Anda di halaman 1dari 4

Bau Mulut aka Halitosis

Kita sering menemui orang dengan masalah bau mulut, atau mungkin kita sendiri pernah mengalaminya.. :p

Ini ada beberapa uraian sekilas tentang bau mulut atau dalam istilah medisnya disebut halitosis..

HALITOSIS

Halitosis yang berasal dari bahasa latin halitus (nafas) dan osisoral malodor, fator ex ore atau fetor osis. (keadaan) adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan bau nafas tak sedap yang keluar dari mulut . Halitosis juga dikenal dengan nama lain, seperti Halitosis yang berasal dari bahasa latin halitus (nafas) dan osisoral malodor, fetor ex ore atau fetor oris.Sampai saat ini, halitosis merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang banyak dikeluhkan masyarakat setelah karies dan penyakit periodontal . (keadaan), halitosis adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan bau nafas tak sedap yang keluar dari rongga mulut Halitosis juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti Klasifikasi Halitosis terbagi dua yaitu halitosis fisiologis dan halitosis patologis. Halitosis fisiologis adalah halitosis yang bersifat sementara, biasanya berasal dari substansi yang masuk ke dalam mulut seperti bawang, teh, kopi, nikotin, serta minuman beralkohol. Contoh lainnya menurut adalah morning breath,yaitu bau nafas pada waktu bangun pagi. Keadaan ini disebabkan karena tidak aktifnya otot pipi dan lidah serta kurangnya aliran saliva selama tidur . Halitosis Patologis pada dasarnya mempunyai mekanisme yang sama dengan halitosis fisiologis, dalam hal ini bahanbahan yang secara hematologis menuju paru-paru. Penyebab utama keadaan ini karena adanya kelainan yang bersifat lokal maupun sistemik. Kelainan bersifat lokal

meliputi penyakit oral seperti Tongue coating, karies dan periodontal, sedangkan kelainan bersifat sistemik adalah penyakit ekstraoral seperti diabetes mellitus, uremia, dll . Kelainan bersifat bersifat lokal merujuk pada penyebab halitosis yang bersumber pada kondisi oral itu sendiri, yaitu adanya pertumbuhan bakteri yang dikaitkan dengan penyakit intraoral serta kondisi oral hygiene yang buruk . Pada kondisi ini, bakteri-bakteri ini dapat berkembang dengan baik. Mekanisme aktifitas bakteri ini adalah sebagai berikut, jika terdapat sisa makanan di dalam mulut dan membusuk, sisa makanan ini kemudian dipergunakan oleh bakteri anaerob sepertiStaphylococcus aureus, Solobacterium moorei, dan Porphyromonas gingivalisuntuk proses metabolisme dengan mengubah glukosa pada sisa makanan menjadi asam, selama proses tersebut bakteri menghasilkan gas sulfur yang berbau menyengat dan mudah menguap (VSCs=Volatile Sulfur Compounds). Gas ini antara lain Hidrogen Sulfid (H2S), Metil Merkaptan (CH3SH), Dimentil Sulfid[(CH3)2S], Sulfur Dioksid (SO2) (Depkes RI 2007). Sedangkan zat bukan sulfur yang juga dapat menyebabkan bau adalah kadaverin, putresin, indol dan skatol(Takeshita 2010). Dampak Halitosis Halitosis memiliki berbagai dampak baik dari segi kesehatan ataupun dari segi sosial. Dari segi kesehatan halitosis dapat mengindikasikan berbagai penyakit, meliputi penyakit oral dan juga penyakit yang berhubungan dengan sistematis . Selain dampak klinis tersebut, sebagian besar penderita akan merasa tidak nyaman karena halistosis akan menggangu aktifitas sosialnya, yakni penderita akan merasa malu, rendah diri, menghindari pergaulan, bicara tidak bebas, tidak ada rasa percaya diri dan lain-lain. Dampak sosial ini tentu saja akan membatasi aktifitasnya seharihari.

BAU MULUT VERSUS OBAT KUMUR Kebanyakan orang menganjurkan penggunaan obat kumur yang sesering mungkin untuk mengatasi bau mulut, tetapi sebaiknya obat kumur yang mengandung bahan aktif seperti antiseptik tidak dipergunakan terlalu sering bila tidak terdapat kelainan yang serius yang terdapat didalam rongga mulut. Obat kumur pada orang yang mempunyai kondisi mulut yang sehat, tidak terlalu diperlukan, karena adanya fungsi antimikroba yang sudah ada alamiah pada air ludah. Pemakaian obat kumur yang terlalu sering, justru dapat mengakibatkan bakteri yang bermanfaat mati dan keseimbangan dalam mulut terganggu dengan merebaknya bakteri patogen (bakteri yang merusak) atau memicu timbulnya jamur seperti jamur candida yang menyebabkan candidiasis, dan justru memperhebat timbulnya bau mulut.

Apa saja kandungan dari obat kumur?

Antimikroba sebagai contoh : cetylpyridinium chloride, chlorhexidine,sanguinarine, phenolic compounds). Deodorizing dan oxidizing agents sebagai conotoh : sodium bicarbonate danchlorine dioxide, kandungan bahan jenis ini membantu menutupi dan menetralkan bau mulut. Oxygenating agents (sebagai contoh : hydrogen peroxide). Membantu untuk membunuh kuman anaerob yang tidak senang dengan oksigen , bahan ini memberikan oksigenasi pada tempat yang terdapat kuman antioksigen tersebut. Fluoride. Memperkuat dan mencegah kerusakan gigi. Astringents (sebagai contoh : citric acid, zinc chloride). Bahan ini memberikan rasa yang enak dan mengerutkan jaringan rongga mulut. Bahan penghilang nyeri( anodynes). Obat kumur ini memberikan penghilang nyeri bila diaplikasikan pada mulut. Buffering agents. Bahan ini menghilangkan nyeri pada jaringan lunak rongga mulut.

Antitartar (e.g., zinc citrate) agents. Sebenarnya obat kumur yang baik harus dapat mengurangi bakteri yang bertanggung jawab terhadap terjadinya bau mulut, namun obat tersebut harus dapat tetap menjaga kesimbangan flora normal di dalam rongga mulut dan menjaga jangan sampai muncul pertumbuhan yang berlebihan dari bakteri patogen. Kebanyakan obat kumur hanya berfungsi menutupi bau mulut untuk sementara dan tidak punya fungsi antiseptik. Kalaupun ada yang mempunyai efek antiseptik umumnya tidak bertahan lama. Jadi terkadang bakteri yang berhasil selamat dari antiseptik masih menyerang dari bawah lapisan plak dan cairan yang kental. Dan juga kebanyakan obat kumur mengandung etanol (alkohol) yang berfungsi sebagai antiseptik dan meningkatkan rasa. Masalahnya adalah alkohol itu dapat membuat permukaan jaringan lunak mulut (mukosa) menjadi kering. Keadaan ini justru dapat memicu timbulnya bau mulut. Tambahan, terdapat kontroversi apakah kandungan alkhol tersebut dapat menimbulkan kanker mulut, sehingga obat kumur yang tidak mengandung alkohol justru lebih populer. Jadi penanganan bau mulut dapat diatasi dengan penentuan sebab bau mulut dulu secara jelas. Setelah itu baru ditentukan terapi/pengobatannya secara tepat. Untuk sebab yang sistemik, pengobatan bau mulut dikonsulkan kepada dokter umum.

Ada juga cara simpel untuk mencegah datangnya bau mulut ..

seperti cara-cara berikut ini: 1. Bersihkan mulut secara menyeluruh dan teratur. Dua sumber utama bau mulut adalah bakteri dan partikel makanan yang membusuk. Ada ratusan sudut dan celah dalam mulut hingga apapun bisa bersarang disana. Menyikat gigi tidak cukup, gunakanlah pasta gigi. 2. Hindari mulut yang kering dengan mengkonsumsi air putih. Mulut kering berarti mulut akan bau. Itu sebabnya napas lebih bau di pagi hari; Mulut memproduksi lebih sedikit air liur saat tidur.Air liur adalah musuh bau mulut karena tidak hanya secara fisik mencuci bakteri dan partikel makanan pergi, tetapi juga memiliki antiseptik dan enzim yang membunuh bakteri penyebab bau mulut. 3. Cara menghilangkan bau mulut langkah ketiga adalah dengan permen. Seperti disebutkan pada langkah sebelumnya, permen karet akan membantu menghilangkan bau mulut karena mengucah permen karet menyebabkan air liur lebih banyak diproduksi. 4. Hindari makanan-makanan yang dapat mengundang bau mulut seperti bawang putih, bawang merah, alkohol, petai, jengkol, kopi, dll. Pada dasarnya, tubuh memecah lemak bukan karbohidrat untuk energi, menciptakan keton, beberapa di antaranya dirilis di mulut Anda. Sayangnya, keton bau, dan begitu juga nafas. Jika pada diet karbohidrat Pembatasan ketat, atau diet yangmemaksa untuk membakar lemak daripada karbohidrat, pertimbangkan melemparkan sehat karbohidrat yang kaya makanan ringan ke dalam campuran,seperti apel atau pisang. 5. Langkah terakhir mengatasi bau mulut adalah dengan membicarakannya ke dokter. Jika telah mengikuti langkah di atas dengan tekun dan bau mulut berlanjut, mungkin anda memiliki masalah medis yang perlu dirawat. 6. Selain itu ada juga tradisi masyarakat untuk mengusir bau mulut ini seperti: - Berkumur dengan air rebusan daun sirih - Sering mengkonsumsi lalapan, seperti daun kemangi dan sejenisnya yang beraroma sedap dan wangi - Perbanyak konsumsi air putih, karena air putih selain menyehatkan juga bisa menetralisir asam yang berlebih di mulut dan lambung. - Sari lemon. Selain terkenal bisa menghilangkan bau amis dan sebagai penyegar makanan, ternyata lemon juga bisa menghilangkan bau mulut. Cara nya dengan membuat jus atau minuman dari lemon

nah sekian dulu, semoga bermanfaat.. :)