Anda di halaman 1dari 18

MODUL ORGAN SISTEM REPRODUKSI (OGR)

"Seorang wanita dengan keluhan terlambat haid 1 bulan dan nyeri perut hebat"

KELOMPOK 11 0302008091 0302008142 0302008162 0302008182 0302008192 0302008222 0302008252 0302008262 0302008271 0302008274 0302008280 0302008281 0302008292 Elfira Laura Estelia Mila Widyastuti Noer Kamila Prajnya Paramitha Shabrina Herdiana P. Vithia Ghozalla Yuliani Fairuz bt Mahamad Rodzi Izzul Akmal bin Kasarusman M. Fathi bin Abd. Latif M. Redzuan bin Jokiram Nor Fatehah bt Hamdan

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI 27 Juli 2011

BAB 1 PENDAHULUAN
Di Indonesia komplikasi kehamilan trimester pertama dalam bentuk kehamilan ektopik tidak jarang ditemui. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berimplantasi dan berkembang di luar tempat yang biasa. Biasanya peristiwa implantasi zigot terjadi di dalam rongga rahim tetapi bukan pada serviks dan kornu. Dengan demikian kehamilan yang berkembang di dalam serviks dan atau di dalam kornu (bagian interstisial uterus) walaupun masih bagian dari rahim adalah kehamilan ektopik. Jadi dapat dipikirkan insiden penyakit ini sesungguhnya lebih tinggi daripada yang dilaporkan. Kejadian yang terbanyak dilaporkan di Jamaica yaitu 1 dalam 28 kehamilan. Di beberapa tempat di Indonesia dilaporkan insiden yang serupa. Dalam kepustakaan, insidennya berbeda-beda dari 1 dalam 28 sampai 1 dalam 329 kehamilan. Di Amerika dilaporkan 1 dalam 80 sampai 200 persalinan. Oleh karena penyakit infeksi alat kandungan dalam yang disebutkan menjadi penyebab utama kehamilan ektopik banyak terdapat bersama dengan keadaan gizi buruk dan keadaan kesehatan yang rendah, maka insidennya lebih tinggi di negara sedang berkembang dan pada masyarakat yang berstatus sosio-ekonomi rendah daripada di negara maju dan pada masyarakat yang berstatus sosio-ekonomi tinggi. Kehamilan ektopik dilaporkan juga lebih tinggi pada mereka yang mengalami kemandulan, infeksi gonorea, infeksi pasca keguguran, menderita tuberkulosis, dan infeksi-infeksi lain dari saluran telur, pada akseptor alat kontrasepsi dalam rahim dan pil yang mengandung hanya progestagen. Dewasa ini kejadiannya meningkat karena meningkatnya hal-hal yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik seperti penyakit menular seksual, popularitas macam-macam kontrasepsi, tubektomi yang gagal, rekanalisasi dan induksi ovulasi. 1

BAB II LAPORAN KASUS KASUS SESI 1 Seorang wanita 32 tahun datang ke RS dgn keluhan terlambat haid 1 bulan, nyeri perut hebat dan pingsan.Pasien telah menikah 7 tahun belum pernah hamil.

SESI 2 Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan umum : tampak pucat dan kompos mentis 2. Tanda vital : Tekanan darah : 80/40 mmhg Nadi : 108 x/ menit, kecil Suhu : 36,5 oC = normal Respiration rate :20 x /menit 3. Status generalis Mata = konjungtiva anemis Abdomen : Nyeri tekan (+) Nyeri lepas (+)
Nyeri ketuk (+)

Pekak sisi (+) 4. Pemeriksaan dalam Inspekulo : 2

-tampak darah dari ostium uteri kehitaman seperti darah haid -Tampak kavum douglasi menonjol 5. Pemeriksaan colok vagina atau vaginal toucher -portio nyeri goyang -uterus sukar ditentukan kerana nyeri -kavum douglasi menonjol dan nyeri tekan 6. Pemeriksaan laboratorium Darah lengkap semua normal kecuali hb dan ht Hb : 4gr% 7. Lapartomi Pada laparatomi ditemukan rupture tuba pars isthmica kiri Kedua ovarium dalam batas normal Fimbriae kanan melekat pada ligamentum latum

BAB III PEMBAHASAN


MASALAH Keluhan utama : nyeri perut hebat dan pingsan.

Keluhan tambahan : infertile. terlambat haid 1 bulan kemungkinan hamil. ANAMNESIS 1. Identitas Nama : Puan R Umur: 32 tahun Pekerjaan : Alamat : Tomang raya Status : 2. Riwayat penyakit sekarang aktifitas sebelum keluhan utama pernah merasakan hal yang sama sebelumnya? Ada mengalami trauma atau tidak? Ada atau tidak penjalaran sakit? Sakit yang timbul akut atau kronik Sifat nyeri Keluhan lain? Mual-mual?

3. Riwayat penyakit dahulu Ada keluhan traktus gastrointestinal ? Penyakit sistemik seperti infeksi abdomen? Appendicitis 4

4. Riwayat keluarga Ada ahli keluarga yang menderita hal yang sama atau tidak

5. Riwayat hubungan seksual Hubungan seks dlm waktu 1 bulan ini?

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : tampak pucat dan kompos mentis -anemis akibat dari perdarahan atau kurang intake -nyeri hebat ( sitokin dari pembuluh darah menurunkan perfusi darah )

Tanda vital : Tekanan darah 80/40 mmhg = penurunan diastole kemungkinan disebabkan perdarahan syok hipovolemik Nadi 108 x/ menit, kecil = meningkat , kompensasi akibat penurunan tekanan darah. Suhu 36,5 oC = normal Respiration rate 20 x /menit = normal

Status generalis Mata konjungtiva anemis = anemia Abdomen : Nyeri tekan (+) = merupakan tanda abdomen akut Nyeri lepas (+) = merupakan tanda abdomen akut Nyeri ketuk (+) = merupakan tanda abdomen akut Pekak sisi (+) = menunjukan ada cairan di kavum abdomen

Status ginekologis: Inspekulo : -tampak darah dari ostium uteri kehitaman seperti darah haid Kemungkinan rupture terjadi koagulasi Desidua yang luruh kerana hasil konsepsi yang sudah mati -Tampak kavum douglasi menonjol = terisi cairan kerana letaknya paling rendah

Pemeriksaan colok vagina atau vaginal toucher -portio nyeri goyang = terdapat ransangan peritonium -uterus sukar ditentukan kerana nyeri = terdapat ransangan peritonium -kavum douglasi menonjol dan nyeri tekan = terisi cairan kerana letaknya paling rendah

PEMERIKSAAN TAMBAHAN Pemeriksaan laboratorium Darah lengkap semua normal kecuali hb dan ht -Hb 4gr% = anemia gravidarum akibat daripada perdarahan anemia hipovolemik = Anemia perdarahan massive intrabdominal akibat pecahnya kehamilan ektopik. Test kehamilan = beta HcG (+) tanda kehamilan Pemeriksaan USG : tampak cairan di kavum abdomen = kemungkinan darah akibat rupture tuba. Terdapat kantong gestasi diluar kavum uterus = membuktikan terjadi kehamilan ektopik

Pemeriksaan kuldosintesis
-Pungsi di bagian fornix posterior -Lihat cairan hitam ditetes di tissue ada hallo menunjukkan hemolisis

Patofisiologi Kehamilan Tuba Tempat-tempat implantasi kehamilan ektopik antara lain ampulla tuba (lokasi tersering), isthmus, fimbriae, pars interstitialis, kornu uteri, ovarium, rongga abdomen, serviks dan ligamentum kardinal. Zigot dapat berimplantasi tepat pada sel kolumnar tuba maupun secara interkolumnar. Pada keadaan yang pertama, zigot melekat pada ujung atau sisi jonjot endosalping yang relatif sedikit mendapat suplai darah, sehingga zigot mati dan kemudian diresorbsi. Pada implantasi interkolumnar, zigot menempel di antara dua jonjot. Zigot yang telah bernidasi kemudian tertutup oleh jaringan endosalping yang menyerupai desidua, yang disebut pseudokapsul. Villi korialis dengan mudah menembus endosalping dan mencapai lapisan miosalping dengan merusak integritas pembuluh darah di tempat tersebut. Selanjutnya, hasil konsepsi berkembang, dan perkembangannya tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tempat implantasi, ketebalan tempat implantasi dan banyaknya perdarahan akibat invasi trofoblas.

Seperti kehamilan normal, uterus pada kehamilan ektopik pun mengalami hipertrofi akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron, sehingga tanda-tanda kehamilan seperti tanda Hegar dan Chadwick pun ditemukan. Endometrium pun berubah menjadi desidua, meskipun tanpa trofoblas. Sel-sel epitel endometrium menjadi hipertrofik, hiperkromatik, intinya menjadi lobular dan sitoplasmanya bervakuol. Perubahan selular demikian disebut sebagai reaksi Arias-Stella.

Karena tempat implantasi pada kehamilan ektopik tidak ideal untuk berlangsungnya kehamilan, suatu saat kehamilan ektopik tersebut akan terkompromi, seperti dalam kasus ini terjadi ruptur dinding tuba.

Abortus ke dalam lumen tuba lebih sering terjadi pada kehamilan pars ampullaris, sedangkan ruptur lebih sering terjadi pada kehamilan pars isthmica. Pada abortus tuba, bila pelepasan hasil konsepsi tidak sempurna atau tuntas, maka perdarahan akan terus berlangsung. Bila perdarahan terjadi sedikit demi sedikit, terbentuklah mola kruenta. Tuba akan membesar dan kebiruan (hematosalping), dan darah akan mengalir melalui ostium tuba ke dalam rongga abdomen hingga berkumpul di kavum Douglas dan membentuk hematokel retrouterina.

Diagnosis Kerja : perdarahan massive intraabdominal et causa kehamilan ektopik terganggu Diagnosis Banding : Appendicitis akuta Abortus insipiens Endometriosis

Penatalaksanaan : Atasi syok : ringer laktat Bolus awal 1-2 liter pada orang dewasa. Tranfusi whole blood sesuai dengan penyebab penurunan Hb yaitu perdarahan

1. Penanganan kehamilan ektopik pada umumnya adalah laparotomi. Pada laparotomi perdarahan selekas mungkin dihentikan dengan menjepit bagian dari adneksa yang

menjadi sumber perdarahan. Keadaan umum penderita terus diperbaiki dan darah dalam rongga perut dan di kavum daouglasi sebanyak mungkin dikeluarkan. 2. Dalam tindakan demikian, beberapa hal yang harus dipertimbangkan yaitu : kondisi penderita pada saat itu, keinginan penderita akan fungsi reproduksinya, lokasi kehamilan ektopik. Hasil ini menentukan apakah perlu dilakukan salpingektomi (pemotongan bagian tuba yang terganggu) pada kehamilan tuba. 3. Dilakukan pemantauan terhadap kadar HCG (kuantitatif). Peninggian kadar HCG yang berlangsung terus menandakan masih adanya jaringan ektopik yang belum terangkat 4. Penanganan pada kehamilan ektopik dapat pula dengan transfusi, infus, oksigen, atau kalau dicurigai ada infeksi diberikan juga antibiotika dan antiinflamasi. Sisa-sisa darah dikeluarkan dan dibersihkan sedapat mungkin supaya penyembuhan lebih cepat dan harus dirawat inap di rumah sakit 5. Pada hasil laparatomi didapatkan Fimbriae kanan melekat pada ligamentum latum. Jika pasien masih ingin hamil, perlekatan fimbriae pada ligamentum latum harus dilepas supaya proses kehamilan dapat berlangsung lancer.

Prognosis : Ad vitam : Dubia ad bonam Ad fungsionam : Dubia ad malam Ad sanationam : Dubia ad bonam

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA


DEFINISI Kehamilan dimulai dengan telur yang dibuahi. Biasanya, telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim. Dengan kehamilan ektopik, sel telur dibuahi implan tempat lain. Kehamilan ektopik hampir selalu terjadi di salah satu tabung yang membawa telur dari ovarium ke rahim (tuba fallopi). Jenis kehamilan ektopik dikenal sebagai kehamilan tuba. Jarang, kehamilan ektopik terjadi pada ovarium, perut atau leher rahim (serviks). Kehamilan ektopik tidak dapat dilanjutkan secara normal. Telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup, dan jaringan yang berkembang dapat merusak struktur berbagai ibu. Jika tidak diobati, yang mengancam jiwa kehilangan darah mungkin. Pengobatan dini kehamilan ektopik dapat membantu melestarikan kesempatan untuk kehamilan yang sehat di masa depan. Dalam banyak kasus, seorang wanita dengan kehamilan ektopik berkembang tidak memiliki indikasi yang hamil. Tanda-tanda awal dan gejala, jika terjadi, mungkin sama dengan setiap kehamilan - terlambat haid, nyeri payudara, mual dan kelelahan. Jika Anda mencurigai kehamilan dan mengikuti tes, maka akan positif. GEJALA Tapi kehamilan ektopik tidak dapat dilanjutkan seperti biasa. Tanda-tanda peringatan pertama dari sebuah kehamilan ektopik sering termasuk:

Cahaya pendarahan vagina Perut bagian bawah nyeri Kram di salah satu sisi panggul 10

Jika tuba falopi pecah, gejala termasuk: Nyeri tajam, menusuk di panggul, perut, atau bahkan bahu dan leher Pusing Ringan

ETIOLOGI Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi terjebak dalam perjalanan ke rahim - sering karena tuba fallopi bekas luka, rusak atau cacat. Kadang-kadang, penyebab spesifik dari suatu kehamilan ektopik masih merupakan misteri.

FAKTOR RESIKO Hingga 20 diperkirakan dalam setiap 1.000 kehamilan ektopik. Berbagai faktor yang terkait dengan kehamilan ektopik, termasuk:

Kehamilan ektopik sebelumnya. Jika Anda sudah punya satu kehamilan ektopik, Anda lebih mungkin untuk memiliki yang lain.

Peradangan atau infeksi. Mayoritas wanita dengan kehamilan ektopik memiliki peradangan pada tuba fallopi (salpingitis) atau infeksi saluran rahim, tuba atau indung telur (penyakit radang panggul). Gonore atau klamidia dapat menyebabkan masalah tuba yang meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Sebuah kondisi yang menyebabkan jaringan yang biasanya garis rahim untuk berkembang di luar rahim (endometriosis) juga sedikit dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Masalah kesuburan. Mengambil obat untuk merangsang ovulasi meningkatkan risiko kehamilan ektopik. 11

Masalah struktural. Sebuah kehamilan ektopik lebih mungkin jika Anda memiliki tuba falopi yang luar biasa berbentuk atau tabung falopi rusak, mungkin selama operasi. Bahkan operasi untuk merekonstruksi tuba fallopi dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Pilihan kontrasepsi. Dengan penggunaan yang tepat, kehamilan yang jarang terjadi ketika menggunakan pil KB atau alat kontrasepsi (IUD). Jika kehamilan terjadi, bagaimanapun, ini lebih mungkin ektopik. Hal yang sama berlaku untuk kehamilan setelah ligasi tuba, metode pengendalian kelahiran permanen umumnya dikenal sebagai "memiliki tabung Anda terikat." Meskipun kehamilan jarang setelah ligasi tuba, jika itu terjadi itu lebih mungkin untuk ektopik.

Kehamilan yang sukses setelah kehamilan ektopik masih dapat dilakukan. Bahkan jika satu tabung terluka atau dihapus, telur dapat dibuahi di tuba falopi lain sebelum memasuki rahim. Jika kedua tabung terluka atau dihapus, fertilisasi in vitro dapat menjadi pilihan. Dengan prosedur ini, telur matang dibuahi di laboratorium dan kemudian ditanamkan ke rahim.

KOMPLIKASI Bila Anda memiliki kehamilan ektopik, taruhannya tinggi. Pengobatan dapat menyebabkan hilangnya organ reproduksi atau infertilitas. Tanpa pengobatan, taruhannya bahkan lebih tinggi. Sebuah tabung fallopi pecah dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa.

TEST DAN DIAGNOSIS Jika penyedia layanan kesehatan Anda mencurigai kehamilan ektopik, ia mungkin melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa rasa sakit, nyeri, atau massa dalam tabung fallopi atau 12

ovarium. Sebuah pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk mendiagnosis kehamilan ektopik, namun. Diagnosis biasanya dikonfirmasi dengan tes darah dan studi pencitraan, seperti USG.

Dengan USG standar, frekuensi tinggi gelombang suara yang diarahkan pada jaringan di daerah perut. Selama awal kehamilan, bagaimanapun, rahim dan saluran tuba lebih dekat ke vagina daripada permukaan perut. USG kemungkinan akan dilakukan melalui perangkat tongkat-seperti ditempatkan dalam vagina Anda.

Kadang-kadang itu terlalu cepat untuk mendeteksi kehamilan melalui USG. Jika diagnosis dipertanyakan, dokter dapat memantau kondisi Anda dengan tes darah sampai kehamilan ektopik dapat dikonfirmasi atau dikesampingkan melalui ultrasound - biasanya empat sampai lima minggu setelah pembuahan.

Dalam situasi darurat - jika Anda pendarahan berat, misalnya - kehamilan ektopik dapat didiagnosis dan diobati pembedahan.

PENATALAKSANAAN

Sebuah telur yang dibuahi tidak dapat berkembang secara normal di luar rahim. Untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa, jaringan ektopik harus dihapus.

13

Kadang-kadang jika kehamilan ektopik dideteksi dini, suntikan methotrexate obat dapat digunakan untuk menghentikan pertumbuhan sel dan melarutkan sel yang ada. Setelah injeksi, dokter akan memantau darah untuk hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (HCG). Jika tingkat HCG tetap tinggi, Anda mungkin perlu suntikan metotreksat lain.

Jika kehamilan ektopik tidak merespon obat atau terlalu besar, atau Anda tidak dapat menggunakan methotrexate atau kembali untuk memantau, Anda mungkin memerlukan pembedahan laparoskopi. Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di perut, di dekat atau di pusar. Lalu dia menggunakan tabung tipis yang dilengkapi dengan lensa kamera dan cahaya (laparoskop) untuk melihat daerah tersebut. Instrumen lain dapat dimasukkan ke dalam tabung atau melalui sayatan kecil lainnya untuk menghilangkan jaringan ektopik dan memperbaiki tuba falopi. Jika tabung tuba secara signifikan rusak, mungkin perlu dihapus.

Jika kehamilan ektopik menyebabkan perdarahan berat atau tabung falopi pecah, Anda mungkin memerlukan pembedahan darurat melalui sayatan perut (laparotomi). Dalam beberapa kasus, tabung fallopi dapat diperbaiki. Biasanya, bagaimanapun, tabung pecah harus dihapus.

Dalam beberapa kasus, suntikan metotreksat diperlukan setelah operasi.

PENCEGAHAN Anda tidak dapat mencegah kehamilan ektopik, tetapi Anda dapat mengurangi faktor risiko tertentu. Misalnya, membatasi jumlah pasangan seksual Anda dan menggunakan kondom saat

14

Anda berhubungan seks untuk membantu mencegah penyakit menular seksual dan mengurangi risiko penyakit radang panggul.

Jika Anda pernah mengalami kehamilan ektopik, bicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum hamil lagi. Ketika Anda hamil, dokter Anda dengan hati-hati akan memantau kondisi Anda.

15

BAB V KESIMPULAN
Kematian karena kehamilan ektopik terganggu cenderung turun dengan diagnosis dini dengan persediaan darah yang cukup. Tetapi bila pertolongan terlambat, angka kematian dapat tinggi. mendapatkan angka kematian 2 dari 120 kasus. Kehamilan ektopik pada pasien ini lambat didiagnosis menyebabkan pasien mengalami syok akibat perdarahan hebat intraabdominal, dengan tatalaksana yang tepat dan cepat prognosis untuk pasien ini akan bertambah baik. Penderita mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik kembali. Selain itu, kemungkinan untuk hamil akan menurun. Hanya 60% wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik terganggu dapat hamil lagi, walaupun angka kemandulannya akan jadi lebih tinggi. Angka kehamilan ektopik yang berulang dilaporkan berkisar antara 0 14,6%. Kemungkinan melahirkan bayi cukup bulan adalah sekitar 50%.

16

BAB VI DAFTAR PUSTAKA


1. Sherwood L . Human Physiology From Cell to System . 6th ed . United State of America ; Thomson Brooks/Cole ; 2007. P 761-768 2. Snell R.S. Clinical anatomy . 7th ed .Washington, D.C , LIPPINCOTT WILLIAMS AND WILKINS ; 2004 . P 391. 3. Saifuddin A., Rachimhadhi T., Wiknjosastro G. Ilmu Kebidanan, ed .4. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2009 4. Cunningham, Gary F. et al. 2004. Obstetri Williams, ed.21, vol.2. Penerbit Buku Kedokteran ECG. Jakarta 5. Ectopic pregnancy at :http://www.mayoclinic.com/health/ectopic-pregnancy/DS00622 Accessed on 26 july 2011.

17