P. 1
2.Masalah Dan Kebijakan Makro Ekonomi

2.Masalah Dan Kebijakan Makro Ekonomi

|Views: 17|Likes:
Dipublikasikan oleh ufida_b
ruang lingkup ekonomi mikro sangatlah luas. oleh karena itu, ada beberapa masalah yang berkaitan dg ekonomi mikro. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, diperlukan kebijakan-kebijakan.
ruang lingkup ekonomi mikro sangatlah luas. oleh karena itu, ada beberapa masalah yang berkaitan dg ekonomi mikro. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, diperlukan kebijakan-kebijakan.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: ufida_b on Jun 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

OLEH NURUL KOMARYATIN,SE,MSi

1

24/06/2013

I. PENGANGGURAN
 BERDASARKAN FAKTOR YANG

MENIMBULKANNYA AL, 1. PENGANGGURAN KONJUNGTUR (CYCLICAL UNEMPLOIMENT) 2. PENGANGGURAN STRUKTURAL
 AKIBAT DARI KEMEROSOTAN PERMINTAAN

 AKIBAT DARI KEMAJUAN TEKNIK MEMPRODUKSI

3. PENGANGGURAN NORMAL/ FRIKSIONAL

2

24/06/2013

 1.

Pengangguran Siklus Pengangguran siklus adaah pengangguran yang disebabkan terjadinya siklus konjungtur Negara yang mengalami resisi/depresi perekonomian yang menyebabkan penghentian atau pemecatan tenaga kerja. Pada saat resisi daya beli masyarakat turun sehingga permintaan barang dan jasa menurun. Apabila permintaan barang dan jasa menurun maka pihak pengusaha akan memperkecil jumlah produknya sehingga banyak tenaga kerja yang dikeluarkan. Permintaan terhadap tenaga kerja tidak ada.
24/06/2013

3

 2..

.

Pengangguran Struktural

 Pengangguran struktural adalah pengangguran yang disebabkan

perubahan jangka panjang permintaan dan penawaran, atau pengangguran yang disebabkan terjadinya rasionalisasi dalam industri yang modern yang selalu berusaha melakukan penghematan dalam berbagai cara,

misalnya dengan menggunakan komputer. Perubahan permintaan dan penawaran tenaga kerja akan menciptakan struktur atau tatanan dalam dunia kerja. Dalam jangka panjang akan terjadi spesialisasi dalam dunia kerja. Pengkhususan seperti ini akan menimbulkan struktur kerja. Apabila para pencari kerja tidak sesuai dengan struktur kerja akan menimbulkan pengangguran.

4

24/06/2013

Pengangguran Teknologi
 Pengangguran teknologi adalah

5

pengangguran yang disebabkan oleh penggunaan teknologi seperti mesin, alat-alat modern dan otomatis akan menggeser tenaga kerja manusia. Teknologi yang berkembang begitu cepat akan menggeser penggunaan tenaga kerja manusia. Padat karya akan diganti dengan padat modal. Apabila angkatan kerja tiadak bisa mengimbangi kemajuan teknologi maka pengangguran akan muncul. Para pengusaha akan akan menerima pencari kerja yang menguasai 24/06/2013

Pengangguran Sementara (Friksional)  Pengangguran sementara adalah pengangguran yang terjadi hanya untuk sementara waktu misalnya sementara menunggu panggilan kerja, mogok kerja menuntut kenaikan upah.

6

24/06/2013

BENTUK PENGANGGURAN LAIN
 PENGANGGURAN TERSEMBUNYI  PENGANGGURAN MUSIMAN  SETENGAH MENGANGGUR

7

24/06/2013

.

Pengangguran Musiman
 Pengangguran musiman adalah pengangguran

yang ditimbulkan oleh perubahan musim. Contoh : pekerja bangunan banyak yang menganggur pada musim hujan. Banyak proyek DPU yang tertunda akibat musim hujan dan akan dikerjakan lagi pada musim kemarau. Pekerja petani/tani banyak menganggur pada musim kemarau karena mereka menunggu panen atau tidak bisa mengolah sawah dan akan mengolah sawah apabi;la musim hujan.

8

24/06/2013

PENGANGGURAN SUKARELA DAN TIDAK SUKA RELA
(PENGANGGURAN SUKA RELA : PENDUDUK USIA KERJA YANG TIDAK MENCARI PEKERJAAN PADA SUATU TINGKAT UPAH TERTENTU)

SL

N = PENDUDUK USIA KERJA

w Tingkat Upah
W0

TEORI KLASIK ( PASAR t.k. PERSAINGAN SEMPURNA)
 PADA TINGKAT UPAH W0,

L0 – N : PENGANGGURAN SUKA RELA

TEORI KEYNES ( PASAR t.k. TIDAK PERSAINGAN SEMPURNA)
 PADA TINGKAT UPAH W,

DL

0

L1

L0

L2

N

L2 – N : PENGANGGURAN SUKA RELA  L1 – L2 : PENGANGURAN TIDAK SUKA RELA
24/06/2013

9

Tenaga Kerja

AKIBAT BURUK PENGANGGURAN
 PADA PEREKONOMIAN  PENGANGGURAN MENYEBABKAN MASYARAKAT TINGKAT KEMAKMURAN (Y<YPotensial)  PENGANGGURAN MENYEBABKAN PENDAPATAN PAJAK PEMERINTAH BERKURANG  PENGANGGURAN TIDAK MENGGALAKKAN PERTUMBUHAN EKONOMI

1 0

24/06/2013

AKIBAT BURUK ATAS INDIVIDU DAN MASYARAKAT
 PENGANGGURAN MENYEBABKAN

KEHILANGAN MATA PENCAHARIAN DAN PENDAPATAN
 PENGANGGURAN DAPAT MENYEBABKAN

KEHILANGAN KETRAMPILAN
 PENGANGGURAN MENIMBULKAN

KETIDAKSTABILAN SOSIAL POLITIK
1 1 24/06/2013

INFLASI
 TINGKAT INFLASI ADALAH PERSENTASE

KECEPATAN KENAIKAN HARGA-HARGA DALAM SUATU TAHUN TERTENTU
 TINGKAT INFLASI MENUNJUKKAN SAMPAI

DIMANA BURUKNYA MASALAH EKONOMI YANG DIHADAPI
 INFLASI MERAYAP (2-4%) BIASANYA TIDAK DAPAT

DIELAKKAN DALAM PEREKONOMIAN
 HIPERINFLASI (TINGKATNYA BISA BEBERAPA
1 2

RATUS ATAU RIBU PERSEN) BISA TERJADI SAAT PEPERANGAN/ KETIDAKSTABILAN POLITIK 24/06/2013

 Antara tahun1988-1994, inflasi di Brazil

adalah: 1.300%, 2.900%, 440%, 1.000% dan 1.740%, atau selama 6 tahun harga (klo terjadi di AS ) maka harga barang semula $1,25 pada tahun1988 menjadi $5 juta pada tahun 1994, shg nilai Brazilian Cruzeiro melemah setiap jam dan orang akan menukarkan ke mata uang yang lebih stabil misal dolar Amerika

13

24/06/2013

Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
 Inflasi ringan

 Inflasi sedang
 Inflasi berat  Hiperinflasi

(kurang dari 10% / tahun) (antara 10% sampai 30% / tahun) (antara 30% sampai 100% / tahun) (lebih dari 100% / tahun)

1 4

24/06/2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN INFLASI
P AS

1.

INFLASI KARENA TARIKAN PERMINTAAN (DEMAND PULL INFLATION)

1 5

Inflasi yang disebabkan karena pengaruh permintaan dari sektor riil dan dapat pula disebabkan karena pengaruh dari sektor

P1 P0

AD1
AD0

0

Y*

Y*= Y FULL EMPLOYMENT
24/06/2013

COST PUST INFLATION
P

2.INFLASI YANG DISEBABKAN FAKTOR PENAWARAN/ DORONGAN BIAYA (cost pust inflation)

AS1 AS0

P1

P0

AD

0

Y1

Y0

Y

1 6

24/06/2013

Beberapa akibat dari inflasi
a. Tarikan permintaan (demand pull inflation) inflasi ini terjadi karena permintaan agregat masyarakat akan berbagai macam barang terus meningkat, misalnya: bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang baru bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kemudahan kredit bank b. Desakan biaya (cost push inflation) inflasi ini diakibatkan oleh kenaikan ongkos produksi, biasanya diawali dengan: kenaikan biaya produksi, seperti kenaikan upah, kenaikan harga bahan modal berkurangnya jumlah penawaran naiknya harga barang yang dibarengi dengan turunnya 24/06/2013 jumlah produksi

1 7

KURVA PHILLIPS
 KURVA YANG

KENAIKAN TK HARGA

MENGGAMBARKAN HUBUNGAN ANTARA TINGKAT INFLASI DAN TINGKAT PENGANGGURAN
 MAKIN RENDAH

4
2 %

PENGANGGURAN MAKIN TINGGI TINGKAT INFLASI

4

6

TINGKAT PENGANGGURAN
1 8 24/06/2013

KURVA PHILLIPS JANGKA PANJANG
 DALAM JANGKA
TINGKAT INFLASI (%)

PANJANG KURVA PHILLIPS BERBENTUK TEGAK LURUS

• D • B
2

• E

 UN= TINGKAT

PENGANGGURAN ALAMIAH (≤5%)

• C
• A
5

0

UN TINGKAT PENGANGGURAN (%)
1 9 24/06/2013

KEBIJAKAN EKONOMI KEYNESIAN DAN SEGI PENAWARAN
 PANDANGAN GOL.

KEYNESIAN
 PENGANGGURAN

P

S
HARGA

BIASA DIATASI DENGAN KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER YANG BERSIFAT EKSPANSIF
 DALAM KEADAAN

P1 P0

E1

E0

D1 D0

STAGFLASI, KENAIKAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA AKAN DIIKUTI OLEH INFLASI YANG CEPAT

0

Y0 Y1

Y

PENDAPATAN NASIONAL

2 0

24/06/2013

PANDANGAN GOLONGAN SEGI PENAWARAN (DIKEMBANGKAN OLEH TIEM EKONOMI PRESIDEN RONALD
REAGEN) P

S0 S1 P0
P1 E0 E1

 PADA DASARNYA

KEBIJAKAN SEGI PENAWARAN BERTUJUAN UTK MEMPERTINGGI EFISIENSI KEGIATAN PERUSAHAAN SHG PENAWARAN AGREGAT DAPAT DIGESER KEKANAN

0

Y0

Y1

Y

2 1

24/06/2013

EKONOMI SEGI PENAWARAN
 DALAM

KEADAAN STAGFLASI, KENAIKAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA PENUH AKAN DIIKUTI INFLASI YANG CEPAT DAN UNTUK MENGHINDARI KEADAAN TSB PERLU ADANYA TINDAKAN UTK MEMPENGARUHI SEGI PENAWARAN SPT:
 MENINGKATKAN

PENGGUNAAN T.K. DAN PENDAPATAN NASIONAL DAN PADA WAKTU YANG SAMA MENGATASI INFLASI

2 2

24/06/2013

 MENGURANG

PENGELUARAN PEMERINTAH
BENTUKBENTUK KEBIJAKAN SEGI PENAWARAN
 MENJALANKAN USAHA  MENURUNKAN PAJAK YANG

DIPUNGUT

PENSWASTAAN
 MENDORONG PERSAINGAN

YANG LEBIH SEMPURNA

2 3

24/06/2013

1.

KEBIJAKAN EKONOMI SEGI PENAWARAN BERLAKU DALAM KEADAAN SBB:

PARA PEKERJA BEKERJA LEBIH GIAT DAN LEBIH EFISIEN EFISIENSI KEGIATAN PERUSAHAAN SHG ONGKOS PRODUKSI PERUNIT TURUN MENGEMBANGKAN PERAN SWASTA DAN MENDORONG LEBIH BANYAK PERSAINGAN
24/06/2013

2.

3.

2 4

INFLASI TERANTISIPASI DAN TAK TERANTISIPASI
1.

APA PENGARUH INFLASI PADA KINERJA EKONOMI? INFLASI TAK TERANTISIPASI MENCIPTAKAN LEBIH BANYAK MASALAH BAGI PEREKONOMIAN DARI PADA INFLASI TERANTISIPASI INFLASI BISA LEBIH TINGGI ATAU LEBIH RENDAH DARI YANG TELAH DIANTISIPASI, AKAN MENCIPTAKAN PEMENANG DAN PIHAK YANG KALAH DALAM PEREKONOMIAN

?
2 5

2.

3.

24/06/2013

2 6

24/06/2013

Tugas makro ekonomi

 Sebutkan masalah ekonomi makro apa saja

yang dapat timbul dalam perekonomian  Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor apa saja yang dapat menimbulkan masalah tersebut  Jelaskan kebijakan pemerintah yang sesuai untuk mengatasi permasalahan tersebut dan jelaskan
2 7 24/06/2013

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->