Anda di halaman 1dari 9

Adm. Kontrak & Angg. Borongan BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi sangat dibutuhkan suatu perancangan awal yang baik. Karena dengan perencanaan yang baik akan menghasilkan hasil yang optimal. Salah satu langkah awal dalam perencanaan adalah mengerjakan Rencana Anggaran Biaya tiap item-item pekerjaan yang dilaksanakan dalam suatu pekerjaan konstruksi. 1.2 Maksud dan Tujuan A. Maksud Tugas ini diberikan sebagai syarat untuk mengikuti ujian mata kuliah Administrasi Kontrak dan Anggaran Borongan. B. Tujuan Tujuan dari pengerjaan tugas ini : 1. Mengetahui metode perhitungan volume pekerjaan. 2. Mengetahui metode perhitungan RAB. 3. Mengetahui prosedur pelaksanaan kontrak. 4. Mengetahui persuratan dalam suatu kontrak.

Andi Patiroi Amien

Adm. Kontrak & Angg. Borongan BAB II TEORI RINGKAS 2.1 Rencana Anggaran Biaya (RAD) 2.1.1 Defenisi Rencana : Himpunan planning termasuk detail/ penjelasan dan tata cara pelaksanaan pembuatan surat bangunan. Anggaran : Perkiraan atau perhitungan biaya suatu bangunan berdasarkan gambar bestek. Biaya : Jenis/ besarnya pengaliran dana yang ada hubungannya dengan borongan yang tercantum dalam persyaratan terlampir. Jadi, Rencana Anggaran Biaya : Menentukan bentuk bangunan yang memenuhi syarat Menentukan Biaya Menyusun tata cara pelaksanaan teknik administrasi. 2.1.2 Tujuan Pembuatan RAD Untuk gambar yang pasti mengenai : Bentuk kostruksi Dasar biaya Pelaksanaan penyelesaian.

2.2 Unsur- Unsur yang Berperan Dalam Pekerjaan Bangunan 2.2.1 Principal atau Pemberi Tugas (bowheer) Bowheer adalah pihak yang mempunyai gagasan untuk membangun. Jenis Bowheer adalah : Perorangan / individual Wakil suatu perusahaan /organisasi Wakil suatu dinas/ Jabatan.

Andi Patiroi Amien

Adm. Kontrak & Angg. Borongan

2.2.2 Perencanaan atau Ahli Adalah pihak yang ditugaskan oleh principal untuk melaksanakan pembuatan design dan rencana anggaran biaya serta memberi advice yang perlu dalam perencanaan/ pelaksanaan proyek. Penghematan Konstruksi dan arsitektur Pemanfaatan

Batas-batas wewenang ahli : 1. Mengubah rencana bangunan dengan memperhatikan : Biaya bangunan dan batas-batas ketentuan biaya tambahan yang tercantum dalam peraturan. Keinginan Principal. Syarat konstruksi sekedar memperbaiki segi estetika.

2. Menyuruh melaksanakan pekerjaan tambahan tanpa persetujuan principal terlebih dahulu asal biaya pekerjaan tambahaan tidak melebihi/ melampaui biaya pekerjaan lain. Pemimpin/ Pembimbing staf ahli/ Perencana disebut Adviser. Tugas- tugas Adviser : Menyalurkan keinginan principal dalam perencanaan. Mengemukakan pertimbangan bentuk yang dikehendaki. Turut memberi advice teknis dalam pelaksanaan.

Yang bertindak sebagai adviser adalah : Seorang sarjana arsitek; bila pekerjaan itu menyangkut gedung/ perumahan. Tenaga sipil/ Sarjana sipil; bila pekerjaan menyangkut jembatan, pengairan/irigasi. 2.2.3 Pengawas/ Direksi

Andi Patiroi Amien

Adm. Kontrak & Angg. Borongan Ialah perorang atau suatu badan yang mewakili principal untuk mengawasi pekerjaan pemborong. Tujuan direksi adalah : 1. Membimbing dan mengawasi pekerjaan. 2. Mengadakan surat menyurat/membuat berita acara. 3. Memeriksa tanda pembayaran/penyelesaian pembayaran. 4. Membuat gambar tambahan (bila ada) dan memperbaiki gambar kerja pemborong. 5. Mencatat/menyuruh konsekuensinya. 2.2.4 Pemborong/ Kontraktor Perusahaan yang bersifat perorangan yang berbadan hokum bergerak dalam bidang bangunan. Misal; CV, PD, dan lain-lain. 2.2.5 Pelaksana/ Uitvoider atau Opseter Teknik Ialah seorang teknisi yang mewakili pemborong dalam pelaksanaan proyek. Pembantu Uitvoider : Kepala tukang Tukang Mandor Pekerja/ buruh mencatat laporan pekerjaan tambahan serta

2.3 Perhitungan Volume Tiap Jenis Pekerjaan Dihitung dalam tanda kesatuan m3 (volume), m2 (luas), m (panjang). Contoh : A. Bahan/ Pedoman menghitung : Denah untuk mengetahui panjang/lebar. Potongan penampang untuk mengetahui tinggi dan lebar bangunan. Detail, menjelaskan ukuran-ukuran khusus. Situasi, menjelaskan keadaan sekitar. Bestek, pemakain jenis bahan.

Andi Patiroi Amien

Adm. Kontrak & Angg. Borongan

B. Cara Menghitung Volume 1. Pekerjaan Tanah : 1.1 Galian tanah untuk abutment Satuan dalam m3 Cara menghitung: penampang galian X jumlah panjang pondasi Harga satuan berdasarkan analisa BOW

1.2 Pekerjaan timbunan tanah Satuan dalam m3 Cara menghitung: timbunan dibawah abutment = Luas dasar galian X tebal lapisan tanah. Harga satuan berdasarkan BOW.

2. Pekerjaan pasang dan peleasteran: 2.1 Tebok pengaman Satuan dalam m3 Cara menghitung : Luas bidang tembok X tebal luas bidang.

2.2 Pekerjaan Talud 3. Pekerjaan Kayu 3.1 Lantai Roda 3.2 Papan Lantai 3.3 Railing 4. Pekerjaan Beton 4.1 Gelagar beton 4.2 Diafragma 5. Pasangan Batu Kali 5.1 Pekerjaan abutment

Andi Patiroi Amien

Adm. Kontrak & Angg. Borongan 2.4 Barchart dan Kurva S 1. Barchart (Diagram Balok) Merupakan pasangan dalam pemakaian bersama dengan diaram network. Pembuatan diagram balok atau barchart terlebih dahulu harus sudah disusun dengan benar. Bentuk diagram balok dan diagram network adalah penggambaran anak panah delam network planning tanpa skala waktu sedangkan pada penggambaran barchart harus pada skala waktu yang benar. 2. Kurva S dan Histogram Untuk lebih menjelaskan pemakaian sumber daya tertentu selama pelaksanaan proyek digunakan 2 macam grafik, yaitu ; grafik pemakaian sumber daya kumulatif, dan grafik sumber daya harian (selanjutnya disebut histogram); yaitu grafik yang sumbu horizontalnya menyatakan waktu pelaksanaan dan sumbu vertikalnya menyatakan kebutuhan sumber dalam waktu (perhari). Grafik pemakain sumber daya komulatif (selanjutnya disebut kurva S); yaitu grafik yang sumbu horizontalnya menyatakan waktu pelaksanaan dalam hari dan sumbu vertikalnya menyatakan jumlah pemakaian sumber daya komulatif dari mulai hari pertama sampai hari tertentu. 2.5 Administrasi Kontrak Adalah manajemen kontrak konstruksi yang pada dasarnya terdiri dari tahap persiapan dan pembentukan kontrak (contract planning and formation) serta administrasi dari kontrak itu sendiri. 2.5.1 Defenisi Kontrak Kontrak adalah suatu persetujuan dengan mana pihak satu, sipemborong mengingatkan diri untuk menyelesaikan suatu pekerjaan bagi pihak lain, pihak yang memborongkan dengan menerima suatu harga yang diinginkan. Kontrak Kerja Konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam menyelenggarakan pekerjaan konstruksi. 2.5.2 Interprestasi Kontrak 1338

Andi Patiroi Amien

Adm. Kontrak & Angg. Borongan Semua persetujua yang dibuat sesuai UU, berlaku sebagai UU bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang telah ditentukan oleh UU. 1342 Jika kata-kata persetujuan jelas, tidak diperkenankan menyimpang daripadanya dengan jalan penafsiran. 1343 Jika kata-kata persetujuan dapat diberi berbagai penafsiran, maka lebih baik diselidi maksud kedua belah pihak yang membuat persetujuan itu, dari pada dipegang teguh arti dari kata menurut huruf. 1344 Jika suatu janji dapat diberi dua arti, maka janji itu harus dimengerti menurut arti yang memungkinkan janji itu dilaksanakan menurut arti yang tidak memungkinkan. Syarat-Syarat Terbebtuknya Kontrak yang Valid: 1. Agreement (kesepakatan): Pihak yang terkait kontrak tidak harus wajib setuju utamanya bahwa harus menjadi suatu moral tetapi menjadi suatu kewajiban yang sah dari undangundang untuk memenuhi apa yang mereka lakukan dan ada bukti kesepakatan. 2. Certainly (kepastian) Terminologi kesepakatan harus pasti, sebab kontrak diciptakan seperti hasil dari suatu penawaran oleh suatu pihak dan penerimaan oleh pihak lainnya dan kedua belah pihak ini menjadi bersatu padu. Dalam keadaan ini hukum tidak menjadi bertentangan, dan sekali dokumen kontrak ditandatangani maka kedua belah pihak harus menerimanya secara keseluruhan. 3. Consideration (pertimbangan) Hal ini berarti bahwa sesuatu harus dibayar, atau ditukar, untuk kontrak yang mengikat dan dapat dilaksanakan karena perkawinan. Hukum kontrak awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan perdagangan dan diperlihatkan pada aturan. Hanya kesepakatan yang

Andi Patiroi Amien

Adm. Kontrak & Angg. Borongan mempunyai unsur tawaran menjadi dikuatkan oleh (pengadian). Hukum Inggris tidak ingin menyelenggarakan kontek serampangan, kesuali jika ada suatu kesepakatan dengan masing-masing pihak memberi suatu perimbangan kepada yang lainnya sebagaii penukar manfaat yang menerima. 4. Capacity to Contract (kapasitas utuk kontrak) Pihak terkait kontrak harus mempunyai kapasitas sesuai untuk masuk kehubungan yang sah tentang undan-undang. 5. Consent ti the Agreement (setuju pada kesepakatan) Itu harus asli dan bebas memberi. Itu harus tidak diperoleh dengan penipuan, penyajian fakta yang keliru, atau dibawah paksaan. 6. Object to a Contract (penolakan pada suatu kontrak) Penolakan pada suatu kontrak harus memungkinkan. 7. Legacity of Object (legalitas objek) Objek harus tidak untuk hal-hal yang melanggar hukum. 8. Necessary Formality (formalitas diperlukan) Untuk dapat dilaksanakan suatu kontrak harus tertulis. 2.5.3 Proritas Dokumen Kontrak Sejumlah dokumen yang membentuk kontrak akan dianggap sebagai penjelas satu sama lain, tapi hal keraguan dan desengajaan dokumen yang sama akan kemudian disampaikan instruksi kepada kontraktor. Kecuali jika tercantum dalam kontrak, proritas dokumen-dokumen yang membentuk kontrak adalah: 1. Kontrak kesepakatan 2. Surat PelunasanPekerjaan 3. Tender 4. Bagian II Ketentuan ini 5. Bagian I Ketentuan ini. 6. Semua dokumen lain yang membentuk kontrak lingkungan

Andi Patiroi Amien

Adm. Kontrak & Angg. Borongan

2.5.4

Trend Kontrak Konstruksi Masa Mendatang Landasan Hukum UU 18/2000 tentang jasa konstruksi PP 29/2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi PP 30/2000 tentang penyelenggaraan pembinaan jasa konstruksi UU 30/1999 tentang arbitrase dan alternative penyelesaian sengketa

Azas 10 Unsur Kejujuran, keadilan, manfaat, keserasian, keseimbangan, kemandirian, keterbukaan, kemitraan, keamanan, keselamatan.

2.5.5

Aspek yang Tercakup dalam Kontrak Para pihak Lingkup pekerjaan Masa pertanggungan Tenaga ahli Hak dan kewajiban para pihak Cara pembayaran Cidera Janji Penyelesaian perselisihan Pemutusan kontrak Keadaan memaksa Kegagalan bangunan Perlindungan kerja Aspek lingkungan HAKI Kesepakatan intensif Bahasa dan hukum

Andi Patiroi Amien