Anda di halaman 1dari 9

Created By : Mahasiswa Poltekes Kemenkes Malang and STIKES Mataram

Trauma inhalasi terjadi kalau menghirup gas toksik yang suhunya

sangat tinggi atau asap


kebakaran.

Gas iritan amonia, klorin, sulfur dioksida

dan nitrogen dioksida Gas yang menyebabkan alergi karbon dioksida, gas dari bahan bakar (metana, etena, propane) Gas asfiksian CO yang merupakan komponen terbesar asap

Luka bakar pada wajah Alis mata dan bulu hidung hangus Adanya timbunan karbon dan tanda-tanda

inflamasi akut di dalam orofaring Sputum yang mengandung arang atau karbon (berwarna hitam)

Wheezing, sesak dan suara serak Adanya riwayat terkurung dalam kepungan api Ledakan yang menyebabkan trauma bakar

pada kepala dan badan

Tanda-tanda keracunan CO (karboksihemoglobin lebih dari 10% setelah berada dalam lingkungan api) seperti kulit berwarna pink sampai merah, takikardi, takipnea, sakitkepala, mual, pusing, pandangan kabur, halusinasi, ataksia, kolaps sampai koma.

o Trauma pada saluran nafas

bagian atas o Trauma pada saluran nafas bawah dan parenkim paru o Toksisitas sistemik akibat inhalasi gas toksik

Trauma paru berat, edema,

dan ketidakmampuan untuk oksigenasi atau ventilasi yang adekuat kematian

Keracunan CO dan inhalasi

dari hasil pembakaran yang lain secara bersamaan dapatmenyebabkan hipoksemia, trauma organ dan morbiditas.

Tengkyu so much....