Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN TULANG DAN JARINGAN OTOT

DISUSUN OLEH : NAMA NPM SEMESTER/ KELAS DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH : FUAD QODIRIYANTI : 1103110013 : IV/ 2011A : Dra. SUPIANA DIAN. M.Kes : STRUKTUR HEWAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN

2013

A.

JUDUL Jaringan tulang dan jaringan otot

B.

TUJUAN Untuk mengetahui jaringan tulang dan jaringan otot

C.

DASAR TEORI

JARINGAN TULANG (TULANG KERAS) Berdasarkan bentuknya, tulang rangka dikelompokkan menjadi: 1. Tulang panjang/tulang pipa, yaitu tulang yang memiliki ukuran panjang lebih besar daripada lebar/tebalnya. 2. Tulang pendek, yaitu tulang yang memiliki panjang kurang lebih sama dengan lebar/tebalnya. 3. Tulang pipih, yaitu tulang yang berbentuk lebar pipih. 4. Tulang tidak beraturan, yaitu tulang-tulang yang tidak dapat dimasukkan ke dalam 3 golongan di atas. Pengelompokan Tulang Berdasarkan Jaringan Penyusunnya Jaringan tulang tersusun atas sel-sel tulang (osteosit), pembuluh darah, dan saraf sehingga tulang dapat tumbuh memperbaiki diri dan merasakan sakit jika cidera. Komposisi terbesar tulang adalah garam mineral terutama kalsium posfat (Ca2PO4). Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dibedakan menjadi: 1. Tulang keras; Ciri-cirinya: tersusun atas unit-unit tubuler yang disebut osteon. Di dalam osteon terdapat sel-sel tulang (osteosit) yang terletak di lakuna (ruang kecil). Lakuna mengelilingi dan terletak konsentris dengan kanalis sentralis. Kanalis sentralis tersusun atas pembuluh darah, limfa, dan saraf. Matriks tersusun atas serabut-serabut kolagen tempat garam-garam kalsium posfat didepositkan. Periosteum tersusun atas jaringan ikat padat tidak teratur, lamella generalis eksterna berlapis-lapis, serabut

SHARPEY masuk ke dalam tulang di antara sistem Haversi, saluran Volkman. Sistem Haversi tersusun atas: Canalis Haversi, Lamella Haversi (mengelilingi canalis Haversi), setiap lamella Haversi mengandung osteosit antar lakuna, Endosteum. 2. Tulang spons terdiri atas trabekula terisi oleh sumsum tulang merah ( red bone marrow) sebagai tempat produksi berbagai sel darah. 3. Tulang rawan (kartilago), disusun oleh kondrosit dan matriksnya berupa kondrin (seperti gel, gellike). Tulang rawan dibedakan berdasar kandungan serabut dalam kondrinnya menjadi: (1) tulang rawan hialin, ciri-cirinya: perikondrium (lapisan superfisial) berupa jaringan ikat, kapsula, lakuna, kondrosit (terletak dalam lakuna), 1 lakuna dapat berisi 2-8 kondrosit, kondrosit pada bagian permukaan berbentuk pipih sejajar permukaan, makin ke dalam makin membulat dan jarang, matrik teritorial (tedapat di sekitar lakuna), matrik interteritorial (di antara lakuna satu dengan lakuna lain), sebagai contoh: trachea kambing. (2). Kartilago elastik, ciri-cirinya: matrik interstitial terdapat serabut elastik, sebagai contoh: telinga (auricula) kambing. (3) tulang rawan fibrosa. Jaringan tulang rawan (kartilago) 1. Kartilago hialin; perikondrium (lapisan superfisial) berupa jaringan ikat, kapsula, ronggarongga (lacuna) yang mengandung sel tulang rawan (kondrosit). Satu lakuna dapat berisi 2 8 kondrosit. Kondrosit pada bagian permukaan berbentuk pipih sejajar permukaan, makin ke dalam makin membulat dan jarang. Matrik teritorial (tedapat di sekitar lakuna), matrik interteritorial (di antara lakuna satu dengan lakuna lain). 2. Kartilago elastik; Matrik interstitial terdapat serabut elastik. JARINGAN OTOT Pada hewan tingkat tinggi (Vertebrata) jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang dibedakan menjadi otot polos, serat lintang, dan campuran (otot jantung). Serabut otot seperti halnya sel umumnya, diselaputi oleh suatu membran yang disebut sarcolema, didalamnya terdapat cairan yang disebut sarcoplasma. Di dalam sarcoplasma terdapat organella retikulum endoplasmik yang disebut retikulum sarkoplasmik dan tersusun tubuler sejajar myofibril, mengandung ion natrium (sodium), magnesium, dan posfat. Ujung-ujung retikulum sarcoplasma membesar yang disebut cysterna terminal yang merupakan tempat penyimpanan ion kalsium dan mempunyai hubungan dengan tubulus transversus (lubang

dari sarcolema) membentuk sistem TRIAD. Fungsi sistem ini untuk menghantarkan impuls dari akhiran saraf ke seluruh myofibril. 1. Otot polos memiliki ciri-ciri sebagai berikut: sel berbentuk kumparan (spindle) dengan ujung runcing, inti sel di tengah berbentuk elipsoid, memiliki sarkoplasma, dan sarkolemma. Otot polos kebanyakan menyusun lapisan otot pada saluran pencernaan, pembuluh darah, kantung kemih, dan uterus. Kerja otot polos secara tak sadar dan dikendalikan oleh saraf otonom. Sebagai contoh: usus-gerak peristaltic; respirasi-otot bronkus menyebabkan asma; mata-mengatur pupil untuk masuknya cahaya, mengatur ketebalan lensa mata 2. Otot serat lintang (skelet) memiliki ciri-ciri sebagai berikut: sel otot tampak sebagai serabut (fibril), inti sel banyak (multinucleated) berbentuk elipsoid dan terletak pada tepi serabut, terdapat garis gelap (anisotrop) dan terang (isotrop). Secara ultrastruktural otot skelet tersusun atas serabut-serabut otot ( muscle fiber) yang merupakan satu unit sel multinuklear, panjang, dan silindris. Serabut otot tersusun atas myofibril, dan myofibril tersusun atas protein kontraktil. Protein kontraktil otot skelet terdiri atas 2 tipe filamen yaitu filamen tebal (myosin) dan filament tipis yang terdiri atas kompleks aktin, troponin, dan tropomyosin. Struktur filamen-filamen tersebut sedemikian rupa sehingga otot skelet dapat berelaksasi (mengendur) dan berkontraksi (mengerut). Apabila serabut otot diiris membujur kemudian diamati dengan mikroskop cahaya, akan terlihat bagian-bagian gelap dan terang (serat lintang) yang terdiri atas garis-garis sebagai berikut: Bagian gelap (band A = anisotropik), Bagian terang (band I = isotropik), Garis Z (Z line) yakni garis yang terdapat pada bagian terang, dan Garis M (M line) yakni garis yang terdapat pada bagian gelap. Sarcomer yaitu bagian yang terletak antara garis Z satu dengan garis Z lainnya. Sarcomer merupakan satuan unit fungsional kontraksi otot. Otot skelet merupakan kumpulan sel-sel otot yang membentuk jaringan yang berfungsi menggerakan tulang. Otot skelet merupakan alat gerak aktif sedangkan tulang merupakan alat gerak pasif. Sel-sel otot mempunyai kemampuan berkontraksi, dan setelah berkontraksi otot melakukan relaksasi. Ciri utama sel otot adalah memiliki filamen kontraktil untuk berkontraksi, myoglobin untuk mengikat oksigen, dan cadangan glikogen untuk sumber tenaga. Manusia memiliki kurang lebih 600 buah jenis otot rangka (otot sadar). Selain itu, otot skelet juga berfungsi membentuk rangka tubuh. 3. Otot jantung: Otot jantung, Sel-sel otot jantung saling beranastomose, inti elipsoid di tengah, tampak garis isotrop

D.

ALAT DAN BAHAN 1. Mikroskop 2. Preparat awetan jaringan tulang dan jaringan otot a. Jaringan tulang : Kartilago hialin, Kartilago elastic b. Jaringan otot : Otot polos, Otot serat lintang, dan otot jantung

E.

PROSEDUR KERJA 1. Menyiapkan bahan (preparat) yang akan diamati yang terdiri dari jaringan tulang dan jaringan otot 2. Mengamati bagianbagian morfologi dari preparat jaringan dengan menggunakan mikroskop. 3. Mengamati dan mengidentifikasi bagianbagian morfologi dari preparat jaringan yang digunakan.

F.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN Jaringan tulang No Gambar Keterangan

Tulang Rawan Hialin 1. Perikondrium (lapisan superfisial) berupa jaringan ikat. 2. Kapsula. 3. Lakuna, di dalam lakuna terdapat kondrosit. 4. Kondrosit pada bagian permukaan berbentuk pipih sejajar permukaan, makin ke dalam makin membulat dan jarang.

Kartilago Elastik 1. Hampir sama denga kartilago hialin, hanya matrik interteritorialnya mengandung serabut elastik.

Jaringan otot No 1 Gambar Keterangan Otot jantung 1. 2. 3. Serat melintang Inti sel dipinggir banyak Saraf tak sadar - Rangsang lambat - Tidak mudah lelah

Otot lurik 1. 2. 3. Serat melintang Sel dipinggir Saraf sadar - Mudah lelah

Otot polos 1. 2. 3. Inti sel ditengah (satu) Serat gelendong Saraf tidak sadar - Rangsang lambat - Tidak mudah lelah

PEMBAHASAN Jaringan tulang 1. Tulang rawan hialin Jaringan rawan hialin. Jaringan ini dapat ditemukan pada tulang rawan hialin. Serabut kolagen paling banyak ditemukan pada jaringan ini. Struktur jaringan ini tidak berbeda dengan jaringan rawan serabut yang tersusun atas serat retikuler, lakuna berderet, lakuna berkelompok, dan lakuna tunggal. Yang membedakan hanyalah kandungan serabut kolagennya, yang dimana jaringan rawan hialin memiliki serabut kolagen paling banyak. 2. Tulang rawan elastic Pada dasarnya tulang rawan elastik identik dengan tulang rawan hialin kecuali bahwa disamping serabut kologen, ia mengandung banyak jala-jala serabut elastik halus. Dalam keadaan segar berwarna kekuning-kuningan disebabkan oleh adanya elastin di dalam serabut elastik tersebut. Jaringan otot 1. Otot jantung Pada pengamatan pertama jaringan otot jantung, jaringan ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot lurik,meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Otot jantung tersusun dari sel-sel otot yang mirip dengan otot lurik namun otot jantung mempunyai percabangan. Sel-sel otot jantung mempunyai banyak inti . Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat dan tidak mengikuti kehendak kita. Otot jantung merupakan otot yang mempunyai keistemawaan yaitu bentuknya lurik tetapi bekerja seperti otot polos yaitu di luar kesadaran atau di luar perintah otak. Kerja otot ini dipengaruhi oleh saraf autonom. Otot jantung membentuk dinding jantung sehingga jantung bekerja seumur hidup manusia. Kerja otot jantung tidak dipengaruhi kehendak kita. Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Komponen penyusun otot jantung terdiri dari serat

melintang, inti sel di pinggir yang merupakan komponen terbesar penyusun sel, saraf tak sadar. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung. 2. Otot serat lingtang Pada pengamatan kedua yaitu otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di bawah kesadaran, sel-selnya berbentuk silindris dan mempunvai banvak inti. Otot rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali - kali. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia super fasialis. Komponenkomponen otot lurik terdiri atas serat melintang. Sel dipinggir (banyak), saraf sadar dan mudah lelah. Serat melintang yang bersifat heterogen, serat-serat ini dapat disebut myofibril yang merupakan penyusun utama otot lurik, miofibril ini pada setiap seratnya tersusun atas benang-benang protoplasma dan inti. Fungsi dari jaringan otot lurik adalah melindungi rangka dari benturan yang keras sehingga rangka tidak mudah mengalami cedera. 3. Otot polos Pada pengamatan ketiga yaitu otot polos terdiri dari komponenkomponen yaitu inti sel ditengah, serat gelendong, saraf tidak sadar. Otot polos terdapat pada organ dalam, maka sering pula disebut otot dalam. Sel-sel otot polos tampak berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing. Sel otot polos hanya memiliki satu inti sel yang terletak di tengah sel, kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Artinya, otot polos tidak bekerja secara otomatis tanpa perintah dari otak. Proses pencernaan makanan yang melibatkan kerja otot polos akan berlangsung tanpa diperintah otak. Oleh karena itu, otot polos disebut pula otot tak sadar, karena gerakannya tidak kita sadari. Gerakan otot polos lambat, tetapi teratur dan tidak cepat lelah.

G.

KESIMPULAN Kartilago hyaline warnanya putih kebiru-biruan, jernih dan homogen.

Kartilago ini terdapat pada permulaan-permulaan persendian, ujung-ujung tulang rusuk, hidung dan annulus trachealis (cincin-cincin tulang rawan yang menyusun saluran pernapasan). Kartilago hyaline merupakan kartilago skelet pada tulang embrio. Semua vertebrae, ada yang tetap sampai dewaasa misalnya pada Squalus dan Raya. Jaringan ini dapat diinfiltrasi dan dipadati oeh garam-garam Ca, tetapi tidak akan berubah menjadi tulang. Kartilago elastic mengandung banyak serabut elastik berwarna kuning, terdapat misalnya pada cuping mammalia. Otot lurik berbentuk panjang-panjang, intinya banyak dan terletak di pinggirpinggir sel, bekerja secara sadar tetapi tidak tahan kelelahan, Otot polos berbentuk gelendong, intinya hanya satu dan terletak ditengah, gerakanya lambat dan bekerja secara tidak sadar , dan tahan kelelahan. Otot jantung berbentuk panjang-panjang, bercabang-cabang (adanya garis-garis melintang), intinya hanya satu dan ada disetiap sel otot jantung (menyebar), bekerja secara tidak sadar, dan tahan kelelahan . Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh.

H.

SARAN Pada saat praktikum praktikan lebih memperhatikan lagi agar tidak terjadi kesalahan

kecil yang dapat mempengaruh hasil dari pengamatan

DAFTAR PUSTAKA Bevelander, Gerrit. DasarDasar Histologi Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga .1988. Campbel, Reece dan Mitchell. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga .2006. H.Fried,ph.D, George. Biologi Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga .2000. ) http://emprorerfaisal.blogspot.com/2011/01/amazing-facts-about-bone.html ( Diakses Pada hari Minggu, 27 April 2013 Pukul 11.46 Wib ) http://ririnarsita.blogspot.com/2011/06/sistem-otot-manusia.html ( Diakses Pada hari Minggu, 27 April 2013 Pukul 12.22 Wib ) http://rabbitica.blogspot.com/2011/02/otot-serat-melintang.html Pada hari Minggu, 27 April 2013 Pukul 13.37 Wib ) http://lasmininangune.blogspot.com/2012/11/laporan-praktikum-jaringanotot.html ( Diakses Pada hari Minggu, 27 April 2013 Pukul 11.34 Wib ) http://www.biologionline.info/2013/03/hubungan-antar-tulang.html ( Diakses Pada hari Minggu, 27 April 2013 Pukul 11.40 Wib ) http://resti-afrista.blogspot.com/2012/09/laporan-hasil-praktikumbiologi.html ( Diakses Pada hari Minggu, 27 April 2013 Pukul 11.43 Wib ( Diakses