Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS

Oleh: Malfin Abidatun Istianah 092011101046


Pembimbing: dr. H. Bagas Kumoro, Sp.M dr. H. Lutfi Zein, Sp.M dr. Iwan Dewanto, Sp.M

ANAMNESIS
Identitas Pasien 1. Nama 2. Umur 3. Alamat 4. Suku 5. Agama 6. Pekerjaan 7. Status 8. No. RM 9. Tanggal Pemeriksaan

: Tn. MS : 70 tahun : Paleran- Jember : Jawa : Islam : Pedagang : Menikah : 441921 : 19 Juni 2013

Keluhan Utama

Mata kanan cekot-cekot sejak 20 hari yll.


Riwayat Penyakit Sekarang Sekitar 20 hari yang lalu mata kanan pasien terasa cekotcekot. Sebelumnya mata kanan pasien ini tidak terkena pukul atau benturan. Pasien mengatakan bahwa mata kanan pasien juga sudah lama mengalami penurunanan penglihatan. Pandangan kabur jika melihat jauh, dan lebih nyaman jika melihat dekat. Pasien tidak merasa melihat seperti di dalam terowongan, lapang pandangan tidak menyempit. Mata kanan sedikit merah, tidak gatal, tidak berair, tidak keluar banyak kotoran, tidak mual muntah. Pasien tidak pernah

mengalami trauma pada matanya. Pasien tidak melihat adanya noda-

noda yang mengambang di matanya dan juga tidak melihat bayangan


seperti pelangi saat menatap cahaya lampu atau terkena sinar matahari, hanya saja silau jika berada di tempat yang terang.

Pasien mengeluh mata kiri juga ikut kabur sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan yang dirasakan hampir sama dengan mata kanan. Pasien tidak merasa melihat seperti di dalam terowongan, lapang pandangan tidak menyempit. Mata kiri tidak cekot-cekot seperti mata kanan, tidak merah, tidak gatal, tidak berair, dan tidak keluar banyak kotoran. Pasien tidak pernah mengalami trauma pada matanya. Pasien tidak merasa melihat benda yang ukurannya lebih kecil atau lebih besar. Pasien tidak melihat adanya noda-noda yang mengambang di matanya dan juga tidak melihat bayangan seperti pelangi saat menatap cahaya lampu atau terkena sinar matahari. Dalam kesehariannya, pasien mengajar dan berdagang tetapi sudah sejak 20 hari ini pasien tidak dapat melakukan itu.

RPD : Hipertensi (+), DM (-)


RPO : Pengobatan di bidan dan mantri setempat

RPKM RPK : -

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis KU : Cukup KS : Compos mentis TTV o TD o Nadi o RR o Tax

: 170/90 mmHg : 100x/ menit : 16x/ menit : 36,7C

STATUS OPTALMOLOGI
OD Visus Palpebra LP (-) Edema (+) OS 3/60 ruang terbatas Edema (+)

Konjungtiva
Sklera

Hiperemis (+)
Putih

Hiperemis (-) DBN


Putih

Kornea
BMD Sudut BMD

Jernih
Dangkal tdl

Jernih
Dangkal tdl

Pupil
Iris Lensa

Reguler, 3 mm Refleks pupil (-)


Coklat, radier Keruh

Reguler, 3 mm Refleks pupil (+)


Coklat, radier jernih

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Tonometri
TOD: 0/10 = 81,7mmHg TOS : 7/10 = 27,2mmHg

Hasil tonometri tinggi ODS tidak dapat ditetesi midriatikum

DIAGNOSIS KERJA 1. OD: Glaukoma absolut, katarak matur 2. OS: Glaukoma dini, presbiopi DIAGNOSIS BANDING 1. OD: katarak hipermatur, glaukoma akut sekunder, glaukoma akut primer, Retinopati HT 2. OS: Glaukoma primer, glaukoma kronik
TERAPI 1. 2. 3. 4.

Glaukoma absolut Katarak matur Glaukoma dini Presbiopi

: Medikamentosa, operasi : OD Pro ECCE + IOL : Medikamentosa, Operasi : Kacamata

Glaukoma absolut : Keluhan (-) dibiarkan Nyeri (+) 1. Diamox 2. Pilokarpin 3. Analgetik + sedatif Nyeri (+) >>> 1. Cyclocryotherapy 2. Injeksi alkohol 96% retrobulbar 3. Enukleasi

Glaukoma dini : 1. Parasimpatomimetik o Pilokarpin 2-4%, 6 kali 1 tetes sehari o Eserin 0,25- 0,5%, 3-6 kali 1 tetes sehari 2. Simpatomimetik o Epinefrin 0,5-2%, 2 kali 1 tetes sehari 3. Beta blocker o Timolol maleat 0,25- 0,5%, 1-2 kali 1 tetes sehari 4. Bahan Hiperosmotik o Gliserin o Manitol 5. Carbon anhidrase inhibitor o Acetazolamide 250 mg, 4 kali 1 tablet sehari

POA
POA Dx Slit lamp ODS Funduskopi ODS Gonioskopi ODS Tes konfrontasi OS Oftalmoskopi ODS Cek lab pre op Konsul spesialis jantung pre op POA Tx 1. Jika pada pemeriksaan slit lamp ODS terdapat kekeruhan lensa yang nyata maka dapat dilakukan operasi ECCE + IOL. 2. Jika pada pemeriksaan funduskopi ODS terdapat kelainan, maka diterapi sesuai penyebab. 3. Cek darah lengkap dan cek gula darah untuk mengetahui apakah terdapat kontraindikasi dilakukan ECCE, sekaligus untuk persiapan pre op. 4. Konsul spesialis jantung untuk mengetahui apakah terdapat kontraindikasi dilakukan ECCE sekaligus konsul untuk keadaan TTV pasien yang mengalami hipertensi 5. Bila terdapat penyulit durante atau post op ECCE OD, maka diterapi sesuai penyebab.

POA Edukasi Menjelaskan kepada pasien bahwa gangguan penglihatan pada mata kanan disebabkan adanya lensa yang keruh dan karena tekanan bola mata yang tinggi secara terus- menerus. Kekeruhan pada lensa merupakan proses degeneratif yang umumnya terjadi pada usia lanjut. Pengobatan katarak satu-satunya adalah operasi. namun sebelum melakukan operasi masih harus dkondisikan terlebih dahulu, termasuk menurunkan tekanan bola mata yang tinggi Tekanan bola mata diturunkan dengan pemberian obat-obatan tetapi bila masih tetap tinggi akan difikirkan mengenai pelaksanaan operasi. Dalam hal ini dilakukan operasi pada mata kanan, dengan penanaman lensa buatan untuk melihat jauh, dan diberikan kacamata untuk membaca. Post op dalam waktu 6-8 minggu perlu diperhatikan agar pasien tidak membungkuk terlalu dalam/ memposisikan kepala terlalu ke bawah dan hendaknya menjaga mata dari kemungkinan trauma. Meminta pasien berhenti merokok (jika pasien perokok aktif) Menganjurkan pasien untuk menjaga pola makan yang sehat. Sedangkan mata kiri juga mengalami gangguan penglihatan, ini disebabkan oleh tekanan bola mata yang tinggi sehingga perlu dilakukan pengobatan bila tetap tinggi dengan pengobatan akan dilakukan operasi. Selain itu mata kiri juga akan diberikan kacamata untuk membantu penglihatan yang sedikit terganggu akibat proses degeneratif

POA
POA Rehabilitasi Perawatan Post Op: Follow up tergantung ada tidaknya penyulit. o Pada pasien yang dianggap tidak bermasalah, baik keadaan pre op/intra op, serta diduga tidak akan mengalami komplikasi lain: 1. Follow up 1 24-48 jam post op, untuk mendeteksi & mengatasi komplikasi dini. 2. Follow up 2 4-7 hari post op, untuk mendeteksi & mengatasi infeksi. 3. Follow up 3 Sesuai dengan kebutuhan pasien. Biasanya diberikan kacamata yang sesuai dengan refraksi terbaik yang diharapkan. Penggunaan kacamata baca dengan addisi +3.00 dioptri untuk mata kanan, dilakukan 2-3 bulan setelah operasi. Selain itu setiap follow up diperiksa tekanan bola mata kanan dan kiri, dipertahankan pada tekanan < 22mmHg.

PROGNOSIS
OD: Dubia ad malam OS: Dubia ad bonam

TERIMA KASIH