Anda di halaman 1dari 2

TUMOR TAHAP 1 TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4 T1 T2 T3 T4 atau sembarang T

NODUS NO NO NO NO-N3

METASTASIS MO MO MO MO atau M1

DERAJAT HISTOFATOLOGIS G2, 3-4 Sembarang G Sembarang G Sembarang G

Tumor Primer (T) TO :Tidak ada bukti tumor primer T1 : Tumor yang secara klinis tidak tampak dan tidak dapat diraba atau dapat terlihat melaui pencintraan T2 : Tumor terletak didalam prostat T3 : Tumor meluas melalui kapsula prostat T4 : Tumor terikat atau menginfaksi struktur yang berdekatan selain dari vesikula seminalis Nodus Limfa Regional (N) NO : Tidak ada metastasis nodus regional N1 : Metastase pada satu nodus limfa sama dengan kurang dari 2 cm dalam dimensi yang paling besar N2 : Mtastasis pada satu nodus limfa lebih dari 2 cm tetapi tidak leih dari 5 cm dari demensi terbear atau metastasis nodus limfa multifel , tidak lebih dari 5 cm N3 : Metastase pada nodus limfa lebih dari 5 cm dari demensi yang paling besar Metastase Jauh (M) MO : Tidak ada metastasis jauh M1 : Metastasis jauh Derajat Histopatologis (G) G1 : Terdifrensiasi baik G2 : Terdifrensiasi secara moderat G3-4 : Terdifrensiasi dengan buruk atau tidak terdifrensiasi Dikutif dari amerikan jolnt committee on cancer Manual from staging of cancr. Ed ke-4. philadepia, JB lippiencontt. 1992

PEMERIKSAAN FISIK HIDROKEL Benjolan akan membesar jika penderita batuk, membungkuk mengangkat beban berat atau mengedan Skrotum akan tampak lebih besar dari yang lain. Palpasi pada skrotum yang hidrokel terasa ada fluktuasi, dan relative kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam hidrokel. Permukaan biasanya halus Palpasi hidrokel seperti balon yang berisi air. Bila jumlah cairan minimum, testis relative mudah diraba. Sedangkan bila cairan yang terkumpul banyak, testis akan sulit diraba Benjolan yang terlihat sampai ke skrotum yang merupakan tonjolan lanjutan dari hernia inguinalis lateralis

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Transiluminasi massa hidrokel dengan cahaya di dalam ruang gelap. Hidrokel berisi cairan jernih, straw-colored dan mentransiluminasi (meneruskan) berkas cahaya. Kegagalan transiluminasi dapat terjadi akibat penebalan tunika vaginalis karena infeksi kronik atau massa di skrotum tersebut bukan hidrokel.

HERNIA SKROTALIS

Pada foto Rontgen (sinar x), dan massa dapat berkurang dengan mendorong ke dalam rongga perut pasien pada posisi tiduran dengan kepala lebih rendah daripada kaki. Pada pemeriksaan x-ray didapatkan gambaran tipikal dari udara usus halus di dalam skrotum

HERNIA INGUINALIS

Lateralis Muncul penonjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah. Tonjolan berbentuk lonjong Medialis Tonjolan biasanya biasanya terjadi bilateral Tonjolan berbentuk bulat Kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funiculus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong yang memberikan sensasi gesekan dua permukaan sutera. Tanda ini disebut tanda sarung tangan sutera. pemriksaan inguinalis dapat juga dilakukan dengan menggunakan tehnik Inspeksi Harus mencakup abdomen (masa, destensi kandung kemih) dan lipat paha (hernia, kelenjar limfa) serta penis dan krotum. Pada remaja dan

HIPOSPADIA

Pemeriksaan laboratorium Berat badan Pemeriksaan darah(hb)