Anda di halaman 1dari 22

PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN PASAR TANI TAHUN 2012

DIREKTORAT PEMASARAN DOMESTIK DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan posisi tawar petani, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian cq. terus berupaya Direktorat Pemasaran Domestik mengembangkan Pasar Tani agar petani dapat memasarkan produk pertaniannya secara langsung ke konsumen. Dalam melaksanakan kegiatan Pengembangan Pasar Tani Tahun 2012 diperlukan adanya Pedoman Teknis yang disusun sebagai acuan dalam menyusun Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik. Diharapkan melalui Pengembangan Pasar Tani, sarana Pasar Tani dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran yang berkelanjutan dengan manfaat yang lebih dirasakan oleh petani. Kritik dan saran untuk perbaikan kegiatan sangat diharapkan, semoga buku ini dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan kegiatan Pengembangan Pasar Ta n i Ta h u n 2 0 1 2 .

Jakarta, Januari 2012 Direktur Pemasaran Domestik,

Ir. Mahpudin,MM

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1. 2. 3. 4. 5. II. ................................................. i ................................................. ii ................................................. 1 1 2 3 3 4

Latar Belakang ................................................. ................................................. Tu j u a n Sasaran ................................................. Indikator Keberhasilan ..................................... Indikator Kinerja ...............................................

RUANG LINGKUP KEGIATAN.. 5 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pembinaan ................................................. 5 Pendampingan ................................................. 7 Bimbingan Teknis/Pelatihan/Temu Usaha ...... 8 Penguatan Modal Usaha Kelompok ................ 9 10 Pertemuan dan Pekan Raya Pasar Tani Nasional ........................................ Bantuan Sarana Pengembangan Pasar Tani .. 11 Monitoring dan Pelaporan .............................. 12 ................................................. 14 .

III. PENUTUP LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Salah satu upaya terobosan yang dapat

dilakukan dalam meningkatkan posisi tawar petani produsen adalah dengan menyediakan sarana

pemasaran bagi petani agar dapat memasarkan hasil pertaniannya secara langsung kepada konsumen yaitu melalui Pasar Tani. Pembangunan Pasar Tani di Indonesia sudah memasuki tahun keempat namun pengembangannya masih terus diupayakan kemampuan khususnya manajemen dalam dan

meningkatkan

memperluas jaringan pemasaran agar dapat menjadi agen pemasaran bagi petani/kelompok tani (poktan)/ gabungan kelompok tani (gapoktan). Pengelolaan Pasar Tani secara profesional merupakan suatu keharusan agar usahanya dapat berkesinambungan dan memberikan peningkatan pendapatan bagi petani dan pelaku usaha lain yang terlibat didalamnya. 1

Dalam upaya meningkatkan peran Pasar Tani sebagai sarana dan kelembagaan pemasaran bagi petani, disusun Pedoman Teknis Pengembangan Pasar Tani Tahun 2012 sebagai landasan dalam kegiatan Pengawalan dan Pengembangan Pasar Tani baik di Tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

1.2.

Tujuan

Tujuan diterbitkannya Pedoman Teknis Pengembangan Pasar Tani Tahun 2012 adalah : a. Sebagai landasan kerja dan implementasi dari kegiatan Pengembangan Pasar Tani. Meningkatkan operasionalisasi Pasar Tani sebagai sarana pemasaran bagi petani/ poktan/gapoktan. Meningkatkan peran kelembagaan Pasar Tani (Poktan PHP) dalam pemasaran hasil pertanian.

b.

c.

1.3.

Sasaran dengan

Sasaran yang diharapkan diterbitkannya Pedoman Teknis ini adalah : a.

Meningkatnya peran Pasar Tani sebagai sarana pemasaran produk pertanian secara langsung kepada konsumen. Terbangunnya kelembagaan pemasaran petani (Poktan PHP) yang mandiri. Meningkatnya usaha dan pemasaran hasil Pasar Tani.

b.

c.

1.4.

Indikator Keberhasilan kegiatan

Indikator keberhasilan dari Pengembangan Pasar Tani adalah : a.

Meningkatnya kegiatan dan transaksi di Pasar Tani Meningkatnya jumlah petani/poktan/gapoktan yang terlibat di Pasar Tani.

b.

1.5. a.

Indikator Kinerja Output

Output yang diharapkan dengan diterbitkannya Pedoman Teknis ini adalah : o Meningkatnya efisiensi dan akuntabilitas dari pelaksanaan kegiatan Pengembangan Pasar Tani. Tepat dan terukurnya output dan outcome yang dihasilkan sesuai target sasaran. Terkoordinasinya kegiatan di Tingkat Pusat dan Daerah. Outcome dengan

b.

Outcome yang diharapkan diterbitkannya Pedoman Teknis ini adalah : o

Terbangunnya jaringan pemasaran bagi petani/ poktan/gapoktan dengan pelaku pasar lainnya. Meningkatnya Pasar Tani. pendapatan petani anggota

II.

RUANG LINGKUP KEGIATAN

Ruang lingkup kegiatan Pengembangan Pasar Tani dalam Pedoman Teknis ini meliputi : 2.1. Pembinaan Pembinaan terhadap Pasar Tani dilakukan secara berjenjang mulai dari Tingkat Pusat (Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian cq. Direktorat Pemasaran Domestik), Tingkat Provinsi oleh Dinas Lingkup Pertanian terkait dan Dinas Lingkup Pertanian Tingkat Kabupaten/Kota. a. o Tingkat Pusat Menyusun Pedoman Teknis Pengembangan Pasar Tani Tahun 2012 Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan monitoring, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengawalan Pasar Tani.

Melakukan fasilitasi, pembinaan dan bimbingan teknis. Tingkat Provinsi Menyusun Petunjuk Teknis (JUKNIS) Pengembangan Pasar Tani Tahun 2012 dengan mengacu pada Pedoman Teknis yang telah disiapkan oleh Tingkat Pusat. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor di Tingkat Provinsi dan Tim Teknis di Tingkat Kabupaten/Kota. Merekrut dan menetapkan Site Manager . Memfasilitasi, membina, membimbing dan memantau pelaksanaan pengawalan di Tingkat Provinsi. Melaporkan secara berkala perkembangan hasil pemantauan, pembinaan dan pengawalan di Tingkat Provinsi ke Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian cq. Direktorat Pemasaran Domestik.

b. o

o o

c. o

Tingkat Kabupaten/Kota Menyusun Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) Pengembangan Pasar Tani Tahun 2012, dengan mengacu pada Petunjuk Teknis yang telah disiapkan oleh Provinsi. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor di Tingkat Kabupaten/Kota. Memfasilitasi, membina, membimbing dan memantau pelaksanaan pengawalan di Tingkat Kabupaten/Kota. Melaporkan secara berkala perkembangan hasil pemantauan, pembinaan dan pengawalan di Tingkat Kabupaten/Kota ke Dinas Provinsi dan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian cq. Direktorat Pemasaran Domestik. Pendampingan Dalam rangka operasionalisasi Pasar Tani,

2.2.

diharapkan Dinas Pembina dapat menempatkan minimal 1 (satu) orang sebagai tenaga pendamping profesional non PNS (site manager) yang secara 7

intensif membantu manajemen pengurus dan peserta Pasar Tani. Seorang sarjana site dan manager memiliki minimal

berpendidikan

kompetensi

dibidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Kegiatan pendampingan yang dilakukan

mencakup pengembangan kelembagaan, manajemen usaha dan pemasaran, akses terhadap pembiayaan dan teknologi, mulai dari awal perencanaan, selama pelaksanaan sampai pelaporan kegiatan Pasar Tani secara berkala.

2.3.

Bimbingan Teknis/Pelatihan/Temu Usaha Bimbingan teknis, pelatihan dan temu usaha

dilakukan oleh tenaga pendamping (site manager) yang telah ditunjuk maupun oleh Instansi/Dinas terkait. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan pengelola serta petani/poktan/gapoktan anggota Pasar Tani sehingga mampu melaksanakan manajemen usaha dan bisnis kelompok 8

2.4.

Penguatan Modal Usaha Kelompok Dalam upaya penguatan modal usaha

kelompok, pengelola Pasar Tani dibantu oleh site manager dapat menghimpun dana operasional usaha untuk mengembangkan pemasaran produk pertanian yang berasal Pasar dari petani/kelompoktani/gapoktan serta mencari sumber

anggota

Tani

pembiayaan lainnya (Bank, Koperasi dan lain-lain). Anggaran untuk Operasionalisasi Pasar Tani melalui dana Tugas Pembantuan yang ada di Provinsi. Permintaan anggaran dilakukan melalui pengajuan proposal kelompok/pengelola Pasar Tani ke Dinas Provinsi dengan tembusan Dinas

Kabupaten/Kota. Setelah disetujui Tim Teknis Provinsi anggaran akan ditransfer langsung melalui rekening kelompok/pengelola Pasar Tani.

2.5.

Pertemuan Nasional dan Pekan Raya Pasar Tani Tahun 2012 Pertemuan Nasional Pasar Tani Tahun 2012

dilakukan bersamaan dengan Pekan Raya Pasar Tani yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 7 September 2012 di Provinsi Jawa Barat dan diikuti oleh seluruh Pasar Tani di Indonesia. Dalam Pertemuan Nasiomal Pasar Tani akan dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Pasar Tani yang ada di Indonesia. Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi para Pembina dan Pengelola/ Pelaku Usaha Pasar Tani akan diberikan materi yang akan disampaikan oleh Narasumber yang

berkompeten dibidangnya. Pada Pekan Raya Pasar Tani, anggota Pasar Tani dari setiap lokasi membawa berbagai produk hasil pertanian dan olahannya yang sudah dikemas secara menarik untuk dipromosikan dan dijual di Pekan Raya Pasar Tani.

10

2.6.

Bantuan Sarana Pengembangan Pasar Tani

Dalam pengembangan Pasar Tani, sarana dan Prasarana Pasar Tani yang harus dipersiapkan adalah :
a.

Lahan terbuka minimal 1.000 m2 Tenda dengan logo dan tulisan PASAR TANI ................ (Nama Pasar Tani). Meja, kursi, rak display, kontainer plastik, cool box dan timbangan. Taplak meja, kantung plastik pembungkus dan kantong sampah. Dalam upaya mempermudah distribusi produk

b.

c.

d.

dari dan ke Pasar Tani dibutuhkan sarana angkutan berupa kendaraan bermotor roda 2 yang dilengkapi dengan bagasi, kendaraan roda 3, roda 4 berupa mobil box, mobil bak terbuka dan mobil toko (moko) agar kualitas produk Pasar Tani dapat terjaga dengan baik.

11

Selain itu untuk membantu petani/poktan/ gapoktan dalam pemasaran hasil pertaniannya perlu dibangun kios petani di pasar kecamatan lokasi sentra produksi.

2.7.

Monitoring dan Pelaporan Pelaksana kegiatan di Provinsi dan Kabupaten/

Kota wajib membuat laporan teknis hasil monitoring dan evaluasi kegiatan Pengembangan Pasar Tani ke Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian cq. Direktorat Pemasaran Domestik, yang mencakup : a. Kemajuan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan indikator dan anggaran kinerja. Masalah dan kendala pelaksanaan anggaran dan kegiatan serta realisasi fisik dan keuangan. Laporan disampaikan secara berjenjang mulai dari Tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi sampai ke Pusat.

b.

c.

12

d.

Tingkat Kabupaten/Kota menyampaikan laporan ke Provinsi. Selanjutnya Tingkat Provinsi melakukan rekapitulasi laporan dari Tingkat Kabupaten/Kota dan menyampaikan laporan dimaksud ke Tingkat Pusat (Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian - Kementerian Pertanian cq. Direktorat Pemasaran Domestik). Laporan dilakukan secara berkala (bulanan, triwulan dan akhir tahun). Disamping laporan berkala, juga ada laporan insidentil yang diperlukan bilamana terjadi sesuatu yang bersifat mendesak. Materi laporan, selain mengenai aspek adminitrasi dan keuangan, juga harus mencakup aspek teknis/pelaksanaan kegiatan, permasalahan yang dihadapi dan solusi yang sudah dilakukan .Kinerja penyampaian laporan akan dijadikan dasar penentuan anggaran tahun berikutnya dalam upaya pemecahan masalah (reward and punishment).

e.

f.

g.

13

III. PENUTUP

Kegiatan

Pengembangan

Pasar

Tani,

merupakan fasilitasi yang diberikan untuk menjaga kesinambungan kegiatan fasilitasi Pasar Tani yang telah ada sebelumnya baik di Tingkat Provinsi maupun kegiatan Kabupaten/Kota. ini Pasar dapat Tani lebih Diharapkan yang telah dengan dibangun dan

sebelumnya

berkembang

berkelanjutan dengan manfaat yang lebih dirasakan oleh petani/kelompok tani/gabungan kelompok tani.

14

Lampiran : LOKASI DAN JUMLAH ANGGARAN PASAR TANI 2012 (RP. 000,-) NO 1. PROV/KAB/KOTA SUMUT 1. 2. 3. 2 Kota Pematang Siantar Kota Medan Kab. Simalungun Siantar Jaya Medan Bestari Gulasari -Pekanbaru 121.940 NAMA PASAR TANI DEKON 421.540

RIAU 4. Kota. Pekanbaru

3.

KEP. RIAU 5. 6. Kota Batam Kab. Bintan

4.

SUMSEL 7. Kota Palembang Sriwijaya

255.000

(RP. 000,-) NO PROV/KAB/KOTA 8. 5. Kab. OKI NAMA PASAR TANI OKI 385.000 Poktan PHP Bina Tani Sawarna, Kec. Bayah Serang 295.000 Kanpus Kementan Gunung Sahari 681.540 Kota Bandung Kota Cirebon Garut DEKON

BANTEN 9. Kab. Lebak

10. Kota Serang 6. DKI JAKARTA 11. DKI Jakarta 12. DKI Jakarta 7. JABAR 13. Kota Bandung 14. Kota Cirebon 15. Kab. Garut

(RP. 000,-) NO PROV/KAB/KOTA 16. Kab. Sukabumi NAMA PASAR TANI Poktan PHP Minasari Subur Kp. Palasari Desa Pasir Datar Indah,
Kec. Caringin

DEKON

8.

JATENG 17. 18. Kab. Magelang Kota Surakarta Gemilang Berseri

305.000

9.

JATIM 19. 20. Kab. Gresik / Kota Sisik Suro Surabaya Kab. Malang Maju Bersama

305.000

10.

KALBAR 21. Kota Ppontianak Subang

155.000

11.

KALSEL

121.940 3

(RP. 000,-) NO PROV/KAB/KOTA 22.. Kota Banjarmasin 23. 24. 12. Kota Banjarbaru Kab. Balangan 155.000 Bangun Budaya 761.540 Anging Mamiri Buttatoa 255.000
Pinasungkulan

NAMA PASAR TANI


Batarokuiyan

DEKON

KALTIM 25. Kota Balikpapan

13.

SULSEL 26. Kota Makassar 27. Kab. Bantaeng

14.

SULUT 28. Kota Manado 29. Kab. Minahasa Utara

Maesaan 255.000 Catur Muka

15.

BALI 30. Kota Denpasar

(RP. 000,-) NO PROV/KAB/KOTA 31. Kab. Gianyar 16. NTB 32. Kota Mataram 33. Kab. Lombok Timur 34 17. Kab. Lombok Barat Gora Selaparang Rinjani Lombok Barat 420.000 Cyklop Mandiri Wanyambe 5.595.240 NAMA PASAR TANI Catur Buana 290.000 DEKON

PAPUA 35. Kab. Jayapura 36. Kota Jayapura JUMLAH