Anda di halaman 1dari 26

Faal Uropoitika

Oleh: M. Rasjad Indra

Kasus:
Seorang laki-laki berumur 10 tahun mengeluh air kencingnya merah gelap dan wajahnya sembab. Penderita juga mengeluh nyeri telan, demam serta radang saluran napas dua minggu lalu, dan sekarang semua gejala tersebut sudah hilang. Dari hasil pemeriksaan fisik: tekanan darah meningkat dan edema di wajah dan kaki. Dari hasil pemeriksaan kimia darah: terjadi peningkatan kreatinin dan urea darah serta penurunan albumin plasma. Di samping itu, didapatkan proteinuria dan gross hematuria. Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik serta laboratorium tersebut, pasien diduga menderita glumerulonefritis, suatu penyakit sistem imun yang ditandai oleh kerusakan glumerulus. Penyakit ini sebenarnya dapat sembuh sendiri yang ditandai oleh hilangnya tanda dan gejala. Beberapa penderita yang kurang beruntung, penyakitnya menjadi persisten dan berkembang menjadi gagal ginjal yang menetap. Tanda dan gejala yang ditemukan pada penderita merupakan akibat dari kerusakan dan gangguan fungsi glomerulus yang menjurus ke gagal ginjal. Ginjal manusia berperan utama dalam pengendalian volume dan komposisi cairan ekstraseluler. Organ ini berperan memelihara lingkungan internal tubuh, sehingga gangguan struktur dan fungsi organ ini akan menyebabkan terganggunya homeostasis tubuh manusia.
6/22/2013 Uropoitika: Indra, M.R. 2

Fungsi Utama Ekskresi sisa metabolisme Pengaturan:


Keseimbangan air & elektrolit cairan tubuh Keseimbangan asam basa cairan tubuh Tekanan darah

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

MENCUCI DARAH
EFEKTIF APA YG DIBUANG BERAPA BANYAK PORI FILTRASI TEKANAN EFISIEN TEMPAT WAKTU ENERGI

Glomerulus Na K Cl Hidrogen Glukosa Protein Creatinin Urea MASIH DIBUTUHKAN MASIH PERLU DIBUANG

Difusi Osmosis

Biokimiawi

Peritubular I

Tub. Proks.

REABSORBSI

SEKRESI

Vasa recta

Ansa Henle

Peritubular II
6/22/2013

Tub. distalis
4

EKSKRESI

Uropoitika: Indra, M.R.

SELESAI

Renal Blod Flow


1200 ml/menit atau 20-25% Curah jantung Berat ginjal total: 300 mg or 0.5% bb. Aliran darah per grams jar ginjal: 4 ml / menit => 1200 ml / 300 gr, why? Aliran darah sbg besar ke cortex renalis, why? Perubahan RBF & GFR relatif kecil bila tekanan darah arteri: 80 - 180 mmHg, why?
6/22/2013 Uropoitika: Indra, M.R. 5

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

Nephron ~ Functional Unit


1 juta nephron per ginjal Tidak mampu regenerasi nephron baru. Setelah 49 th jumlah nefron berkurang 10 % tiap 10 tahun Terbagi dalam dua regio:
Cortical nephrons: loop of Henle pendek Juxtamedullary nephrons: loop of Henle panjang

Pembentukan urine dihasilkan dari: Glumerular filtration, tubular reabsorption, and tubular secretion.
6/22/2013 Uropoitika: Indra, M.R. 7

Urinary excretion rate = Filtration rate- Reabsorption rate + Secretion rate

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

Filtrasi Glomerulus Pembentukan urine dimulai dg filtrasi plasma di glomerulus GFR ditentukan oleh faktor:
Keseimbangan tekanan hidrostatik & osmotik koloid dua sisi membran glomerulus The glomerular filtration coefficient (Kf) Net Filtr.Pressure= PG - PB - G+ B. GFR= Kf x Net Filtration Pressure

Filtrasi glomerulus tidak terlalu selektif:

Protein (makro molekul) sbg besar tidak terfiltrasi Zat dg berat molekul kecil mudah terfiltrasi (kecuali yang terikat dg protein plasma). Molekul bermuatan negatip lebih sulit terfiltrasi daripada yg bermuatan positip

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

Macula densa

Juxtaglomerular cells

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

10

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

11

Reabsorpsi & Sekresi oleh Tubulus Renalis

Reabsorption terdiri dari Pasif & Aktif


1.Melintas sel epitel tubulus ke interstisiel 2.Melintas membran kapiler peritubular kembali ke darah

Transpor aktif (melawan gradien elektrokmia & membutuhkan energi.


1.Transpor aktif primer

Expl: Sodium transport in luminal membrane prox. Tub. Expl.: Glucose & amino acid reabs.

2.Reabsorsi aktif sekunder

Sekresi aktif sekunder:


Expl: Hydrogen ion: Counter-transport with sodium reabsorption in luminal membrane 6/22/2013 Uropoitika: Indra, M.R.
12

Glucose: Seluruh yg terfiltrasi di reabsorbsi secara aktif (sodium dependent). Urea & Chlorida direabsorbsi scr pasif. Reabsorbsi aktif Na+ --> the driving force

for tubular reabsorb. of water, glucose, amino acids, chloride and phosphate.

Zat organik disekresi oleh ginjal ke tubulus

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

13

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

14

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

15

Constituent Water Sodium Potasium Chloride Bicarbonate Phosphate Glucose Urea Uric acid Creatinine**
6/22/2013

Filtered 167.5 liters 24,000 mmoles 720 mmoles 19,500 mmoles 4,500 mmoles 6g 150 g 50 g 8g 1.5 g

Reabsorbed 166 liters 23,900 mmoles 630 mmoles 19,400 mmoles 4,498 mmoles 5g 150 g 25 g 7.2 g 0g

Excreted 1.5 liters 100 mmoles 90 mmoles 100 mmoles 2 mmoles 1g 0g 25 g 0.8 g 1.8 g
16

Uropoitika: Indra, M.R.

Glucose Threshold

Kemampuan reabsorbsi glukosa terbatas Pada kadar glukosa plasma normal (65-90 mg/dl) => reabsorbsi keseluruhan. Pada glukosa darah 180-200 mg/dl => glucose mulai didapatkan di urine (threshold). Tubular transport maximum (Tm) for glucose: the maximal rate of glucose reabsorption.

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

17

Sodium (Na+): Sebagian besar Natrium yg terfiltrasi direabsorbsi di tubulus: Tubulus proksimalis: 70%. Loop of Henle: 20% Tubukus distalis & duct collectivus : 9% Besarnya ekskresi natrium peran penting dlm keseimbangan Na cairan tubuh

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

18

Ductus Kolektifus:
Pengaturan terakhir ekskresi Na+.

Aldosterone and ADH: meningkatkan Na+ and water reabs. by the collecting duct. Kalium (K+): Difiltrasi, reabsorbsi, dan sekresi Tubulus distalis & ductus collectivus: situs sekresi Kalium

6/22/2013 Uropoitika: Indra, M.R. 19

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

20

The Clearance Concept (CX) to Quantify Kidney Function

Clearance(CX)= UX x V (ml plasma/ minute) PX The Inulin clearance (CIN) = GFR .....Why ? Endogenous Creatinine Clearance also = GFR ..... Why ? Clearance Ratio = Cx CInulin Effective Renal Plasma Flow (ERPF) = CPAH Renal Blood Flow (RBF) = RPF 1-Hematocrit

Excretion Rate = Ux x V Reabsorption Rate = Filtered Load Excretion Rate = (GFR x Px) (Ux x V) Secretion Rate = Excretion Rate Filtered Load
6/22/2013 Uropoitika: Indra, M.R. 21

Clearance Inulin ~ GFR


Inulin: Tidak direabsorbsi & sekresi oleh ginjal Tidak dimetabolisir, sintesis maupun di simpan Mudah menembus membran glomerulus Tidak toksik Dapat diukur kadarnya di plasma maupun urine

Clearamce PAH ~ ERPF


PAH disekresi seluruhnya oleh tubulus shg hampir seluruh plasma yg mengalir ke ginjal terbersihkan dari PAH

mg ( x) / ml (urine) Xml (urine) / min ute Cx ml ( plasma ) / min ute mg ( x) / ml ( plasma )


6/22/2013 Uropoitika: Indra, M.R. 22

Countercurrent Mechanism

Loop of Henle (countercurrent multipliers) & Vasa recta (countercurrent ex-changers) Loops of Henle: establish an osmotic gradient in the medulla. The descending limb: water permiable The ascending limb: Active sodium transport Low water permiability The vasa recta: remove water from the medulla.
6/22/2013 Uropoitika: Indra, M.R.

23

Ureter kanan & kiri:


pembuluh muskuler (peristaltik) Mengalirkan urine dari ginjal ke vesica urinaria

Vesica urinaria berfungsi sbg penampung urine dan secara periodik dikeluarkan secara refleks kencing (miksi)

Kencing Aktifitas kompleks melibatkan saraf otonom dan somatik melalui refleks spinal dan sistem saraf pusat di otak

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

24

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

Ke slide 4

25

6/22/2013

Uropoitika: Indra, M.R.

26