Anda di halaman 1dari 83

http://indonesian.irib.

ir

h
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

KESADARAN
HA R I PE RTAMA

Di hari pertama bulan Ramadhan kita membaca: Allhumajal Shiyaami Fiihi Shiyaama al-Shaaimin wa Qiyaami Fiihi Qiyaama al-Qaaimina wa Nabbihni Fiihi an Naumatil Ghafiliin wa Habli Jurmi Fiihi Yaa Ilaahaal-Alamiina wafuanni Yaa Afian anilmujrimin Ya Allah... Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar berpuasa dan ibadah malam kusebagai ibadah mereka yang benar-benar beribadah malam. Jagalah aku dari tidurnya orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku, wahai Tuhan sekalian alam dan ampunilah aku wahai pengampun para pendosa. Dalam doa hari pertama bulan Ramadhan ada empat tema penting yang dibahas; shalat hakiki, puasa hakiki, sadar dari kelalaian dan pengampunan dosa. Dan di hari pertama tentu saja kesadaran sangat penting untuk dapat meraih tujuan puncak dari puasa di bulan Ramadhan. TANDA-TANDA ORANG YANG LENGAH DAN TIDAK SADAR: 1. Tidak mengambil pelajaran dari kejadian di dunia

Rasulullah Saw bersabda, Orang yang paling lengah dan tidak sadar adalah orang yang tidak pernah mengambil pelajaran dari perubahan dunia. (Bihar al-Anwar, jilid 77, hal 112) 2. Menyia-nyiakan umur Imam Ali as berkata, Menghabiskan umur di jalan yang tidak dapat menyelamatkan manusia sudah cukup untuk disebut lengah dan tidak sadar. (Ghurar al-Hikam, tentang akal) 3. Tidak berpikir terlebih dahulu Luqman al-Hakim berkata kepada anaknya, Orang yang lengah dan tidak sadar itu memiliki tiga tanda; tidak berpikir terlebih dahulu, tidak konsentrasi dan pelupa. (Tafsir Nur al-Tsaqalain, jilid 2, hal 815) DAMPAK LENGAH DAN TIDAK SADAR: 1. Kebodohan Imam Ali as berkata, Orang yang lalai dan tidak sadar adalah bodoh. (Nahjul Balaghah, hal153) 2. Kekerasan hati Imam Muhammad Baqir as berkata, Jauhkan dirimu dari sifat lengah dan tidak sadar. Karena dalam kelengahan itu ada kekerasan hati. (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 164) 3. Kebinasaan Imam Ali as berkata, Orang yang kelengahan dan ketidaksadarannya berkepanjangan, maka akan cepat binasa. (Ghurar al-Hikam, tentang akal) 4. Matinya Hati Imam Ali as berkata, Seseorang yang dikalahkan oleh kelengahan dan

ketidaksadarannya, maka hatinya akan mati. (Ghurar al-Hikam, tentang akal) 5. Kehilangan hati nurani Imam Ali as berkata, Bila ketidaksadaran seseorang terus berlanjut maka ia akan kehilangan hati nuraninya. (Ghurar al-Hikam, tentang akal) 6. Kerugian Imam Ali as berkata, Orang yang menghisab dirinya bakal beruntung dan orang yang lalai akan merugi. (Nahjul Balaghah, hikmah 208) FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKSADARAN: 1. Harta dan anak Allah Swt dalam al-Quran berfirman, Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. al-Munafiqun: 9) 2. Fasilitas dan kesejahteraan Allah Swt dalam al-Quran berfirman, Mereka (yang disembah itu) menjawab, Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selain engkau (untuk jadi) pelindung, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup, sampai mereka lupa mengingati (Engkau); dan mereka adalah kaum yang binasa.(QS. al-Furqan: 18) 3. Tamak Allah Swt dalam al-Quran berfirman, Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. (QS. al-Takatsur: 1) KELENGAHAN DAN

***

AL - QURAN
HA R I K EDUA

Di hari kedua bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Qarribni Fiihi Ilaa Mardhaatika wa Jannibni Fiihi Min Sakhathika wa Naqimaatika wa Waffiqni Fiihi Liqiraati Aayaatika Birahmatika Yaa Arhamarrahimiina Ya Allah... Dekatkanlah aku kepada keridhaan-Mu. Jauhkanlah aku dari kemurkaan serta balasan-Mu. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmatMu. Wahai Maha Pengasih dari semua yang mengasihi. Dalam doa hari kedua bulan Ramadhan ada dua tema penting; keridhaan dan kemurkaan Allah serta membaca al-Quran. Doa hari kedua menekankan soal membaca al-Quran dan meminta kepada Allah agar memberikan kesempatan membaca al-Quran, itupun dengan rahmat Allah Swt. SEBAGIAN KEKHUSUSAN AL-QURAN: 1. Perantara rahmat dan hidayah Allah Swt berfirman, ... Petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

(QS. Yunus: 57) 2. Pemimpin Rasulullah Saw bersabda, Hendaknya kalian senantiasa bersama al-Quran dan jadikan ia sebagai pemimpin kalian. (Kanz al-Ummal, hadis 4029) 3. Ucapan terbaik Allah Swt berfirman, Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik... (QS. az-Zumar: 23) 4. Penyembuh penyakit Allah Swt berfirman, Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat ... (QS. al-Isra: 82) 5. Komprehensif Rasulullah Saw bersabda, Siapa yang ingin mendapatkan ilmu orang pertama dan terakhir, maka hendaklah membaca al-Quran. (Kanz al-Ummal, hadis 2454) Mulla Sadra, filsuf muslim berkata, Aku banyak belajar buku para filsuf, sehingga aku berpikir aku seorang yang hebat. Tapi ketika mata batinku terbuka, aku melihat diriku kosong dari ilmu hakiki. Di akhir umurku aku banyak berpikir dan akhirnya merujuk kepada al-Quran dan Hadis. Aku yakin bahwa apa yang aku lakukan sebelumnya tidak ada dasarnya. Karena sepanjang umurku aku berdiri di bawah atap, bukan cahaya. Begitu menyesal diriku sehingga jiwaku terbakar dan hatiku membara. Semuanya terjadi sehingga rahmat ilahi menarik tanganku dan memperkenalkan kepadaku rahasia al-Quran. Aku mulai menafsirkan dan mempelajari al-Quran. Aku mengetuk pintu wahyu, sampai pintu-pintunya terbuka dan tirai tersingkap. Aku mengakui bahwa al-Quran merupakan lautan yang sangat dalam dan hanya dengan bantuan Allah seseorang dapat memasukinya. Tapi apa yang harus aku lakukan? Umurku telah pergi, badanku semakin lemah dan modalku tinggal sedikit. (Muqaddimah Tafsir Surat Waqiah, Mulla Sadra, Sahifah Nur, jilid 20, hal 30)

MENCARI ILMU
HA R I K ETIGA

Di hari ketiga bulan Ramadhan kita membaca: Allahummar Zuqnii Fiihidz Dzihna wat Tanbiih wa Baaidnii Fiihi Minas Safaahah wat Tamwiihwaj Allii Nashiban Min Kulli Khairin Tunzilu Fiihi Bijuudika Yaa Ajwadal Ajwadiina Ya Allah... Berikan aku rezeki berupa akal dan kewaspadaan. Jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang Kau turunkan. Demi kemurahan-Mu, Wahai Zat Yang Maha Dermawan dari semua yang dermawan. Dalam doa hari ketiga bulan Ramadhan ada tiga tema penting; pikiran yang terbuka, dijauhkan dari kebodohan dan memiliki sifat-sifat baik. Doa hari ketiga ini menekankan pentingnya kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari kebodohan dan kesesatan. Karena kebodohan adalah pangkal kesesatan seseorang. BERIKUT INI BEBERAPA HADIS TENTANG KEBODOHAN: 1. Imam Ali as berkata, Musibah terbesar adalah kebodohan. (Kanz al-Ummal, jilid 13, hal151, hadis 36472)

2. Imam Ali as berkata, Tidak ada agama dan kepercayaan yang akan tumbuh dengan orang-orang bodoh. (Kanz al-Ummal, jilid 13, hal 151, hadis 36472) 3. Dalam buku Nahjul Balaghah, Imam Ali as berkata, Betapa banyak orang mulia yang dihinakan oleh kebodohannya. (khutbah 184) 4. Beliau juga berkata, Akal menunjuki dan menyelamatkan, tapi kebodohan menyesatkan dan membinasakan. (khutbah 184) 5. Imam Ali as berkata, Kebodohan merupakan pusat segala keburukan. (Nahjul Fashahah, hadis781) 6. Imam Ali as secara gamblang menjelaskan, Ilmu adalah pembunuh kebodohan. (at-Tauhid, hal127) 7. Rasulullah Saw bersabda, Orang bodoh berbuat maksiat terhadap Allah, sekalipun wajahnya tampan dan memiliki posisi yang tinggi. (Nahjul Balaghah, khutbah 178) 8. Rasulullah Saw bersabda, Hati yang tidak berisi hikmah, sama seperti rumah yang hancur. Oleh karenanya, belajarlah dan mengajarlah. Belajarlah! Dengan demikian kalian tidak pernah mati dalam kondisi bodoh. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima alasan dari orang-orang yang bodoh. (Nahjul Balaghah, khutbah 91) 9. Imam Ali as berkata, Seandainya tidak ada lima sifat ini, niscara seluruh manusia menjadi orang saleh; merasa puas dengan kebodohan, rakus akan dunia, kikir akan kelebihan yang dimiliki, riya dalam beramal, berbangga diri. (Ghurar al-Hikam,jilid 2, hal 451, hadis 3260) 10. Imam Shadiq as berkata, Allah tidak mengambil janji dari orang bodoh agar mereka belajar, sehingga harus mengambil janji orang pintar guna mengajari orang bodoh. Karena ilmu ada sebelum kebodohan. (Ghurar al-Hikam, jilid 6, hal 441, hadis 10926) 11. Imam Ali as berkata, Kebodohan membunuh orang yang hidup dan mengekalkan kesulitan.(Ghurar al-Hikam, hadis 1464)

12. Imam Ali as berkata, Zakatnya akal adalah menanggung orang-orang bodoh. (at-Tauhid, hal127) 13. Rasulullah Saw bersabda, Kebaikan dunia dan akhirat dengan ilmu. Sementara keburukan dunia dan akhirat dengan kebodohan. (Kanz al-Ummal, jilid 13, hal 151, hadis 36472) 14. Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang banyak bergurau akan dianggap orang bodoh. (Ghurar al-Hikam, jilid 5, hal 183, hadis 7883) 15. Imam Kazhimas berkata, Bercocok tanam di tanah yang rata, bukan di atas batu yang keras. Begitu juga dengan hikmah hanya dapat masuk di hati orang yang tawadhu, bukan hati yang sombong. Allah menjadikan tawadhu atau rendah hati sebagai perantara akal dan kesombongan sebagai perantara kebodohan. (Tuhaf al-Uqul, hal 396) 16. Imam Ali as berkata, Kejujuran adalah kemuliaan dan kebodohan adalah kehinaan. (Tuhaf al-Uqul, hal356) 17. Imam Ali as berkata, Engkau tidak akan melihat orang bodoh kecuali memiliki sifat ekstrim lebih atau kurang. (al-Nihayah, jilid 3, hal 435) 18. Imam Ali as berkata, Tidak ada kekayaan seperti akal, tidak ada kemiskinan seperti kebodohan, tidak ada peninggalan seperti adab dan tidak ada dukungan seperti musyawarah. (Tuhaf al-Uqul, hal 89) 19. Imam Ali as berkata, Betapa banyak orang pintar yang dibunuh oleh kebodohannya, padahal ia bersama ilmunya, tapi tidak memberi manfaat kepadanya. (al-Irsyad, hal 144) 20. Rasulullah Saw bersabda, Tidak ada kefakiran yang lebih buruk dari kebodohan dan tidak ada harta yang lebih bermanfaat dari akal. (Ushul al-Kafi, jilid 1, hal 30) 21. Rasulullah Saw bersabda, Ilmu adalah puncak dari semua kebaikan dan kebodohan adalah puncak dari segala keburukan. (Bihar al-Anwar, jilid 77 hal 175)

DZIKRULLAH
HA R I KEEMPAT

Di hari keempat bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Qawwini Fiihi ala Iqamati Amrika wa Adziqni Fiihi Halawata Dzikrika wa Auzini Fiihi Liadaai Syukrika Bikaramika wahfazhni Fiihi Bihifzhika wa Sitrika Yaa Absharan Naazhiriina. Ya Allah... Berikanlah kekuatan kepadaku untuk menegakkan perintah-perintah-Mu. Berilah aku manisnya berzikir mengingat-Mu. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Jagalah aku dengan penjagaan-Mu dan perlindunganMu. Wahai Zat Yang Maha Melihat. Dalam doa hari keempat bulan Ramadhan ada empat tema penting; menegakkan perintah Allah, zikir dan mengingat Allah, mensyukuri nikmat dan Allah pelindung manusia. Doa hari keempat ini menekankan pentingnya merasakan manisnya berzikir dan mengingatAllah. DAMPAK BERZIKIR KEPADA ALLAH:

1. Menguatkan jiwa Imam Ali as berkata, Senantiasa mengingat Allah membuat jiwa menjadi kuat. (Rahnamaye Tabligh, jilid 7, majlis ke-4) 2. Menghidupkan hati Imam Ali as berkata, Mengingat Allah membuat hati menjadi hidup. (Ghurar alHikam, tentang zikir) 3. Menerangi hati Imam Ali as berkata, Hendaknya kalian mengingat Allah. Karena mengingat Allah menjadi penerang hati. (Ghurar al-Hikam, tentang zikir) 4. Menenteramkan hati Allah Swt berfirman, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. ar-Rad: 28) Dalam Munajat adz-Dzakirin disebutkan: Ilahi... Bila bukan perintah-Mu, aku akan mensucikan-Mu lebih dari yang kuketahui dengan berzikir kepada-Mu. Karena zikirku sesuai dengan kemampuanku, bukan dengan posisi-Mu. Ilahi... Beri ilham kepada kami bagaimana berzikir kepada-Mu baik secara terang-terangan dan sembunyi, di siang hari maupun malam, secara lahiriah maupun batin dan begitu pula dalam kondisi senang atau susah. Jadikan kami terbiasa melakukan zikir secara sembunyi-sembunyi... Aku memohon ampun dari setiap kelezatan dari selain mengingat-Mu.

***

PENGHAMBAAN
HA R I K EL IMA

Di hari kelima bulan Ramadhan kita membaca: Allahummajalni Fiihi Minal Mustaghfiriina Wajalni Fiihi Min Ibaadikas Shalihiina Wajalni Fiihi Min Auliyaaikal Muqarrabiina Birafatika Yaa Arhamar Raahimiina Ya Allah... Jadikanlah aku di antara orang-orang yang memohon ampunan. Jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang saleh dan setia. Jadikanlah aku di antara auliya-Mu yang dekat di sisiMu dengan kelembutan-Mu. Wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih. Dalam doa hari kelima bulan Ramadhan ada tiga tema penting; beristighfar dan bertaubat, hamba yang saleh dan para wali Allah. Doa hari kelima ini menekankan pentingnya penghambaan kepada Allah Swt. LANGKAH PERTAMA DALAM PENGHAMBAAN: Imam Ridha as berkata, Langkah pertama dalam penghambaan adalah mengenal Allah dan prinsip dalam mengenal-Nya adalah mengesakan-Nya. (Uyun Akbar arRidha, jilid 1, hal12) POSISI IBADAH DAN PENGHAMBAAN:

1. Tujuan penciptaan Allah Swt berfirman, Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. adz-Dzariyat: 58) 2. Kemenangan Imam Ali as berkata, Ibadah adalah kemenangan. (Ghurar al-Hikam, tentang abd) 3. Tanda perhatian Allah Imam Ali as berkata, Ketika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mengajarkannya ibadah yang baik. (Ghurar al-Hikam, tentang abd) 4. Perantara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah Imam Ali as berkata, Tidak ada yang dapat mendekatkan manusia kepada Allah seperti ibadah. (Ghurar al-Hikam, tentang Abd) SYARAT IBADAH: 1. Pengetahuan agama Imam Sajjad as berkata, Tidak ada ibadah yang sempurna tanpa pengetahuan dan makrifat. (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 138) 2. Kesadaran Imam Ali as berkata, Tidak ada kebaikan dalam ibadah tanpa kesadaran. (Ghurar al-Hikam, tentang Abd) 3. Kehadiran hati Rasulullah Saw bersabda, Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Bila engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. (Kanz al-Ummal, hadis 5250)

MENINGGALKAN DOSA
HA R I KEENAM

Di hari keenam bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma LaaTakhdzulni Fiihi Litaarrudhi Mashiyatik wa Laa Tadhribni Bisiyaathi Naqimatik wa Zahzihni Fiihi Min Muujibaati Sakhatik Bimannik wa Ayadiik Yaa Muntaha Raghbatir Raaghibiina. Ya Allah... Jangan Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat kepada-Mu. Janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-Mu. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-Mu dengan anugerah dan bantuan-Mu. Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan. Dalam doa hari keenam bulan Ramadhan ada tiga tema penting; dosa, balasan ilahi atas para pendosa dan menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan Allah Swt. Doa hari keenam ini menekankan pentingnya menjauhkan diri dari dosa. SEBAGIAN DARI PERBUATAN DOSA: 1. Meninggalkan kewajiban

Imam Shadiq as berkata, Seorang hamba yang meninggalkan satu dari kewajiban, maka Allah tidak akan melihatnya dengan pandangan rahmat dan tidak mensucikannya. (Wasailas-Syiah, jilid 11, hal 207) 2. Memakan barang haram Rasulullah Saw bersabda, Setiap kali ada makanan haram masuk ke dalam perut seorang hamba, maka malaikat langit dan bumi akan melaknatnya. (Safinah alBihar, jilid 1, hal 240) 3. Membantu orang-orang zalim Imam Shadiq as berkata, Membantu orang-orang zalim dan menyukai mereka termasuk dosa besar. (al-Kafi, jilid 3, hal 180) Apa yang harus dilakukan seseorang ketika ia tidak dapat meninggalkan perbuatan dosa? Seseorang mendatangi Imam Shadiq as dan berkata, Saya sudah terbiasa melakukan perbuatan dosa. Saya tidak sabar untuk melakukannya. Saya mohon kepada Anda untuk bersedia membantuku dan menasihatiku. Dengan lembut Imam Shadiq as berkata kepadanya, Ada lima syarat yang akan kusampaikan, bila engkau mampu melakukannya, maka kapan saja engkau menginginkannya, silahkan melakukan perbuatan dosa: 1. Jangan makan dari rezeki Allah. Selain itu, silahkan berbuat dosa. 2. Cari tempat sehingga Allah tidak melihatmu. Di sana engkau bisa bebas berbuat dosa. 3. Keluarlah dari wilayah dan bumi Allah, di sana engkau bisa berbuat dosa sesukamu. 4. Jangan serahkan jiwamu kepada Jibril dan lakukan dosa sesukamu.

5. Jangan mau dibawa ke neraka jahannam dan berbuat dosa seperti yang engku inginkan. (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 126) BEBERAPA HADIS TENTANG DOSA: 1. Imam Ali as berkata, Dosa terbesar adalah pelakunya menganggap kecil sebuah perbuatan dosa. (Nahjul Balaghah, khutbah 348) 2. Imam Hasan Askari as berkata, Orang yang paling berusaha adalah orang yang meninggalkan dosa. (Tuhaf al-Uqul, hal 489) 3. Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang banyak berpikir tentang dosa, maka perbuatan dosa akan menyeretnya agar melakukannya. (Ghurar al-Hikam, hadis 3443) 4. Rasulullah Saw bersabda, Jangan melihat pada kecilnya perbuatan dosa, tapi perhatikan bagaimana seseorang berani melanggar perintah Allah Swt. (Jihad anNafs, hal405) 5. Imam Muhammad Baqir as berkata, Seseorang tidak akan sampai ke wilayah kami, kecuali dengan perbuatan yang layak dan tidak melakukan dosa. (Jihad anNafs, hal 112) 6. Muhammad Baqir as berkata, Seseorang tidak dapat melepaskan diri dari dosa, kecuali ia dapat mengontrol lisannya. (Bihar al-Anwar, jilid 75, hal 178) 7. Rasulullah Saw bersabda, Seseorang yang mencela saudara seagamanya dengan perbuatan dosa tidak akan mati, kecuali ia pasti akan melakukan hal yang sama. (Nahjul Fashahah, hal 2756) 8. Rasulullah Saw bersabda, Barangsiapa yang bangun pagi dan tidak punya keinginan untuk menzalimi orang lain, niscaya Allah akan mengampuni perbuatan dosa yang dilakukannya. (al-Kafi, jilid 2, hal 332, hadis 8) 9. Imam Shadiq as berkata, Barangsiapa memiliki tetangga yang melakukan

perbuatan dosa, tapi ia tidak melarangnya, maka ia terhitung melakukan dosa itu juga. (Irsyadal-Qulub, jilid 1, hal 183) 10. Imam Shadiq as berkata, Bila seorang fasik menyatakan perbuatan dosanya secara terang-terangan, maka ia tidak memiliki kehormatan dan tidak terhitung ghibah bila membicarakannya. (Bihar al-Anwar, jilid 75, hal 253, hadis, 32) BEBERAPA HAL YANG DAPAT MENGHAPUS DOSA: 1. Rasulullah Saw bersabda, Tamu membawa rezeki dan menghapus dosa tuan rumah. (Bihar al-Anwar, jilid 75, hal 461, hadis 14) 2. Imam Ali as berkata, Rasa malu terhadap Allah dapat menghapus banyak dari dosa manusia. (Ghurar al-Hikam, jilid 1, hal 399, hadis 1548) 3. Rasulullah Saw bersabda, Wahai Ali! Membantu istri dapat menjadi penghapus dosa-dosa besar dan menghilangkan kemurkaan Allah dan mas kawin dapat menambah kebaikan dan derajat. (Jami al-Akhbar, hal 276) 4. Rasulullah Saw bersabda, Bila seorang hamba di awal wudhunya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, maka seluruh anggota tubuhnya disucikan dari dosa. 5. Imam Shadiq as berkata, Pintu-pintu dosa akan tertutup dengan mengucapkan Audzubillahi Minas Syaithanir Rajiim dan pintu-pintu ketaatan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. (ad-Daawat, hal 52)

***

MENINGGALKAN SHALAT
HA R I KETU JU H

Di hari ketujuh bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Ainni Fiihi Ala Shiyaamihi wa Qiyaamihi wa Jannibni Fiihi Min Hafawaatihi wa Aatsaamih warzuqni Fiihi Dzikrika Bidawaamihi Fitaufiiqika Yaa Haadial Mudhilliin Ya Allah... Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Berikan aku zikir berupa zikir mengingat-Mu secara berkesinambungan dengan taufik-Mu. Wahai Pemberi Petunjuk orang-orang yang sesat. Dalam doa hari ketujuh bulan Ramadhan ada tiga tema penting; bantuan Allah untuk melakukan shalat, selalu mengingat Allah dan taufik ilahi. Doa hari ketujuh ini menekankan pentingnya melaksanakan shalat. PENTINGNYA SHALAT: 1. Lebih penting dari amal yang lain Rasulullah Saw bersabda, Pada Hari Kiamat, amalan pertama seorang hamba yang akan diperhatikan adalah shalat. (Bihar al-Anwar, jilid 82, hal 227)

2. Wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah Imam Ali as berkata, Shalat merupakan wasilah setiap orang bertakwa untuk mendekatkan dirikepada Allah Swt. (Bihar al-Anwar, jilid 10, hal 99) 3. Amal terbaik Imam Ali as berkata, Saya mewasiatkan kepada kalian untuk melakukan shalat dan menjaganya. Karena sesungguhnya shalat merupakan amal perbuatan terbaik. (Bihar al-Anwar, jilid 82, hal 29) 4. Benteng untuk melawan setan Imam Ali as berkata, Shalat merupakan benteng yang aman dari pengaruh setan. (Ghurar al-Hikam, tentang shalat) 5. Mencegah manusia jatuh pada anti nilai Allah Swt berfirman, ... Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ... (QS. al-Ankabut: 45) 6. Rasulullah Saw bersabda, Shalat kunci segala kebaikan. (al-Firdaus, jilid 2, hal 404, hadis 3796) DAMPAK MENINGGALKAN ATAU MENGANGGAP RINGAN SHALAT: 1. Dimasukkan ke dalam neraka Allah Swt berfirman, Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab, Kami dahulu bukan termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.(QS. al-Muddatsir: 42-43) 2. Tidak mendapat pertolongan Allah Allah Swt berfirman, Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS. al-Humazah: 4-5)

3. Jauh dari Rasulullah Saw Rasulullah Saw bersabda, Barangsiapa yang menganggap enteng shalatnya, maka ia tidak termasuk dari golonganku. (Bihar al-anwar, jilid 80, hal 21) 4. Tidak mendapat syafaat Rasulullah Saw Rasulullah Saw bersabda, Siapa yang menunda waktu shalat wajib, maka di Hari Kiamat ia tidak akan mendapatkan syafaatku.

***

MENYAYANGI ANAK YATIM


HA R I KE DEL APAN

Di hari kedelapan bulan Ramadhan kita membaca: Allahummar Zuqni Fiihi Rahmatal Aytaam wa Ithaamat Thaaam wa Ifsyaas Salaam wa Shuhbatal Kiraam Bithoulika Yaa Maljal Aamiliin. Ya Allah... Berilah aku rezeki berupa kasih sayang terhadap anak yatim dan pemberian makan dan penyebaran salam dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap. Dalam doa hari kedelapan bulan Ramadhan ada empat tema penting; menyayangi anak yatim, memberi makan, menyebarkan salam dan bergaul dengan orang baik. Doa hari kedelapan ini menekankan pentingnya menyayangi anak yatim. MENYAYANGI ANAK YATIM: Anak yatim sangat membutuhkan kasih sayang. Karena kasih sayang setidaknya dapat memenuhi kesedihan akibat kehilangan orang tua. Itulah mengapa Islam sangat menganjurkan umat Islam untuk menyayangi mereka sama seperti anaknya sendiri. Tak syak mereka yang tidak memperhatikan

kewajiban manusiawi ini bakal mendapat kemurkaan Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, Rumah yang paling baik adalah rumah yang penghuninya menghormati anak yatim. Imam Ali as berkata, Allah, Allah dengan anak yatim. Jangan sampai mereka terkadang kenyang dan terkadang kelaparan serta kehilangan hak-haknya. (Furu alKafi,jilid 7, hal 51) PAHALA MENGASUH ANAK YATIM: 1. Surga Rasulullah Saw bersabda, Barangsiapa yang mengasuh anak yatim, sehingga segala kebutuhannya terpenuhi, maka Allah mewajibkan surga untuknya. Bihar al-Anwar, jilid 75, hal 51) 2. Bersama Rasulullah Rasulullah Saw bersabda, Aku bersama orang yang mengasuh anak yatim, seperti dua jari akan bersama-sama di surga. (Mizan al-Hikmah, hadis 22582) 3. Mendapat rahmat Allah Imam Shadiq as berkata, Seseorang yang ingin mendapat rahmat Allah dan masuk ke surga ..., hendaknya ia bersikap penuh kasih sayang terhadap anak yatim. (Amali as-Shaduq, hal 318, majelis 61, hadis 15) 4. Mendapat pahala berlipat ganda Imam Ali as berkata, Seorang mukmin dan mukminah yang mengusap kepala anak yatim, maka Allah Swt akan memberi pahala kepadanya sesuai dengan jumlah rambut yang diusapnya. (Tsawab al-Amal, hal 237) 5. Melembutkan hati dan mengabulkan keinginan Rasulullah Saw bersabda, Apakah kalian suka hati kalian lembut dan keinginan

kalian dikabulkan? Beliau kemudian bersabda, Sayangilah anak yatim, dengan penuh kasih sayang usaplah tangan kalian di atas kepalanya dan memberi anak yatim seperti yang engkau makan. Bila tiga hal ini kalian lakukan, maka hati kalian akan lembut dan keinginan kalian dikabulkan. (Kanz al-Ummal, jilid 3,hal 169, hadis 6002) PAHALA MENENANGKAN ANAK YATIM: Begitu pentingnya keresahan anak yatim bagi Rasulullah Saw, sehingga beliau bersabda, ... Kapan saja seorang anak yatim menangis, maka air matanya akan terjatuh di telapak tangan Allah Yang Maha Pengasih, maka Allah Swt akan berfirman, Siapa yang membuat anak yatim ini, yang ayahnya telah diletakkan di bawah tanah, menangis? Barangsiapa yang menenangkan anak ini, maka surga sebagai balasannya. (Tafsir Fakhr ar-Razi, jilid 31, hal 220) Dalam hadis lain Rasulullah Saw bersabda, Ketika seorang anak yatim menangis, maka Arsy Allah bergetar. Kemudian Allah Swt berkata kepada para malaikat, Wahai para malaikat-Ku! Siapa yang membuat anak yang ayahnya telah dikuburkan ini menangis? Para malaikat berkata, Wahai Allah, Engkau lebih mengetahui. Allah Swt berfirman, Wahai para malaikat-Ku! Aku bersumpah, bahwa siapa saja yang dapat menenangkan tangisannya dan membuat hatinya gembira, maka di Hari Kiamat nanti Aku akan membuatnya gembira. (Tafsir Majma al-Bayan, jilid 10, hal 606)

***

MENCARI RAHMAT ALLAH


HA R I KE S EMBIL AN

Di hari kesembilan bulan Ramadhan kita membaca: Allahummajalli Fiihi Nashiban Min Rahmatikal Waasiah Wahdini Fiihi Libaraahiinikas Saathiahwa Khudz Binaashiati Ilaa Mardhaatikal Jaamiah Bimahabbatika Yaa Amalal Musytaaqiin. Ya Allah... Sediakanlah untukku dari rahmat-Mu yang luas. Berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang. Bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu. Wahai harapan orang-orang yang rindu. Dalam doa hari kesembilan bulan Ramadhan ada tiga tema penting; mencari rahmat Allah, kehidupan rasional dan upaya meraih kerelaan Allah. Doa hari kesembilan ini menekankan pentingnya meraih rahmat Allah. HAL-HAL YANG MEMBUAT MANUSIA MERAIH RAHMAT ALLAH: 1. Berbuat baik Allah Swt berfirman, ... Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang

yang berbuat baik. (QS. al-Araf: 56) 2. Mengingat Allah Imam Ali as berkata, Rahmat Allah diturunkan dengan mengingat Allah. (Ghurar al-Hikam, tentang zikir) 3. Memaafkan Imam Ali as berkata, Rahmat Allah diturunkan dengan memaafkan. (Ghurar al-Hikam, tentang zikir) 4. Taat kepada Allah dan Rasul Allah Swt berfirman, Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. Ali Imran: 132) 5. Menerima nasihat Imam Ali as berkata, Allah merahmati orang yang menerima nasihat. (Ghurar al-Hikam, tentang nasihat) 6. Menyayangi orang lemah Imam Ali as berkata, Menyayangi orang-orang lemah akan menurunkan rahmat Allah. (Ghurar al-Hikam, tentang rahmat) 7. Mawas diri Imam Ali as berkata, Allah merahmati hamba yang mengawasi dosa dan takut kepada Allah. (Ghurar al-Hikam, tentang rahmat)

***

KEBAHAGIAAN
HA R I KE SEPU L U H

Di hari kesepuluh bulan Ramadhan kita membaca: Allahummajalni Fiihi Minal Mutawakkiliina Alaika Wajalni Fiihi Minal Faaiziina Ladaika Wajalni Fiihi Minal Muqarrabiina Ilahika Biihsaanika Yaa Ghaayatal Thaalibiina. Ya Allah... Jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertawakal kepada-Mu. Jadikanlah aku di antara orang-orang yang menang di sisi-Mu. Jadikanlah aku di antara orang-orang yang dekat kepada-Mu dengan ihsan-Mu. Wahai Tujuan orang-orang yang memohon. Dalam doa hari kesepuluh bulan Ramadhan ada tiga tema penting; pentingnya tawakal, kemenangan bersama Allah dan kedekatan kepada Allah dalam penghambaan. Doa hari kesepuluh ini menekankan pentingnya kebahagiaan dan kemenangan di sisi Allah. DEFINISI KEBAHAGIAAN: Imam Shadiq as berkata, Kebahagiaan merupakan perantara kebaikan, dimana orang yang bahagia memanfaatkannya untuk mendapat petunjuk meraih ketakwaan. (Bihar al-Anwar, jilid 10, hal 84)

SIAPAKAH ORANG YANG BAHAGIA? 1. Mukhlis Imam Ali as berkata, Orang yang bahagia adalah orang yang ketataannya kepada Allah berdasarkan keikhlasan. (Ghurar al-Hikam, tentang kebahagiaan) 2. Pengikut Ali as Rasulullah Saw bersabda, Wahai Ali! Seorang yang bahagia secara hakiki adalah orang yang menaatimu setelah aku dan menerima wilayahmu sepeninggal aku. (Amali Syeikh Mufid, hal 95) 3. Orang yang menghisab dirinya Imam Ali as berkata, Barang siapa yang menghisab dirinya akan berbahagia. (Ghurar al-Hikam, tentang kebahagiaan) 4. Bersama ulama Imam Ali as berkata, Duduklah bersama ulama agar menjadi orang yang bahagia. (Ghuraral-Hikam, tentang kebahagiaan) 5. Memiliki anak yang saleh Rasulullah Saw bersabda, Memiliki anak saleh merupakan kebahagiaan. (Bihar al-Anwar, jilid 98, hal 104) 6. Ziarah Imam Husein as Imam Shadiq as berkata, Jangan tinggalkan ziarah Imam Husein as dan ajak teman-temanmu untuk melakukannya juga. Bila engkau melakukannya, maka Allah akan menganugerahkan panjang umur kepadamu, menambah rezekimu, membuat kehidupanmu bahagia dan engkau tidak akan mati, kecuali namamu dicatat bersama orang-orang yang berbahagia. (Kamil az-Ziaraat, hal 286)

7. Mencintai Ali as Sayidah Fathimah az-Zahra as berkata, Orang yang bahagia secara hakiki adalah orang yang mencintaiAli as dalam kehidupannya dan setelah wafatnya. (Majma azZawaid, Allamah Haitsami, jilid 9, hal 132) 8. Melakukan istikharah kepada Allah Rasulullah Saw bersabda, Termasuk kebahagiaan seseorang adalah menginginkan kebaikan dari Allah (istikharah) dan rela dengan apa yang ditentukan Allah. Sementara orang yang celaka adalah orang yang tidak meminta kebaikan dari Allah dan tidak suka akan ketentuan Allah. (Tuhaf al-Uqul, hal 55) 9. Keseimbangan jiwa dan badan Imam Muhammad Baqir as berkata, Menjaga kesimbangan antara jiwa dan badan merupakan faktor kesuksesan dan kebahagiaan manusia. (Wasail as-Syiah, jilid 4, hal 106) 10. Istri yang baik, rumah besar, tetangga baik dan kendaraan bagus Rasulullah Saw bersabda, Ada empat halyang dapat membawa manusia kepada kebahagiaan dan empat lainnya kesengsaraan. Empat hal yang membawa kebahagiaan; istri yang baik, rumah yang besar, tetangga yang baik dan kendaaran yang bagus. Sementara empat hal yang membawa kesengsaraan; istri yang buruk, tetangga yang buruk, rumah yang kecil dan kendaraan yang buruk. (Makarim al-Akhlak, hal 126)

***

BERBUAT BAIK
HA R I KE S EBE L AS

Di hari kesebelas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Habbib Ilayya Fiihil Ihsaan wa Karrih Ilayya Fiihil Fusuuqa wa Harrim Alayya Fiihis Sakhatha wann Niiraana Biaunika Yaa Ghiyaatsl Mustaghitsiina Ya Allah... Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik. Tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaanMu dan api neraka dengan pertolongan-Mu. Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan. Dalam doa hari kesebelas bulan Ramadhan ada tiga tema penting; semangat berbuat baik, menjauhi dosa dan akhir dari dosa adalah neraka. Doa hari kesebelas ini menekankan pentingnya berbuat baik. SUBSTANSI BERBUAT BAIK (IHSAN) 1. Karakter orang-orang baik Imam Ali as berkata, Ihsan adalah tabiat orang-orang baik. (Ghurar al-Hikam, tentang berbuat baik)

2. Hiasan ilmu Imam Ali as berkata, Ihsan merupakan hiasan ilmu. (Ghurar al-Hikam, tentang berbuat baik) 3. Puncak keimanan Imam Ali as berkata, Puncak keimanan adalah ihsan. (Ghurar al-Hikam, tentang berbuat baik) DAMPAK DARI IHSAN 1. Perhatian Allah Allah Swt berfirman, ... Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. al-Ankabut: 69) 2. Kecintaan Allah Allah Swt berfirman, ... Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. al-Baqarah: 195) 3. Bibit kecintaan Imam Ali as berkata, Berbuat baik kepada orang yang berperilaku buruk dapat memperbaiki musuh. (Ghurar al-Hikam, tentang berbuat baik) 4. Hidayah Allah Swt berfirman, Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. al-Araf: 56) 5. Rahmat ilahi Allah Swt berfirman, Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 31: 3)

6. Kebesaran hati Imam Ali as berkata, Ketinggian posisi dan derajat dapat diraih lewat berbuat baik. (Ghurar al-Hikam, tentang berbuat baik) 7. Husnul khatimah Imam Ali as berkata, Setiap orang yang berbuat baik kepada orang lain, maka di akhir hidupnya akan mendapat husnul khatimah. (Ghurar al-Hikam, tentang berbuat baik) 8. Pandangan tetangga Rasulullah Saw bersabda, Bila para tetanggamu menganggapmu sebagai orang baik, maka engkau pasti orang baik. Sebaliknya, bila mereka menganggapmu sebagai orang yang berperilaku buruk, maka engkau adalah orang buruk. (Nahjul Fashahah, hadis 92)

***

MENJAGA KESUCIAN
HA R I KE DUABEL AS

Di hari kedua belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Zayyini Bissatri Walifaf Wasturni Fiihi Bilibaasil Qunui Walkafaafi Wahmilni Fiihi Alal Adli Walinshaafi Waaminni Fiihi Min Kulli Maa Akhaafu Biishmatika Yaa Ishmatal Khaaifiina Ya Allah... Hiasilah aku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qanaah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah aku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-Mu. Wahai Penjaga orang-orang yang takut. Dalam doa hari kedua belas bulan Ramadhan ada tiga tema penting; pakaian dan kesucian, qanaah dan merasa cukup, keadilan dan obyektif, serta aman dari akibat dosa. Doa hari kedu belas ini menekankan pentingnya menjaga kesucian. KEUTAMAAN KESUCIAN (IFAF) 1. Ibadah terbaik

Imam Shadiq as as berkata, Ibadah paling baik adalah menjaga kesucian. (al-Kafi, jilid2, hal 78) 2. Pondasi segala kebaikan Imam Ali as berkata, Kesucian merupakan puncak dari segala kebaikan. (Ghurar al-Hikam) 3. Zakat keindahan Imam Ali as berkata, Zakat keindahan adalah menjaga kesucian. (Ghurar alHikam, tentang kesucian) FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENJAGA KESUCIAN 1. Rela akan apa yang ada Imam Ali as berkata, Rela atas apa yang ada menyebabkan kesucian seseorang. (Ghurar al-Hikam, tentang kesucian) 2. Tanggung jawab Imam Ali as berkata, Kepribadian seorang pria ada pada tekadnya dan kesuciannya sebesar tanggung jawabnya. (Ghurar al-Hikam, tentang kesucian) 3. Merasa cukup (qanaah) Imam Ali as berkata, Prinsip kesucian pada qanaah. (Bihar al-Anwar, jilid 70, hal 4) 4. Akal Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang berakal akan terjaga kesuciannya. (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 7) ***

HA R I

TAKWA

KE TIGABE L AS

Di hari ketiga belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Thahhirni Fiihi Minad Danasi Walaqdzaar wa Shabbirni Fiihi Ala Kaainaatil Aqdaar wa Waffiqni Fiihi Littuqa wa Shuhbatil Abraar Biaunika Yaa Qurrata Ainil Masaakiina Ya Allah... Sucikanlah aku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menerima segala ketentuan. Berilah kemampuan kepadaku untuk bertakwa dan bergaul dengan orang-orang baik dengan bantuan-Mu. Wahai Dambaan orang-orang miskin. Dalam doa hari ketiga belas bulan Ramadhan ada tiga tema penting; bersih dari dosa, sabar menghadapi masalah, takwa dan bersama orang-orang baik. Doa hari ketigabelas ini menekankan pentingnya takwa. MAKNA TAKWA: Ada yang bertanya kepada Imam Shadiq as tentang makna takwa. Beliau kemudian menjawab, Takwa kondisi dimana Allah tidak kehilanganmu ketika Dia memerintahkanmu dan tidak menyaksikanmu ketika melarangmu. (Mizan alHikmah, bab takwa)

DAMPAK TAKWA: 1. Turunnya rahmat Allah Swt berfirman, Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi... (QS. al-Araf: 96) 2. Kebaikan dunia dan akhirat Rasulullah Saw bersabda, Barangsiapa mendapat rezeki takwa, berarti ia telah mendapat rezeki dunia dan akhirat. (Mizan al-Hikmah, bab takwa) 3. Kemuliaan Allah Swt berfirman, ...Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.... (QS. al-Hujurat: 13) 4. Obat penyakit hati Imam Ali as berkata, Sesungguhnya takwa kepada Allah merupakan obat bagi penyakit hati. (Nahjul Balaghah, khutbah 198) 5. Diterimanya amal Allah Swt berfirman, ...Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orangorang yang bertakwa. (QS. al-Maidah: 27) 6. Terhormat Rasulullah Saw bersabda, Barangsiapa yang ingin menjadi manusia terhormat, maka hendaklah ia bertakwa. (Mizan al-Hikmah, bab takwa)

***

UJIAN ILAHI
HA R I KE E MPATBEL AS

Di hari keempat belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Laa Tuakhidzni Fiihi Bilatsaraati wa Aqilni Fiihi Minal Khathaya Walhafawaati wa Laa Tajalni Fiihi Gharadhan Lil Balaayaa Walaafaat Biizzatika Yaa Izzal Muslimiina Ya Allah... Janganlah Engkau hukum aku, karena kekeliruan yang kulakukan. Ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sarana bala dan malapetaka dengan kemuliaan-Mu. Wahai Kemuliaan kaum Muslimin. Dalam doa hari keempat belas bulan Ramadhan ada tiga tema penting; dosa dan taubat, aman dari malapetaka ilahi dan kemuliaan di balik penghambaan. Doa hari keempat belas ini menekankan ujian ilahi. Kehidupan yang dialami setiap orang tidak statis dan hanya satu bentuk. Terkadang manusia mengalami kesulitan dan bencana, di waktu lain merasakan ketenangan dan kesejahteraan. Tidak ada seorangpun di dunia yang hidup hanya merasakan kesulitan dan menderita, atau senantiasa senang dan gembira dalam kehidupannya. Dan yang pasti setiap kesulitan dan kegembiraan yang

dirasakan seseorang tidak menjadi tanda bagi kebaikan atau keburukan orang tersebut. Di dunia ini tidak ada seorangpun yang akan diketahui kemampuan dan derajatnya tanpa ada cobaan. Manusia akan disebut berhasil bila telah menyelesaikan ujian dengan baik. Oleh karenanya, keberadaan bencana dan ujian sangat penting untuk mengetahui derajat manusia. Berikut ini bencana dan ujian dibagi dalam dua kelompok; individu dan sosial. 1. Individu a. Balasan Bencana dan ujian seperti nyamuk yang dikirim oleh Allah Swt untuk membunuh Namrud. b. Derajat Allah Swt berfirman, Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. (QS. alBaqarah: 124) 2. Sosial a. Balasan Bencana angin topan yang dikirimkan oleh Allah kepada kaum Nabi Nuh as. b. Derajat Ujian yang menimpa Rasulullah Saw dan Muslimin di awal Islam di Syib Abi Thalib. Bila bencana dan ujian berdampak pada peningkatan derajat manusia, maka setiap orang yang mendapat bencana ini harus bersabar dan menghadapinya dengan bertawakal kepada Allah Swt. Sebaliknya, bila bencana dan ujian itu

berujud pembalasan dari Allah Swt, maka setiap orang yang mendapat bencana ini harus segera bertaubat dan meminta kepada Allah agar mengampuninya. Dalam kondisi inilah kita berkata, Ya Allah! Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana. (Doa Kumail)

***

LAPANG DADA
HA R I KE LIMABEL AS

Di hari kelima belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahummarzuqni Fiihi Taatal Khaasyiiina Wasyrah Fiihi Shadri Biinabatil Mukhbitiin Biamaanika Yaa Amaanal Khaaifiina. Ya Allah... Berilah aku rezeki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu. Lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal dengan keamanan-Mu Wahai Keamanan untuk orang-orang yang takut. Kebanyakan nikmat yang dianugerahkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw diberikan tanpa mengungkit-ungkit, tapi berbeda dengan nikmat lapang dada seperti yang difirmankannya dalam al-Quran, Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (QS. as-Syarh: 1) FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MELAPANGKAN DADA: 1. Akrab dengan al-Quran Yaa Allah! Beri cahaya mataku dengan Kitab-Mu dan lapangkan dadaku dengannya. (Ushul al-Kafi, jilid 2, hal 577)

2. Kehendak ilahi Allah Swt berfirman, Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam... (QS. al-Anam: 125) PENGARUH SIFAT LAPANG DADA: 1. Wajah menjadi ramah Ketika hati seseorang lapang, maka seluruh anggota tubuhnya juga menjadi lebih ramah dan lapang. Kelapangan dada ini lebih tampak pada wajah seseorang. Begitulah Rasulullah Saw bersabda, Orang yang paling sering tersenyum adalah yang wajahnya paling ramah. (Tarikh Yaqubi, jilid 1, hal 513) 2. Lemah lembut Hati yang lapang membuat sikap seseorang lebih lembut kepada orang lain. Karena seseorang yang memiliki kelapangan dada, maka ia membagi kasih sayangnya dengan orang lain. Sikap lapang dada yang dimiliki oleh Rasulullah Saw membuat beliau begitu menyayangi orang lain dan bersikap lemah lembut dengan mereka. Disebutkan dalam hadis, Rasulullah adalah orang yang paling menyayangi orang lain. (Mustanad Abu Hanifah, Riyadh, Maktabi al-Kautsar, 1415, hal 51) 3. Menutupi aib orang lain Salah satu ciri orang yang memiliki sifat lapang dada adalah menutupi aib orang lain. Ia tidak membuka keburukan seseorang kepada orang lain. Begitulah yang dilakukan Rasulullah Saw kepada orang-orang Munafik yang berada di sekelilingnya. Sekalipun ia mengetahui perbuatan buruk mereka, tapi beliau tidak membongkarnya agar hilang kehormatan mereka. Sikap beliau menutupi aib mereka muncul dari kelapangan dadanya. Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda, Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya yang mukmin di dunia, maka Allah Swt akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. (Tarikh Baghdadi)

MENGENAL ORANG BAIK DAN BURUK


HA R I KE E NAMBEL AS

Di hari keenam belas bulan Ramadhan kita membaca: [ ] Allahumma Waffiqni Fiihi Limuwaafaqatil Abrar Wa Jannibni Fiihi Muraafaqatal Asyraar Wa Aawini Fiihi Birahmatika Ilaa Daaril Qaraar Bi ilaahiyyatika Yaa Ilaahal Aalamiina Ya Allah... Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Naungilah aku dengan rahmat-Mu hingga sampai kepada alam akhirat. Demi ketuhanan-Mu Wahai Tuhan seru sekalian alam. Dalam doa hari keenam belas bulan Ramadhan ada tiga tema penting; bergaul dengan orang baik dan buruk serta kenikmatan di alam akhirat. Doa hari keenam belas ini menekankan mengenal orang baik dan buruk. CIRI-CIRI ORANG BAIK: 1. Memiliki yang terbaik Allah Swt berfirman, Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang

yang berbakti. (QS. Ali Imran: 198) 2. Berlimpahan nikmat Allah Swt berfirman, Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga). (QS. al-Muthaffifin: 22) CIRI-CIRI ORANG BURUK: Imam Ali as menyebut sejumlah kasus berikut ini sebagai ciri-ciri orang buruk: 1. Pemimpin kesesatan Imam Ali as berkata, Orang terburuk di antara kalian adalah pemimpin kesesatan dan para penyesat. (Ghurar al-Hikam, tentang keburukan, dan semua catatan kaki selanjutnya berasal dari sumber yang sama) 2. Barangsiapa yang tidak menerima permintaan maaf. 3. Orang yang tidak peduli masyarakat menilainya sebagai orang buruk. 4. Ulama yang berbuat fasad dan keburukan. 5. Pengadu domba. 6. Orang yang memisahkan dua sahabat.

***

AMAL TERBAIK
HA R I KE TUJU HBEL AS

Di hari ketujuh belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahummahdini Fiihi Lishaalihil Amaal Waqdhi Lii Fiihil Hawaaija Walaamaal Yaa Man Laa Yahtaaju Ilaat Tafsiir Wassuaali Yaa Aaliman Bimaa Fii Shuduuril Aalamiina Shalli Ala Muhammadin Wa Aalihit Thaahiriina Ya Allah... Tunjukkanlah aku kepada amal kebajikan dan penuhilah hajat dan cita-citaku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan, tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ada di dalam hati seluruh isi alam. Shalawat atas Muhammad dan keluarganya yang suci. Dalam doa hari ketujuh belas bulan Ramadhan ada tiga tema penting; perbuatan baik, keinginan dan cita-cita serta ilmu Allah akan hati manusia. Doa hari ketujuh belas ini menekankan taufik berbuat baik. AMAL TERBAIK: 1. Amal terbaik adalah yang tersulit. (Bihar al-Anwar, jilid 7, hal 191) 2. Amal terbaik adalah apa yang tidak disukai oleh dirimu. (Bihar al-Anwar, jilid

78, hal 69) 3. Amal terbaik adalah perbuatan untuk Allah. (Ghurar al-Hikam, tentang amal) 4. Amal terbaik adalah yang kontinyu, sekalipun sedikit. (Rahnama-ye Tabligh, jilid 7, jalasah 17) DAMPAK AMAL SALEH: 1. Keberuntungan Allah Swt berfirman, Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. (QS. al-Qashas: 67) 2. Kehidupan yang baik Allah Swt berfirman, Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an-Nahl: 97) 3. Tanda keimanan Imam Ali as berkata, Amal adalah tanda keimanan. (Ghurar al-Hikam, tentang amal)

***

BERKAH RAMADHAN
HA R I KE D E LAPAN BEL AS

Di hari kedelapan belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma nabbihni Fiihi Libarakaati Ashaarihi Wanawwir Fiihi Qalbi Bidhiyaai Anwaarihi Wakhudz Bikulli Aadhaai Ilaa Ittbiaai Aatsaarihi Binuurika Yaa Munawwira Quluubil Aarifiina Ya Allah... Sadarkan aku akan berkah-berkah yang terdapat di saharnya. Sinarilah hatiku dengan terang cahayanya. Bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikuti ajaran-ajarannya. Demi cahaya-Mu Wahai Penerang hati para arifin. Dalam doa hari kedelapan belas bulan Ramadhan ada tiga tema penting; berkah sahur, terangnya hati, dan mengikut ajaran ilahi. Doa hari kedelapan belas ini menekankan Berkah Bulan Ramadhan. BERKAH BULAN RAMADHAN: 1. Ampunan ilahi Rasulullah Saw bersabda, Siapa saja yang mendapati bulan Ramadhan dan Allah tidak mengampuni dosanya, maka ia sangat jauh dari rahmat Allah.

2. Doa diterima Doa kalian di bulan Ramadhan akan diterima. 3. Tertutupnya pintu neraka Pada bulan Ramadhan, pintu-pintu neraka ditutup, sementara pintu-pintu surga dibuka. 4. Amal ibadah diterima Amal ibadah kalian di bulan Ramadhan diterima. 5. Aman dari godaan setan Allah menyiapkan tujuh malaikat bagi setan yang ingin menyesatkan manusia, sehingga ia tidak mampu melakukan niatnya. Hal ini terus berlanjut sampai bulan Ramadhan selesai. 6. Bernafas terhitung bertasbih Tarikan nafas kalian di bulan Ramadhan terhitung tasbih. 7. Tidur terhitung ibadah Tidur kalian terhitung ibadah. (Bihar al-Anwar, jilid 96, hal 358, Khutbah Syabaniyah Rasulullah Saw)

***

KELAYAKAN MENDAPAT HIDAYAH


HA R I KE SE MB IL AN BEL AS

Di hari kesembilan belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Waffir Fiihi Hazzhi Min Barakaatihi Wa Sahhil Sabiili Ila Khairaatihi Wa Laa Tahrimni Qabuula Hasanaatihi Yaa Hadiyan Ilal Haqqil Mubiina Ya Allah... Penuhilah bagianku dengan berkah-berkahnya. Mudahkanlah jalanku menuju kebaikankebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari menerima kebaikan-kebaikannya. Wahai Pemberi Petunjuk kepada kebenaran yang terang. Dalam doa hari kesembilan belas bulan Ramadhan ada empat tema penting; pengertian berkah, berkah bulan Ramadhan, melaksanakan perbuatan baik dan tolok ukur perbuatan yang diterima Allah. Doa hari kesembilan belas ini menekankan siapa saja yang layak mendapat hidayah. ORANG YANG LAYAK MENDAPAT HIDAYAH: 1. Mukmin Allah Swt berfirman, ... Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya... (QS. at-Taghabun: 11)

2. Orang yang bertaubat Allah Swt berfirman, ... Menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya. (Qs. ar-Rad: 27) 3. Orang yang berpegangan teguh kepada Allah Allah Swt berfirman, ... Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Ali Imran: 101) 4. Mujahidin Allah Swt berfirman, Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami... QS. al-Ankabut: 69) 5. Orang yang bertakwa Imam Ali as berkata, Diberi hidayah orang yang merasa dalam hatinya ada takwa. (Ghurar al-Hikam, tentang hidayah) 6. Orang yang sabar Imam Ali as berkata, Mendapat hidayah barangsiapa yang memakai pakaian sabar dan yakin. (Ghurar al-Hikam, tentang hidayah) 7. Mukhlisin Imam Ali as berkata, Diberi hidayah orang yang mengikhlaskan imannya. (Ghurar al-Hikam, tentang hidayah) WASILAH TERBAIK UNTUK MENDAPAT HIDAYAH: 1. Al-Quran Allah Swt berfirman, Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada

(jalan) yang lebih lurus... (QS. 17: 9) 2. Ahlul Bait Rasulullah Saw bersabda, Aku telah meninggalkan dua pusaka untuk kalian. Selama kalian berpegangan kepada keduanya, maka kalian tidak akan tersesat. Keduanya adalah Kitabullah dan Itrah (Ahlul Bait). (Maalim al-Madrasatain, hal 48) ***

MEMBACA AL-QURAN
HA R I KE DUAPU L U H

Di hari kedua puluh bulan Ramadhan kita membaca: Allahummaftah Lii Fiihi Abwaabal Jinaan Wa Aghliq Anni Fiihi Abwaaban Niiraan Wa Waffiqni Fiihi Litilaawatil Quraan Yaa Munzilas Sakiinati Fii Quluubil Muminiina Ya Allah... Bukakanlah bagiku pintu-pintu surga. Tutupkanlah bagiku pintu-pintu neraka. Berikanlah kemampuan padaku untuk membaca al-Quran. Wahai Penurun ketenangan di dalam hati orang-orang mukmin. Dalam doa hari kedua puluh bulan Ramadhan ada empat tema penting; dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, taufik membaca al-Quran dan ketenangan bagi hati Mukminin. Doa hari kedua puluh ini menekankan membaca al-Quran. AKRAB BERSAMA AL-QURAN: 1. Al-Quran sebagai pemimpin Rasulullah Saw bersabda, Hendaklah kalian senantiasa bersama al-Quran!

Jadikanlah al-Quran sebagai pemimpin dan petunjuk kalian. (Kanz al-Ummal, hadis 4029) 2. Kelebihan Al-Quran Rasulullah Saw bersabda, Kelebihan al-Quran dibandingkan semua pembicaraan seperti kelebihan Allah atas makhluk-Nya. (Bihar al-Anwar, jilid 92, hal 18) KOMPREHENSIFITAS AL-QURAN: Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang menginginkan ilmu orang-orang terdahulu dan akan datang, maka hendaknya ia belajar al-Quran, berpikir tentangnya dan teliti dalam membacanya. (Kanz al-Ummal, hadis 2454) INDAHNYA UCAPAN AL-QURAN: Imam Ali as berkata, Belajarlah akan Kitab Allah, karena ucapan paling indah ada pada al-Quran dan nasihat yang paling lugas. Berpikirlah tentang ayat-ayatnya, karena al-Quran menyemaikan hati manusia. Mintalah kesembuhan lewat cahayanya, karena al-Quran menyembuhkah hati manusia. Bacalah al-Quran dengan indah, karena kisahkisah terbaik ada di dalamnya. (Tuhaf al-Uqul, hal 150) PENEBUS DOSA: Rasulullah Saw bersabda, Hendaklah kalian membaca al-Quran. Karena membacanya dapat menjadi penebus dosa, tameng api neraka dan pelindung dari azab. (Bihar al-Anwar, jilid 92, hal 17) PEMBACA AL-QURAN YANG TIDAK TAHU PEMIMPINNYA: Suatu malam Kumail bin Ziyad mengikuti langkah Imam Ali as yang sedang berjalan menuju rumahnya. Mereka melewati sebuah rumah yang terdengar suara bacaan al-Quran. Suara pembacanya begitu indah dan menyentuh hati. Kumail bin Ziyad begitu ingin sekali seperti orang itu. Ia ingin mengucapkan

selamat bagi orang tersebut di dalam hatinya. Imam Ali as mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh Kumail bin Ziyad dan tanpa bertanya beliau berkata, Wahai Kumail! Jangan sampai engkau tertipu oleh bacaan al-Quran orang itu. Karena pembacanya akan dimasukkan ke dalam neraka. Betapa banyak pembaca al-Quran, tapi al-Quran sendiri melaknat mereka. Segera apa yang kukatakan ini akan menjadi kenyataan. Beberapa waktu berlalu, hingga orang-orang Khawarij bangkit menentang Imam Ali as. Banyak dari mereka yang mati dalam perang itu. Pasca berakhirnya perang, Imam Ali as memanggil Kumail dan dengan pedangnya beliau menunjuk ke kepala seorang dari Khawarij. Beliau kemudian berkata, Ini adalah kepala orang yang bacaan al-Qurannya sangat indah dan engkau ingin seperti dia. Kumail yang kembali mendapatkan kebenaran Imam Ali as sebagai pemimpinnya, langsung mengambil tangan Imam dan menciumnya serta membaca istighfar atas apa yang pernah dipikirkannya. (Ushul Kafi, jilid 2, hal 606)

***

AMAN DARI GANGGUAN SETAN


HA R I KE D UA PU L U H S ATU

Di hari kedua puluh satu bulan Ramadhan kita membaca: Allahummajal Lii Fiihi Ilaa Mardhaatika Daliila Wa Laa Tajal Lis Syaithaani Fiihi Alayya Sabiila Wajalil Jannata Lii Manzilan Wamuqiila Yaa Qaadhiya Hawaaijit Thaalibiina Ya Allah... Berilah aku petunjuk menuju kepada keridhaan-Mu Janganlah Engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah surga bagiku sebagai tempat tinggal dan peristirahatan. Wahai Pemberi keperluan orang-orang yang membutuhkan. Dalam doa hari kedua puluh satu bulan Ramadhan ada empat tema penting; keridhaan Allah, aman dari godaan setan dan nafsu amarah serta mohon masuk surga. Doa hari kedua puluh satu ini menekankan aman dari godaan setan. HUBUNGAN SETAN DAN MANUSIA: Allah Swt berfirman, ... Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.(QS. Yusuf: 5)

ALAT YANG DIPAKAI SETAN MENYESATKAN MANUSIA: 1. Lalai dan lupa Allah Swt berfirman, ... Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (QS. al-Anam: 68) 2. Kebencian Allah Swt berfirman, ... Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu. (QS. al-Maidah: 91) 3. Menghiasi perbuatan buruk Allah Swt berfirman, ... Tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS. an-Nahl: 63) 4. Pandangan haram Rasulullah Saw bersabda, Pandangan haram merupakan panah setan. (Bihar alAnwar, jilid 104, hal 40) 5. Janji bohong Allah Swt berfirman, Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (QS. an-Nisa: 120) MANUSIA YANG AMAN DARI SETAN: 1. Mukhlasin Allah Swt berfirman, Iblis menjawab, Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka. (QS. Shad: 83)

Catatan: Mukhlis adalah orang berusaha ikhlas dan melakukan perbuatan dengan ikhlas. Sementara Mukhlas adalah orang yang melakukan perbuatan ikhlas, sehingga Allah memberikannya derajat atau maqam ikhlas. 2. Mukminin Allah Swt berfirman, Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. QS. an-Nahl: 99) 3. Orang yang adil 4. Orang yang tidak mengadu ketika tertimpa musibah 5. Rela dengan takdir Allah Untuk tiga kelompok manusia ini, Imam Shadiq as berkata, Iblis berkata, Saya tidak dapat mempengaruhi lima kelompok manusia ini, sementara yang lainnya ada dalam kontrolku ... Termasuk dari kelima kelompok manusia itu adalah orang yang melakukan sesuatu yang dapat diterima dirinya untuk orang lain, orang yang tidak mengadu ketika tertimpa musibah dan orang yang rela dengan takdir Allah. (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 9) MENGINGAT ALLAH MEMBUAT SETAN LARI: Seorang sahabat dengan tergesa-gesa berlari menuju masjid. Ia kemudian mendekati Nabi Muhammad Saw dan berkata, Ya Rasulullah! Saya sudah menjadi orang munafik! Nabi berkata, Tidak. Demi Allah, engkau belum termasuk orang munafik. Karena bila telah menjadi orang munafik, engkau tidak akan mendatangiku untuk memberitahu masalah ini. Apa yang telah membuatmu ragu akan dirimu? Tampaknya setan telah membisikimu siapa yang menciptakanmu dan membuatmu berpikiran bahwa engkau telah menjadi seorang munafik. Sebagai jawabnya, engkau mengatakan bahwa Allah yang menciptakan aku. Untuk kedua kalinya setan membisikimu pertanyaan ini, bahwa

siapa yang menciptakan Allah? Sahabat itu terkejut bagaimana Rasulullah Saw mengetahui apa yang ada dalam pikirannya dan menjawab, Demi Allah, apa yang engkau katakan benar adanya, wahai Rasulullah. Rasulullah berkata, Setan mendatangimu untuk mengurangi atau mencegah perbuatan baikmu. Ketika ia ternyata tidak mampu memenangi medan pertempuran ini, ia mendatangimu dari arah lain. Setan mulai membisikimu dan mempengaruhimu agar tersesat. Bila hal itu terjadi, maka ingatlah Allah Yang Maha Esa, agar engkau aman dari upaya setan yang berhasil membuatmu tergelincir. (Ushul Kafi, jilid 2) ***

TAUFIK ILAHI
HA R I KE D UA PU L U H DUA

Di hari kedua puluh dua bulan Ramadhan kita membaca: Allahummaftah Lii Fiihi Abwaaba Fadhlika Wa Anzil Alayya Fiihi Barakaatika Wa Waffiqnii Fiihi Lii Muujibaati Mardhaatika Wa Askinnii Fiihi Buhbuuhaati Jannatika Yaa Mujiiba Dawatil Mudhtharriina Ya Allah... Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu. Turunkan untukku berkah-berkah-Mu. Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridhaan-Mu. Tempatkanlah aku di dalam surga-Mu yang luas. Wahai Penjawab dosa orang-orang yang dalam kesempitan. Dalam doa hari kedua puluh dua bulan Ramadhan ada empat tema penting; keutamaan Allah, taufik ilahi, perbuatan demi keridhaan Allah dan surga tempat orang yang ikhlas. Doa hari kedua puluh dua ini menekankan taufik ilahi. TAUFIK ILAHI MENURUT IMAM ALI AS: 1. Petunjuk

Tidak ada petunjuk yang lebih bermanfaat dari taufik ilahi. (Nahjul Balaghah, hikmah 113) 2. Inayah Allah Taufik adalah inayah ilahi. 3. Rahmat ilahi Taufik merupakan rahmat ilahi. 4. Daya tarik Taufik termasuk dari daya tarik ilahi. 5. Puncak keselamatan Taufik adalah puncak keselamatan. 6. Nikmat terbaik Tidak ada nikmat yang lebih agung dari taufik ilahi. (Ghurar al-Hikam, tentang taufik) FAKTOR YANG TAUFIK ILAHI: MENYEBABKAN SESEORANG MERAIH

1. Meminta kebaikan dari Allah Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang meminta kebaikan dari Allah, maka ia telah diberi taufik ilahi. (Nahjul Balaghah, khutbah 147) 2. Keberagamaan Sebagaimana badan dan bayangannya tidak dapat dipisahkan, taufik ilahi dan agama juga tidak dapat dipisahkan. (Ghurar al-Hikam, tentang taufik) ***

LULUS DARI UJIAN ILAHI


HA R I KE D UA PU L U H TIGA

Di hari kedua puluh tiga bulan Ramadhan kita membaca: Allahummaghsilnii Fiihi Minadz Dzunuubi Wa Thahhirnii Fiihi Minal Uyuubi Wamtahin Qalbii Fiihi Bitaqal Quluubi Yaa Muqiila Atsaraatil Mudznibiina Ya Allah... Sucikanlah aku dari dosa-dosa. Bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketakwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa. Dalam doa hari kedua puluh tiga bulan Ramadhan ada empat tema penting; taubat dari dosa, mensucikan diri dari perilaku buruk, ujian ilahi dan akar takwa dalam diri manusia. Doa hari kedua puluh tiga ini menekankan ujian ilahi. SEBAGIAN DARI UJIAN ILAHI: 1. Ketakutan 2. Kelaparan 3. Kerugian

4. Kecelakaan 5. Hama 6. Kebaikan dan Keburukan Allah Swt berfirman, Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah: 155) TUJUAN DARI UJIAN ILAHI: 1. Membersihkan hati Allah Swt berfirman, ... Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu ... (QS. Ali Imran: 154) 2. Membersihkan jiwa Allah Swt berfirman, Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin) ... (QS. Ali Imran: 179) 3. Mengetahui mujahidin Allah Swt berfirman, Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (QS. Muhammad: 31) 4. Mengetahui orang baik Allah Swt berfirman, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. al-Mulk: 2)

KERIDHAAN ALLAH
HA R I KE D UA PU L U H EMPAT

Di hari kedua puluh empat bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Innii Asaluka Fiihi Maa Yurdhiika Wa Auudzu Bika Mimmaa Yudziika Wa Asaluka at-Taufiiqa Fiihi Li An Uthiiaka Wa Laa Ashiika Yaa Jawaadas Saailiina Ya Allah... Aku memohon kepada-Mu dari hal-hal yang mendatangkan keridhaan-Mu. Aku berlindung dengan-Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahan-Mu. Aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk menaati-Mu serta menghindari kemaksiatan terhadapMu. Wahai Pemberi para peminta. Dalam doa hari kedua puluh empat bulan Ramadhan ada tiga tema penting; keridhaan Allah, menjauhkan kemurkaan Allah dan meninggalkan dosa dengan taufik ilahi. Doa hari kedua puluh empat ini menekankan keridhaan ilahi. ALAT UNTUK MERAIH KERIDHAAN ALLAH: 1. Akal

Rasulullah Saw bersabda, Wahai Ali! Akal adalah alat untuk meraih surga dan mendapatkan keridhaan Allah Yang Maha Pengasih. (Kanz al-Ummal, jilid 13, hal 151, hadis 36472) HAL-HAL YANG DAPAT MENDATANGKAN KERIDHAAN ILAHI: 1. Shalat dan melaksanakan syariat Rasulullah Saw bersabda, Shalat termasuk syariat agama dan di sana ada keridhaan Allah. Shalat merupakan jalan para nabi. Bagi orang yang melakukan shalat, ada cinta malaikat, hidayah, iman, cahaya makrifah dan berkah dalam rezeki. (al-Khishal, hal 522, hadis 11) 2. Banyak beristighfar 3. Bersikap rendah hati 4. Banyak bersedekah Imam Ali as berkata, Tiga hal yang mendatangkan keridhaan Allah; banyak beristighfar, bersikap rendah hati dan banyak bersedekah. (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 80) 5. Menempa badan di jalan Allah Imam Ali as berkata, Barang siapa yang menempa badannya di jalan Allah, niscaya Allah ridha kepadanya. (Bihar al-Anwar, jilid 70, hal 312) DAMPAK KERIDHAAN ALLAH: 1. Doa dikabulkan Imam Hasan as berkata, Barangsiapa yang hanya memikirkan keridhaan Allah di hatinya, maka saya menjamin bahwa setiap kali ia berdoa, pasti dikabulkan. (al-Kafi, jilid 2, hal 62, hadis 11)

2. Allah ridha dengan amal yang sedikit Imam Ridha as berkata, Barangsiapa yang ridha dengan rezeki yang sedikit dari Allah, maka Allah akan ridha dengan amal perbuatannya yang sedikit. (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 357) 3. Hidup bahagia Rasulullah Saw bersabda, Merupakan kebahagian manusia, orang yang meminta kebaikan dari Allah dan ridha dengan apa yang ditentukan Allah. Sementara manusia yang tidak bahagia adalah orang yang meninggalkan permintaan baik dari Allah dan berang dengan apa yang ditentukan Allah. (Tuhaf al-Uqul, hal 55) AKIBAT MENUKAR KERIDHAAN ALLAH DENGAN MANUSIA: 1. Tidak beruntung Imam Husein as berkata, Tidak akan beruntung kaum yang membeli keridhaan makhluk dengan kemurkaan Allah. (Tarikh at-Thabari, jilid 1, hal 239) 2. Allah menyerahkan urusan kepada manusia Imam Husein as berkata, Orang yang mencari keridhaan Allah dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan menyerahkan urusannya kepada manusia. (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 126) 3. Mendapat murka Allah dan manusia Rasulullah Saw bersabda, Barangsiapa yang mencari keridhaan Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan ridha kepadanya dan manusia juga meridhainya. Sementara orang yang mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah dan manusia memurkainya. (Ghurar al-Hikam, hadis 9076)

CINTA AHLUL BAIT


HA R I KE D UA PU L U H L IM A

Di hari kedua puluh lima bulan Ramadhan kita membaca: Allahummajalnii Fiihi Muhibban Liauliyaaika Wa Muaadiyan Li Aadaaika Mustannan Bisunnatin Khaatami Anbiyaaika Yaa Aashima Quluubin Nabiyyiina Ya Allah... Jadikanlah aku orang-orang yang mencintai auliya-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah penutup Nabi-Mu. Wahai Penjaga hati para nabi. Dalam doa hari kedua puluh lima bulan Ramadhan ada tiga tema penting; mencintai wali Allah, memusuhi musuh Allah dan mengamalkan Sunnah Nabi. Doa hari kedua puluh lima ini menekankan cinta kepada Ahul Bait Nabi. KEHARUSAN MENCINTAI AHLUL BAIT: 1. Syarat masuk surga Rasulullah Saw bersabda, Pada Hari Kiamat manusia tidak akan melangkahkan kakinya hingga ditanya tentang empat hal; ..., tentang kecintaannya kepada kami Ahlul Bait. (Amali Syeikh Mufid, hal353)

2. Upah Nabi menjalankan risalah Allah Swt berfirman, ... Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan ... (QS. as-Syura: 23) 3. Cinta Ahlul Bait adalah cinta Rasulullah Rasulullah Saw bersabda, Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang dianugerahkan kepada kalian. Cintailah aku karena cinta kalian kepada Allah dan cintailah Ahlul Baitku karena cinta kalian kepadaku. (Sunan Turmudzi, jilid 5, hal 664, hadis 3789) 4. Cinta Ahlul Bait dasar keimanan Rasulullah Saw bersabda, Segala sesuatu ada dasarnya dan dasar keislaman adalah kecintaan kepadaku dan Ahlul Baitku. (Kanz al-Ummal, jilid 12, hal 105, hadis 34206) MENANAMKAN CINTA KEPADA AHLUL BAIT: 1. Kebaikan tertinggi Imam Ali as berkata, Kebaikan tertinggi adalah mencintai kami Ahlul Bait dan keburukan tertinggi adalah membenci kami Ahlul Bait. (Ghurar al-Hikam, jilid 1, hal 211, hadis 3363) 2. Pendidikan anak Rasulullah Saw bersabda, Didiklah anak kalian dengan tiga hal; cinta kepada Nabi, cinta kepada Ahlul Bait dan membaca al-Quran. (Kanz al-Ummal, jilid 16, hal 456, hadis 45409) 3. Ibadah Rasulullah Saw bersabda, Mencintai Ahlul Bait Nabi dalam sehari lebih baik dari beribadah selama setahun dan barangsiapa yang meninggal karenanya, niscaya

dimasukkan ke dalam surga. (Nur al-Abshar, hal 127. Al-Kafi, jilid 2, hal 46, hadis 3) TANDA CINTA KEPADA AHLUL BAIT: 1. Cinta dibarengi amal Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang mencintai kami Ahlul Bait, maka hendaknya ia beramal dengan perbuatan kami dan bertakwa kepada Allah. (Bihar al-Anwar, jilid 1, hal 92) 2. Cinta kepada pecinta Ahlul Bait Imam Ali as berkata, Barangsiapa mencintai Allah, ia pasti mencintai Nabi dan barangsiapa yang mencintai Nabi, ia pasti mencintai kami Ahlul Bait dan barangsiapa yang mencintai kami Ahlul Bait, maka ia pasti mencintai Syiah kami. (Tafsir Furat Kufi, hal 128) 3. Menyembunyikan cinta di hadapan musuh Imam Ali as berkata, Kalian jangan memuji kami di hadapan musuh. Jangan juga menyatakan cinta kepada kami di hadapan orang yang tidak layak. Karena mereka tidak dapat menahan diri di hadapan cinta kalian yang berujung pada penghinaan dan gangguan terhadap kalian. (al-Khishal, jilid 2, hal 628) 4. Siap menerima ujian Imam Ali as berkata, Barangsiapa mencintai kami Ahlul Bait, maka hendaknya ia mempersiapkan kemiskinan sebagai pakaiannya. (Nahjul Balaghah, Shubhi Shaleh, hikmah 112) 5. Berlepas tangan dari musuh Ahlul Bait Di banyak hadis disebutkan, Bohong, orang yang mengaku mencintai kami Ahlul Bait, tapi tidak berlepas tangan dari musuh-musuh kami. (Mustathrafat as-Sarair, hal 640)

DAMPAK DAN BERKAH CINTA AHLUL BAIT: 1. Dikumpulkan bersama Ahlul Bait di Hari Kiamat Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang mencintai kami, maka ia akan bersama kami di Hari Kiamat. Bila ada seseorang yang mencintai batu, maka Allah akan mengumpulkannya bersama batu itu. (Amali as-Shaduq, hal 209, majelis 37) 2. Surga tertinggi Imam Ali as berkata, Ahli surga melihat rumah-rumah Syiah kami seperti manusia melihat bintang-bintang. (Bihar al-Anwar, jilid 8, hal 148) HALANGAN MENCINTAI AHLUL BAIT: 1. Anak haram Imam Ali as berkata, Bohong, siapa yang menyangka dirinya anak halal, sementara ia memusuhiku dan memusuhi anak-anak dari keturunanku. (Amali as-Shaduq, hal 209)

***

AIB MANUSIA
HA R I KE D UA PU L U H ENAM

Di hari kedua puluh enam bulan Ramadhan kita membaca: Allahummajal Sayi Fiihi Masykuuran Wa Dzanbii Fiihi Maghfuuran Wa Amali Fiihi Maqbuulan Wa Aibii Fiihi Mastuuran Yaa Asmaas Saamiiina Ya Allah... Jadikanlah usahaku sebagai usaha yang disyukuri, dosa-dosaku diampuni, amal perbuatanku diterima dan seluruh aibku ditutupi. Wahai Maha Pendengar dari semua yang mendengar. Dalam doa hari kedua puluh enam bulan Ramadhan ada empat tema penting; usaha yang berhasil, dosa yang terampuni, amal yang diterima dan aib yang tertutupi. Doa hari kedua puluh enam ini menekankan masalah aib manusia. INDAHNYA MENUTUPI AIB MANUSIA: 1. Akhlak paling mulia Imam Ali as berkata, Paling mulia akhlak dari seorang pribadi besar adalah menutupi aib orang lain yang diketahuinya. (Ghurar al-Hikam, jilid 2, hal 450)

2. Tanda kecerdasan Imam Ali as berkata, Kecerdasan seseorang sudah cukup ketika ia mengenal aib dirinya sendiri. (Ghurar al-Hikam, jilid 4, hal 576) 3. Manusia terbaik Imam Ali as berkata, Hendaknya engkau menjadikan orang yang paling berpengaruh bagi dirimu bila ia mengingatkanmu akan aib yang engkau miliki dan membantumu. (Ghurar al-Hikam, jilid 5, hal 48) 4. Tidak cepat mencari aib orang lain Imam Ali as berkata, Wahai hamba Allah! Jangan tergesa-gesa mencari aib orang lain dan menyebutnya sebagai perbuatan dosa. Karena mungkin saja dosanya telah diampuni. Oleh karenanya, jangan terlalu percaya diri bahwa engkau lebih baik darinya! (Ghurar al-Hikam, jilid 6, hal 459) BURUKNYA MENCARI AIB MANUSIA: 1. Manusia pendengki Imam Ali as berkata, Orang paling pendengki adalah yang suka mencari aib orang lain. (Ghurar al-Hikam, jilid 2, hal 381) 2. Aib terbesar Imam Ali as berkata, Aib terbesar bagi manusia adalah engkau menghitung aib yang dimiliki orang lain, sementara engkau juga memilikinya. (Ghurar al-Hikam, jilid 2, hal 432) 3. Mencari aib orang lain tanda ujub Imam Ali as berkata, Aku begitu heran dengan seseorang yang menganggap aib orang lain sebagai sesuatu yang buruk, padahal aibnya sendiri lebih banyak, tapi ia tidak melihatnya. (Ghurar al-Hikam, jilid 2, hal 416)

CELA BAGI PENCARI AIB ORANG LAIN: Ada seorang desa yang senantiasa datang menjumpai Imam Shadiq as. Tapi untuk beberapa waktu lamanya Imam Shadiq as tidak lagi melihatnya. Akhirnya Imam berusaha mencari tahu keadaan orang itu. Seseorang yang berada di majelis Imam Shadiq as berusaha membicarakan aib orang desa itu dan berusaha mengecilkannya di hadapan Imam. Ia berkata, Orang itu hanya orang kampung, bodoh dan bukan orang penting. Imam Shadiq as menjawab, Pribadi seseorang ada pada akalnya, kemuliaanya ada pada agamanya dan kelebihannya ada pada takwanya. Karena manusia dari sisi keturunan semuanya sama merupakan keturunan Adam, sementara kelebihan dari sisi materi tidak dapat menciptakan nilai bagi seseorang. (Bihar al-Anwar, jilid 47, hal 215)

***

MERAIH LAILATUL QADAR


HA R I KE D UA P U L U H TU JU H

Di hari kedua puluh tujuh bulan Ramadhan kita membaca: Allahummarzuqnii Fiihi Fadhla Lailatil Qadr Wa Shayyir Umuuri Fiihi Minal Usri Ilal Yusri Waqbal Maaadziirii Wa Huttha Anniiyadzdzamba Wal Wizra Yaa Rauufan Biibaadihis Shaalihiina Ya Allah... Rezekikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadar. Ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku. Hapuskanlah dosa dan kesalahanku. Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang saleh. Dalam doa hari kedua puluh tujuh bulan Ramadhan ada empat tema penting; pengertian Lailatul Qadar dan takdir, peran kehendak manusia dalam penyucian diri dan keinginan terpenting adalah penghapusan dosa. Doa hari kedua puluh tujuh ini menekankan masalah mendapatkan malam Lailatul Qadar. KEUTAMAAN LAILATUL QADAR: 1. Keagungan luar biasa Allah Swt berfirman, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (QS.

al-Qadr: 2) 2. Hari diturunkanya al-Quran Allah Swt berfirman, Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. (QS. al-Qadr: 1) 3. Malam turunnya malaikat dan ruh Allah Swt berfirman, Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (QS. al-Qadr: 4) 4. Lebih mulia dari 1000 bulan Allah Swt berfirman, Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. al-Qadr: 3) 5. Malam rahmat dan kesejahteraan Allah Swt berfirman, Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. al-Qadr: 5) 6. Malam penuh berkah Allah Swt berfirman, Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (QS. ad-Dukhan: 3) 7. Malam penentuan takdir Allah Swt berfirman, Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (QS. ad-Dukhan: 4) PERMINTAAN DI MALAM LAILATUL QADAR: 1. Kesehatan Ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah Saw, Bila kita mendapatkan

malam Lailatul Qadar, apa yang harus kita minta kepada Allah? Rasulullah Saw menjawab, Mintalah kesehatan. (Mustadrak al-Wasail, jilid 5, hal 219) 2. Kebaikan di malam Lailatul Qadar Nabi Musa as memohon kepada Allah, Yaa Allah! Aku ingin dekat kepadaMu. Allah berfirman, Kedekatan kepada-Ku bagi orang yang terjaga di malam Lailatul Qadar. Nabi Musa as kembali memohon, Yaa Allah! Aku meminta rahmat-Mu. Allah menjawab, Rahmat-Ku ada pada orang yang merahmati orang miskin di malam Lailatul Qadar. Nabi Musa as berkata, Yaa Allah! Aku meminta diperbolehkan melewati Shiratul Mustaqim. Allah Swt berfirman, Izin itu hanya diberikan kepada orang yang memberikan sedekah di malam Lailatul Qadar. Nabi Musa as meminta kepada Allah, Yaa Allah! Aku mohon agar dibebaskan dari neraka jahannam. Allah Swt menjawab, Bebas dari neraka diperuntukkan bagi mereka yang memohon ampun atas dosa-dosanya di malam Lailatul Qadar. Nabi Musa as memohon, Yaa Allah! Aku meminta keridhaan-Mu. Allah Swt berfirman, Keridhaan-Ku buat orang melaksanakan shalat dua rakaat di malam Lailatul Qadar. (Mustadrak al-Wasail, jilid 8, hal 20)

***

HA R I

SHALAT
KE D UA PU L U H

DEL APAN

Di hari kedua puluh delapan bulan Ramadhan ini kita membaca: Allahumma Waffir Hazzhii Fiihi Minan Nawaafil Wa Akrimnii Fiihi Bi Ihdhaaril Masaail Wa Qarrib Fiihi Wasiilatii Ilaika Min Bainil Wasaail Yaa Man Laa Yashghaluhu Ilhaahil Mulihhiina Yaa Allah... Penuhkanlah hidupku dengan amalan-amalan Sunnah. Muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah perantaraanku kepada-Mu di antara semua perantara. Wahai Yang tidak tersibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta. Dalam doa hari kedua puluh delapan bulan Ramadhan ada empat tema penting; melakukan perbuatan sunnah, terkabulnya permintaan, tawassul dan memohon kepada Allah. Doa hari kedua puluh delapan ini menekankan masalah shalat sebagai perantara manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. PENTINGNYA SHALAT:

1. Shalat pembebas dari azab Rasulullah Saw bersabda, Sebelum waktu shalat tiba, malaikat memangging manusia, Wahai manusia! Pergilah ke api yang dinyalakan di akhirat dan padamkan ia dengan shalat kalian. (Wasail al-Syiah, jilid 4, hal 120) 2. Shalat pembuka pintu-pintu langit Imam Shadiq as berkata, Setiap kali waktu shalat tiba, pintu-pintu langit terbuka menerima naiknya amal manusia. Shalat berkata, Saya tidak suka ada amalan lain yang naik lebih dahulu dari aku dan tertulis lebih dahulu di buku amal. (Tsawab alAmal, hal 81) 3. Shalat penghapus dosa Dalam kitab al-Kafi diriwayatkan, Barang siapa yang melakukan shalat dua rakaat dan mengetahui apa yang diucapkannya, maka ketika ia selesai melaksanakan shalat, pada waktu itu juga dosa-dosanya diampuni. (Ushul al-Kafi, jilid 3, hal 10) YANG MERUSAK SHALAT: 1. Tidak khusyu Rasulullah Saw bersabda, Allah tidak akan melihat shalatnya seseorang yang dilakukan tanpa kehadiran hati. (Ushul al-Kafi, jilid 3, hal 27) 2. Menunda waktu shalat Imam Mahdi af berkata, Terlaknat dan terlaknat orang yang mengundurkan waktu shalat Subuhnya hingga bintang-bintang lenyap. Dan terlaknat orang yang mengundurkan waktu shalat Isyanya hingga semua bintang-bintang muncul. (Bihar al-Anwar, jilid 83, hal 50) FALSAFAH RUKUN-RUKUN SHALAT: Seorang sahabat bertanya kepada Imam Ali as, Apa maknanya mengangkat

tangan ke atas ketika takbiratul ihram? Imam Ali as menjawab, Itu artinya kita mengakui Allah Maha Besar, Esa dan tidak memiliki sekutu dan jari-jari tidak dapat merasakannya. Sahabat itu kembali bertanya, Mengapa kita harus menjulurkan leher ketika ruku? Imam Ali as menjawab, Maknanya kita beriman kepada Hari Kiamat, sekalipun leher kita dipenggal. Ia bertanya lagi, Lalu apa makna sujud yang pertama? Imam menjawab, Sujud pertama berarti kita mengatakan, Ya Allah! Engkau menciptakan kami dari tanah dan ketika kita mengangkat kepala dari sujut artinya Engkau akan mengeluarkan kami dari tanah di Hari Kiamat. Sahabat ini bertanya, Apa artinya meletakkan kaki kanan di atas telapak kaki kiri dalam tasyahud? Imam Ali as menjawab, Itu artinya, Ya Allah! Hancurkanlah kebatilan dan langgengkan kebenaran. Ia masih bertanya, Sebenarnya apa makna dari salam dalam shalat? Imam Ali as menjawab, Shalat dengan mengucapkan salam itu berasal dari firman Allah bahwa engkau diselamatkan dari azab ilahi di Hari Kiamat. (Qezavatha-ye Amirul Mukminin)

***

HA R I

KE D UA PULU H

HATI

S EM BIL AN

Di hari kedua puluh sembilan bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Gassyinii Fiihi Bir Rahmati Warzuqnii Fiihit Taufiiqa Walishmata Wa Tahhir Qalbii Min Ghayaahibit Tuhmati Yaa Rahiiman Biibaadihil Muminiina Ya Allah... Liputilah aku dengan rahmat. Berikanlah kepadaku taufik dan penjagaan. Sucikanlah hatiku dari noda-noda fitnah. Wahai Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin. Dalam doa hari kedua puluh sembilan bulan Ramadhan ada empat tema penting; mendapat rahmat ilahi, mendapat taufik, kesucian hati dan tuduhan. Doa hari kedua puluh sembilan ini menekankan masalah hati. HATI DALAM RIWAYAT: 1. Sumber hikmah Imam Ali as berkata, Hati sumber hikmah. (Ghurar al-Hikam, tentang hati)

2. Wadah ilahi Rasulullah Saw bersabda, Allah memiliki wadah di bumi dan wadah itu berupa hati. (Kanz al-Ummal, hadis 1225) JENIS-JENIS HATI: 1. Hati yang bersih Allah Swt berfirman, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS. as-Syuara: 89) 2. Hati yang tenteram Allah Swt berfirman, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. (QS. ar-Rad: 28) 3. Hati yang bercahaya Rasulullah Saw ditanya tentang lapang dada, beliau menjawab, Itu adalah cahaya yang dianugerahkan Allah ke dalam hati orang mukmin.(Majma al-Bayan, jilid 4, hal 363) 4. Hati yang sakit Allah Swt berfirman, Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya ... (QS. al-Baqarah: 10) 5. Hati yang terkunci Allah Swt berfirman, ... Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (QS. Ghafir: 35) 6. Hati yang keras Allah Swt berfirman, (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu ... (QS. al-Maidah: 13)

7. Hati yang mati Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang kurang takwanya, maka hatinya akan mati. (Nahjul Balaghah, hikmah 349)

***

WILAYAH
HA R I KE TIGAPU L U H

Di hari ketiga puluh bulan Ramadhan kita membaca: Allahummajal Shiyamii Fiihi Bissyukri walqabul Ala Maa Tardhaahu wa Yardhaahurrasuulu Muhkamatan Furuuhu bilushuul Bihaqqi Sayyidina Muhammadin wa Aalihi at-Thahiriina walhamdulillahi Rabbilaalamiina Ya Allah... Kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rasul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena fondasinya demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam. SUBSTANSI WILAYAH: 1. Fondasi Islam Imam Baqir as berkata, Islam dibangun dengan lima fondasi; wilayah, shalat, zakat, puasa dan haji. (Ushul al-Kafi, jilid 2, hal 21) 2. Penjaga kewajiban agama Imam Ali as berkata, Ada lima kewajiban besar yang diwajibakan Allah Swt kepada

para hamba-Nya; shalat, zakat, haji, puasa dan wilayah yang menjaga empat kewajiban ini. (Bihar al-Anwar, jilid 65, hal 387) DAMPAK MENAATI WILAYAH: 1. Mendapat pahala terbaik Imam Ali as berkata, Kami (Ahlul Bait) memiliki hak wilayah dan kepemimpinan atas manusia dan mereka yang taat akan mendapat pahala terbaik dari Allah Swt. (Ghurar al-Hikam, jilid 5, hal 129) 2. Kelayakan dan Kelebihan Imam Ali as berkata, Orang terbaik di sisi kami adalah yang menerima wilayah kami (Ahlul Bait). (Ghurar al-Hikam, jilid 2, hal 483) 3. Keselamatan Imam Ali as berkata, Siapa saja yang menaiki perahu selain perahu kami pasti tenggelam. (Ghurar al-Hikam, jilid 5, hal 183) 4. Bergabung dengan Ahlul Bait Imam Ali as berkata, Barangsiapa yang berpegangan teguh dengan kami, maka akan bersama kami nantinya. (Ghurar al-Hikam, jilid 5, hal 183) 5. Mendapat kebaikan yang lengkap Nabi Muhammad Saw bersabda, Barangsiapa yang mengenal dan mencintai keluargaku, niscaya Allah Swt akan mengumpulkan segala kebaikan dan berkah padanya. (Bihar al-Anwar, jilid 27, hal 88) WILAYAH AHLUL BAIT: Suatu hari ada seseorang yang menemui Imam Ali as dan bertanya, Apa batas paling sedikit seseorang disebut mukmin? Begitu juga apa batas paling sedikit yang membuat orang disebut kafir?

Imam Ali as menjawab, Paling sedikit batasan yang membuat manusia tergolong orang-orang yang berdosa adalah tidak mau menerima wilayah kami. Orang itu kembali bertanya, Wahai Amir al-Mukminin! Apa yang engkau maksudkan dengan kata kami? Imam Ali as menjawab, Mereka adalah yang dijejerkan oleh Allah Swt selevel dalam ketaatan kepada-Nya dan Nabi-Nya. Kemudian beliau membacakan ayat, Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. (QS. an-Nisa: 59) Orang itu masih belum puas dan bertanya lagi, Aku sebagai tebusanmu! Tolong beri penjelasan lebih jelas lagi kepadaku! Imam Ali as berkata, Mereka itulah yang disampaikan dalam banyak kesempatan oleh Rasulullah Saw dan kembali mengingatkan tentang mereka dalam khutbah terakhir beliau, Aku meninggalkan dua pusaka berharga kepada kalian. Bila kalian berpegangan kepada keduanya, maka kalian tidak akan pernah tersesat; Kitabullah dan Itrahku (Ahlul Baitku). Keduanya tidak akan pernah berpisah, hingga menemuiku kelak di telaga al-Kautsar. (Yanabi al-Mawaddah, Maktabah al-Muhammadi)[]