Anda di halaman 1dari 2

Logika Berfikir Hayashi (Individual Write Up) Chika Razkya (2010110066/A) Studi yang dilakukan Hayashi (2002), adalah

mengkaji apakah hubungan subkontrak merupakan mekanisme dukungan penting bagi pengembangan usaha kecil dan menengah di Indonesia (UKM). Peran usaha skala kecil dan menengah (UKM) dalam proses industrialisasi dan pembangunan ekonomi bervariasi sesuai dengan jenis ekonomi, tahap perkembangan ekonomi dan, sektor industri. Pada saat yang sama, banyak UKM negara berkembang di Asia telah cukup menderita karena keterbatasan kemampuan mereka dalam teknologi, manajemen pemasaran, dan keuangan serta kurangnya akses menuju sistem dukungan yang efektif. Menurut Berry (1997), keterbatasan di atas untuk UKM membuat bantuan dan kerja sama dari perusahaan skala besar menjadi penting. Hondai (1992) menyatakan bahwa manfaat utama berikut yang UKM peroleh, ditentukan dari transaksi subkontrak dengan perusahaan induk skala besar. Penelitian Hayashi sebelumnya menjelaskan saluran dan kegunaan dukungan eksternal untuk UKM, didasarkan pada survei wawancara dari 61 perusahaan lokal di Indonesia (Hayashi, 2000). Penelitian kualitatif yang Hayashi lakukan pada perusahaan pengerjaan logam dan mesin di industri mobil dan sepeda motor di Indonesia menunjukkan bahwa hubungan kerjasama vertikal antar perusahaan melalui transaksi komersial dianggap sebagai salah satu sumber yang paling efektif dukungan teknis dan pemasaran untuk UKM. Temuan ini menunjukkan peran positif dari hubungan subkontrak dalam meningkatkan kemampuan teknologi dan pemasaran UKM. Hayashi melakukan estimasi dari fungsi produksi dan menghitung indeks dari Total Factor Productivity (TFP) dari data yang berukuran mikro untuk membuktikan hubungan positif tersebut. Pada literatur sebelumnya, UKM Indonesia ditinjau dengan masalah subkontrak secara kualitatif. Lalu Hayashi mencoba untuk memberikan jenis bukti baru berdasarkan analisis kuantitatif dan statistik dengan menganalisis peran subkontrak dalam pengembangan UKM di Indonesia. Dalam penelitian ini, Hayashi mendefinisikan subkontrak sebagai jenis transaksi bisnis di mana satu pihak (perusahaan subkontraktor atau pemasok) yang ditugaskan oleh pihak lain (perusahaan induk, perusahaan perakit atau pada tingkat lebih tinggi, perusahaan pemasok) untuk menyediakan produk antara atau pemrosesan yang diperlukan untuk produk yang diproduksi oleh kedua layanan. Metode statistik yang digunakan Hayashi adalah metode OLS, tetapi karena adanya kemungkinan munculnya simultaneous equation biases maka Hayashi tururt menganalisis dengan pendekatan Cobb-Douglas.