Anda di halaman 1dari 8

PENGAMBILAN DARAH VENA Tujuan umum fungsi vena adalah mengumpulkan darah, memasukkan obat, memulai infuse IV atau

menginjeksikan bahan radiopaq untuk pemeriksaan sinar X dari bagian atau system tubuh, atau menginjeksikan substansi uji nuklir. Pengambilan darah vena merupakan bagian dari prosedur pengambilan darah yang akan digunakan untu berbagai pemeriksaan diantaranya : ALT (alanin aminotransferase ) atau SGPT. Pemeriksaan ini untuk menilai kerusakan pada hepatoseluler yang dapat dijumpai pada kerusakan hati. Albumin. Digunakan untuk menilai kadar albumin karena albumin disentesis oleh hepar yang dapat meningkatkan tekanan osmotic yang dibutuhkan dalam mempertahankan cairan vaskuler. Aldosteron. Digunakan untuk menilai atau memantau adanya keseimbangan natrium, kalium dan air ALP. Digunakan untuk menilai berbagai penyakit yang ada pada hati Asam folat. Digunakan untuk menilai adanya anemia atau defesiensi vitamin B6 atau malnutrisi Bilirubin. Peningkatan kadar bilirubin dapat menyebabkan ikterik obstruktif LDH. Dapat ditemukan pada penyakit jantung, oto, hepar, ginjal, paru dan sel darah merah. Hematokrit. Pemeriksaan hematokrit (Ht) dilakukan untuk mengukur konsentrasi sel darah merah (eritrosit) dalam darah. Glukosa. Nilai laboratorium glukosa dapat digunakan untuk menilai penyakit diabetes

Hemoglobin darah. Nilai Hb darah yang meningkat menunjukkan adanya hemokonsentrasi akibat dehidrasi

CPK. Digunakan untuk menilai kadar enzim pada otot rangka dan jantung Trombosit. kadar rendah trombosit dapat ditemukan pada penyakit kanker, anemia aplasti, hepar, dan ginjal

Terdapat tiga faktor utama yang haus diperhatikan dalam pemeriksaan laboratorium yaitu : 1. Pra Instrumentasi Pada tahap ini sangat penting diperlukan kerjasama antara petugas, pasien, dan dokter. Yang termasuk dalam tahapan pra interaksi meliputi : a. Pemahaman instruksi dan pengisian formulir penelitian b. Persiapan penderita c. Persiapan alat yang dipakai d. Cara pengmabilan sampel e. Penanganan awal sampel (termasuk pengawetan ) dan transportasi 2. Faktor Instrumentasi Pada tahap ini diperlukan ketelitian saat analisa pemeriksaan (analisa) sampel 3. Faktor Pasca Instrumentasi Yaitu merupakan tahap pada saat penulisan hasil pemeriksaan Peralatan Swab alcohol Sarung tangan sekali pakai

Bantal kecil atau lipatan handuk Bantalan kasa steril Tourniquet Perban berperekat atau plester Tube darah Label identifikasi lengkap sesuai kebijakan lembaga Permintaan laboratorium lengkap Wadah untuk mengirimkan specimen ke laboratorium

Metode Spuit Jarum steril : 20 21 G untuk dewasa; 23 25 G untuk anak-anak

Metode Buterfly Jarum butterfly: 20 21 G untuk dewasa; 23- 25 G untuk anak dan lansia Metode Vacutainer Tabung vacutainer dengan pemegang jarum. Jarum berujung ganda steril : 2021 G untuk dewasa; 23 25 G untuk anak Prosedur Kerja a. Sebelum keterampilan 1. Perkenalkan dirir Anda pada klien dan jelaskan prsedur tindakan yang akan Anda lakukan 2. Pastikan identitas klien

3. Jelaskan prosedur dan alasannya dilakukan tindakan tersebut dalam istilah yang dapat dipahami klien 4. Kumpulkan peralatan 5. Sesuaikan tempat tidur atau kursi pada tinggi yang tetap 6. Yakinkan bahwa klien nyaman dan bahwa Anda memiliki ruangan yang cukup untuk melaksanakan tugas 7. Cuci tangan sebelum kontak dengan klien

b. Selama keterampilan 1. Bantu klien pada posisi terlentang atau semifowler dengan tangan lurus 2. Tempatkan handuk kecil di bawah lengan atas 3. Buka kemasan steril menggunakan teknik steril 4. Pilih sisi distal pada vena yang digunakan 5. Pasang tourniquet 5-15 cm di atas tempat fungsi vena. Lingkarkan tourniquet dan kencangkan pada lengan klien, ikatkan satu sama lain. Jangan menggunakan ikatan mati 6. Kenakan sarung tangan 7. Palpasi nadi distal di bawah tourniquet. 8. Pilih vena yang terdilatasi dengan baik. Ini membantu jika klien menggenggam. 9. Bersihkan sisi pungsi vena dengan alcohol 10. Gerakkan dalam gerakan melingkar dari tempat tusukan kira-kira 5 cm

11. Lepaskan penutup jarum, spuit, atau vacutainer dan informasikan klien bahwa ia akan merasakan sakit 12. Tempatkan ibu jari atau telunjuk tangan non dominan 2,5 cm di bawah tempat injeksi dan tarik kulit klien ke arah Anda 13. Pegang spuit, butterfly, spuit, atau vacutainer dan jarum pada sudut 15-30 derajat dari lengan klien dengan pangkal jarum spuit ke atas 14. Masukkan jarum ke dalam vena dengan perlahan 15. Dengan menggunakan spuit, tarik plunger dengan perlahan sambil memegang tabung spuit. Pegang vacutainer dengan aman dan pasangkan tabung specimen ke dalam pemegang jarum 16. Perhatikan aliran darah ke dalam spuit, tabung butterfly atau jarum vacutainer 17. Ambil jumlah darah yang diharapkan 18. Bila specimen didapat, lepaskan tourniquet 19. Lepaskan jarum dari vena: tempatkan kasa atau bantalan alcohol di atas sisi pungsi vena tanpa memberikan tekanan. Menggunakan tangan yang lain, jarum dengan menarik lurus ke belakang dari pungsi vena 20. Berikan tekanan pada tempat injeksi. 21. Untuk darah yang didapat dari spuit, pindahkan specimen pada tabung. Masukkan jarum melalui penghenti tabung darah dan biarkan vakum mengisi tabung. Jangan dipaksa 22. Untuk tabung darah mengandung tambahan, rotasi ke belakang dan ke depan 8-10 kali dengan perlahan 23. Perhatikan sisi pungsi unutk perdarahan dan berikan Band-Aid

24. Tempelkan label identifikasi lengkap pada tabung, lekatkan daftar permintaan dan kirim ke laboratorium

c. Akhir Protokol Keterampilan 1. Ucapkan terima kasih pada klien 2. Lepaskan sarung tangan bila digunakan , kemudian cuci tangan 3. Nyamankan klien 4. Kembalikan posisi tempat tidur pada posisi tepat 5. Buang semua material kotor dalam wadah yang tepat 6. Bersihkan dan kembalikan material yang dipakai ulang ke tempat yang tepat

DAFTAR PUSTAKA

Perry, Anne Griffin., Potter, Patricia A. 2005. Buku saku keterampilan dan prosedur dasar. Alih bahasa : Didah Rasida, Monika Ester. Ed. 5. EGC. Jakarta

Hidayat, A. Aziz Alimul., Uliyah, Musrifaul. 2004. Buku saku praktikum kebutuhan dasar manusia. Alih bahasa : Monika Ester. EGC. Jakarta