Anda di halaman 1dari 9

TEKNOLOGI DAN MEDIA MEMUDAHKAN PEMBELAJARAN

Oleh: Rustomo Sefri Doni Sigit Vienarcoyo Nasrul Firdaus

Program Studi Teknologi Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Sebelas Maret 2013

1.

PENDAHULUAN

Seperti kita ketahui ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang dalam hitungan yang tidak pernah kita bayang kan sebelumnya. Perubahan itu sudah membawa kemajuan di segala bidang kehidupan masyarakat. Perubahan juga terjadi di dunia pendidikan yang mau tak mau jiga tersentuh dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menjadi suau keharusan di jaman kini untuk siapapun yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk terbuka terhadap kemajuan teknologi agar tidak ketinggalan jaman dan tetap relevan dengan kemajuan jaman. Penggunaan media dengan teknologi terbaru diharapkan dapat mebuat pengajarn lebih berkualitas dan menjadi tanggung jawab pendidik dalam mejalan kan kewajibannya. Teknologi yang kita jumpai sekarang tentu berbeda dengan teknologi dimasa lampau. Dari bentuk alat yang dulu sederhana kini dnegan inovasi diperbaharui agar lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya Media pendidikan adalah teknologi juga yang digunakan agar pembelajaran dapat lebih efektif dan menyenangkan. Seandainya teknologi sudah benar benar digunakan di dunia pendidikan pasti pembelajaran akan lebih baik hasilnya dengan didukung media yang juga dipersiapkan dengan baik. Tapi sayang nya dengan alasan biaya dan waktu untuk mempersiapkannya media jarang sekali digunakan dalam pembelajaran padahal media merupakan unsure penting dalam kegiatan belajar mengajar di jaman sekarang. Sudah seharusnya sekarang media menjadi perhatian guru atau seluruh elemen yang ada di sekolah untuk menetapkan media pembelajaran untuk mencapai hasil pembelajarn yang diharapkan.

2.

TEKNOLOGI Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna sains, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni(Smaldino, 2001.p,4). Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas seni terapan atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-

alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi dikenal sebelum sains dan teknik. Definisi lainnya, teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungnya sumberdaya untuk memproduksi produk yang diinginkan.

3.

MEDIA Media berasal dari bahasa latin yang mempunyai arti Antara. Makna tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa suatu informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. Sejumlah pakar membuat batasan tentang media, diantaranya yang dikemukakan oleh Association of Education and Communication Technology (AECT). Menurut AECT, media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi. Apabila dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran maka media dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi dari seorang pengajar ke peserta didik (Heinich, et all, 1996). Dari batasan yang telah disampaikan oleh para ahli mengenai media, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber kepada peserta didik. Tujuannya adalah merangsang mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran media. Selain digunakan untuk mengantarkan pengajaran secara utuh, dapat juga dimanfaatkan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan penguatan maupun motivasi. Prof. Dr. H. B. Uno Hamzah, M.Pd, Hj. Latamenggo, S.E., M.Pd (2010, 121 122).

4.

RANGKAIAN KESATUAN KONKRET ABSTRAK Kegiatan pengajaran berlangsung di sepanjang kontinum mulai dari pengalaman kongkrit dan nyata hingga pengalaman yang sangat abstark. Secara

umum, ketika pemelajara bergerak menuju pengalaman yang lebih abstrk, lebih banyak informasi dapat dipadatkan dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini sejalan dengan pendapat Edgar Dale (dalam Smaldino, 2011) yang mengusulkan agar kita memulai dengan pemelajar sebagai peserta dalam pengalaman aktual, kemudian berpindah ke pemelajar sebagai pengamat kejadian aktual, ke pemelajar sebagai pengamat kejadian yang disajikan melalui perantara, dan akhirnya ke pemelajar yang mengamati simbol yang mewakili sebuah kejadian.

5.

BELAJAR Pengertian motivasi ada berbagai definisi tetapi bias ditarik pengertian bila motivasi yakni sebagai suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk aktifitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Oemar Hamalik mengatakan bahwa, suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya efektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tak akan mungkin melakukan aktifitas belajar. Hal ini merupakan pertanda bahwa sesuatu yang akan dikerjakan itu tidak menyentuh kebutuhannya. Segala sesuatu yang menarik minat orang lain belum tentu menarik minat orang tertentu, selama sesuatu itu tidak bersentuhan dengan kebutuhannya. Maslow (1943, 1970) sangat percaya bahwa tingkah laku manusia dibangkitkan dan diarahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu, seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta, penghargaan aktualisasi diri, pengetahuan dan mengerti, dan kebutuhan estetik. Kebutuhan-kebutuhan inilah yang menurut Maslow yang mampu memotivasi tingkah laku individu. Oleh karena itu, apa yang seseorang lihat sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang ia lihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri.

6.

PERAN TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM BELAJAR Dalam proses belajar, teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan apabila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan. Pada era globalisasi seperti saat ini, peran teknologi pada pendidikan di masa mendatang akan lebih

bersifat lebih terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, seta terkait pada produktivitas kerja dan kompetitif. Kecenderungan dalam dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah sebagai berikut : Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modu belajar jarak jauh. Sharing resource bersama antarlembaga pendidikan/latihan. Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif.

Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap sebagai suatu masalah adalah mengenai tidak adanya interaksi antara seorang dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan adanya media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara seorang dosen dengan mahasiswanya, baik dalam waktu nyata atau tidak. Dalam bentuk waktu yang nyata dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak dalam waktu nyata dapat dilakukan dengan cara mailing list, discussion group, newsgroup, dan bulletin board. Dengan cara ditas interaksi antara dosen dengan mahasiswanyadi kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk bentuk dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam suatu website lau dapat di download oleh mahasiswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh seorang dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Suatu pendidikan jarak jauh berbasis website antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut : Pusat kegiatan siswa Interaksi dalam grup Sistem administrasi mahasiswa Pendalaman materi dan ujian Perpustakaan digital Materi online

Pada era globalisasi seperti saat ini sudah banyak suatu institusi atau lembaga di Negara lain yang menerapkan belajar dengan cara website based distance learning. Bukan hanya keterampilan yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan, tetapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Prof. Dr. H. B. Uno Hamzah, M.Pd, Hj. Latamenggo (2010, 60 63).

7.

LINGKUNGAN BELAJAR Dalam proses belajar belajar mengajar, lingkungan merupakan sumber belajar yang berpengaruh dalam proses belajar dan perkembangan anak. Lingkungan belajar adalah tempat berlangsungnya kegiatan belajar yang mendapatkan pengaruh dari luar terhadap keberlangsungan kegiatan tersebut. Lingkungan yang merupakan sumber belajar memiliki pengaruh dalam proses pembelajaran Lingkungan belajar menurut Muhammad Saroni (2006:82-84), adalah Segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran dilaksanakan. Lingkungan ini mencakup dua hal utama, yaitu lingkungan fisik danlingkungan sosial, kedua aspek lingkungan tersebut dalam proses pembelajaran haruslah saling mendukung, sehingga siswa merasa krasan di sekolah dan mau mengikuti proses pembelajaran secara sadar dan bukan karena tekanan ataupun keterpaksaan. Sedangkan menurut Indra Djati Sidi (2005:148), Lingkungan belajar sangat berperan dalam menciptakan suasana belajar menyenangkan. Lingkungan tersebut dapat meningkatkan keaktifan belajar, oleh karena itu lingkungan belajar perlu di tata semestinya Lingkungan belajar merupakan lingkungan atau situasi fisik yang di dalamnya pembelajaran diharapkan berlangsung. Tidak hanya di ruang kelas tetapi bisa juga berlangsung di laboraturium, perpustakaan, taman bermain, di rumah dll.Ada dua sifat lingkungan belajar yaitu asynchronous dan synchronous.

a. Dalam waktu bersamaan (Synchronous) Merupakan pengajaran dimana para pembelajar harus menghadiri

pengajaran dalam waktu yang sama. Pengajaran ini terdiri dari dua macam yaitu : Pengajaran langsung

Saling berhadapan seperti dalam ruang kelas. Terjadi pada waktu waktu dan tempat yang sama bagi seluruh pembelajar. Pendidikan jarak jauh Pengajaran berlangsung di waktu yang sama tetapi para pembelajar bisa berada di tempat yang berbeda. Contoh: melalui siaran langsung televisi. b. Tidak dalam waktu bersamaan (Asynchronous) Memungkinkan para pembelajar yang berbeda untuk merasakan konten yang sama pada waktu yang berbeda-beda, sebagai contoh adalah melalui buku, komputer, DVD dll. Pembelajaran ini memberikan kontrol pada siswa kapan dan dimana mereka ingin belajar

8.

INFORMASI DAN PENGAJARAN Guru harus memiliki kemampuan penting untuk membedakan antara informasi dan pengajaran, sebab keduanya berbeda tetapi saling berkaitan. Informasi merupakan pengetahuan, fakta, berita, komentar dan konten seperti yang ada dalam buku sedangkan pembelajaran adalah semua bentuk usaha dalam merangsang belajar melalui penyusunan pengalaman yang cermat untuk memebantu para siswa meraih perubahan kemampuan yang diinginkan. Keterlibatan aktif dengan informasi mempertanyakan, membahasnya, menerapkannya, pada situasi praktis merupakan komponen penting dari pengajaran.

9. STRATEGI PEMBELAJARAN a. Strategi Strategi berasal dari kata strategis (bahasa Yunani) yang dipinjam dari istilah dalam dunia kemiliteran, yang berarti perencanaan penggunaan angkatan perang untuk mencapai tujuan (memenangkan peperangan). b. Pembelajaran Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang

diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Maka pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

c. Strategi pembelajaran Dalam proses pembelajaran strategi diartikan sebagai kegiatan yang dirancang oleh pembelajar/instruktur, agar dapat memberikan kemudahan bantuan/fasilitas kepada pebelajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Strategi belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa . Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya . Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai .

10.

PENUTUP Pembelajaran akan sangat baik apabila menggunakan media pembelajaran yang baik pula. Media merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan Belajar mengajar. Dengan adanya pembelajaran, pemilihan media pembelajaran yang tepat dan proses belajar mengajar yang baik akan meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar, sehingga peserta didik akan mendapatkan hasil belajar yang optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad, 2002, Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

H. B. Uno Hamzah, 2007, Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif, Jakarta : Bumi Aksara.

H. B. Uno Hamzah, Hj. Latamenggo, 2010, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Smaldino, Sharon.E, dkk, 2011, Instructional Technology & Media For Learning, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.