Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR PUSTAKA

Ana. (2006). Strategi Terapi Antibiotika Untuk Pneumonia. 26 (6): 6 www.farmacia.com Asiam, M. (2003). Farmasi Klinis. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. Halaman 76. Asinah. Mengenal Kota Medan. Tanggal Akses: 18 Desember 2011. http://www.asinah.net/indonesia/medan-indonesian.html Bartlett, J.G. (2001). Pedoman Terapi Penyakit Infeksi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal. 295-298. Cipolle, R.J., Strand, L.M., Morley. P.C. (1998). Pharmaceutical Care Practice. New York. Mc Graw-Hill. Depkes RI. (2005). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Dwiprahasto, I. Penggunaan Obat Yang Tidak Rasional dan Implikasinya Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan. Bagian Farmakologi dan Terapi FK UGM. Tanggal Akses: 18 Desember 2011. www.farklin.com Faridawati, R. (1995). Penatalaksanaan Pneumonia Bakteri Pada Usia Lanjut. Cermin Dunia Kedokteran. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal. 10. FK UGM. Farmakoterapi Penggunaan Antimikroba. Tanggal Akses: 23 Juli 2011. www.farklin.com FK UGM. Interaksi Obat Dalam Klinik. Tanggal Akses: 25 Agustus 2011. www.farklin.com Glavin, R.J. (2010). Drug Errors: Consequences, Mechanism, and Avoidance. British Journal Anaesthesia. 105 (1): 76-82. Jeremy, P.T. (2007). At Glance Sistem Respirasi. Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga Medical Series. Hal. 76-77. Krahenbuhl, J., Kremer, B., Guinard, B., Bugnon, O. (2008). Practical Evaluation of Drug Related Problems Management Process in Swiss Community Pharmacies.

Universitas Sumatera Utara

Kothe, H., Bauer, T., Marre, R., Suttrop, N., Welte, T. (2008). Outcome of Community Acquired Pneumonia: Influence Age, Residence Status and Antimicrobial Treatment. European Respiratory Journal. 6 (32): 1. Lameshow, S., David , W.H. (1997). Besar Sampel Dalam Penelitian. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal. 119. Mandell, L.A., Grossman, R.F., Marrie, T.H. (2000). Canadian Guidelines for Initial Management of Community Acquired Pneumonia An Evidence Based Update by The Canadian Infectious Disease Society and The Canadian Thorasic Society. Diakses Tanggal 20 Agustus 2011. www.oxfordjournals.org Misnadirly. (2008). Penyakit Infeksi Saluran Napas Pneumonia Pada Anak Balita, Orang Dewasa, Usia Lanjut. Jakarta: Pustaka Popular Obor. Hal. 55-58. Muttaqin, A. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika. Hal. 98-105. Powers, J. H., Phoenix, J.A., Zuckerman, D.M. (2010). Antibiotics Uses and Challenges. Tanggal Akses: 24 desember 2010. www.medscape.com Sajinadiyasi, I., Rai., I., Sriyeni. (2011). Perbandingan Antara Pemberian Antibiotika Monoterapi Dengan Dual Terapi Terhadap Outcome Pada Pasien Community Acquired Pneumonia (CAP) di Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Divisi Paru Lab/SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar. 1 (12): 13-19. Santoso, S. (2001). SPSS Versi 10 Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Cetakan Pertama. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Hal. 305. Setiabudy, R. (2007). Farmakologi dan Terapi. Edisi Kelima. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal. 590-593. Setiawati, R. (2007). Farmakologi dan Terapi. Edisi Kelima. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal. 886-887. Sukandar, E.Y. (2008). ISO Farmakoterapi. Cetakan Pertama. Jakarta: PT. ISFI Penerbitan. Hal. 772-809. Supandi, P.Z. (1992). Pulmonologi Klinik. Jakarta: Bagian Pulmonologi FKUI. Hal. 87- 91. Tam, K.W., Kwok, K.H., Fan, Y., Tsui,K.B. (2008). Detection and Prevention of Medication Misadventures in General Practice. International Journal for Quality in Health Care. 8 (20): 3.

Universitas Sumatera Utara

Torres, A. (2005). Monotherapy in Severe Community of Acquired Pneumonia: Is It Worstly?. Chest Online. Tanggal Akses: 3 Oktober 2011. www.chestjournal.chestpub.org. Tjay, T.H,. dan Raharja, K. (2007). Obat-Obat Penting; Khasiat, Penggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya. Edisi keenam. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Hal. 65-86. WHO. (2001). Health Research Methodology. A Guide for Training in Research Methods. Second Edition. Manila: WHO. Hal. 76.

Universitas Sumatera Utara