P. 1
limfadenopati

limfadenopati

|Views: 989|Likes:
Dipublikasikan oleh Masyithah Teta
LMNH LMH
LMNH LMH

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Masyithah Teta on Jun 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/28/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

Tigger 3 SAYA SAKIT APA DOK?

Mirana 39 tahun, seorang guru di SMU dikota padang, datang ke poliklinik RSUD Sei Sapiah dengan keluhan timbul benjolan dileher sebelah kanan. Sewaktu dianamnesis, mirna menceritakan bahwa sebenarnya enjolan tersebut sudah dirasakannya sejak 8 bulan yang lalu, 1 buah, sebesar kacang kedela. Waktu itu tidak diperdulikan mirna, karna waktu sakit giginya kambuh, mirna juga pernah merasakan benjolan dibawah dagunya yang kemudian hilang sendiri. Tetapi benjolan yang sekarang ini tidak hilang, bahkan makin bertambah besar dan bertambah banyak, walaupun ia sudah minum antibiotika yang dibelinya ditoko obat. Mirna juga merasakan akhir-akhir ini mudah lelah dan malas makan, batuk berdahak yang tidak mau sembuh, juga sering demam ringan bila kena angis sedikit saja. Pada pemeriksaan fisik ditemukan limadenopati multiple diregio colli dextra, 4 buah, dengan diameter 1-2,5 cm , padat dan terfiksir. Akhirnya dokter memberikan surat rujukan untuk pemeriksaan radiologi dan BAJAH ( biopsi aspirasi jarum halus). Dari pemeriksaan BAJAH ditemukan sel tumor ganas yang memberi kesan suatu limfoma malignum non hodgkin, dengan diagnosis banding metastasis karsinoma dan dianjukan untuk dikonfirmasi dengan biopsi. Pemeriksaan histopatologi dari jaringan limfoid adalah suatu LMNH, anaplastic type dengan diagnosis banding metastasis karsinoma anaplastik dan perlu konfirmasi imunohistokimia untuk memastikan jenisya. Mirna jadi bingung, mengapa banyak sekali pemeriksaan yang diperlukannya dan masih belum dapat pengobatan juga? Apa bedanya penyakit yang dideritanya dengan sepupunya yang juga menderita bejolan dileher tetapi setelah pemeriksaan BAJAH, cukup diberikan abat yang harus diminum selama 6 bulan tanpa terputus? Bagaimana anda menjelaskan permasalahan ini pada Mirna? STEP 1 CLARIFY UNFAMILIAR TERMS 1. Pemeriksaan Bajah : pemeriksaan biopsi pemeriksaan jarum halus 2. Limphodenopati multiple : pembesaran kelenjar limph 3. LMNH (limfoma magnam non hodgkin) : suatu keganasan primer jaringan limfoid yang bersifat padat 4. Metastasis karsinoma anaplastic 5. Imunohistokimia : suatu teknik penentuan lokasi antigen jaringan atau sel dengan reaksi antigen antibody 6. Terfiksir: tidak dapat ddigerakkan STEP 2 DEFINE THE PROBLEMS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Apa keluhan yang dirasakan oleh mirna? Apa yang ditemukan saat anamnesis? Apa yang ditemukan pada pemeriksaan fisik? Apa yang menyebabkan benjolan di bawah dag mirna? Pemeriksaan penunjang apa yang dilakukan? Dan apa yang ditemukan? Kenapa benjolan sekang pada mirna tidak hilang walaupun sudah minum antibiotik? Apa diagnosa penyakit mirna? Apa diagnosis banding pada penyakit Mirna? Apa beda penyakit Mirna dengan sepupunya?

demam. Pada mirna ditemukan gejala-gejala seperti tumor ganas. LMNH 8. dan tidak hilang. sedangkan sepupunya mengalami pembesaran kel.mirna) bukan bakteri 7. 4. Pemeriksaan penunjang: pemeriksaan bajah dan pemeriksaan radiologi 6. Karena penyebabnya ( peny. terfiksir. 4 buah. 9. malas makan 3. Diagnosis banding: tumor. limfe STEP 4 limphadenopati defenisi etiologi petogenesa patofisiologi Hodgkin defenisi etiologi diagnosis patogenesa patofisiologi panatalaksanaan Non hodgkin . diameter 1-25cm. pembesaran kel. batuk (berdahak). metastasis karsinoma. Getah bening. Limphadenopati multiple diregio colli dextra. bertambah banyak dan besar  Lelah. Yg detemukan :  Benjolan 1 buah ( sudah 8 bulan) sebesar kacang kedele dileher  Benjolan dibawah dagu yang hilang sendiri. padat. Penyebab benjolan : reaksi imunologi 5. kemudian timbul.STEP 3 1. Ada benjolan dileher sebelah kanan 2.

autoimun. sumsum .STEP 5 LEARNING OBJECKTIVE Mahasiswa mengerti. Bakteri anaerob bila berhubungan dengan caries dentis (gigi berlubang) dan penyakit gusi.idiopatik.menjelaskan dan memahami 1. jumlah. limfa. coronavirus). hipersensitivitas.lattrogenik. 4. stadium keganasan pada tumor perbandingan limphadenopati hodgkin dan non hodgkin pemeriksaan penunjang klasifikasi dan karakteristik LMN dan LMNH STEP 6 Step VII (share the result of information and private study) 1.  Perbedaan non noplastik dengan noplastik : o Limfadenopati non neoplastik :  Respon kelenjar limfe terhadap suatu antigen. Penyebab utama: infeksi. HIV. baik infeksi maupun respon terhadap suatu tumor  Tidak disertai dengan pertumbuhan jaringan baru yang tidak terkontrol dan menetap. Limphadenopati  Defenisi  Penyebab  Perbedaan non noplastik dengan limphadenopati  Klasifikasi limphadenopati (primer dan skunder) 2. konsistensi. herpes simpleks virus. Virus lainnya rubela. merupakan tanda infeksi berat dan telokalisasi. melaainkan dari gejala-gejala lainnya yang menyertai pembesaran kelenjar getah bening. Limfadenopati  Defenisi : o kelenjer getah bening yang abnormal baik dari segi ukuran. 5. influenza. Masing-masing penyebab tidak dapat ditentukan hanya dari pembesaran kelenjar getah bening saja. 3. o Limfadenopati neoplastik terbagi 2 :primer (LMH dan LMNH) dan skunder  Primer (limfoma magnum) :sekelompok tumor ganas yang berasal dari kelenjar getah bening atau limfoid (tonsil. Bakteri pada peradangan KGB (limfadenitis) dapat disebabkan streptokokus beta hemolitikus Grup A atau stafilococcus aureus. o Proses hematopoisis intra nodular pada nodus limfaticus (Guyton)  Penyebab : penyebab yang paling sering adalah hasil dari proses infeksi dan infeksi yang biasanya terjadi adalah inveksi oleh virus pada saluran pernafasan bagian atas (virus parainfluenza.

N3 : metastasis (+) NX: KGB regional tidak dapat dinilai M: metastasis . Insiden : 0.84. T3.1. Stadium Adalah informasi ringkas mengenai status atau perluasan suatu tumor ganas pada waktu ttt.4-3. Perbandingan kejadian laki-laki:perempuan = 1. stadium keganasan pada tumor Grading Adalah menilai / menentukan derajat differensiasi atau keganasan suatu tumor ganas berdasarkan beberapa parameter hsitologi ttt.N2. T2.39/ 100.T4: meningkat ukuran/ perluasaan local TX : tumor primer tidak dapat dinilai N: SPREAD TO REGIONAL N0: tidak ada metastasis ke KGB regional N1. dll ).000 populasi. Namun WHO:     Well differentiated : >75% normal cell - grade I Moderately differentiated: 50-75% - grade II Poorly differentiated: 25-50% - grade III Undifferentiated/ anaplastic: <25% grade IV STADIUM General rules untuk stadium T : LOKAL TUMOR GROWTH T0: tidak ditemukan tumor primer Tis :carcinoma in situ T1 .7 : 1 Sekunder : jaringan limfoid diinfiltrasi sebagian atau seluruhnya oleh sel tumor ganas 2. tulang .

sputum bilasan/sikatan bronkhus) . serviks. Rontgen Polos & dgn kontras 4. perbandingan limphadenopati Hodgkin dan non Hodgkin LMH     LMNH  Mengenai nodus perifer multiple  Penyebaran tidak pada kelenjer limfe yang berdekatan/berbatasan  Sering mengenai Weldeyer ring dan nodus mesenteric  Keterlibatan ekstranodal sering ditemukan Terkolasir pada sekelompok kelenjer limpe (mediastinum. Scintigrafi 8. sputum. Laboratorium 2. USG 5. CT Scan 6. Laparoskopi PEMERIKSAAN PATOLOGI ANATOMI • • • Semua bahan yang dikeluarkan dari tubuh manusia Diagnostik Prognostik JENIS PEMERIKSAAN • • • Pemeriksaan histopatologi ( blok parafin dan potong beku) Pemeriksaan sitologi Sitologi Eksfoliatif (apusan vagina. cervical. Pemeriksaaan penunjang (patologi anatomi) 1. Endoskopi 9.M0: tidak ada metastasis jauh M1: ditemukan metastasis jauh MX: metastasis jauh tidak dapat dinilai 3. MRI 7. paraortic) Penyebaran pada kelenjer limfe yang berdekatan Jangan mengenai Weldeyerirng dan nodus mesenteric Keterlibatan ekstranodal jarang ditemukan 4. Tumor Marker 3.

Giemsa. cairan pleura Sentrifugasi (cytospin) • • • • • • • .• • • • Sitologi Eksfoliatif cairan tubuh (urine. Sitologi aspirasi ini sama dengan biopsi dalam ukuran khususnya dalam hal diagnosis. cairan kista dll) Pemeriksaan histokimia Pemeriksaan imunopatologi/imunohistokimia Pemeriksaan otopsi klinik SITOLOGI • • • • • • Sel FNAB Cairan pleura. cairan ascites. Cairan ascites dll Diagnostik. untuk menilai kekambuhan atau alat tubuh yang diletak nya di dalam sehingga diperlukan tindakan operasi besar untuk mendapatkan jaringan nya. tiroid Imajing : USG seperti hepar Diameter minimal 1 cm Urine. Palpabel Tumor Non imajing : superfisial seperti payudara. cairan ascites. cairan pleura. Follow up Konfirmasi histopatologik Papanicoloau. HE SITOLOGI CAIRAN • • FNAB • • Fine Needle Aspiration Biopsy/Biopsi Aspirasi Jarum Halus = BAJAH Sitologi aspirasi adalah pemeriksaan terhadap sel yang didapat dengan cara aspirasi jaringan tubuh. Disamping itu ada keuntungan yang diperoleh dengan pemeriksaan ini misalnya apabila pasien tidak bersedia untuk dibiopsi. sikatan dan bilasan bronkhus. Diff Quick. Aspirasi dilakukan dengan menggunakan jarum halus dan sempit berukuran 20-25 cc yang bisa dilakukan oleh dokter klinik atau dokter spesialis PA.

operasi .• Hasil bisa ditunggu HISTOPATOLOGI • • Diagnosis definitif Biopsi.

keras tapi masih bisa diproses Volume 1 : 10 Jaringan besar. Biopsi endoskopi 7. HK. faktor prognostik Prognosis. Biopsi laparoskopi EKSISI • • • Polip/papiloma Wide eksisi : tumor ganas kulit Nevus OPERASI • Histerektomi . diiris agar cairan fiksatif bisa masuk Jaringan harus dikirim dalam keadaan utuh !!!!!!!!!! Hanya ahli patologi yang berwewenang memotong dan mengambil potongan jaringan yang representatif Biopsi 1. Carnoy Alkohol 96 % : jaringan berubah warna. Biopsi cakot/punch biopsy 4. grading. Biopsi kerokan 6. Follow up Stadium HE. Bouin’s.IHK • • • • • • Formalin 10%. Biopsi eksisi: seluruh tumor 3.• • • • Jenis tumor. Biopsi insisi : sebagian kecil tumor 2. Biopsi truncut : dengan jarum besar 5. NBF.

PENYEBARAN NODAL LMH NODAL SENTRIPETAL (AKSIAL) CONTIGUOUS LMNH LOW GRADE INTERMEDIATE/ HIGH EKSTRANODAL(10%) EKSTRANODAL (35%) SENTRIFUGAL SENTRIFUGAL NONCONTIGUOUS NONCONTIGUOUS 4. Prognostik 5. CD 15 EBNA. PR. TEMPAT ASAL 2. IMUNOHISTOKIMIA • • • • • • Antigen Antibodi Avidin Biotin ER. sehingga diagnosis dapat ditegakkan dengan segera. LMP-1 Diagnostik. klasifikasi dan karakteristik LMN & LMNH KARAKTERISTIK 1. SITRIBUSI NODAL 3. KETERLIBATAN SSP JARANG(<1%) JARANG(<1%) JARANG(<10%) . Her-2 neu LCA. dan hasil pemeriksaan itu dipakai untuk menentukan tindakan operasi selanjutnya. CD 30.• • • • Mastektomi Colostomi Tiroidektomi Lumpektomi Frozen Section/Vriescoupe Pemeriksaan VC ialah pemeriksaan jaringan tubuh yang dilakukan pada saat operasi masih berjalan dengan menggunakan sistem potong beku.

Nodal marginal zone B-cell lymphoma H. KETERLIBATAN SST MEMPENGARUHI BURUK PROGNOSIS 8. Mantie cell lymphoma E. Hairy cell leukemia J.LBL) II. lymphoma depleted KLASIFIKASI LIMFOMA NON-HODGKIN MENURUT REAL/WHO B-cell neoplasma I. Follicular lymphoma F. MALT type G. Precussor B-cell neoplasm: precussor B-acute lympoblastic leukemia/ lympoblastic lymphoma (B-AL. KLASIFIKSI RYE  Lymphocyte predominant  Nodular sclerosis  Mixed cellurarity  Lymphocyte depletion 2. B-cell cronic leukemia/ small lymphocyte lymphoma B. Lymphoblastic lymphoma/ immunocytoma D.5. B-cell ploriphocytic leukemia C. SEMBUH DENGAN KEMOTERAPI JARANG (<10%) YA SERING (50%) TIDAK JARANG (<20%) YA TA TIDAK YA KLASIFIKASI LIMFOMA HODGKIN 1. Peripheral B-cell neoplasm A. KETERLIBATAN SST 7. Plasmacytoma/plasma cell myeloma . mixed cellurarity. KLASIFIKASI WHO  Nodular lymphoscyte predominance Hodgkin lymphoma (nodular LPHL)  Clasic Hodgkin lymphoma: lymphoma rich. nodular sclerosis. KETERLIBATAN HEPAR JARANG SERING(50%) JARANG 6. Splenic marginal zone lymphoma I.

Angiommunoblastic T cell lymphoma H. Adult t cell lymphoma / leukemia (HTLV 1+) K. Anaplastic large cell lymphoma . Subcutaneous paniculittis like T cell lymphoma G. Burkitt’s lymphoma T-cell and putative NK cell neoplasma I. T – cell granular lymphocyte leukemia C. T-cell chronic lymphocyte leukemia / prolymphocytic leukemia B.K. nasal type I. Hepatosplenic gamma / delta lymphoma F. Mycosis fungoides / seizary syndrome D. primary synthetic type L. Enteropathy type intestinal T cell lymphoma J. primary cutaneuos type M. Peripheral T-cell neoplasm A. Extanodal T/NK cell lymphoma . Prec ussor T cell neoplasma : percussor T-acute (T-ALL. Difuse large B-cell lymphoma L. Aggressive Nk-CELL leukemia . LBL) II. Peripheral t-cel lymphoma . not otherwise characteristic E. Anaplastic large cell lymphoma .

.BAB III Kesimpulan Limpadenopati adalah kelenjer getah bening yang abnormal baik dari segi ukuran. Secara garis besar terbagi menjadi dua limpoma malignum hodgkin dan limpoma malignum nonhodgkin. Untuk menegakkan diagnosa diperlukan anmnesa pemeriksaan fisik dan penunjang salah satunya pemeriksaan bajah. jumlah. konsistensi. dengan karekteristik masingmasing. merupakan tanda infeksi berat dan telokalisasi.

Aru.DAFTAR PUSTAKA Sudoyo. dkk. 2009. Jakarta : InternaPublishing . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->