Anda di halaman 1dari 27

EPIDEMIOLOGI KLINIK I PENGANTAR

NUR NASRY NOOR

BUKU YANG DIANJURKAN


1. Clinical epidemiology, the essentian Second edition, Oleh: Robert h. Fletcher,, suzanne w. Fletcher, dan edward h. Wagner. 2. Clinical epidemiology and biostatistics A primer for clinical investigators and decision makers Oleh: Michael s. Kramer

EPIDEMIOLOGI (1)

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari / membahas tentang distribusi (sifat penyebaran) dan determinan (sifat kejadian) penyakit (gangguan kesehatan) dalam suatu populasi tertentu. Analisis ditujukan pada kelompok dan bukan orang perorang yang didasarkan pada hukum probabilitas (kemungkinan)

EPIDEMIOLOGI (2) Pengamatan lebih diutamakan terhadap apa terjadi suatu kejadian atau tidak dan faktorfaktor yang mempengaruhinya (faktor risiko). Berbagai kejadian dalam masyarakat dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tersebut merupakan dasar dalam menyusun hipotesis dan menguji tingkat kebenarannya.

EPIDEMIOLOGI (3) Analisis epidemiologi lebih sering bekerja secara logika induksi untuk mencari hubungan variabel-variabel yang diamati. Dengan demikian para epidemiolog lebih erat bekerjasama dengan ahli biostatistik dalam mempelajari perbedaan maupun persamaan antar kelompok yang diamati.

ILMU KEDOKTERAN KLINIK(1)


Para klinikus secara khusus banyak berurusan dengan pasiennya secara individu. Para klinikus merasa lebih bertanggung jawab pribadi terhadap pasiennya, sehingga sangat sulit bagi mereka untuk menggolongkan pasien dalam kategori risiko diagnosis atau perawatan secara sepihak.

ILMU KEDOKTERAN KLINIK(2)

Latar belakang pendidikan dasar yang berorientasi pada mekanisme kejadian penyakit dengan mempelajari biokimia, anatomi, ilmu faal dan lainnya. Umumnya ilmu dasar inilah yang lebih banyak mempengaruhi dan sangat menentukan dalam penyelenggaraan riset klinik dan publikasi. Untuk memahami suatu penyakit secara mendalam pada seorang pasien, diperlukan pemahaman terhadap ilmu kedokteran secara menyeluruh.

EPIDEMIOLOGI KLINIK(1)
Ilmu kedokteran klinik dan epidemiologi berkembang bersama-sama bahkan sebagian besar pendiri epidemiologi adalah klinikus. Kedua ilmu ini berpisah dengan kemajuan teknologi masing-masing serta sasaran dan tanggung jawab kerja yang berbeda. Akhirnya kedua kelompok menyadari bahwa ada beberapa hal yang sangat berkaitan satu dengan yang lain.

EPIDEMIOLOGI KLINIK(2)
Sebagian besar situasi dan diagnosis klinik, prognosis serta hasil - hasil perawatan menjadi tak menentu untuk masingmasing pasien sehingga harus dinyatakan sebagai suatu kemungkinan. Kemungkinan untuk masing-masing pasien bisa diperkirakan secara baik sekali dengan melihat pengalaman masa lalu dari kelompok pasien yang serupa.

EPIDEMIOLOGI KLINIK(3)
Karena observasi klinik itu dilakukan oleh orangorang yang bebas melakukan tindakan, akibatnya klinikus dengan berbagai macam keahlian dan perkiraan itu, membuat observasinya dipengaruhi oleh berbagai macam kesalahan sistematis yang bisa merusak hasil kejadian yang sebenarnya sehingga bisa keliru. Untuk membahas efek yang keliru ini, observasi klinik harus didasarkan atas prinsip ilmiah yang baik, termasuk cara untuk mengurangi perkiraan dan estimasi dari faktor kebetulan (chance).

EPIDEMIOLOGI KLINIK(4)
Prinsip-prinsip ini sangat penting bagi para klinisi yang ingin mampu menentukan informasi klinik secara mandiri, misalnya bagi peneliti yang akan melakukan riset. Dewasa ini terjadi cukup banyak perubahan dengan perkembangan pengertian tentang relevansi epidemiologi klinik dalam pendidikan lanjut pasca sarjana maupun latihan epidemiologi klinik.

EPIDEMIOLOGI KLINIK(5)
Epidemiologi klinik merupakan suatu pendekatan untuk membuat dan menginterpretasikan observasi ilmiah dalam ilmu kedokteran. Epidemiologi klinik adalah penggunaan prinsipprinsip dan metode-metode epidemiologi untuk masalah-masalah yang dihadapi dalam ilmu kedokteran klinik. Ilmu ini ada hubungannya dengan cara menduga kejadian-kejadian klinik yang terjadi pada manusia secara utuh untuk melakukan analisis terhadap kejadian tersebut.

EPIDEMIOLOGI KLINIK(6) Kejadian-kejadian klinik yang paling menarik dalam epidemiologi klinik adalah masalah kesehatan yang menjadi masalah khusus bagi pasien dan yang merawatnya. Death : batas waktu dari kelangsungan kejadian. Disease : merupakan hasil diagnosis Disability : kemampuan kemandirian tanpa ketergantungan Disconfort : gejala yang mengganggu pasien Dissatisfaction : keadaan emosional dan mental seperti gelisah, susah, marah

1. 2. 3. 4. 5.

EPIDEMIOLOGI KLINIK(7)
Kejadian klinik dan jenis pertanyaan Normalitas / abnormalitas, (sehat/sakit?) Diagnosis, ketepatan diagnostik? Frekuensi, seberapa sering kejadian? Risiko, faktor risiko yang berhubungan? Prognosis, konsekuensi penyakit? Perawatan, perubahan oleh perawatan? Pencegahan, mencegah penyakit, atau memperbaiki keadaan yang sakit Sebab, akibat penyakit dan mekanisme patogenik kejadian penyakit

BEBERAPA PRINSIP DASAR

Populasi adalah sekelompok orang / penderita yang ingin diketahui sifatnya. Populasi sampel adalah populasi dari mana sampel diambil Sampel adalah bagian populasi yang dipilih untuk diamati secara langsung Penyimpangan (bias) adalah suatu proses pada penentuan kesimpulan yang cenderung menghasilkan sesuatu yang secara sistematik menyimpang dari hasil yang sebenarnya.

VALIDITAS(1)
Kualitas pengukuran ditentukan : Karakteristik subjek yang diukur, Siapa yang melakukan pengukuran, Alat ukur yang digunakan Bila ketiganya memenuhi ketentuan maka nilai hasil pengukuran memiliki validitas yang tinggi (valid). Bila terjadi kesalahan pada salah satu atau lebih, akan menimbulkan hasil yang tidak sesuai dan disebut bias.

VALIDITAS(2)
Validitas adalah derajat ketepatan dari suatu pengukuran dalam mengukur apa yang seharusnya diukur Bias adalah penyimpangan hasil atau inferensi dari kenyataan yang sebenarnya, atau prosesproses yang mengarah ke penyimpangan tersebut. Error dalam penelitian adalah kesalahan yang dapat berpengaruh terhadap validitas penelitian

VALIDITAS(3)
Ada dua macam eror yakni : 1. Random eror adalah kesalahan hasil pengukuran yang terjadi secara random (acak) karena adanya faktor kemungkinan (chance). Bentuk yang sering adalah bentuk sampling eror. 2. Sistematik eror adalah kesalahan hasil pengukuran yang terjadi secara sistematik dan disebut bias.

BESARNYA SAMPEL
Besarnya sampel sebaiknya ditentukan Berdasarkan rumus statistik yang Berhubungan dengan : Tingkat kemaknaan (kesalahan alfa) Probabilitas untuk mendeteksi adanya efek (kesalahan beta) Besarnya efek Rate penyakit tanpa keterpaparan atau prevalensi keterpaparan tanpa penyakit Besar relatif kelompok yang dibandingkan Juga dapat dengan menentukan power of the test

VALIDITAS(4)
Validitas pengukuran adalah derajat ketepatan pengukuran. 1. Logical validity yakni pengukuran yang jelas berhubungan dengan apa yang diukur 2. Contenta validity yakni sejauh mana pengukuran melibatkan seluruh aspek yang berkaitan dengan yang diukur 3. Criterion validity yakni sejauh mana pengukuran tersebut berkorelasi dengan suatu kriteria eksternal (concurrent validity yang hasil sesuai pada waktu yang sama, dan predictive validity yang sesuai dengan hasil yang akan datang) 4. Construct validity yakni sejauh mana pengukuran sesuai dengan konsep teoritis

VALIDITAS(5)
Validitas penelitian : 1. Validitas internal adalah hasil yang sesuai dengan yang diamati dan bukan disebabkan karena faktor lain. 2. Validitas eksternal adalah sampai sejauh mana hasil penelitian berlaku untuk generalisasi (diluar objek penelitian).

VALIDITAS(6)
VALIDITAS

VALIDITAS INTERNAL

POPULASI TARGET

SAMPEL

VALIDITAS EKSTERNAL

POPULASI EKTERNAL

VALIDITAS INTERNAL(1)
Validitas internal merupakan pengukuran yang akurat di luar random eror. Random eror atau bias dapat dibagi : 1. Bias pada seleksi yang terdiri dari self selection bias dan diagnostic bias 2. Bias pada informasi : kesalahan pengelompokan berdasarkan informasi. 3. Confounding yakni efek yang bercampur atau efek yang dikacaukan oleh efek variabel lain 4. Sinergisme yakni efek meningkat bila hasil dikombinasi 5. Interaksi dan efek modifikasi.

VALIDITAS INTERNAL(2)
Ada 8 faktor mempengaruhi validitas pada eksperimental 1. Urutan kejadian (history) 2. Pematangan (maturation) 3. Pengujian (testing) 4. Instumentasi (instrumentation) 5. Perubahan nilai yang beruntun (statistical regression) 6. Bias pada seleksi (selection bias) 7. Kehilangan pada percobaan (experimental mortality) 8. Pematangan selektif (selection maturation interaction)

VALIDITAS EKSTERNAL (GENERALISASI)


Ada 4 faktor yang mempengaruhi Validitas eksternal pada eksperimental 1. Reaktive atau interaktive effect pada testing (pada pretest-design) 2. Interaksi bias seleksi dengan perlakuan eksperimental 3. Efek pengaruh terhadap eksperimental (umpamanya karakteristik laboratorium ikut berpengaruh) 4. Akibat perlakuan yang berulang (multipletreatment interference)

USAHA MENGURANGI BIAS


1. Persiapan yang mantap seperti survei pendahuluan, pemilihan populasi yang tepat, sampel yang benar, standarisasi pengukuran / diagnosis, dan pemilihan kelompok kontrol yang benar. 2. Untuk bias informasi, pengukuran dan wawancara yang standar, klasifikasi data yang benar. 3. Untuk mengurangi confounding : Randomisasi Pengetatan (restriction) Penyesuaian (matching)