Anda di halaman 1dari 10

TUGAS PERORANGAN (TERAKHIR) 1. Bisakah Anda kemukakan salah satu pendapat Teori Klasik tentang Perdagangan Internasional? 2.

Bisakah Anda jelaskan perbedaan pokok antara perdagangan internasional dengan ekonomi internasional? Perdagangan internasional adalah salah satu dari kajian Ekonomi Internasional. Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar suka rela dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Ekonomi internasional adalah cabang ilmu ekonomi yang secara khusus mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan hubungan ekonomi antar negara. Ekonomi internasional menggambarkan aplikasi prinsip-prinsip teori ekonomi mikro dan ekonomi makro ke dalam konteks internasional. 3. Sebutkan apa saja yang termasuk dalam Faktor Produksi, dan apakah itu produktivitas? Kemukakan persamaan dari faktor produksi. Yang termasuk Faktor produksi adalah modal, tanah, tenaga kerja, teknologi. Produktivitas adalah sebagai kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau Produktivitas adalah perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output). Persamaan faktor produksi = Y = capital + land + labour + technology 4. Coba kemukakan dan jelaskan yang dimaksud dengan perpindahan faktor produksi? Perpindahan faktor produksi adalah pergerakan ekonomi berupa land (natural resources), labour (tenaga kerja), capital (barang modal) dan skill (manajerian/keterampilan) secara internasional. Dalam perdagangan internasional yang melewati batas negara, mau tidak mau terjadilah perpindahan faktor produksi tergantung dari permintaan negara mana yang membutuhkan. 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Multi National Corporation (MNC) apa pengaruhnya terhadap Indonesia, sebutkan baik dan buruknya? Multinational Corporations atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi di dua atau lebih negara. MNC menjadi fenomena yang dominan dalam ekonomi internasional saat ini terkait dengan adanya globalisassi perdagangan dan perkembangan perekonomian dunia. Dalam hal perkembangan perekonomian domestik suatu negara, MNC memiliki pengaruh yang signifikan sebab keberadaan MNC pada suatu negara menjadi salah satu penyumbang pajak tertinggi bagi pendapatan suatu negara sekaligus bagi perkembangan ekonominya. MNC adalah bentuk korporasi baru yang tidak dapat di hindari sebagai sebuah konsekuensi logis dari adanya globalisasi itu sendiri. MNC merupakan wujud dari perdagangan modern dimana profit merupakan orientasi utama dari keberadaan setiap MNC di suatu negara.

Kebaikan Keburukannya Adanya MNC akan membuka lapangan kerusakan lingkungan yang disebabkan pekerjaan baru dan mengurangi angka oleh proses produksi, pengangguran. Transfer teknologi dan sistem eksploitasi besar-besaran terhadap kaum manajemen baru akan diperkenalkan buruh, kepada negara tujuan. Hasilnya, pelanggaran hak konsumen, adanya peningkatan skill dari tenaga hingga merebaknya korupsi, kolusi dan kerja. nepotisme (KKN). Keberadaan MNC membangkitkan gairah industri lokal, terutama mereka yang memasok industri mentah ke MNC tersebut. MNC didianggap mampu menambah penghasilan negara dengan adanya pajak insentif yang harus dibayar oleh MNC tersebut. MNC adalah perusahaan yang beroperasi di banyak negara; perusahaan ini memiliki dana sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global.

Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik. Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai. PMN seringkali memanfaatkan subkontraktor untuk memproduksi barang tertentu yang mereka butuhkan. 6. Bisakah Anda jelaskan bahwa perdagangan internasional berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara seperti Indonesia? Dengan melakukan perdagangan internasional negara maju akan memperoleh bahan-bahan baku yang dibutuhkan industrinya sekaligus dapat menjual produknya ke negara-negara berkembang. Sementara itu, negara berkembang dapat mengekspor hasil-hasil produksi dalam negeri sehingga memperoleh devisa. Negara berkembang juga membutuhkan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal yang dapat diperoleh dari negara-negara maju. Devisa dan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal ini dapat digunakan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia, akan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

7. Kemukakan menurut Saudara kondisi perekonomian Indonesia dari aspek Neraca Perdagangan, dan bagaimana pengaruhnya? Dari data Neraca Perdagangannya Indonesia terhadap negara-negara lain lebih banyak terjadi defisit neraca perdagangan, hal ini disebabkan karena negara Indonesia lebih banyak mengimpor barang dari luar negeri dibandingkan mengekspor barang keluar negeri. Impor barang yang dilakukan Indonesia kebanyakan adalah barang-barang mewah yang sifatnya bukan modal, melainkan bersifat konsumtif. Sedangkan ekspor barang Indonesia keluar negeri lebih banyak adalah berupa hasil alam yang belum diolah yang nilainya tambahnya tidak ada, sehingga hanya mendatangkan devisa yang kecil. Kebalikannya dengan barang impor yang diproses dengan teknologi yang tinggi, yang punya nilai lebih mahal, sehingga menguras devisa Indonesia. Hal ini mengakibatkan tidak berkembangnya dunia usaha atau investasi dengan modal asli dalam negeri Indonesia, sehingga berakibat perkembangan ekonomi Indonesia bergerak lambat dan menghabiskan cadangan devisa negara untuk hal-hal yang tidak produktif. Karena tidak produktif maka semakin banyak jumlah pengangguran terjadi di Indonesia yang tidak terserap dalam berbagai lapangan pekerjaan. 8. Bagaimana pendapat Saudara mengenai posisi Indonesia pada saat berlakunya Asean Community khususnya dalam bidang ekonomi atau Asean Economic Community? Dari sisi potensi ekonomi, Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi ASEAN dengan PDB sebesar USD1 triliun, pertumbuhan ekonomi yang tertinggi dibandingkan dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand di mana angka pertumbuhan ratarata adalah 6,4% diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata 10 negara ASEAN sebesar 5,5% per tahun pada 20132017, serta negara berpenduduk terbesar yakni 247 juta jiwa. Selain itu, potensi tersebut juga didukung oleh faktor sumber daya alam, pertumbuhan konsumsi swasta, dan potensi iklim investasi yang makin tumbuh. di samping potensi yang besar itu, tantangan utama yang kita hadapi adalah masih rendahnya daya saing jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Menurut Global Competitiveness Indexyang dikeluarkan oleh World Economic Forum 2012-2013, peringkat daya saing kita berada pada posisi ke- 50 dari 144 negara, turun dari posisi ke-46 pada 2011. Untuk kawasan ASEAN, Indonesia hanya menempati urutan ke-5 di bawah Singapura (2), Malaysia (25), Brunei (28), dan Thailand (38). Ada banyak determinan pendorong produktivitas, yang oleh WEF dikelompokkan ke dalam 12 pilar daya saing, yaitu institusi, infrastruktur, makroekonomi, kesehatan, pendidikan dasar, pendidikan tinggi, efisiensi pasar barang, efisiensi pasar tenaga kerja, pasar keuangan, kesiapan teknologi, besaran pasar, dan inovasi. Memperhatikan daya saing yang masih rendah tersebut, maka sudah saatnya kita harus berbenah dalam segala hal baik dari sisi regulasi di mana aturan hukum harus pro terhadap investasi, pemerintahan harus bersih, keadilan ekonomi harus diciptakan termasuk juga pemerataan, perlunya stabilitas politik, keamanan dan ketertiban sosial, inovasi teknologi, dan ketersediaan infrastruktur yang memadai.

SOAL EKONOMI INTERNASIONAL BERDASARKAN PERKIRAAN SAAT PERKULIAHABN

1. Mengapa pertumbuhan ekonomi sangat tinggi di tahun 2013 tetapi tidak diikuti dengan penurunan jumlah penduduk miskin, melainkan jumlah penduduk miskin semakin bertambah? masyarakat bawah atau mereka yang berpenghasilan rendah tidak tersentuh pertumbuhan ekonomi yang diklaim pada kisaran 6,2 persen. Meningkatnya jumlah penduduk miskin di Jabar menjadi bukti nyata pertumbuhan ekonomi tidak merata. Pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan penduduk perkotaan kelas menengah atas dan industri yang berbasis di perdagangan. Beberapa faktor yang menyebabkan penduduk miskin bertambah miskin yaitu investasi yang masuk tidak padat modal. Hal itu berimbas pada sedikitnya daya serap tenaga kerja oleh kalangan industri.

Akibatnya, laju pertumbuhan penduduk per tahun tidak terserap dan mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran. Meningkatnya jumlah penduduk miskin di Jabar juga mengindikasikan tidak maksimalnya sejumlah program kerakyatan yang dikeluarkan pemerintah. Belum lagi minimnya dana ABPD yang dikucurkan untuk sektor ekonomi kerakyatan. Program bansos (bantuan sosial) ternyata tidak efektif menekan penduduk miskin. Artinya, program tersebut kurang tepat sasaran, Pada dasarnya, pemerintah daerah bisa melakukan sejumlah terobosan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat kelas bawah. Seperti memperbesar porsi belanja modal agar pembangunan infrastruktur bisa lebih merata, terutama sarana prasarana perdesaan untuk menunjang ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Dengan begitu, tidak ada lagi masyarakat desa pindah domisili ke kota, sementara mereka tidak memiliki keahlian. Upaya lainnya yang bisa dilakukan yaitu menggenjot sektor pertanian. Industri tersebut, selama ini belum banyak tersentuh kebijakan ekonomi. Sementara sebagian besar masyarakat Indonesia adalah petani. 2. Dalam APBN 2013 patokan harga minyak dunia adalah US $ 100 per barel, sedangkan kenyataannya harga minyak dunia turun menjadi US$ 95 per barel, berarti terjadi surplus APBN kenyataan kenapa pemerintah tetap bersikukuh untuk menaikkan harga minyak? Karena konsumsi BBM penduduk Indonesia semakin meningkat dan semakin berkurangnya produk atau ladang minyak di Indonesia. 3. Asumsi teori klasik dalam perdagangan internasional adalah hanya 2 negara yang melakukan perdagangan dan 2 barang yang diperjual belikan, dimana keadaan dalam full employment (tidak ada factor produksi yang menganggur), persaingan sempurna, mobilitas Negara sangat tinggi dari factor produksi (tenaga kerja dan capital). Asumsi teori klasik : a. Hanya ada dua negara dan dua barang yang diperdagangkan. b. Mendasarkan diri pada labor theory of value. c. Ongkos produksi konstan. d. Ongkos transportasi diabaikan (sama dengan nol). e. Faktor-faktor produksi dapat bergerak bebas di dalam negeri, tetapi sama sekali tidak dapat berpindah melewati perbatasan negara. f. Persaingan sempurna di pasar barang maupun di pasar factor produksi. g. Distribusi pendapatan dalam suatu negara tidak mempengaruhi perniagaan antar negara. h. Perdagangan dilaksanakan hanya dalam ujud barter (pertukaran barang dengan barang). i. Tidak ada perubahan teknologi. 4. Apa saja instrument kebijakan ekonomi internasional ? a. Kebijakan perdagangan internasional b. Kebijakan pembayaran internasional c. Kebijakan bantuan luar negeri. KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

a.Cakupan kebijakan meliputi tindakan pemerintah terhadap transaksi-transaksi dalam b.TINDAKAN/ KEBIJAKAN PEMERINTAH : (1) Mengundangkan UU No.5/ 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat: untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha; (2)Menurunkan tarif pajak ekspor (beberapa produk tertentu): untuk meningkatkan daya saing. (3) Mendirikan PT. Bank Ekspor Indonesia (BEI): menyediakan pembiayaan, penjaminan, jasa konsultasi dan usaha lain untuk meningkatkan ekspor. KEBIJAKAN PEMBAYARAN INTERNASIONAL a. Kebijakan ini meliputi tindakan/ kebijakan pemerintah rekening modal (Modal di Luar Sektor Moneter): menyangkut lalu lintas modal masuk dan keluar. b.Tindakan/ kebijakan pemerintah : 1.Penghapusan pembatasan penanaman modal asing (PMA): di bidang perkebunan kelapa sawit, perdagangan eceran dan grosir. 2.Pengesahan kerangka kerja sama investasi antar ASEAN 3.Mengundangkan UU No. 24/ 1999 tentang lalu lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar 4.Peraturan BI, PBI No.1/9/PBI/1999: ketentuan mengenai kewajiban pelaporan lalu lintas (kegiatan) devisa melalui Bank dan LKBB. KEBIJAKAN BANTUAN LUAR NEGERI a. Kebijakan bantuan luar negeri adalah tindakan/ kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan bantuan (grants), pinjaman (loans): b. Tindakan/ kebijakan pemerintah : Pemerintah bersama bank Indonesia meneruskan upaya penyelesaian masalah utang luar negeri dan dalam negeri salah satu penyelesaian utang luar negeri adalah : (1) Pemerintah melanjutkan kesepakatan Frankfrut 4 Juni 1998 mengenai restrukturisasi utang jangka pendek antar bank melalui pertemuan di London 29 Maret 1999. (2) Hasil kesepakatan pertemuan London: menukarkan utang luar negeri antar bank (exchange offer) yang jatuh tempo antara 1-4-1999 s/d 31-12-2001 dengan utang baru yang jatuh tempo antara tahun 2002 hingga tahun 2005. (3) Fasilitas yang diberikan kepada para debitor dan kreditor untuk menyelesaikan masalahnya melalui PRAKASA JAKARTA dan INDRA (Indonesia Debt Restruturing Gency) Kebijakan ekonomi internasional dalam arti luas adalah tindakan/ kebijakan ekonomi pemerintah yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi komposisi, arah serta bentuk dari pada perdagangan dan pembayaran internasional. Dalam arti sempit kebijakan ekonomi internasional adalah tindakan/ kebijakan ekonomi pemerintah yang secara langsung mempengaruhi perdagangan dan pembayaran internasional.

5. Teori Klasik itu mempunyai dua manfaat: memungkinkan kita dengan secara sederhana menjelaskan tentang spesialisasi dan keuntungan dari pertukaran. meskipun pada teori-teori berikutnya (teori

modern) kita tidak menggunakan teori nilai tenaga kerja namun prinsip teori ini tetap tidak bisa ditinggalkan. Masing-masing negara yang melakukan perdagangan internasional akan didorong untuk melakukan spesialisasi dalam produksi barang-barang yang mempunyai keuntungan mutlak. 6. Absolute Advantage dari Adam Smith Teori Absolute Advantage lebih mendasarkan pada besaran/variabel riil bukan moneter sehingga sering dikenal dengan nama teori murni (pure theory) perdagangan internasional. Murni dalam arti bahwa teori ini memusatkan perhatiannya pada variabel riil seperti misalnya nilai suatu barang diukur dengan banyaknya tenaga kerja yang dipergunakan untuk menghasilkan barang. Makin banyak tenaga kerja yang digunakan akan makin tinggi nilai barang tersebut. Teori absolute advantage Adam Smith yang sederhana menggunakan teori nilai tenaga kerja, dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: Misalnya hanya ada 2 negara, Amerika dan Inggris memiliki faktor produksi tenaga kerja yang homogen menghasilkan dua barang yakni gandum dan pakaian. Untuk menghasilkan 1 unit gandum dan pakaian Amerika membutuhkan 8 unit tenaga kerja dan 4 unit tenaga kerja. Di Inggris setiap unit gandum dan pakaian masing-masing membutuhkan tenaga kerja sebanyak 10 unit dan 2 unit. 7. Banyaknya Tenaga Kerja yang Diperlukan untuk Menghasilkan per Unit Produksi Dari tabel diatas nampak bahwa Amerika lebih efisien dalam memproduksi gandum sedang Inggris dalam produksi pakaian. 1 unit gandum diperlukan 10 unit tenaga kerja di Inggris sedang di Amerika hanya 8 unit. (10 > 8 ). 1 unit pakaian di Amerika memerlukan 4 unit tenaga kerja sedang di Inggris hanya 2 unit. Keadaan demikian ini dapat dikatakan bahwa Amerika memiliki absolute advantage pada produksi gandum dan Inggris memiliki absolute advantage pada produksi pakaian. Dikatakan absolute advantage karena masing-masing negara dapat menghasilkan satu macam barang dengan biaya yang secara absolut lebih rendah dari negara lain. Kelebihan dari teori Absolute advantage yaitu terjadinya perdagangan bebas antara dua negara yang saling memiliki keunggulan absolut yang berbeda, dimana terjadi interaksi ekspor dan impor hal ini meningkatkan kemakmuran negara. Kelemahannya yaitu apabila hanya satu negara yang memiliki keunggulan absolut maka perdagangan internasional tidak akan terjadi karena tidak ada keuntungan. 8. Comparative Advantage (dari David Ricardo) Cost Comparative Advantage ( Labor efficiency ) Menurut teori cost comparative advantage (labor efficiency), suatu Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana Negara tersebut dapat berproduksi relative lebih efisien serta mengimpor barang di mana negara tersebut berproduksi relative kurang/tidak efisien. Berdasarkan contoh hipotesis dibawah ini maka dapat dikatakan bahwa teori comparative advantage dari David Ricardo adalah cost comparative advantage. Indonesia memiliki keunggulan absolute disbanding Cina untuk kedua produk diatas, maka tetap dapat terjadi perdagangan internasional yang menguntungkan kedua Negara melalui spesialisasi jika Negara-negara tersebut memiliki cost comparative advantage atau labor efficiency.

Pertumbuhan Ekonomi dan Akibatnya Dalam perjalanan waktu, walaupun sumber daya ekonomi tidak dapat bergerak melintasi batas negara, perubahan dalam jumlah kualitas dan kemajuan teknologi pasti selalu akan terjadi. Tenaga kerja semakin bertambah banyak, keterampilan meningkat, lahan pertanian bertambah, teknik produksi yang semakin maju dan sebagainya selalu akan terjadi. Akibatnya biaya-biaya produksi berbagai barang yang dihasilkan dan diperdagangkan juga akan mengalami perubahan, baik secara absolut maupun secara relatif. Karena kemajuan teknologi mampu meningkatkan efisiensi perusahaan-perusahaan yang ada, harga barang-barang tersebut akan turun, tetapi turunnya harga dapat saja terjadi tidak dalam proporsi yang sama besar. Bergantung pada bentuk pertumbuhan faktor-faktor produksi yang dimiliki suatu negara dan akibatnya terhadap perdagangan internasional, maka Hick mencoba mengklasifikasikan kasus pertumbuhan yang netral, yang bias ke ekspor dan yang bias ke impor. Dalam hal tertentu dapat dijumpai kasus yang unik, yaitu kasus pertumbuhan yang justru membuat negara tersebut menjadi lebih miskin. Hal ini dapat terjadi jikalau pertumbuhan ekonomi negara itu menyebabkan meningkatnya permintaan barang impornya dan adanya kelebihan barang ekspor sedemikian sehingga TOT akan turun secara drastis. Harga barang impor meningkat pesat dan harga barang ekspornya turun drastis, sehingga TOT-nya turun drastis. Akibatnya pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan kenaikan output, jadi kenaikan pendapatan nasionalnya, justru akan terkena pukulan berat dari turunnya TOT secara drastis dan akhirnya pendapatan nasionalnya justru akan turun. Bagi sebuah negara kecil yang dalam perdagangan internasional hanya dapat bertindak sebagai price taker, pertumbuhan ekonominya dapat bermacam-macam: 1. Jikalau biaya yang dihadapi oleh industrinya adalah konstan per unit produk maka pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat netral, bias-pro-trade, bias-anti-trade, bias-ultra-protrade atau bias-ultraantitrade, tergantung pada apa yang terjadi pada proporsi sumbangan perdagangan internasional kepada produk domestik bruto negara itu. Jadi, akibat pertumbuhan ekonomi pada perdagangan internasional negara itu semata-mata tergantung pada kondisi selera penduduk. Jikalau meningkatnya pendapatan riil meningkatkan pula permintaan akan barang impor secara proporsional maka pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh netral pada perdagangan internasional negara itu. Demikian pula dengan yang lain. 2. Jikalau biaya yang dihadapi oleh industrinya meningkat dengan meningkatnya output sehingga per unit output meningkat maka pertumbuhan ekonomi yang terjadi juga sama macamnya dengan: (a) Tetapi klasifikasinya menjadi lebih sulit. Apabila pada (a) bentuk pertumbuhan ekonominya hanya dipengaruhi oleh seberapa kuat asumsi yang dilakukan oleh penduduk negara itu di dalam mengimpor produk negara lain karena meningkatnya pendapatan nasional riilnya (elastisitas pendapatan) maka pada (b) pengaruh itu harus dikombinasikan dengan pengaruh perubahan biaya itu pada pola produksinya. Bagi sebuah negara besar yang dalam perdagangan internasional dapat ikut menentukan besarnya harga relatif (TOT) barang-barang yang diperdagangkan, pertumbuhan ekonominya juga dapat membawa akibat yang bermacam-macam seperti pada negara kecil. 1. Jikalau biaya yang dihadapi oleh industrinya adalah konstan per unit produk berapa pun juga jumlah output yang diproduksi maka akibat pertumbuhan ekonomi negara itu pada TOT akan terjadi sejalan dengan kondisi selera penduduk negara itu (efek konsumsi: intensitas asumsi penduduk terhadap

barang impor sebagai akibat naiknya produk domestik bruto). 2. Jikalau biaya dihadapi adalah biaya yang meningkat, biaya per unit akan ikut naik. Apabila outputnya bertambah banyak maka biaya tersebut akan cenderung turun, sehingga pada umumnya pertumbuhan ekonomi suatu negara besar akan mendorong naiknya volume perdagangan internasionalnya. Karena itu apabila asumsi-asumsi yang digunakan tetap dipakai maka pertumbuhan ekonomi suatu negara besar dapat justru menyebabkan negara itu mengalami penurunan pendapatan riilnya walaupun produk domestik brutonya meningkat. Kegiatan Belajar 2 Sumber Pertumbuhan Ekonomi dan Akibat Pertumbuhan Ekonomi Sumber pertumbuhan ekonomi ada dua yaitu: peningkatan sumber daya ekonomi, baik kuantitas maupun kualitas, kemajuan teknologi yang memungkinkan diusahakannya kenaikan produksi tanpa penambahan sumber daya. Kedua sumber pertumbuhan ekonomi itu perlu dibedakan karena akibat yang dapat timbul dari kedua sumber itu ternyata berlainan, Dengan asumsi: a. dua macam sumber daya (misalnya tenaga kerja dan modal). b. dua macam output X dan Y. c. X adalah padat karya dan Y adalah padat modal. d. fungsi produksi yang digunakan adalah fungsi produksi yang homogen berderajat satu (misalnya saja fungsi produksi Cobb-Douglas: Q = AK < 1- ) e. negara itu adalah negara kecil. Maka pertumbuhan salah satu sumber daya saja (tenaga kerja atau modal) pasti akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan ekonomi yang bersifat bias-ultra ke produk yang relatif banyak menggunakan sumber daya yang mengalami pertumbuhan itu (misalnya tenaga kerja bertambah maka pertumbuhan ekonomi akan bersifat bias-ultra ke X, artinya jumlah barang X akan bertambah dalam jumlah yang cukup besar dengan mengantarkan sejumlah barang Y yang tidak dapat diproduksikan karena sumber dayanya terserap untuk meningkatkan produksi barang X tersebut). Kemajuan teknologi terjadi apabila output yang sama dapat dihasilkan dengan sumber daya yang lebih sedikit atau output yang lebih banyak dapat dihasilkan dengan output yang sama seperti semula. Kemajuan teknologi dapat berupa kemajuan teknologi yang terlebur dan kemajuan teknologi yang terpisah. Kemajuan teknologi dapat dikelompokkan menjadi kemajuan teknologi yang netral, kemajuan teknologi yang menghemat tenaga kerja dan kemajuan teknologi yang menghemat modal. Pertumbuhan ekonomi menyebabkan naiknya pendapatan riil masyarakat pada gilirannya akan meningkatkan permintaan akan produk-produk yang dihasilkan sendiri maupun yang berasal dari impor. Apabila kenaikan permintaan dan kenaikan output pada industri-industri itu tidak berubah secara proporsional harga relatif barang-barang tersebut akan berubah jadi, TOT juga akan berubah, distribusi pendapatan juga akan berubah karena adanya realokasi penggunaan sumber daya. Perubahan TOT dapat menguntungkan negara-negara yang sedang berkembang (menurut aliran Inggris) tetapi juga dapat merugikannya (aliran Prebisch). internasional, didirikan sebuah badan internasional yang bernama UNCTAD. Usaha UNCTAD sudah cukup banyak, antara lain penekanan pada negara-negara maju untuk memberikan preferensi tarif (GSP) pada negara-negara berkembang, pembentukan program stabilitas harga dan kerja sama yang lebih baik antara masing-masing negara berkembang sendiri (Selatan-Selatan). Kegiatan Belajar 2 Integrasi Ekonomi Sesudah perang dunia kedua usai perdagangan internasional mengalami perkembangan yang pesat, diikuti oleh perkembangan perusahaan-perusahaan multinasional yang tidak lagi mengenal batas negara derajat

kebergantungan sesuatu negara pada negara-negara lain menjadi semakin besar. Agar derajat kebergantungan yang semakin besar itu dapat dimanfaatkan lebih baik bagi kepentingan negara-negara itu terbentuklah blok-blok ekonomi yang terdiri dari beberapa negara yang merasa berkepentingan untuk melakukan integrasi ekonomi. Blok-blok ekonomi itu antara lain adalah MEE, ASEAN, CALM dan sebagainya. Setiap pembentukan blok-blok ekonomi, seperti itu akan menimbulkan manfaat dan mudarat bagi negaranegara anggotanya sebagaimana terlihat dari efek ekonomi yang diperolehnya. Efek ekonomi yang statis terdiri dari efek penciptaan perdagangan dan efek pengalihan perdagangan. Bergantung dari efek mana yang lebih dominan pengaruh blok ekonomi pada negara anggotanya dapat menguntungkan atau merugikan. MEE adalah salah satu blok ekonomi yang terdiri dari beberapa negara Eropa Barat yang mampu memanfaatkan lokasi dan kebersamaannya untuk menjadi blok ekonomi yang sangat kuat dan kini bahkan mampu mendorong ke arah terbentuknya kesatuan ekonomi yang lebih luas dan mungkin mengarah pada pembentukan negara Eropa. ASEAN yang dicanangkan pada tahun 1967 juga merupakan satu blok ekonomi yang terdiri dari beberapa negara Asia Tenggara. Walaupun susah dalam tahap awal ASEAN telah mampu berkembang menjadi satu blok ekonomi yang relatif berhasil. Namun, untuk berkembang lebih jauh masih banyak hambatan yang perlu diatasi. MODUL 8 TATA EKONOMI INTERNASIONAL BARU Kegiatan Belajar 1 Dasar Tukar Internasional (Terms of Trade) Dasar tukar internasional adalah suatu angka indeks yang menggambarkan posisi suatu negara dalam hubungan dengan negara-negara mitra dagangnya dalam perdagangan internasional. Posisi itu menyangkut pergeseran arah pembagian keuntungan yang ditimbulkan oleh perdagangan itu. Prebisch dan Singer, khususnya menunjukkan bahwa dalam waktu-waktu yang telah lalu ternyata DTI bergerak ke arah yang merugikan negara-negara yang sedang berkembang sehingga selama bertahun-tahun telah terjadi transfer pendapatan dari negara-negara yang sedang berkembang ke negara-negara industri. Tetapi argumentasi Prebisch Singer itu banyak menimbulkan keraguan terutama pada ekonomi negaranegara industri, karena dalam perhitungan DTI yang digunakan terdapat banyak kelemahannya. Pengaruh DTI secara kuantitatif memang tidak mudah karena banyaknya variabel di dalamnya sementara sebagian dari vari
2008 Puslata UT. All right reserved.