Anda di halaman 1dari 9

PENGANTAR EKONOMI MAKRO MODUL 5 PENDAPATAN NASIONAL I FUNGSI KONSUMSI FUNGSI TABUNGAN EKUILIBRIUM

* * * * * *

Disusun oleh: YANUAR, SE.MM

PR0GRAM KULIAH SABTU MINGGU FAKULATAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCUBUANA

PENDAPATAN NASIONAL I FUNGSI KONSUMSI FUNGSI TABUNGAN EKUILIBRIUM


Tujuan kuliah ke 5 adalah: 1. Agar mahasiswa mengetahui dan memahami fungsi konsumsi 2. Agar mahasiswa mengetahui dan memahami fungsi tabungan 3. Agar mahasiswa mengeatahui dan memahami ekuilibrium sederhana (sektor konsumsi dan investasi) Pengeluaran agregat (aggregate expenditure) AE = C + I Dimana: AE adalah pengeluaran agregat C adalah pengeluaran konsumsi I adalah fungsi investasi Pengeluaran autonomous (autonomous expenditure) Adalah pengeluaran yang naik turunnya tidak tergantung naik turunnya pendapatan nasional Pengeluaran induktif (induced expenditure) Adalah pengeluaran yang naik turunnya tergantung kepada naik turunnya pendapatan nasional Contoh: Fungsi konsumsi adalah: Fungsi investasi adalah Fungsi pengeluaran agregat C = 100 + 0,72Y I = 250 AE = 350 + 0,72Y perkenomian

Pengeluaran autonomous adalah 350 Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB YANUAR, SE.MM PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Pengeluaran induktif

adalah

0,72Y

Fungsi konsumsi (consumption function) Adalah fungsi yang menghubungkan seluruh pengeluaran konsumsi yang diinginkan seluruh rumah tangga dalam perekonomian dengan faktor-faktor yang menetukannya.

Fungsi konsumsi: Dimana:

C = a + bY

C adalah pengeluaran konsumsi Y adalah pendapatan nasional a adalah C pada saat Y = 0 b adalah marginal propensity to consume (MPC) atau perubahan konsumsi akibat perubahan pendapatan nasional C/Y Tabungan (Saving) Adalah seluruh pendapatan disposable yang tidak digunakn untuk barang dan jasa Fungsi tabungan (saving function) Adalah fungsi yang menghubungkan seluruh pengeluaran konsumsi dengan pendapatan nasional. Y=C+S C = a + bY S=YC S = Y (a + bY) S = -a + (1-b)Y Dimana: S adalah tabungan -a adalah tabungan pada saat Y = 0 atau dissaving 1-b adalah marginal propensity to save (MPS) atau perubahan tabungan akibat perubahan pendapatan nasional ( S/ Y) Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB YANUAR, SE.MM PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Kurva: Konsumsi dan Tabungan

C/S

C= a + by

S = -a + (1-b) Y

Y -a

Contoh: Fungsi konsumsi adalah: Tentukanlah: a. Fungsi tabungan? b. Tingkat pendapatan nasional pada saat tabungan sama dengan nol? c. Gambarkan kurnvanya Jawab: a). Y = C + S S=YC S = Y (100 0,72Y) S = Y 0,72Y 100 S = -100 + 0,28Y b). Y = C + S Jika S = 0 maka Y = C Y = 100 + 0,72Y Y 0,72Y = 100 0,28Y = 100 Y = 357,143 Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB YANUAR, SE.MM PENGANTAR EKONOMI MAKRO C = 100 + 0,72Y

Kurva: Konsumsi dan Tabungan

C/S

C= 100 +0,72Y

100

S = -100 + 0,28Y

Y -100
Y=C+S Y/Y = C/Y + S/Y 1 = APC + APS

Dimana: APC adalah average propensity to consume APS adalah average propensity to save Y=C+S Y/Y = C/Y + S/Y 1 = MPC + MPS

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

YANUAR, SE.MM PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Tabel

5.1:

Perhitungan

Kecenderungan

Konsumsi

Rata-Rata

(APC),

KecenderunganTabungan Rata-Rata (APS), Kecendengan Konsumsi Marginal (MPC) dan Kecenderungan Tabungan Marginal (MPS) Y 0 100 500 1000 2000 C 100 180 500 900 1.700 S -100 -80 0 100 300 APC 1,80 1 0,9 0,85 APS -0,8 0 0,1 0,15 Y 100 400 500 1000 C 80 320 400 800 S 20 80 100 200 MPC 0,80 0,80 0,80 0,80 MPS 0,20 0,20 0,20 0,20

Dari tabel 5.1 diatas terlihat pada tingkat pendapatan sama dengan nol tingkat konsumsi msyarakat tetap ada sebesar 100 konsumsi pada saat pendapatan sama dengan nol dibiayai dengan mengambil tabungannya (dissaving = -100) masyarakat artinya walaupun pendapatan sama dengan nol sebagai manusia masyarakat negara tersebut harus makan. Pada tingkat pendapatan 500 tingkat konsumsi juga sebesar 500 artinya jumlah pendapatan hanya habis untuk konsumsi maka tingkat tabungan sama dengan nol. Pada tingkat pendapatan 100 tingkat konsumsi sebesar 900 artinya pendapatan lebih besar dari pengeluaran maka ada tabungan sebesar 100. Dari tabel tersebut diatas juga terlihat bahwa konsumsi rata-rata (average propensity to consume=APC) ditambahkan dengan tabungan rata-rata (average propensity to save =APS) adalah satu. Kecenderungan konsumsi maginal 9marginal propensity to consume = MPC) ditambahkan denga kecenderungan tabungan marginal (marginal propensity to save = MPS) adalah sama dengan satu. Dari table diatas, fungsi konsumsi adalah: C = 100 + 0,80 Y Fungsi tabungannya adalah: Y=C+S S=YC S = Y (100+0,80Y) S = -100 + Y 0,80Y S = -100+ 0,20Y Cara membuat gambar:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

YANUAR, SE.MM PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Sumbu horizontal (mendatar) adalah Y atau pendaptan nasional dan sumbu vertyikal adalah konmsumsi atau tabungan. Kemudian buat garis 45 derajat yang menggambarkan Y = C dimana setiap titik potong di garis tersebut konsumsi akan sama dengan pendapatan atau tabungan sama dengan nol selanjutnya atau tabungan sama denga nol. Y=C+S S=0 Y=C Y = 100 + 0,80Y Y 0,80Y = 100 0,20Y = 100 Y = 500 Kurva Konsumsi dan tabungan

C/S

C= 100 +0,80Y

100 S = -100 + 0,20Y

Y -100
Keseimbangan pendapatan nasional: Y=C+S Y=C+I

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

YANUAR, SE.MM PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Jika I = S maka perekonomian dalam ekuilibrium Jika I >S maka perekonomian mengalami inflasi Jika I < S maka perekonomian mengalami resesi Jika diketahui: Fungsi konsumsi adalah: C = 100 + 0,80Y Investasi adalah: I = 250 Tentukanlah: a. Tingkat pendapayan nasioanal ekuilibrium? b. Tingkat tabungan pada saat ekuilibrium? c. Gambarkan kurvanya Jawab: a. AE = C + I AE = 100 + 0,80Y + 250 AE = Y Y = 100 + 250 + 0,80Y Y = 350 + 0,80Y 0,20Y = 350 Y = 1750 b. C = 100 + 0,8Y C = 100 + 0,8(1750) C = 100 + 1.400 C = 1.500 Tabel 5.2: Konsumsi, Tabungan, Investasi dan Pengeluaran Agregat Y 500 1000 1750 2000 C=100 +0,80Y 500 900 1.500 1.700 S = -100+0,20Y 0 80 250 300 I = 250 250 250 250 250 AE = C+I 750 1150 1750 1950

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

YANUAR, SE.MM PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Pada tabel 5.1 diatas terlihat pada saat pendapatan nasional sebesar 500 konsumsi nasional juga sebesar 500, tabungan nol dan pengeluaran agregat sebesar 750. pada saat pendapatan nasional 1000 Konsumsi nasional 900 dan tabungan sebesar 80 pengeluaran agregat sebesar 1.150. Pada saat pendapatan nasional 1750 konsumsi nasional adalah 1.500 tabungan adalah sebesar 250 sama dengan investasi 250 sedangkan pengeluaran agregat sama dengan jumlah pendapatan nasional yaitu 1.750 maka perekonomian dalam keadaan ekuilibrium. Pada tingkat pendapatan nasional 2000 konsumsi nasional adalah 1.700 pengeluaran agregat 1.950, tabungan sebesar 300 dan investasi 250 berarti jumlah tabungan melebihi investasi serta pendapatan lebih besar dari pengeluaran. Kurva: Pendapatan Nasional dan Pengeluaran Agregat
AE = Y

AE

1750

AE = 350 +0.8 Y

350

1750

Y
Keterangan: Pendapatan nasional ekulibrium terjadi pada perpotongan garis AE = 350 + 0,8Y dengan garis AE = Y dimana pendapatan nasional sama denga pengeluaran agregat yaitu sebesar 1.750

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

YANUAR, SE.MM PENGANTAR EKONOMI MAKRO