Anda di halaman 1dari 60

KELARUTAN & GEJALA

DISTRIBUSI
Agus Siswanto, MSi, Apt
Farmasi UMP
LARUTAN???
PRINSIP UMUM
LARUTAN
Suatu campuran dari dua atau lebih
komponen membentuk dispersi molekuler yg
homogen
LARUTAN JENUH
Suatu larutan dimana zat terlarut berada
dalam kesetimbangan dengan fase padat
Misal : parasetamol (1:70), teofilin (1:120)


KELARUTAN??
KELARUTAN
Interaksi spontan dua atau lebih zat membentuk
dispersi molekuler homogen (KUALITATIF)
Konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuh
pada suhu tertentu (KUANTITATIF)
Kadar jenuh solute dlm sejml solvent yg
menunjukan interaksi spontan satu/lebih solute
dg solvent telah terjadi dan membentuk dispersi
molekuler
Jumlah ml pelarut dimana akan larut 1 gram zat
terlarut (USP)
Contoh: 1g asam borat larut dlm 18 ml air, 4 ml
gliserin
ISTILAH PERKIRAAN
KELARUTAN
ISTILAH JUMLAH PELARUT*
Sangat mudah larut < 1
Mudah larut 1 10
Larut 10 30
Agak sukar larut 30 100
Sukar larut 100 1000
Sangat sukar larut 1000 10.000
Praktis tidak larut > 10.000
*Bagian pelarut (g) yg dibutuhkan 1g bagian zat terlarut
FAKTOR KELARUTAN
Sifat fisika kimia solut & solvent
Suhu
Tekanan
pH
INTERAKSI PELARUT
ZAT TERLARUT
PELARUT POLAR
Polaritas pelarut (momen dipol)
Air + alkohol larut dlm segala perbandingan
Ikatan hidrogen
PELARUT MOMEN DIPOL KELARUTAN*
Nitrobenzen 4,2.10
-18
esu.cm 0,0155 mol/kg
Fenol 1,7.10
-18
esu.cm 0,95 mol/kg
* Dalam pelarut air
Hydrogen bonds
Special case of ion-dipole or dipole-dipole interactions
H-bond donor: X-H (or cation)
H-bond acceptor: X (or an anion) where
X = O, N, S
O
H
O
O
H
O
H
Intramolecular
Intermolecular
PELARUT POLAR
Sifat asam-basa lewis (donor-akseptor
elektron)
Struktur molekul
Misal:perbandingan gugus polar terhadap
gugus non polar
alkohol alifatik (R panjang) S
t-butil alkohol campur air
n-butil alkohol 8 g/100 ml

MEKANISME PELARUTAN
Pelarut polar gaya tarik-menarik ion kristal
(NaCl)
Pelarut Tetapan dielektrik Senyawa ionik*
Air 78,5 Larut
Kloroform 4,80 Praktis tdk larut
Benzen 2,27 Praktis tdk larut
*misal NaCl
MEKANISME PELARUTAN
Memutuskan ikatan kovalen (rx asam-
basa)
HCl + H
2
O H
3
O
+
+ Cl
-
RCOOH + H
2
O dapat diabaikan
RCOOH + NaOH RCOO
-
+ Na
+
Solvasi molekul & ion
Gaya interaksi dipol
Ikatan hidrogen
Ion Dipole Interactions

E =
q
1

4tc
o
r
1,2
2
NH
3
+ O
N
H
O
(+)
q
1
is the atomic charges on atom or molecule 1,
2
is the dipole
moment on the adjacent molecule, c
o
is the dielectric constant and
r
1,2
is the distance between 1 and 2
Dipole-Dipole Interactions

E =

1

2
4tc
o
r
1, 2
3
O
N
H
O
(+)

1
is the dipole moment on molecule 1,
2
is the dipole moment on
the adjacent molecule, c
o
is the dielectric constant and r
1,2
is the
distance between 1 and 2
Charge transfer interactions
Dipole-induced dipole interaction

E =
1
2

1
2
o
2
r
1, 2
6
CN
CN
OH
where
1
is the dipole moment on molecule 1, o
2
is the polarizability of the
adjacent molecule, and r
1,2
is the distance between 1 and 2
PELARUT NON POLAR
Interaksi dipol induksi
Gaya van der Waals-London
Misal : minyak/lemak larut dalam benzen
Van der Waals/London-Dispersion forces
(instantaneous dipole-induced dipole interactions)

E =
3I
1
o
2
2
4r
1, 2
6
C H H
C H H
where I
1
is the ionization potential on molecule 1, o
2
is the polarizabiliy
of the adjacent molecule, and r
1,2
is the distance between 1 and 2
Hydrophobic interactions
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
3
CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
3
CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O H
H
O
H
H
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
PELARUT SEMIPOLAR
Sebagai perantara bercampurnya cairan
polar dan non polar melalui INDUKSI
DERAJAT POLARITAS molekul pelarut
non polar
Misal: Aseton S dlm eter
KELARUTAN
GAS DLM CAIRAN
Faktor yg mempengaruhi:
Tekanan
Suhu
Salting out
Reaksi kimia
TEKANAN
Hukum Henry
Larutan yg sangat encer pd T konstan,
konsentrasi gas terlarut sebanding dg tekanan
parsial gas diatas larutan pd kesetimbangan
C
2
= .p
C
2
= konsentrasi gas terlarut (gram/l)
p = tekanan gas parsial (mmHg)
= koefisien kelarutan (M)
Kelarutan gas sebanding tekanan gas dlm
larutan
Sediaan effervescent??
SUHU
SUHU
KELARUTAN GAS/CAIR
ADANYA KECENDERUNGAN GAS BEREKSPANSI
SALTING OUT
Pengusiran garam
Larutan (gas terlarut) + NaCl gas

Adanya gaya tarik-menarik ion garam dg air

Kerapatan air

Gas terlepas
PARAMETER KELARUTAN GAS
Koefisien kelarutan ()
Jml gas terlarut (g/l) pada tekanan tertentu
=C
2
/ p
Koefisien Bunsen ()
Volume gas (l) yg larut dlm 1 liter pelarut
(0C, 760 mmHg)
p= V
gas(STP)
/ V
larutan
SOAL
Jika 0,0160 g O
2
dilarutkan dalam 1 liter
air pada suhu 25C dan pada tekanan O
2

300 mmHg.
Hitunglah Koefisien kelarutan () dan
Koefisien Bunsen ()!

JAWAB
=[c2 (g/l)] / [p (mmHg)]
= 0,0160/300 = 5,33.10
-5
Volume O
2
pd STP??
V
O2
= nRT/p = (0,0160/32)(0,08205)(273,16)
1atm
= 0,0112
= V
gas
/(V
larutan
xp)= 0,0112/(1x 300/760)
= 0,0284
SOAL
Berapa gram O
2
yang dapat dilarutkan
dalam 250 ml air? Jika diketahui tekanan
total diatas campuran 760 mmHg, tekanan
parsial oksigen dalam larutan 0,263 atm,
dan suhu 25C.
JAWAB
= 5,33.10
-5
= C
2
(g/l)/ (0,263x760)mmHg
C
2
= 0,0107 g/liter
C
2
= 0,0027 g/ 250 ml
KELARUTAN CAIRAN
DALAM CAIRAN
LARUTAN IDEAL
Ketidakhadiran sempurna gaya atraksi
molekuler (gas)
Keseragaman sempurna gaya atraksi
molekuler (larutan)
Gaya A A = B B = A B
Larutan ideal & Hukum Raoult

HUKUM RAOULT
Tekanan uap parsial dari setiap konstituen yg
dpt menguap (px) adalah sama dengan tekanan
uap konstituen murni dikalikan dengan fraksi
molnya dlm larutan
Misal: p
A
= p
A
. X
A

p
B
= p
B
. X
B
p
A
&p
B
= tek uap parsial konstituen diatas larutan
dg fraksi mol konsentrasi X
A
&X
B
p = tekanan uap murni konstituen
Berlaku jk zat berada dlm konsentrasi tinggi
CONTOH SOAL
Berapakah tekanan uap parsial benzen
(A) dan etilen klorida (B) dalam larutan yg
mengandung fraksi mol benzen 0,6?
Diketahui tekanan uap benzen murni pd
50 C adalah 268 mm, dan 236 untuk etilen
klorida.
JAWAB
p
A
= 268 X 0,6 = 160,8 mm
p
B
= 236 X 0,4 = 94,4 mm
Tekanan uap total (P) :
P = p
A
+ p
B
= 160,8 + 94,4 = 255,2 mm
LARUTAN NYATA
Ketidakseragaman gaya atraksi molekuler
Gaya atraksi molekuler
Adhesi = gaya interaksi molekul tdk sejenis
Kohesi = gaya interaksi molekul sejenis
Jenis larutan nyata (Hk Raoult):
Penyimpangan Negatif (adhesi > kohesi)
Penyimpangan Positif (adhesi < kohesi)

PENYIMPANGAN NEGATIF
Atraksi adhesi > kohesi
Tekanan uap larutan < tekanan uap
larutan ideal (Hk Raoult)
kelarutan zat
Contoh: Kloroform & Aseton
Terjadi interaksi adhesi (hidrogen bonding)
> kohesinya escaping tendency
Cl
3
C H --- O=C(CH
3
)
2
PENYIMPANGAN POSITIF
Atraksi adhesi < kohesi
Tekanan uap larutan > tekanan uap
larutan ideal (Hk Raoult)
kelarutan zat
Faktor (kohesi): asosiasi molekul
membentuk molekul ganda
(dimer)/polimer
Contoh: Benzen&Etil alkohol,
kloroform&etil alkohol
KATAGORI SISTEM
CAIRAN - CAIRAN
1. Tercampur sempurna
2. Tercampur sebagian

Bercampur = kelarutan timbal-balik dari
komponen dlm sistem cairan-cairan
1.TERCAMPUR SEMPURNA
Dapat bercampur dg segala perbandingan
Misal:
Pelarut polar&semipolar
air-alkohol; gliserin-alkohol; alkohol-aseton
Pelarut non polar
benzen-karbon tetraklorida
Bukan problem pd aspek farmasi
2. TERCAMPUR SEBAGIAN
Terbentuk 2 lapisan cairan (FASE)
Tiap lapisan mengandung cairan lain
dalam keadaan terlarut
Contoh: Sistem Fenol Air
Diagram komposisi-temperatur

Diagram komposisi-temperatur
Kelarutan timbal-balik dipengaruhi suhu
Tie line (kurva binodal) komposisi
komponen dalam kedua fase konjugat
Suhu 50C
Fase A (Fase Air) mengandung 11 % fenol
Fase B (Fase Fenol) mengandung 63 % fenol
Perhitungan komponen dlm fase konjugat (d)

1
3
% 13
% 39
% 11 % 24
% 24 % 63
= =

= =
panjangbd
panjangdc
BeratFaseB
BeratFaseA
1
3
% 13
% 39
% 11 % 24
% 24 % 63
= =

= =
panjangbd
panjangdc
BeratFaseB
BeratFaseA
1
3
% 13
% 39
% 11 % 24
% 24 % 63
= =

= =
panjangbd
panjangdc
BeratFaseB
BeratFaseA
CONTOH SOAL
Campuran fenol 24 g dan 76 g air
membentuk sistem fenol-air pada suhu
50C.
Hitunglah :
Jumlah fase air (A) dan fase fenol (B) yg
terbentuk dlm sistem tsb
Jumlah fenol dalam tiap fase tsb
JAWAB
Berdasarkan diagram (suhu 50C) diketahui
bahwa campuran mengandung 24% fenol
(titik d)
Fase air (A) mengandung 11% fenol
Fase fenol (B) mengandung 63% fenol
Jumlah tiap fase di titik d:

1
3
% 13
% 39
% 11 % 24
% 24 % 63
= =

= =
panjangbd
panjangdc
BeratFaseB
BeratFaseA
g g x FaseB
g g x FaseA
25 100
3
1
75 100
4
3
= =
= =
JAWAB
Jumlah fenol??
Dalam fase air (A) = 11% x 75g = 8,25 g
Dalam fase fenol (B) = 63% x 25g= 15,75g
Total fenol = 8,25 g + 15,75 g = 24,00 g
PENGARUH ZAT ASING
Sifat kelarutan tgt sifat zat X
Jika zat X larut A atau B kel cairan
Fenol-air + Naftalen T
konsulat
(~30C)
Fenol-air + KCl T
konsulat
(~8C)
Jika zat X larut A dan B kel cairan
Fenol-air + Na-oleat T
konsulat min
& T
konsulat
max

Sistem Biner (AB) Sistem Terner (AB-X)
+Zat X
HUBUNGAN MOLEKULER
Indeks topografi struktur molekul & gugus
fungsional

1
X = menjumlahkan ikatan (yg merupakan
kebalikan akar kuadrat jml tiap ikatan)
Propana: H
3
C CH
2
CH
3

1
X = (1x2)
-1/2
+ (1x2)
-1/2
= 1,414
Isobutana

1
X = (1x3)
-1/2
+ (1x3)
-1/2
+ (1x3)
-1/2
= 1,732
CH3
2HC
3H
C
CH3
HUBUNGAN MOLEKULER
Persamaan (analisis regresi) alkana pd
25C:
Ln S = -1,505 2,533
1
X
Kelarutan isobutana
Ln S = -1,505 (2,533x1,732) = 5,8922
S = 2,76.10
-3
molal
LUAS PERMUKAAN MOLEKULER
Amidon dkk (kelarutan non elektrolit
hidrokarbon,eter,alkohol,ester,keton -- dlm
pelarut polar)
Kelarutan luas permukaan total (TSA) zat
terlarut
Log (kelarutan) = 0,0168 (TSA) + 4,44
Hidrokarbon & alkohol dlm air (25C)
Ln (kelarutan) = -0,0430 (HYSA) 0,586 (FGSA) +
8,003 (I) + 4,420
FGSA = luas permukaan gugus hidroksil
HYSA = luas permukaan hidrokarbon
I = variabel indikator, alkohol=1 & hidrokarbon tanpa
OH =0
Senyawa HYSA FGSA S (molal)
n-Butanol 212,9 59,2 1,006
Sikloheksanol 240,9 49,6 3,8x10
-1
Sikloheksana 279,1 = 6,61x10
-4

n-Oktana 383 - 5,80x10
-6

KELARUTAN ZAT PADAT
DALAM CAIRAN
LARUTAN IDEAL
-Log X
2
i
=

X
2
i
= fraksi mol zat terlarut
Hf= panas peleburan molar (kal/mol)
To= titik leleh zat terlarut (K)
T= temperatur larutan (K)
R= tetapan gas = 1,987 kal/der mol
Faktor yg berpengaruh
Suhu
Titik leleh zat padat
Panas peleburan molar


|
.
|

\
| A
To T
T To
R
Hf
. 303 , 2
|
.
|

\
| A
To T
T To
R
Hf
. 303 , 2
|
.
|

\
| A
To T
T To
R
Hf
. 303 , 2
|
.
|

\
| A
To T
T To
R
Hf
. 303 , 2
|
.
|

\
|
A
To T
T To
R
Hf
. 303 , 2
LARUTAN IDEAL
Contoh: Hitung kelarutan naftalen dalam
larutan ideal (20C), jika titik leleh naftalen
80C, dan panas peleburan molar 4500
kal/mol!!
Jawab
-Log X
2
i
=
X
2
i
= 0,27

|
.
|

\
|

=
|
.
|

\
|
A
253 293
293 353
987 , 1 303 , 2
4500
. 303 , 2 x x To T
T To
R
Hf
|
.
|

\
|
= |
.
|

\
| A
253 293
293 353
987 , 1 303 , 2
4500
. 303 , 2 x x To T
T To
R
Hf
LARUTAN NYATA
Konstanta
Koefisien keaktifan zat terlarut
Tgt sifat zat terlarut&pelarut, serta suhu larutan
A2=keaktifan solut dlm larutan
X2= konsentrasi solut
Larutan ideal:

2 2
. 303 , 2
Log
To T
T To
R
Hf
LogX +
|
.
|

\
|
A
=
2
2
2
2
2 2 2
X
LogX Log Log
a
a
=
=

1 2 =
2
Gaya atraksi molekuler
yg harus diatasi
Kerja yg harus dilakukan
untuk memindahkan suatu molekul fase
terlarut & menyimpannya dlm pelarut
3 TAHAP PELARUTAN
TAHAP 1
Pemindahan 1 molekul fase terlarut
Kerja untuk pemecahan ikatan antara 2
molekul berdekatan = 2w
22
Kerja netto = w
22
TAHAP 2
Pembentukan lubang dalam pelarut untuk
menerima zat terlarut
Kerja = w
11
TAHAP 3
Penempatan zat terlarut dlm lubang
pelarut
Kerja atau penurunan energi potensial= -
w
12
Keja total = -2w
12
KERJA TOTAL
TAHAP 1= w
22

TAHAP 2 = w
11

TAHAP 3 = -2w
12
KERJA TOTAL = w
22
+ w
11
- 2w
12
Scatchard-Hildebrand-Wood
~ vol zat terlarut dan vol total pelarut, shg:


V2= vol molar zat terlarut
= vol fraksi pelarut =


2
( )
RT
V
w w w Ln
2
2
1 2
12 11 22 2
|
+ =
|
) ( ) ( 2 2 1 1
1 1
V X V X
V X
+
Kelarutan solut (non polar, sdkt polar)
= parameter kelarutan
2
) 2 1 (
. 303 , 2
2
1 2
2 o o
|
+
|
.
|

\
|
A
=
RT
V
To T
T To
R
Hf
LogX