Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN TUGAS PRAKTIKUM STATISTIK INDUSTRI PENGUJIAN HIPOTESIS PADA RATA-RATA (t- test)

Kelompok 21 : 1. Prilla ShintaDewanty 2. Priscilla Yolanda A. 3. Putri Devi Permatasari 4. Rahayu Sri Rejeki 5. Rahmat Gunawan 6. YuliUmi Nasirotin H0912101 H0912102 H0912103 H0912104 H0912105 H0912133

ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

ACARA I

A. Tujuan a. Untuk mengetahui bagaimana melakukan uji t berpasangan. b. Untukmengetahuiapakahobat diet yang

diproduksisalahsatuprodusenefektifmenurunkanberatbadan. B. Soal dan Pertanyaan Produsenobat diet inginmengetahuiapakahobat yang diproduksinyabenarbenarberefekpadapenurunanberatbadankonsumen. Olehkarenaitusebuahsampel yang terdiriatas 10 3 orang masing-

masingditimbangberatbadannyakemudiansetelah

bulanmasing-

masingdiukurkembaliberatbadannya. Data setiaprespondenadalah (dalam kg) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sebelum 97 98 99 100 103 109 113 117 105 109 Sesudah 97 98 100 101 103 103 113 113 106 105

Tentukanapakahobattersebutefektifdalammenurunkanberatbadan! C. Hipotesis a. Kasus 1 : a. H0sebelum mengkonsumsi = sesudah mengkonsumsi

Tidak

terdapat

beda

nyata

antara

sebelum

dan

sesudah

mengkonsumsi b. H1sebelum mengkonsumsi sesudah mengkonsumsi Terdapat beda nyata antara sebelum dan sesudah mengkonsumsi

D. Tingkat SignifikansidanKlasifikasiPenolakan Tingkat signifikansi yang dipakaidalampenelitianinisebesar 0,05 Klasifikasipenolakan H0: jika t0>t/2,n-1 atau t0<-t/2,n-1 jika p value< (H0akanditolakjikanilai p value kurangdarinilaisignifikan level dibagidua)

E. Hasil dan Pembahasan a. Analisa SPSS


Paired Samples Statistics Mean Pair 1 SebelumMengkonsumsi SesudahMengkonsumsi 105.00 103.90 N 10 10 Std. Deviation Std. Error Mean 6.815 5.567 2.155 1.760

Keterangan: N adalahjumlahsampel, masing-masingvarietasmemiliki 10buahsampel. Mean adalah rata-rata darimasing-masingsampel, sebelummengkonsumsimemiliki rata-rata 105.00 sedangkansesudahmengkonsumsimemiliki rata-rata 103.90 Nilai standard deviasipadasebelummengkonsumsiadalah 6.815, sedangkannilai standard deviasipadasesudahmengkonsumsiadalah 5.567 Nilaistandareror rata-rata padasebelummengkonsumsiadalah 2.155, sedangkanpadasetelahmengkonsumsiadalah 1.760
Paired Samples Correlations

N Pair 1 SebelumMengkonsumsi& SesudahMengkonsumsi 10

Correlation

Sig.

.934

.000

Keterangan : N adalahjumlahsampel, terdapat 10 pasangsampelpadapengujianini. Nilaikorelasinyaadalah 0,934. Nilaisignifikasinyaadalah 0,000.


Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Mean Pair 1 SebelumMengko nsumsi SesudahMengko nsumsi 1.100 2.558 .809 -.730 2.930 1.360 9 .207 Deviation Std. Error Mean Difference Lower Upper t df Sig. (2tailed)

Keterangan: Mean adalah rata-rata dari sampel yaitu 1.100. Standar deviasinya yaitu 2.558. Standar eror rata-ratanya adalah 0.809. Tingkat keyakinan yang digunakan adalah 95%, dengan = 5% (0.05) t merupakan thitung yang didapatkan adalah 1.360. df merupakan derajat bebas yaitu 9, derajat bebas secara manual dapat diperoleh dengan mengurangkan jumlah sampel dengan angka 1 (df = n - 1, df = 10 1 = 9). Signifikansi (2-tailed) merupakan pvalue, pada pengujian ini pvalue-nya adalah 0.207. b. Pembahasan Pengujian ini merupakan salah satu penerapan uji t berpasangan. Pada pengujian ini menggunakan taraf nyata () 1% atau dengan kata lain menggunakan tingkat keyakinan (confidence level) sebesar 99%. Pengujian ini merupakan uji dua arah sehingga pada pembacaan dengan

tabel t menggunakan nilai /2 dan didapatkan nilai ttabel dengan derajat bebas 9 dan /2 = 0.005 adalah 2.262, -ttabel = -2.262. Pada pengujian ini memiliki acuan untuk mekanisme penolakan H0 dari nilai thitung dengan kriteria : tolak H0 jika t0>t/2,n-1 atau t0<-t/2,n-1. Dimana, t0 adalah nilai thitung yang didapatkan dari perhitungan SPSS dan t/2,n-1 adalah nilai t yang didapat dari tabel. H0 akan ditolak jika nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel atau jika thitung lebih kecil daripada -ttabel. Sedangkan berdasarkan p value-nya, mekanisme penolakan H0 dapat digunakan nilai p value dari kolom sig.(2-tailed) dengan kriteria penolakan : tolak H0 jika p value< (H0 akan ditolak jika nilai p value kurang dari nilai signifikan level dibagi dua) Dari perhitungan menggunakan SPSS didapatkan hasil

perhitungan thitung sebesar1.360. Hasil tersebut berada di dalam batas wilayah penerimaan yaitu wilayah antara -2.262sampai -2.262 sehingga berada di wilayah penerimaan (thitung> -ttabel 1.360 >2.262). Karena

berada di wilayah penerimaan maka dapat dinyatakan bahwa H0 DITERIMA. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat beda nyata antara sebelum dan sesudah menkonsumsi obat diet. Sedangkan jika dilihat dari p valuenya, diketahui bahwa p value hasil perhitungan adalah 0.207 sedangkan adalah sebesar 0.01. Hal ini menunjukkan bahwa <p value sehingga H0 DITERIMA. Analisis data dengan memperhatikan thitung maupun p value akan menghasilkan suatu kesimpulan yang sama. Pada pengujian ini dapat dinyatakan bahwa H0 DITERIMA dan berarti bahwa tidak ada beda nyata antara sebelum dan sesudah mengkonsumsi obat diet. F. Kesimpulan 1. H0 DITERIMA karena <p value (0.01< 0.207) 2. H0 DITERIMA karena thitung> -ttabel / didalam wilayah penerimaan (1.360 < -2.262)

3. Tidak terdapat beda nyata antara sebelum dan sesudah mengkonsumsi obat diet. ACARA II

A. Tujuan a. Untuk mengetahui bagaimana melakukan uji hipotesa rata-rata dengan varians tidak diketahui. b. Untukmengetahuiapakahisi botol minuman isotonik yang diproduksi oleh salah satu perusahaan berisi 201 ml. B. Soal Sebuahperusahaanminumanisotonikmengklainbahwa isibotolminumannyaberisi201 ml. biladiambil sampling rata-rata acak 10

botolminumanjenistersebutternyataisiminumandalambotolsebagaiberikut: 202, 189, 204, 206, 194, 198, 191, 195, 199, dan202 ml. Bilaandasebagai QC apakahandasetujudenganpernyataanperusahaantersebut? C. Hipotesis a. H0x = 201 ml Rata-rata isi kaleng adalah sama dengan 201ml b. H1x201 ml Rata-rata isi kaleng adalah tidaksama dengan 201ml

D. Tingkat SignifikansidanKlasifikasiPenolakan Tingkat signifikansi yang dipakaidalampenelitianinisebesar 0,05 Klasifikasipenolakan H0: jika t0>t/2,n-1 atau t0<-t/2,n-1 jika p value< (H0akanditolakjikanilai p value kurangdarinilaisignifikan level dibagidua)

E. Hasil dan Pembahasan


a. Analisa SPSS

\
One-Sample Statistics N Isi Minuman (ml) 10 Mean 193.00 Std. Deviation 29.227 Std. Error Mean 9.242

Keterangan : 1. Mean adalah rata-rata dari masing-masing sampel. Volume minuman memiliki rata-rata sebesar 193 ml. 2. N adalah jumlah sampel, volume minuman memiliki 10 sampel. 3. Nilai standar deviasinya adalah 29.227. 4. Nilai standar error rata-rata pada volume minuman adalah 9.242.
One-Sample Test Test Value = 201 95% Confidence Interval of the Difference t Isi Minuman (ml) -.866 df 9 Sig. (2-tailed) .409 Mean Difference -8.000 Lower -28.91 Upper 12.91

Keterangan: t merupakan thitung yang didapatkan adalah -0.866 df merupakan derajat bebas yaitu 9, derajat bebas secara manual dapat diperoleh dengan mengurangkan jumlah sampel dengan angka 1 (df = n - 1, df = 10 1 = 9) Signifikansi (2-tailed) merupakan pvalue, pada pengujian ini pvaluenya adalah 0.409 Perbedaan rata-rata antara rata-rata hasil perhitungan dengan hipotesis adalah-8.000

b. Pembahasan Pengujian ini merupakan salah satu penerapan uji hipotesis dengan varian tidak diketahui. Pada pengujian ini menggunakan taraf nyata () 1% atau dengan kata lain menggunakan tingkat keyakinan (confidence level) sebesar 99%. Pengujian ini merupakan uji dua arah sehingga pada pembacaan dengan tabel t menggunakan nilai /2 dan didapatkan nilai ttabel dengan derajat bebas 9 dan /2 = 0.005 adalah 2.262, -ttabel = -2.262. Pada pengujian ini memiliki acuan untuk mekanisme penolakan H0dari nilai thitung dengan kriteria : tolak H0 jika t0>t/2,n-1 ataut0<-t/2,n-1. Dimana, t0adalah nilai thitung yang didapatkan dari perhitungan SPSS dan t/2,n-1 adalah nilai t yang didapat dari tabel. H0 akan ditolak jika nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel atau jika thitung lebih kecil daripada -ttabel. Sedangkan berdasarkan p value-nya, mekanisme penolakan H0 dapat digunakan nilai p valuedari kolom sig.(2-tailed) dengan kriteria penolakan : tolak H0 jika p value< (H0 akan ditolak jika nilai p value kurang dari nilai signifikan level dibagi dua) Dari perhitungan menggunakan SPSS didapatkan hasil

perhitungan thitung sebesar -0.866. Hasil tersebut berada di dalam batas wilayah penerimaan yaitu wilayah antara -2.262 sampai 2.262 sehingga berada di wilayah penerimaan (thitung< ttabel -0.866 <2.262). Karena berada di wilayah penerimaan maka dapat dinyatakan bahwa H0 DITERIMA. Sehingga dapat dikatakan bahwa rata-rata isi kaleng tidak sama dengan 201ml. Sedangkan jika dilihat dari p valuenya, diketahui bahwa p value hasil perhitungan adalah 0.409 sedangkan adalah sebesar 0.01. Hal ini menunjukkan bahwa p value > sehingga H0 DITERIMA. Analisis data dengan memperhatikan thitung maupun p value akan menghasilkan suatu

kesimpulan yang sama. Pada pengujian ini dapat dinyatakan bahwa H0DITERIMAdan berarti bahwa rata-rata isi kaleng tidak sama dengan 201ml. (COBA LIAT HIPOTESIS h0 KAMU) F. Kesimpulan a. H0 DITERIMA karena p value > ( 0.409 > 0.01) b. H0 DITERIMA karena thitung< ttabel / didalam wilayah penerimaan (0.866 <2.262) c. Rata-rata isi kaleng tidak sama dengan 201ml.