Anda di halaman 1dari 3

KASUS MK : ETIKA KEPERAWATAN

Kasus 1 : Tuan dan Nyonya TN mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Tuan TN meninggal dunia, sedangkan Nyonya TN tidak sadarkan diri karena trauma kepala. Setelah 2 hari dirawat Nyonya TN mulai sadar dan bertanya kepada Perawat yang bertugas tentang keberadaan suaminya.

Kasus 2 Ibu B melahirkan kembar dengan dukun bayi terlatih didesanya pada jam 10.00 wib, bayi yang satunya meninggal dunia. Sampai jam 14.00 wib Ibu B terjadi perdarahan yang tidak henti-hentinya dan akibatnya Ibu B lemas. Kemudian salah satu saudara Ibu B memanggil Perawat T untuk memberikan bantuan. Perawat T memeriksa Ibu B, tekanan darah 80/60 mmHg dan tampak pucat serta sclera anemis. Perdarahan masih belum berhenti. Bila saudara sebagai Perawat T tersebut apa yang akan dilakukan selanjutnya ?

Kasus 3 Saudara perawat tinggal didesa terpencil. Didesa terpencil tersebut tidak ada tenaga kesehatan yang lain dan jarak ke tempat pelayanan kesehatan terlalu jauh. Suatu hari saudara diminta bantuan untuk menolong Ny. X sedang dalam proses melahirkan dan kepala bayi sudah terlihat dijalan lahir.

Etika Keperawatan

Kasus 4 Pasien P seorang penangguran tiba-tiba muntah darah dan dibawa oleh tetangganya ke sebuah Rumah Sakit. Saudara sebagai perawat IGD yang sedang piket menerima pasien tersebut dan berdasarkan kebijakan rumah sakit, setiap pasien baru harus membayar uang muka terlebih dahulu. Bila saudara sebagai perawat IGD tersebut apakah akan menangani pasien tersebut padahal tidak membawa uang untuk membayarnya ?

Kasus 5 Tn. X (55 th) pasien dr. BA dirawat di ICU dengan PPOM. Pasien sudah berulangkali dirawat dengan penyakit yang sama. Selama 3 hari perawatan di ICU, kondisi pasien sakit berat, nafas sangat sesak, sangat gelisah dan sulit tidur. Pasien hanya dapat tidur sekitar 1-2 jam/hari dengan posisi duduk dengan kedua tangan menyangga pada bantal, terpasang infus D 5% + 1 ampul aminophyllin 10-12 tetes/menit. Untuk mengurangi sesak nafas, pasien diberi terapi uap (nebulizer) dan obat untuk mengurangi sesak nafas 3 kali sehari dan jika perlu dengan extra nebulizer. Pada Shift sore hari ke-4 Perawat Senior menemukan pasien Tn. X sangat gelisah dan mengeluh capek dengan kondisinya dan kadang tampak marahmarah pada keluarga yang menunggunya. Melihat kondisi itu, Perawat Senior memindahkan Tn. X ke kamar isolasi dengan persetujuan keluarga pasien agar tidak mengganggu pasien disebelahnya. Lalu Perawat Senior menghubungi dr. BA dan mendapat instruksi untuk menaikkan tetesan infus dan diberikan suntikan 1 ampul Aminophyllin intravena perlahanlahan, serta terapi uap dilanjutkan 1 jam kemudian.

Etika Keperawatan

Kondisi

pasien

tidak

berubah,

sehingga

Perawat

Senior

kembali

menghubungi dr. BA dan Dr. BA datang, dengan didampingi Perawat Senior menjelaskan kepada istri dan anak Tn. X bahwa penyakit Tn. X dengan pemberian obat-obatan dan terapi uap tidak akan menolong. Istri dan anak Tn. X menyatakan sudah pasrah pada Tuhan dengan keadaan Tn. X. Kemudian dr BA juga memberitahukan bahwa Tn. X akan diberi obat tidur agar dapat tenang. Dr. BA menginstruksikan Perawat Senior untuk memberikan suntikan 1 ampul valium 10 mg (2 ml) intravena pelan-pelan. Perawat Senior menyadari bahwa efek samping pemberian valium adalah depresi pusat pernafasan, mengakibatkan henti nafas dan dapat meninggal. Bila saudara sebagai perawat senior tersebut apa yang akan saudara lakukan ?

Kasus 6 Seorang pasien koma selama 2 bulan diruang ICU dengan bantuan peralatan. Bedasarkan analisa medis batang otak pasien tersebut telah mati. Keluarga pasien telah pasrah dengan keadaan tersebut dan

mendesak kepada pihak dokter dan perawat untuk melepas bantuan peralatan tersebut.

Etika Keperawatan