Anda di halaman 1dari 17

ANTENA DAN RADAR

Hafidzah
Nurul Ramadaniah
Silmina Ulfah
Antena adalah piranti untuk memancarkan dan
menangkap pancaran tenaga elektromagnet.

Antena akan beroperasi efektif jika dimensinya


sama dengan panjang gelombang isyarat yang
hendak dipancarkan atau diterima.
Karakteristik Antena
2. sifat-sifat antena adalah serupa dengan saluran

transmisi yang berhubungan dengan panjang,

impedansi, tegangan dan arus.

3. antena untuk frekuensi tinggi (HF) dipasang vertikal

ataupun horisontal terhadap bumi. Antena yang Antena Yagi Uda


dipasang vertikal memancarkan gelombang-

gelombang vertikal (berpolarisasi vertikal).

Sebaliknya antena yang dipasang horisontal

memancarkan gelombang-gelombang horisontal.

4. antena untuk frekuensi sangat rendah (VLF),


Antena Horn
frekuensi rendah (LF) dan frekuensi menengah (MF)

dibangun dengan polarisasi vertikal. Sebab akan

dekat dengan bumi.

5. antena untuk frekuensi lebih tinggi akan baik,

kalau menggunakan polarisasi horisontal.

6. dalam komunikasi jarak pandangakan dapat

diperoleh tenaga isyarat yang maksimum apabila

pada ujung-ujung yang sama terdapat polaritas

yang sama. Antena Parabola


Microwave (gelombang mikro), merupakan pengiriman sinyal
radio dengan frekuensi sangat tinggi pada dua buah relay station
yang terlihat (tidak terhalang) satu sama lain.

Pada gelombang mikro, kisaran frekuensinya adalah dari 1 GHz


sampai 300 GHz. Propagasi/perambatan gelombang pada kisaran
frekuensi ini adalah propagasi line-of-sight. Oleh karena itu
antena microwave umumnya diletakkan diatas gedung, tower,
atau puncak bukit/gunung.

Jarak antara kedua stasiun dapat mencapai 30 mil (tergantung


lengkungan bumi), dan dapat mengirimkan data 10 kali lebih
besar dari kabel biasa tanpa perlu memikirkan cara menanam
kabel atau memasangnya dengan tiang sehingga dapat
terhubung lebih cepat.
Digunakan untuk daerah frekuensi UHF band
atas dan gelombang mikro.
Prinsipnya adalah memusatkan tenaga
radiasi dari radiator
Penguatan antena parabola tergantung dari
diameter dan frekuensi
• Antena yang paling biasa berbentuk piring parabola.
• Diameter sekitar 3 m.
•  Antena berkedudukan tetap dan difokuskan pada gelombang
tertentu untuk mencapai penghantaran line-of-sight kepada
antena penerima.
• Antena biasanya diletakkan di tanah tinggi untuk meluaskan
jarak antar antena sehingga dapat lebih leluasa gangguan dari
penghalang gelombang semakin kecil.
• Jarak maksimum antara antena:
d = 7.14 √Kh (km)
h = tinggi antena,
K = faktor penyesuaian (gelombang mikro mungkin berubah
arah atau terbias disebabkan bentuk lengkuk mukabumi)
biasanya K = 4/3
• Untuk mendapatkan jarak penghantaran yang jauh, beberapa
menara geganti (relay) gelombang mikro digunakan.
• Penggunaan biasa adalah untuk telekomunikasi jarak jauh
(alternatif bagi coaxial cable dan fiber optik)
Fasilitas gelombang mikro memerlukan jarak antara amplifier
atau repeater yang jauh serta bilangan yang kecil, tetapi
memerlukan penghantaran line-of-sight. 
• Digunakan untuk pengiriman sinyal suara dan televisi.
• Boleh juga digunakan untuk jarak dekat
point-to-point yang menyambungkan antara bangunan
berdekatan.
Closed-circuit TV (CCTV)
Pautan data antar LAN
By-pass application (komunikasi jarak jauh untuk tujuan
komersil, menggantikan penyedia jasa telepon lokal.)
• Meliputi sebagian spectrum elektromagnetik.
• Frekuensi biasa antara 2 ke 4 0 GHz.
• Jika frekuensi lebih tinggi, lebar jalur lebih tinggi dan kadar
data lebih tinggi.
• Kehilangan utama disebabkan penurunan kualitas penerimaan
(juga bagi frekuensi radio). 
• Kehilangan, L = 10 log (4ʌd/λ)2 db.
• Jarak antara amplifier atau repeater antara 10 ke 100 km.
• Penurunan bertambah bila hujan, hal ini dapat dilihat pada
frekuensi melebihi 10 GHz.
• Kerusakan juga bisa disebabkan oleh gangguan/noise, semakin
banyak gelombang mikro digunakan, semakin banyak gangguan,
jadi perlu pilih frekuensi khusus.
• Jalur frekuensi biasa bagi telekomunikasi jarak jauh ialah antara
4 GHz ke 6 GHz.(sekarang sampai 11 GHz)
• Jalur 12 GHz digunakan untuk sistem TV kabel.
Radar adalah singkatan dari Radio
Detection And Ranging, bekerja pada
pada gelombang radio dan
gelombang mikro,dengan panjang
gelombang beberapa milimeter
hingga sekitar satu meter.
Teknologi ini berakar dari teknologi
gelombang mikro (microwave).
Prinsip yang jadi kunci utama
teknologi ini adalah pantulan
Dalam teknologi radar, gelombangnya
adalah gelombang mikro. Gelombang
mikro dipancarkan oleh transmitter. Jika
menumbuk suatu permukaan maka
gelombang ini juga mengalami
pemantulan. Pantulannya ini diterima
oleh
alat penerima (receiver) karena
gelombang mikro tidak dapat dilihat
maupun didengar seperti gelombang
Panjang Gelombang
Band Frekuensi (MHz)
(Cm)
Ka 0,8 - 1,1 40.000 - 26.500
K 1,1 - 1,7 26.500 - 18.000
Ku 1,7 - 2,4 18.000 - 12.500
X 2,4 - 3,8 12.500 - 8.000
C 3,8 - 7,5 8.000 - 4.000
S 7,5 - 15,0 4.000 - 2.000
L 15,0 - 30,0 2.000 - 1.000
P 30,0 - 100,0 1.000 - 300

Beberapa band radar dan pemanfaatannya


Band Frekuensi/Panj.Gelombang Pemanfaatan Sistem

- Penyuluhan militer - STAR-1 dan STAR-2


X 8.0 - 12.5 GHz / 3.75 – 2.4 cm
- Pemetaan - CCRS CV – 580

- ERS-1/ERS-2
- Penelitian dalam Multi frekuensi
C 4.0 - 8.0 GHz / 7.5 - 3.75 cm - RADARSAT
- Pemetaan
- PL – Air SAR

S 2.0 - 4.0 GHz / 15 - 7.5 cm - Pemetaan - ALMAZ

- SEASAT
- Penelitian pada Satelit dan Space
L 1.0 - 2.0 GHz / 30 - 15.0 cm - JERS - JPL
Shuttle
- Air SAR

P 0.3 - 1.0 GHz / 100 - 30.0 cm - Pemetaan - JPL-Air SAR


Konsep radar adalah mengukur jarak dari
sensor ke target,ukuran jarak tersebut didapat
dengan mengukur waktu yang diperlukan
gelombang elektromaknetik selama
penjalarannya mulai dari sensor ke target dan
kembali lagi ke sensor dan dengan persamaan di
bawah ini akan didapat jarak antara sensor ke
Sensor

target.
S

Target

Permukaan bumi
Penjalaran Gelombang elektromaknetik dari
sensor ke target
S =c.∆t
2
c : kecepatan cahaya(3.108)
S : jarak antara sensor dengan target di permukaan bumi
∆t: waktu tempuh gelombang elektromaknetik
Data-data yang didapatkan melalui alat penerima
gelombang mikro yang dipantulkan kemudian
diolah, dan biasanya ditampilkan dalam bentuk
gambar (Imaging Radar).
Jika gelombang mikro menumbuk pada permukaan
datar, permukaan itu diilustrasikan sebagai daerah
yang berwarna lebih gelap. Jika menumbuk pada
permukaan yang kasar, misalnya pepohonan di hutan,
gambarnya diilustrasikan sebagai daerah yang lebih
terang. Inilah caranya membuat semacam peta dari
data yang didapatkan melalui radar. Jika hujan lebat,
gambar
yang didapat pasti lebih gelap dibanding saat cuaca
cerah.
Pencitraan radar, baik dengan wahana
pesawat terbang maupun satelit, selalu
dilakukan kearah miring (side looking), hal ini
akan berakibat timbulnya suatu resolusi
spasial, yang terdiri dari komponen resolusi
kearah melintang lintasan (range resolution) dan
resolusi searah lintasan (azimuth resolution).

Sen Lintasan tanah AZIMUTH


sor (searah lintasan)

RANGE
Teknologi radar sesungguhnya telah lama digunakan di
Indonesia, terutama di bandar udara untuk memantau lalu
lintas penerbangan dan pelayaran. Dengan radar pengawas
pantai, kapal yang lalu lalang di pelabuhan dapat diatur
sehingga dapat terhindar dari tabrakan, terutama bila terjadi
cuaca buruk.
Selain memantau lalu lintas kendaraan di laut dan udara, radar
telah lama digunakan untuk memantau kondisi atmosfer untuk
pengamatan cuaca dan iklim. Keberadaan radar ini dapat
segera diketahui dari antenanya yang mirip parabola namun
berputar secara horizontal. Bila dilihat wahananya, antena
radar juga dapat dipasang pada satelit.
Berbagai sistem radar yang diaplikasikan atau beroperasi di
Indonesia merupakan produk impor. Untuk memenuhi
kebutuhan di dalam negeri, baik untuk kepentingan sipil
maupun militer, Indonesia memerlukan impor radar dalam
jumlah besar.
Hal ini memberatkan karena keterbatasan kemampuan
keuangan negara, ditambah harga radar yang sangat mahal