Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN HIV/AIDS Topik Sasaran Waktu Tanggal Tempat : HIV/AIDS : Remaja putra : 45 menit : 28 Maret 2013

: di Semarang

I.

Latar Belakang Perawatan alat kelamin adakalanya perlu perawatan yang lain, dibandingkan

yang lainnya. Selain lokasinya yang tidak terlihat secara langsung sehingga pengamatannya lebih susah. Tetapi perawatannya tetap harus dilakukan dan berikut ini mengenai tips merawat alat kelamin, baik pria atau wanita. Pria dan wanita memiliki alat kelamin yang berbeda termasuk bentuk, struktur kegunaan dan fungsinya. Dan tentu saja perawatannya juga berbeda. Vagina yang dimiliki oleh wanita mudah terkena infeksi dan iritasi, berbeda dengan penis yang dimiliki oleh pria karena sebagian besar kulit penis cukup tebal sehingga lebih tahan terhadap iritasi dan infeksi. Didalam merawatnya seringkali salah, seperti contoh, wanita sering membersihkan alat kelaminnya menggunakan sabun biasa atau cairan pembersih yang tidak jelas komposisi kandungannya, atau menaburi bedak, bahkan menyemprotkan parfum didalam vagina. Bagi pria juga misal menggunakan celana dalam yang ketat, hal ini dapat menimbulkan permasalahan lainnya. Untuk mencegah permasalahan tersebut timbul diperlukan pemahaman pada tiap individu dalam melakukan perawatan kesehatan reproduksinya. II. Tujuan Instruksional Umum ( TIU) Setelah diberi penyuluhan selama 45 menit, diharapkan sasaran mampu memahami tentang cara perawatan kesehatan organ reproduksinya III. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah diberi penyuluhan selama 45 menit, diharapkan sasaran dapat : A. Sasaran dapat memahami yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi B. Sasaran dapat memahami cara merawat kesehatan organ reproduksi pria C. Sasaran dapat memahami berbagai penyakit yang menyerang organ reproduksi pria. IV. Sasaran Remaja putra V. Strategi Pelaksanaan Hari/tanggal Waktu Tempat Kegiatan 1. Pembuka 2. Menjelaskan tujuan 3. Menjelaskan materi 4. Diskusi dan tanya jawab 5. Evaluasi VI. Materi A. Pengertian kesehatan reproduksi B. Cara merawat kesehatan organ reproduksi pria. C. Penyakit yang menyerang organ reproduksi pria. : Jumat, 28 Maret 2013 : Pukul 13:00 WIB (45 menit) : Semarang :

V. Metode A. Ceramah B. Tanya jawa/diskusi VII.

Media 1. Leaflet

2. Lembar Balik VIII. Pengorganisasian 1. Moderator dan fasilitator : Nikmatul Sholikah 2. Pembawa materi : Retno Ardiyani IX.

Susunan Acara 1. Pembukaan 2. Acara inti 3. Penutup

X. Pelaksanaan penyuluhan No. Kegiatan Penyuluh 1. Pendahuluan : a. Menyampaikan salam b. Memperkenalkan diri c. Menjelaskan tujuan 2. Penjelasan materi tentang : a. Cara merawat kesehatan organ reproduksi pria. b. Penyakit yang menyerang organ reproduksi pria 3. Diskusi Mengajukan pertanyaan jika 15 menit belum jelas. 4. Evaluasi dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada audience. Menjawab pertanyaan 5 menit 1. Mendengarkan dan memperhatikan 2. Menanyakan hal-hal yang belum jelas 20 menit Kegiatan Audien 1. Membalas salam 2. Mendengarkan dan memperhatikan Waktu 5 menit

XI. Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan. 1. Apa yang dimaksud kesehatan reproduksi? 2. Bagaimana cara merawat kesehatan organ reproduksi pria? 3. Apa saja penyakit yang menyerang organ reproduksi pria?

LAMPIRAN MATERI

A. Kesehatan Reproduksi Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.

B. Merawat Kesehatan Organ Reproduksi Bagi Pria Baik pria maupun wanita, kita perlu menjaga agar tubuh sehat sempurna. Kesehatan yang perlu dijaga juga di daerah intim, yaitu pada organ reproduksi. Bagi pria, kesehatan organ reproduksi tidak hanya sebatas kesehatan penis, tapi juga meliputi perawatan testis. 1. Cuci tangan sebelum dan sesudah buang air kecil Untuk menjaga kebersihanya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah buang air kecil. Hal itu untuk menghindari penis dari kotoran yang berasal dari tangan, sekaligus agar tangan kembali steril setelah memegang penis. 2. Bersihkan daerah sekitar penis setiap kali mandi Jangan pernah malas untuk melakukannya karena seputar organ kemaluan pria memang rentan dengan jamur, terutama daerah lipatan paha dan bawah kantong kemih. Karenanya, selalu jaga kebersihan daerah-daerah tersebut 3. Waspada saat menggunakan toilet umum Siramlah sebelum menggunakan (flushing), hal ini untuk mencegah penularan jika ada pengguna lainnya adalah penderita penyakit kelamin. Sebaiknya gunakan selalu air yang keluar melalui keran atau tissu dan hindari penggunaan dari bak/ember, karena menurut penelitian air yang tergenang di

toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina). 4. Menjaga kebersihan celana dalam Celana dalam berfungsi menjaga penis dan kantong kemih (scrotum) dari goncangan. Sebaiknya, kenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun karena bahan ini menyerap keringat sehingga tidak membuat kepanasan dan lembab. Hindari memakai celana dalam yang terlalu ketat sehingga kepanasan. Panas berlebihan, dapat menurunkan kualitas sperma dalam membuahi sel telur. Sepatutnya dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak dua kali untuk menjaga kebersihan. Selain itu pilihlah bahan celana dalam yang dapat mudah menyerap keringat, karena jika tidak jamur bisa menempel di alat kelamin. Hindari untuk saling bertukar pakaian dalam dengan orang lain bahkan itu keluarga sendiri, karena setiap orang memiliki kondisi kelamin yang berbeda. 5. Merawat rambut yang tumbuh di sekitar alat kelamin Hindari membersihkan bulu di daerah kemaluan dengan cara mencabut karena akan ada lubang pada bekas bulu kemaluan tersebut dan menjadi jalan masuk bakteri, kuman, dan jamur. Selanjutnya dapat menimbulkan iritasi dan penyakit kulit. Perawatan bulu itu disarankan untuk dirapikan saja dengan memendekkan, dengan gunting atau dicukur tetapi sebelumnya menggunakan busa sabun terlebih dahulu dan menggunakan alat cukur khusus yang lembut, dan sudah dibersihkan dengan sabun dan air panas. Perlu diketahui setelah menggunakan simpan dalam tempat yang bersih dan kering, jangan di tempat yang lembab dan jangan menggunakannya secara bergantian bahkan dengan suami/isteri. Rambut-rambut tersebut berfungsi untuk kesehatan alat kelamin, yaitu berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik yang melawan bakteri jahat serta menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina, menjaga alat kelamin tetap hangat dan merupakan bantalan ketika

berhubungan seksual dan melindungi dari gesekan. Sehingga perlu rajin menjaganya agar tidak menjadi sarang kutu dan jamur.

6. Diperiksa secara berkala Pemeriksaan testis dapat dilakukan sendiri untuk memastikan agar tidak terdapat benjolan. Menurut beberapa sumber, kanker testis sering terjadi pada pria berusia 25-30 tahun karena pada masa itu, kaum pria masuk dalam tahap puncak kematangan seksual. Kanker tersebut dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Karena itu, perlu dideteksi. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara mengenali bentuk, ukuran, dan berat masing-masing testis. Dengan menggunakan kedua belah tangan, raba masing-masing testis. Waspadai adanya benjolan kecil di bawah kulit, di bagian depan atau sepanjang testis. Benjolan ini mungkin sebesar butiran beras atau kacang. Bila ada pembengkakan atau benjolan, segera periksakan diri ke dokter. Jangan sungkan menemui dokter, terutama dokter kulit dan kelamin untuk melakukan pemeriksaan rutin. Kesehatan organ reproduksi sangat mempengaruhi kesuburan. Selain itu, kenyamanan dalam melakukan hubungan seksual juga tergantung dari bagaimana kita menjaga kesehatan dan kebersihannya. Karena itu, penting artinya untuk menjaga kebersihan organ reproduksi tersebut. 7. Setia pada pasangan sendiri Hal ini juga merupakan salah satu tips menjaga dan merawat alat kelamin, hindari untuk jajan atau selingkuh C. Penyakit Yang Menyerang Organ Reproduksi Pria

1. Gonorrhea / Kencing Nanah a. Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit kelamin ini;

b. Pada pria, penyakit kelamin ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali; c. Gejala-gejala gonorrhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit kelamin ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan; d. Penyakit kelamin ini dapat disembuhkan dengan antibiotik bila ditangani secara dini. 2. Herpes a. Disebabkan oleh virus, dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan; b. Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit kelamin ini; c. Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair; d. Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang; e. Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering; f. Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes karena lecet terjadi di dalam vagina. 3. Infeksi Jamur a. Disebabkan oleh jamur; b. Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat; c. Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal; d. Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur. 4. Sifilis / Raja Singa

a. Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit kelamin ini; b. Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit; c. Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit kelamin ini dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagian tubuh lain; d. Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin; e. Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina. 5. Bisul Pada Alat Kelamin a. Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV); b. Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit kelamin tersebut; c. Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka; d. Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix; e. Bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan, wanita harus menjalankan pap smear setiap kali berganti pasangan intim. 6. Kutu Kelamin a. Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan; b. Dapat disembuhkan dengan obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin. 7. Kutu Di Bawah Kulit

a. Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit; b. Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh; c. Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh; d. Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut. 8. AIDS a. Penyakit kelamin akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya sistim kekebalan tubuh; b. Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah; c. Dapat menyebabkan kematian setelah sepukuh tahun setelah terinfeksi virus HIV, tetapi pengobatan tidak menyebuhkan secara total) telah ditemukan; d. Disebarkan melalui hubungan intim dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan.

DAFTAR PUSTAKA

http://health.okezone.com/read/2012/08/14/485/677649/jaga-kesehatan-organreproduksi-pria