Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PERILAKU DAN PROMOSI KESEHATAN PENYULUHAN TENTANG INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT Disusun untuk Memenuhi Salah

Satu Syarat Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Disusun Oleh : ANNAS NURDIN 07711041

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PUSKESMAS TANON 1 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2013

BAB I LATAR BELAKANG


Promosi kesehatan adalah ajakan kepada seluruh masyarakat untuk hidup kearah yang lebih sehat, dengan berbagai cara. Kesehatan adalah kebutuhan pokok bagi setiap individu dan masyarakat, karena dengan sehat kita bisa meningkatkan sumber daya manusia, dengan sumber daya manusia yang meningkat dan produktif, maka suatu Negara akan menjadi lebih maju dan berkembang peradapannya. Dengan adanya promosi kesehatan diharapkan setiap individu atau masyarakat bertambah wawasan dan ilmu pengetahuan, berawal dari tahu, lalu berlanjut ke penerapan, dan kemudian menjadi kebiasaan (Notoadmojo, 2010). Dengan adanya promosi kesehatan, diharapkan merubah paradigma masyarakat tentang fungsi petugas kesehatan, terutama dokter. Bahwa kesehatan berawal dari perilaku terhadap diri kita sendiri dan lingkungan, bukan dokter dan praktisi kesehatan seperti perawat dan bidan bertugas sebagai perantara penyembuh suatu penyakit, yang selalu memberikan obat, menyuntikan obat dikala sakit. Sebisa mungkin kita tidak usah sakit, bagaimana caranya?, dengan diadakannya promosi kesehatan yang dilakukan oleh dokter atau praktisi kesehatan yang lain seperti bidan dan perawat , bahwa dengan perilaku kita dan masyarakat melakukan pola hidup sehat, insya Allah derajat kesehatan dimasyarakat akan meningkat (Notoadmojo, 2010).. Berbicara tentang masalah kesehatan, sebenarnya masalah kesehatan di Indonesia begitu banyak, mungkin tidak akan selesai jika kita paparkan dalam lembaran tulisan ini, mari kita kerucutkan masalah kesehatan di desa Padas, karena kami ditugaskan kurang lebih 2 bulan untuk melakukan kegiatan stase Ilmu kesehatan masyarakat di desa Padas, kecamatan Tanon, kabupaten Sragen. Salah satu masalah kesehatan di desa Padas adalah ISPA, infeksi saluran pernafasan akut, yang berdasarkan hasil dari survey mawas diri yang kami lakukan, dalam 3 bulan terakhir sebanyak 50% lebih penduduk desa Padas mengalami ISPA, lalu kami lakukan telaah lebih lanjut penyebab dari angka kejadian penyakit infeksi saluran pernafasan yang sangat tinggi di desa Padas ini. Ternyata setelah kita telaah, hasilnya berbanding lurus dengan perilaku masyarakatnya yang sangat minim sekali menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti tidak cuci tangan sebelum makan, kebiasaan merokok didalam rumah yang begitu tinggi, dan minimnya kesadaran penduduk setempat untuk menerapkan rumah sehat, contohnya pencahayaan rumah yang kurang, ventilasi yang kurang, hal ini akan menyebabkan mudahnya virus bakteri dan jamur untuk berkembang biak, yang nantinya akan mencemari udara yang akan kita hirup, dan

bila sudah terlanjur di hirup dan sisitem kekebalan kita tidak kuat untuk melawan pathogen-patogen tersebut, maka akan terjadi yang namanya infeksi saluran pernafasan. Dengan berbagai permasalahan kesehatan yang telah kami paparkan di atas, kami tergerak untuk melaksanakan promosi kesehatan yang berkaitan dengan ISPA, yang diharapkan dapat merubah perilaku atau kebiasaan masyarakat desa Padas kearah kesejahteraan kesehatan yang lebih baik. Promosi kesehatan yang kami tawarkan dalam hal penyakit ISPA berupa penyuluhan dan produk berupa kalender.

BAB II ANALISIS SWOT


Dalam melakukan promosi kesehatan, hal penting yang harus kita lakukan adalah menentukan media apa yang akan kita gunakan untuk melakukan promosi kesehatan. Karena dengan pemilihan media yang tepat, akan lebih mudah masyarakat untuk mencerna dan menerapkan perilaku hidup sehat yang kita promosikan. Media promosi yang kami pilih adalah penyuluhan dan produk berupa kalender. Kami memilih penyuluhan karena, penyuluhan lebih merakyat dan langsung terjun ke masyarakat untuk memberitahukan cara maupun pencegahan bagaimana pola hidup sehat itu, yang dalam hal ini tentang ISPA, dalam penyuluhan masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan kami, melakukan Tanya jawab dan diskusi, yang diharapkan nantinya dapat lebih mengena dimasyarakat desa Padas. Media promosi berikutnya berupa produk kalender, kami memilih kalender karena pencegahan ISPA adalah merubah perilaku atau kebiasaan seseorang, sehingga diharapkan dengan melihat kalender kita akan selalu teringat dan menerapkannya. Berikut ini analisis SWOTnya 1. Strengh 2. Weakness a) Tidak bisa dibawa sewaktu-waktu, karena dalam bentuk kalender b) Menempatan gambar seminimal mungkin agar efisien, menyebabkan tidak semua orang bisa paham Mudah diterapkan, karena dilihat setiap hari Terpampang diruangan utama sehingga akan selalu mengingatkan kepada kita Praktis, karena dengan hanya melihat tanpa menyentuhnya atau membalik-balik seperti folder kita bisa menerapkannya. Efisien, dengan melihat tanggal kita sekaligus di ingatkan.

c) Informasi yang minim dalam bentuk menyebabkan orang tidak langsung paham 3. Opportunity

kalender

juga

bisa

a) Masyarakat desa Padas sangat bersemangat dan antusias dengan adanya promosi kesehatan ini

4. Treath a) Tidak semua masyarakat desa Padas mendapatkan kalender, karena terkendala dengan masalah biaya.

BAB III RANCANGAN MEDIA


Pesan yang ingin kami sampaikan dalam promosi kesehatan ini adalah, mengenal lebih dini atau tanda-tanda dan gejala penyakit ISPA, sehingga kita bisa melakukan penanganan dan antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk lagi, seperti Pneumonia. Dan berikutnya pencegahan ISPA itu sendiri.

1. Keunggulan

Mudah diterapkan, karena dilihat setiap hari Terpampang diruangan utama sehingga akan selalu mengingatkan kepada kita Praktis, karena dengan hanya melihat tanpa menyentuhnya atau membalik-balik seperti folder kita bisa menerapkannya. Efisien, dengan melihat tanggal kita sekaligus di ingatkan

2. Keterbatasan

Tidak bisa dibawa sewaktu-waktu, karena dalam bentuk kalender Menempatan gambar seminimal mungkin menyebabkan tidak semua orang bisa paham agar efisien,

Informasi yang minim dalam bentuk kalender juga bisa menyebabkan orang tidak langsung paham

Dokumentasi :

10

DAFTAR PUSTAKA
1. Notoadmojo, Soekidjo dkk. (2005) Promosi kesehatan- Teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta. 2. Pedoman Pengelolaan Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi

Yogyakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 3. Pedoman Pengelolaan Promosi Kesehatan, Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Departemen Kesehatan RI, Pusat Promosi Kesehatan Jakarta 2010.

11