jika dalam penyebarannya bangsabangsa lain menjadi terarabkan maka bukanlah bermakna rasial murni akan tetapi adanya proses metamorphosis bahwa bangsa Arab menjadi salah satu unsur yang dominan dalam kebudayaan ini. Pada zaman abad pertengahan kebudayaan bercorak spiritual atau keagamaan dan ide nasionalisme yang berdasarkan ras, belum muncul adanya filsafat kebudayaan dimanapun. Sedangkan kebudayaan Islam dan idealisme sosialnya berdasarkan pada landasan keagamaan bukan berlandaskan rasial. Berlanjut di Eropa pada saat kebangkitan rasionalisme maka beralihnya budaya yang berdasarkan Agama (gereja) terlepas sama sekali atau dikenal dengan Humanisme sebagai bentuk Agama baru, maka dapat dikatakan pada masa ini Agama adalah pengetahuan dan pengetahuan adalah Agama. Dominannya peran bangsa Arab tidak mampu menimbulkan atribut Islam yang identik dengan Arab. Atribut kebudayaan Islam lebih tepat karena Islam adalah Agama yang domin n d l m ke ud y n ini d n Sy i t I l m d l pengik t tu-satunya bagi

bangsa-bangsa di dunia Islam, baik di Asia, Eropa, maupun Eropa, sepanjang Abad pertengahan. Walaupun kesatuan admistratif Imperium Islam tidak bertahan lama. Tapi disintegrasi politik dalam Imperium Islam tidaklah begitu berarti bagi mayorotas Muslim yang memandang semua negeri Islam adalah tanah airnya sendiri, dimanapun berada.

Mafrodi, Ali (1997), Islam di Kawasan Kebudayaan Arab,Logos: Ciputat.

Nasionalisme yang berkembang pada masa itu adalah Nasionalisme rohaniah yang mempertautkan seluruh Muslim dengan ikatan persaudaraan dan persamaan. Islam adalah Agama yang menauingi kebudayaan ini dan membekalinya dengan suatu yang menyatukan visi historisnya terhadap diri kulturalnya, dan member bentuk intuitifnya secara khusus, merupakan penyebutan yang teliti dan telah mencakup pengertian adanya peran pada pemeluk agama-agama lain dalam membangun kebudayaan ini. Islam menurut para peneliti mempu mewarnai kelompok-kelompok dan ras atau bangsa dengan corak kebudayaan agama pada umumnya, tapi tidak sampai membuat kelompok, ras, dan bangsa ini kehilangan warna khusus perasaan mereka berkenaan dengan mistisisme dan magis yang mereka geluti dalam kehidupan pribadi mereka. Keseiringan dan keharmonisan dalam kebudayaan Islam antara kegiatan rohaniah dan kegiatan praksis dalam kehidupan menjadi pandangan optimis dan kreatif, dan tangguh dalam memandang pemakmuran Bumi sebagai wujud kewajiban agama yang merupakan tugas suci. inilah tempramen filosofis yang mewarnai kebudayaan Islam dengan corak yang sama, sehingga membuat kita pada akhirnya dapat menyatakan bahwa ini merupakan satu kebudayaan, meski adanya keanekaragaman wilayah dan daerah jelajah dan teritorial yng dilingkupinya.

Arabisasi dalam bentuk Bahasa


bahasaArab pemah berjaya di tangan MuslimArab(Umat Islani) yang melenyapkan bahasa-bahasa sebelumnya di Wilayah-wilayah tersebut di atas yang dikuasai oleh Muslim Arab. Mereka enggan terhadap bahasa-bahasa asing yang pada umumnya digunakan oleh non Muslim, Sikap keengganan Muslim Arab terhadap bahasa-bahasa asing memperlihatkan fanatisme kebahasaan, namun apakah keengganan ini berlaku pada terjemahan-terjemahan dari bahasa-bahasa asing kedalam bahasa Arab akan terurai

dalam pemaparan berikut. Dalam beberapa dekade sesudah wafatnya Nabi Muhammad tahun 632, pengikut-

pengikutnya telah menguasai seluruh SemenanjungArabia, menyerang kerajaan Byzantium dan Persia, kedua kerajaan besar itu telah membagi Timur Tengah diantara mereka, dan merebut wilayah-wi layah yang luas dari keduanya. Kerajaan Persia ditaklukkan dan menduduki keseluruhannya. Dari dunia kerajaan Byzantium Muslim Arab menduduki Syri a, Palestina, Mesir dan Afrika Utara yang kemudian menjadi batu

loncatan untuk menyerang Spanyol dan pulau-pulau di Mediterania/Laut Tengah khususnya Sicilia. Mengalahkan baik kerajaan Byzantium maupun tentara-tentara Barbar, Muslim Arab mampu memasukkan negeri-negeri ini kedalam kerajaan Islam baru dan mengancam dunia Kristen dari kedua ujung. Di Timur, tentara-tentara Arab dari Syria dan Iraq menekanAnatolia kemudian tanah Yunani dan Kristen serta jantung kerajaan Byzantiurn, sementara tentara Arab dan Barbar lainnya di barat menaklukkan Spanyol dan mengancam seluruh Eropa Barat. Untuk sementara, tentara-tentara Islam menduduki Sicilia wilayah Italia bagian-selatan dan nampaknya bahkan mengancam Roma sendiri' Duni lu menc kup e gi n enu i , ik d n E op y ng dikuasai oleh Muslim

Arab sudah barang tentu memiliki bahasa baik yang berskala kecil maupun besar. Setidak-tidalmya di negeri-negeri yang dikuasai oleh Muslim Arab, misalnya di Persia dijumpai bahasa Persiayang menurut sebuah sumber, Persia mengacu kepada seluruh kawasan yang berbahasa Persia tidak hanya terbatas pada batasan geo gratis negara Iran sekarang tetapi yang dimaksud Persia yang lebih luas. Persia dulu mencakup wilayah` luas jauh lebih luas dari Iran Sekaran g, membentang dari utara ke selatan: dari Asia Tengah Sekaran g 'sampai ke Teluk Persia, dan timur ke barat: dari Kashghar di Cina sekarang sampai ke Ctesiphon di Iraq sekarang4. Selain itu negeri-negeri yang dikuasai oleh Muslim Arab adalah wilayah-wilayah kerajaan Byzantium berbahasaYunani yang didalam sebuah sumber dinyatakan wilayahnya terdiri dari Syria, Palestina, Mesir dan sebagiankecil Eropa.Byzantium sebuah kota Yunani di kawasan Bosporus, sedang nama Byzantium diambil dari nama kota tersebut. Kota Byzantium dijadikan ibu kota Romawi Timur, belakangan kota ini namanya dirubah menjadi Konstantinopel5. Begitu luas wilayah yang dikuasai Muslim Arab dan setidak-tidalmya bertemu dengan tiga bahasa besar, bahasa peradaban dan ilmu pengetahuan di sebagian kawasan Asia, ik d n E op , n mun epe ti y ng dik t k n Dine D Souz , um t I l m

menyatukan kerajaan mereka yang luas itu dengan satu keimanan tunggal, Islam dan satu bahasa, bahasaArab. Bahasa arab menjadi bahasa Pemerintah, perdagangan dan kebuadayaan di wilayahwilayah islam, mengungguli bahasa-bahasa peradaban sebelumnya seperti bahasa Latin, Yunani, Coptic, Siriac dan Persia yang sudah hidup di berbagai wilayah kemudian bahasa-bahasa itu dijumpai di dalam wilayah kerajaan Islam.

4 5

lnnovatio, Vol. 6, No. 12, Edisi Juli-Desember 2007, page 350 lnnovatio, Vol. 6, No. 12, Edisi Juli-Desember 2007, page 351

Bahasa Latin dan Yunani lenyap hampir seluruhnya, Coptic dan Siriac tetap hidup namun hanya sebagai bahasa peribadatan dan tidak sebagai bahasa sehari-hari bagi umat Kristen minoritas. Sementara itu di Asia Tenggara dengan datangnya Islam di bad 12 dan 13, ketika diperkenalkan oleh saudagar-saudagar dan ulama-ulama dari India dan Cina, huruf Arab/Persia yang disebut Jawi digunakan untuk menulis bahasa Melayu. Dari uraian berlalu terlihat dengan jelas bahwa bahasaArab atau kosa kata Arab atau setidak-tidakriya huruf Arab dipakai di berbagai penjuru dunia berpenduduk mayoritas Islam. Sungguh suatu realitas sejarah yang tidak dapat dipungkiri bahwa bahasaArab atau mininial unsurArab telah menjadi bahasa umum di wilayah-wilayah berpenduduk Islam yang mengalahkan atau mengesatnpingkan bahasa-bahasa lain di wilayah itu. pada umumnya MuslimArab bahkan yang paling terpelajar hanya mengetahui bahasa Arab. Orang-oran g Persia terpelajar mengetahui bahasa Arab dan Persia, sedan gkanorang-orang Turki terpelaj armengetahui bahasaArab, Persia dan Turki. Bahasa Persia menjadi bahasa klasik, bahasa Arab sebagai bahasa baik klasik maupun bahasa wahyu, dan bagian penting pembentukan dari semua Muslim terpelajar dari suku dan bangsa apapun latar belakangnya. Baik bahasa Persia, bahasaTurki maupun bahasa lain yang digunakan oleh orang-orang Islam ditulis dengan huruf Arab dan mereka

menggambarkan intelektual dan kosa kata konseptual hampir seluruhnya dari sumbersumber Arab.

Peta Arabisasi

Dialek Arab

Daftar Pustaka

Khaldun, Ibnu (2006), Muqadimah, Pustaka Al Kautsar: Jakarta. Al Sharqawi, Effat (1981), Filsafat Kebudayaan Islam, Pustaka: Bandung Mafrodi, Ali (1997), Islam di Kawasan Kebudayaan Arab,Logos: Ciputat.
lnnovatio, Vol. 6, No. 12, Edisi Juli-Desember 2007

^Rashaida People History, Niaz Murtaza The pillage of sustainability in Eritrea 1998, p.177 http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=87940096