P. 1
Pengaruh Suku Bunga Deposito Dan Inflasi Terhadap Kurs Valuta Asing Di Indonesia

Pengaruh Suku Bunga Deposito Dan Inflasi Terhadap Kurs Valuta Asing Di Indonesia

|Views: 276|Likes:
Dipublikasikan oleh NurulAlifah
Pengaruh Suku Bunga Deposito Dan Inflasi Terhadap Kurs Valuta Asing Di Indonesia Tahun 2002-2012,
Suku bunga deposito, inflasi, kurs valuta asing, 1111084000023, Nurul Alifah
Pengaruh Suku Bunga Deposito Dan Inflasi Terhadap Kurs Valuta Asing Di Indonesia Tahun 2002-2012,
Suku bunga deposito, inflasi, kurs valuta asing, 1111084000023, Nurul Alifah

More info:

Categories:Types, Research
Published by: NurulAlifah on Jun 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $9.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/24/2015

$9.99

USD

pdf

text

original

PENGARUH SUKU BUNGA DEPOSITO DAN INFLASI TERHADAP KURS VALUTA ASING DI INDONESIA (TAHUN 2002-2012

)

NURUL ALIFAH Mahasiswi Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Email: nurulalifah81@yahoo.com

Pembimbing Tony S. Chendrawan, ST.,SE., M.Si

ABSTRAK The research aims to analyze the effect of deposit interest rate and inflation on foreign exchange in Indonesia. Samples taken as mamy as 11 years in 2002-2012. Based on this research,regression formula had found as:

Y=8930,558+24,145SBD+17,026i ;5%. The regression formula can be interpreted that deposit interest rate coefficient showed a positive direction means the increase in deposit interest rate will raise the foreign exchange. Inflation coefficient showed a positive direction meaning the increase inflation will increase the foreign exchange. That is conclution from this research describe that statistic result. Adjust R2 value on this research is 0.059 this mean that 5.9% of foreign exchange could be explained by independent variables deposit interest rate and inflation. And 94.1% remanant of these explained by variables outside not listed in the formula. Keyword:Foreign Exchange, Deposit Interest Rate, Inflation

I.

Pendahuluan

menginvestasikan

dananya

pada

sektor

perbankan yang tidak memiliki resiko sama Kondisi stabil akan perkonomian sangat yang kurang sekali jika dibandingkan dengan

mempengaruhi

menginvestasikannya di pasar modal. Dalam perekonomian dunia, nilai mata uang tidak pernah ada yang stabil.Disisi lain, harga-harga barang dan jasa cebderung mengalai

perkembangan pasar modal dan cenderung akan membuat kegiatan pasar modal mnjadi sepi. Apabila kondisi tingkat inflasi tinggi akan mengakibatkan tingginya tingkat suku bunga tabungan terutama deposito. Hal ini dapat menghambat perkembangan pasar modal karena masyarakat cenderung

peningkatan. Keadaan ini akan mengakibatkan daya beli mata uang tersebut menjadi turun mengakibatkan terjadinya inflasi. Dengan semakin meningginya angka inflasi maka Jurnal Ekonomi Moneter, 2013 | 1

Sebagai dampak meningkatnya laju inflasi maka nilai tukar mata uang domestik semakin melemah terhadap mata uang asing. Untuk mengatasi masalah rendahnya nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dollar Amerika dan beberapa mata uang asing lain mulai tahun 1997 sampai awal tahun 1998 Bank Indonesia (BI) melakukan menurunkan tingkat inflasi tersebut. 2013 | 2 melalui sertifikay Bank Indonesia (SBI). Salah satu cara untuk menurunkan tingkat inflasi adalah menaikkan tingkat suku bunga naik. Naiknya suku bunga ini juga berdampak pada naiknya suku bunga pinjaman. Semakin menguat kurs rupiah sampai batas tertentu berarti menggambarkan kinerja dipasar uang semakin menunjukkan perbaikan. hal ini terjadi karena pada masa inflasi pemerintah biasanya berusaha untuk perekonomian meningkatnya permintaan mata ung asing Dollar Amerika. akan terjadi negative spread (kondisi yang menunjukkan beban pembayaran suku bunga simpanan dari nasabah lebih besar ketimbang penerimaan dari bunga atas kredit-ktedit yang disalurkan perbankan. Naiknya suku bunga deposito berjangka juga akan mesyarakat internasional terhadap mata uang rupiah karena menurunnya nasionl atau peran karena menyebabkan pemodal akan menanamkan dananya pada deposito. Akan tetapi. Nilai tukar mencerminkan Kebijakan yang diambil oleh bank sentral ini mengakibatkan naiknya suku bungan deposito bank-bank komersial di Indonesia. Tingginya biaya modal akan menurunkan laba yang berakibat pemodal menurunnya deviden sehingga mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran terhadap permintaan uang dalam negeri maupun mata uang asing Dollar Amerika. Merosotnya nilai tukar Rupiah merefleksikan menurunnya permintaan terutama yang peka terhadap deviden akan menjual saham dan pada gilirannya akan menurunkan harga saham. Tingkat suku bunga akan mencapai puncaknya apabila terjadi inflasi. dan akibatnya pada emiten akan menurunkan kinerja perusahaan sehingga laba akan turun.perekonomian akan memburuk. Jika tidak. kalau bunga deposito atau tabungan naik. dan investasi di pasar modal menjadi kurang diminati. . hal ini mengakibatkan harga saham akan mengalami penurunan. hal ini berarti menurunkan nilai perusahaan. Terlepas dari hal tersebut melemahnya kurs mata uang rupiah terhadap mata uang asing terutama Dollar Amerika Serikar merupakan sinyal negatif bagi perekonomian yang mengalami inflasi karena akan meningkatkan biaya import bahan baku dan juga akan memberatkan bagi perusahaan yang mempunyai utang luar negeri dengan kurs dollar. Bagi perusahaan (go public) yang tingkat perbandingan antara hutang dan modal sendiri tinggi. hal ini akan menurunkan profitabilitas perusahaan. Dalam Jurnal Ekonomi Moneter. akan mengakibatkan biata pinjaman dan biaya modal semakin tinggi. maka bunga kredit juga harus diatas bunga deposito. Berdasarkan pemaparan maka penanggulangan yang antara lain dengan cara menaikkan suku bunga Bank Indonesia permasalahan yang akan dilakukan pengkajian dan penelitian yang terkait dengan itu.

Deposito bunganya ketentuan berjangka dapat deposan yang dilakukan dapat pemberian dengan 2. 2013 | 3 .10 Tahun 1998 Pasal 1. Agar deposito aman pastikan bunganya tidak lebih dari yang dijamin oleh LPS. Bunga deposito berbeda-beda tiap bank. merupakan produk bank sajenis jasa tabungan ditawarkan kepada masyarakat. inflasi dan kurs valuta asing.6. Deposito biasanya memiliki jangkawaktu dimana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito adalah produk bank yang memberikan bunga lebih tinggi dari simpanan biasa dan hanya dapat ditarik dalam jangka waktu tertentu. deposito ini hanya dapat ditarik apabila telah jatuh tempo. Menurut Undang-undang No. “PENGARUH SUKU BUNGA waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak berakhir. atau 12 bulan. Deposito berjangka merupakan simpanan masyarakat yang yang biasa Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu. Deposito atau yang sering disebut deposito berjangka. Kerangka Teori dan Tinjauan Pustaka 1. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya. Bunga dapat diambil setetelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya.1 Suku Bunga Deposito Suku bunga adalah „harga‟ yang terjadi dipasar uang dan modal. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin kekurangan dana atas perhitungan waktu dan nilai ekonomis. Harga disini adalah harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu yangditentukan bersama. Deposito berjangka yang pengambilan atau pemberian bunganya dapat dilakukan dimuka pada waktu deposan menyimpan uangnya di bank. biasanya deposito jatuh tempo 1. namun pada umumnya lebih tinggi dari pada simpanan biasa. Suku bunga dapat diartikan sebagai penerimaan yang diperoleh dari sejumlah uang yang dipinjamkan kepada pihak lain yang mengambil bunganya setiap bulan sesuai dengan yang diperjanjikan oleh kedua belah pihak.3. 2.penelitian ini variabel yang akan digunakan adalah suku bunga deposito. Peneliti akan mengangakat judul tentang. Adapun jenis-jenis dari deposito berjangka bedasarkan pemberian bungannya yaitu : DEPOSITO DAN INFLASI TERHADAP KURS VALUTA ASING DI INDONESIA (TAHUN 2002-2012)” II. penarikannya dapat dilakukan setelah jangka Jurnal Ekonomi Moneter. Sedangkan Deposito Berjangka didefinisikan suatu simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu dengan tingkat suku bunga tertentu pula. deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

mereka akan berusaha menaikkan produksi dengan cara Jurnal Ekonomi Moneter. 2.2 Jenis-jenis inflasi Gejala penyebabnya.2. 2. Inflasi inflation) Inflasi Dorongan Biaya (cost-push inflation) terjadi karena kenaikan biaya produksi. Berlangsung terus – menerus. Pendapatan masyarakat yang meningkat menyebabkan pengeluaran meningkat.2. karena dominannya tekanan permintaan agregat. Apabila perusahaan- permintaan(demand –pull inflation). inflasi yaitu berdasarkan inflasi faktor tarikan menimbulkan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi.359) Ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi : 1. 2. (Prathama dan Mandala. Kenaikan harga suatu komoditas dapat dikatakan inflasi jika kenaikan tersebut menyebabkan harga – harga secara umum naik. penawaran Biasanya agregat menyebabkan Inflasi Dorongan Biaya (cost-push berkurang.1 Definisi inflasi Inflasi tarikan permintaan (demandpull inflation) adalah inflasi yang terjadi Secara umum inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan tingkat harga barang dan jasa yang bersifat umum dan terus menerus selama waktu tertentu. 2008. dorongan biaya ini juga disebabkan karena masa perekonomian yang meningkat dengan pesat ketika tingkat pengangguran sangat rendah. Inflasi tarikan permintaan biasanya terjadi pada masa perekonomian yang berkembang dengan pesat akan 2008. Inflasi Tarikan Permintaan (demand-pull inflation) 2. Kenaikan harga yang bersifat umum juga belum tentu akan memunculkan inflasi.2. (Prathama & Mandala. dan kombinasi keduanya. Kenaikan harga Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya. 2013 | 4 .365) perusahaan masih menghadapi permintaan yang bertambah dalam perekonomian yang meningkat dengan pesat.2 Inflasi 1. karena itu perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan. Sehingga produsen menaikkan harga secara terus menerus karena masyarakat cenderung berlomba untuk mendapatkan output tersebut akibat dari keluaran output yang tidak sebanding dengan uang yang akan dikonsumsi. agregat juga semakin pengeluaran dengan Meningkatnya tidak sebanding keluaran output bareng dan jasa sebagai alokasinya. Bersifat umum. Rentang waktu lebih panjang adalah triwulan dan tahunan. 3. Sebab dalam sebulan akan terlihat apakah kenaikan harga bersifat umum dan terus – menerus. agregat ini. Kebutuhan tenaga kerja yang tinggi akan menciptakan pendapatan masyarakat menjadi meningkat. jika terjadi sesaat. inflasi dorongan biaya ( cost-push inflation).

Kenaikan investasi akan menimbulkan proses multiplier sehingga akhirnya pendapatan nasional meningkat lebih besar dari kenaikan investasi yang pada mulanya berlaku. Akan tetapi. Perubahan uang – masyarakat Indonesia perhitungan IHK dilakukan dengan mempertimbangan sekitar beberapa ratus komoditas pokok. pertambahan penawaran uang tidak menyebabkan permintaan agregat Dampak inflasi diuraikan oleh mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan penuh. 2013 | 5 .Keynes dengan indah. Sayangnya kondisi ini disertai dengan inflasi. 2.M. menjadi sama sekali tidak teratur dan juga menjaddi hamper tidak berarti. Stagflasi Stagflasi merupakan kombinasi dari dua keadaan buruk. Dalam buku tersebut menerangkan peranan uang dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi. perekonomian. 3. Di kapitalis. Stagnasi adalah kondisi dimana tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar nol persen per tahun.4 Indikator Inflasi Ada beberapa indicator ekonomi J. Pertambahan penawaran uang akan menurunkan suku bunga. Indeks Harga Konsumen (Consemer Price Index) Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah angka indeks yang menunjukkan tingkat harga barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam satu periode tertentu. yaitu “Ketika inflasi terjadi dan nilai nyata mata uang berubah – ubah tak tentu dari bulan ke bulan. dan proses dari pemerolehan kakayaan menurun derajatnya menjadi sebuah permainan atau undian”. IHK diperoleh dari menghitung harga-harga barang dan jasa dalam yang satu dikonsumsi periode. dalam keadaan di mana tingkat 2. Jumlah output relative tidak bertambah. yang membentuk dasar pokok makro yang digunakan un tuk mengetahui laju inflasi selama satu periode tertentu.2. Pengurangan suku bunga akan menambah investasi.3 Teori Inflasi pengangguran tinggi. (Samuelson & Nordhaus :386) Teori Keynes yang dikemukan dalam buku: The General Theory. Keynes berpendapat “uang tidak netral” (money is not neutral) – ia mempunyai peranan dalam mempengaruhi (Sadono perubahan Sukirno kegiatan : 487). yaitu stagnasi dan inflasi. 2.memberikan gaji dan upah yang lebih tinggi kepada pekerjanya dan mencari pekerjaan baru dengan tawaran yang lebih tinggi. semua hubungan permanen antara debitur dan kreditur. mempengaruhi kegiatan perekonomian dan pemdapatan nasional melalui “mekanisme transaksi: berikut : 1. 3. Pandangan klasik. apabila permintaan agregat bertambah maka inflasi akan berlaku.2. yaitu: 1. Langkah ini menyebabkan biaya produksi meningkat yang menimbulkan kenaikan harga-harga berbagai barang. penawaran akan Jurnal Ekonomi Moneter.

2013 | 6 Kegiatan ekonomi tidak terjadi dibeberapa tempat saja. Untuk mendapatkan hasil gambaran inflasi yang paling mewakili keadaan yang sebenarnya. namun ada sebagian besar masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan riilnya. Ada sebagian masyarakat dapat meningkatkan pendapatan riilnya.5 Biaya Sosial dari Inflasi Ada beberapa masalah sosial (biaya sosial) yang muncul dari inflasi yang tinggi (≥10% per tahun).. Terganggunya stabilitas ekonomi Inflasi mengganggu stabilitas ekonomi dengan merusak tentang masa depan (ekspektasi) para pelaku ekonomi. menghitung inflasi berdasarkan data IHPB adalah sa. 2. Penawarn barang dan jasa berkurang.2. hanya kedua menyebabkan daya beli pendapatan makin rendah. IHPB menunjukkan tingkat harga yang diterima produsen pada Prinsip menghiting perubahan angka indeks . khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan kecil dan tetap. perhitungan inflasi . Jurnal Ekonomi Moneter.2.ma denagn IHK: cara berdasarkan sederhananya dengan tingkat daya beli pendapatan yang diperoleh. Padahal dalam kenyataannya jenis barang dan jasa yang diproduksi atau dikonsumsi dalam sebuah perekonomian dapat mencapai ribnuan. Distribusi pendapatan dilihat dari pendapatan riil makin memburuk. IHK dan IHPB memberikan gambaran laju inflasi yang sangat terbatas. ekonom menggunakan indeks harga implicit (GDP deflator). Sama halnya dengan dua indicator sebelumnya. Indeks Harga Implisit (GDP Deflator) Walaupun sangat bermanfaat. Indeks Harga Perdagangan Besar berdasarkan IHI dilakukan dengan (Wholesale Price Index) Jika IHK melihat dari sisi konsumen. Makin buruknya distribusin pendapatan Dampak buruk inflasi terhadap tingkat kesejahteraan dapat dihindari jika indicator tersebut melingkupi beberapa puluh atau mungkin beberapa ratusan jenis barang jasa. Menurunnya masyarakat Tingkat kesejahteraan masyarakat. 3. 2. melainkan diseluruh wilayah. Oleh kafrena itu IHPB sering juga disebut sebagai indeks harga produsen (producer price index). tingkat kesejahteraan berbagai tingkat produksi. pertumbuhan tingkat pendapatan lebih tinggi dari tingkat inflasi. puluhan ribu atau bahkan mungkin ratusan ribu jenis. Sebab dilihat dari metode penghitungannya. yaitu: 1. di beberapa puluh kota saja. Imdeks harga Perdagangan Besar (IHPB) melihat inflsi dari sisi produsen. Bagi produsen merusak perkiraan akan naiknya harga barang dan jasa mendorong mereka menunda penjualan agar untung besar. Inflasi 3.

Turunnya harga valuta asing disebut apresiasi mata uang dalam negeri. untuk mengukur perbedaan harga mata uang yang menyatakan berapa jumlah mata uang suatu negara yang diperlukan guna memperoleh sejumlah mata uang dari negara lain. ini berarti nilai relatif mata uang dalam negeri meningkat. Istilah valuta asing mengacu pada mata uang asing actual atau berbagai klaim atasnya. 2002. berarti nilai relatif mata uang menjadi lebih murah. Konsep rill dipergunakan unruk menguker daya saing komoditi ekspor suatu negara di pasaran internasional.3. 2013 | 7 . ini Jurnal Ekonomi Moneter. 2008. kadang riil penduduk negara-negara tersebut tukarkan satu sama lain.1 Definisi Kurs Valuta Asing Banyak sebab yang melatarbelakangi perubahan ini. Karena pada umumnya perdagangan antar negara dapat berlangsunmg jika Nilai tukar didasari dua konsep. Nilai tukar rill secara umum dapat dituliskan sebagai berikut: currency) dari suatu perekonomian (Prathama dan Mandala. (Hendra. (Mankiw) Valuta adalah mata asing uang (foreign negara exchange) (foreifn disebut term Kurs lain menyatakan tingkat dimana kita bisa memperdagangkan barang-barang suatu negara untuk barang-barang negara lain. 2. neraca perdagangan dan lain-lain. seperti deposito bank atau surat sanggup bayar yang diperdagangkan. Kenaikan harga valuta asing disebut depresiasi atas mata uang dalam negeri.2 Konsep Nilai Tukar aliran modal. Kurs riil adalah harga relative barangbarang diantara dua negara of trade. Kurs nominal adalah harga relative mata uang dua negara dinotasikan sebagai e. Nilai tukar mata uang merupakan perbandingan nilai dua mata uang yang berbeda atau dikenal dengan sebutan kurs. Perubahan nilai tukar valuta asing disebabkan karena adanya perubahan 2. Konsep Nominal merupakan konsep 2.186) Kurs antara dua Negara adalah harga yang 2. ini berarti nilai relatif mata uang dalam negeri merosot.3 Kurs Valuta Asing permintaan atau penawaran dalam bursa valuta asing (hukum penawaran dan permintaan). Persoalannya lebih rumit jika menyangkut urusan di luar batas negara. Nilai tukar atau kurs suatu mata uang terhadap mata uang lainnya merupakan bagian dari proses valuta asing. seperti: Neraca ekspor impor.3. Tentu saja kondisi ini memperburuk perekonomian. yaitu: 1. Mata uang asing menjadi lebih mahal.akibatnya kelebihan permintaan membesar dan mempercepat laju inflasi.307). Uang merupakan alat tukar yang dapat diterima secara umum. dimingkinkan menukar mata uang suatu negara menjadi mata uang negara lain. perubahan struktur. Mata uang asing menjadi lebih murah.

Perbandingan nilai tukar riil untuk barang tunggal ini menjelaskan bagaimana mendefinisikan nilai tukar riil untuk kelompok barang yang lebih luas. biasanya perekonomian negara tesebut tidak memiliki cadangan devisa yang cukup untuk menutup defisit neraca pembayaran yang terus menerus.3. Jika e adalah nilai tukar nominal (jumlah dolar per rupiah). dan P* adalah tingkat harga di AS (diukur dalam dolar). Konsekuensinya dari system ini. Sistem Nilai Tukar Mengambang Nilai tukar mengambang atau sering disebut “floating exchange rate”. Sistem Nilai Tukar Tetap Sistem nilai tukar tetap “fixed exchange rate”. Sistem Nilai tukar tanbatan Sistem nilai tukar tambatan atau “pegged exchange rate system”. uangnya. 1. Disamping itu. P adalah tingkat harga di Indonesia (diukur dalam rupiah). 2. 2013 | 8 . arus keluar masuk emas di negara tersebut dibiarkan bebas. otoritas moneter harus bersedia menjual maupun membeli berapa jumlah emas pada harga yang telah ditentukan. maka nilai tukar riil adalah: 4. 2.4 Kerangka Pemikiran Gambar 2. dimana lembaga otoritas moneter menetapkan tingkat nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang negara lain pada tingkat tertentu. tanpa memerhatikan penawaran ataupun Variabel Dependen (X1) Suku Bunga Deposito Variabel Independen (Y) Kurs Valuta Asing permintaan terhadap valuta asing yang terjadi. diman tingkat nilai tukar dibiarkan menurut keseimbangan permintaan dan penawaran mata uang valuta asing yang terjadi. Sistem Nilai Tukar Standar Emas Negara yang menganut system nilai tukar standar emas menetapkan nilai tukar mata uangnya dalam berat emas tertentu.1 asing lainnya. Tingkat nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing lainnya merupakan penurunan dari ⁄ nilai tukar mata uang asing yang dijadikan tambatan dengan mata uang 2. 3. dimana mata uang domestik dikaitkan dengan suatu mata uang asing. Sistem Nilai Tukar Pengawasan Devisa Suatu negara menganut rezim pengawasan devisa dalam nilai tukar mata Variabel Dependen (X2) Inflasi Jurnal Ekonomi Moneter.3 Pekembangan Sistem Nilai Tukar 5.

2 Operasional Variabel Untuk lebih memudahkan memahami penggunaan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini . Data yang di gunakan adalah data dari periode tahun 2002-2012. uji f. Sedangkan data suku bunga deposito menggunakan tingkat suku bunga deposito jangka waktu tahunan pada Bank Persero. uji multikolinearitas.2. Data kurs valuta asing menggunakan kurs tengah Rupiah/US$. dengan mempergunakan asumsi klasik yaitu uji normalitas. Sumber data di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia(BI). Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Namun terkadang buku referensi sudah tidak up to date oleh karena itu penelitian ini juga menggunakan interenet research. 2013 | 9 . dan uji determinasi. uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi sedangkan uji statistiknya menggunakan uji t.1 Metode Analisis Data Ruang lingkup penelitian ini meliputi variabel dependen yaitu kurs valuta asing dan variable independen yaitu suku bunga deposito dan inflasi. 3 Inflasi 3. Adapun metode yang digunakan dalam pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda atau multiple regretion dengan alat analisis SPSS. Skala Rasio deposito dan inflasi terhadap kurs valuta asing 2 Suku Bunga Deposito Rasio Rasio Jurnal Ekonomi Moneter. Dalam penelitian ini data dihimpun dengan menggunakan data skunder dengan jenis data time series.1 No 1 Variabel Kurs Valuta Asing Konsep Perbandingan nilai dua mata uang yang berbeda dalam suatu perekonomian Suku bunga deposito adalah tingkat pengembalian atau imbalan atas simpanan uang dalam jangka waktu tertentu yang pengambilannya hanya dapat ditarik ketika jatuh tempo Kenaikan tingkat harga barang dan jasa yang bersifat umum dan terus menerus selama waktu tertentu. Dan data inflasi menggunakan indikator indeks harga konsumen.5 Hipotesis H0 : Tidak ada pengaruh antara suku bunga Dari kerangka pemikiran seperti yang telah disebutkan dapat diambil beberapa hipotesis sebagai berikut : H1 : Ada pengaruh antara suku bunga deposito dan inflasi terhadap kurs valuta asing III Metode Penelitian 3. maka dapat dilihat table operasional variabel sebagai berikut: Tabel 3. Metode pengumpulan data dengan menggunakan library research.

dapat dilihat bahwa titik-titik tidak menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya tidak mengikuti garis diagonal.1. variabelvariabel penelitian diuji dengan asumsi klasik yaitu a. Uji statistik kolmogorav-smirnov (K-S) merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi dengan distribusi tertentu dalam hal ini adalah distribusi Jurnal Ekonomi Moneter. 3. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas terjadi ketika dua atau lebih variabel independen yang digunakan dalam model mempunyai hubungan (correlated).1 Dimana : = Konstanta = Koefisien dari variable suku bunga deposito = Koefisien dari variable inflasi IV Hasil dan Pembahasan Dalam penelitian ini akan dijelaskan hasil analisis yang telah diolah. Uji Normalitas Bedasarkan gambar 4.3 Model Fungsi Kurs Valuta Asing = f (inflasi.1 Uji Asumsi Klasik Untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. sebelum dilakukan pengujian dengan regresi berganda. suku bunga deposito) Sedangkan rumus statistic sebagai berikut Gambar 4. baik yang sifatnya moderat maupun tinggi. 2013 | 10 . b. maka digunakan regresi linear berganda (multiple regression) dan alpha yang digunakan adalah 5%. Hasil analisa data skunder yang telah diolah yaitu: 4. Uji multikolinearitas dilakukan untuk memastikan baahwa variabel independen satu dengan yang lainnya digunakan dalam model tidak mempunyai hubungan (uncorrelated).normal (widarjono. Dengan demikian penyebaran data kurs value asing (USD) tidak mengikuti asumsi normalitas.2010) uji normalitas adalah uji statistik non-paramatrik.

Dependent Variable: Kurs_USD Bedasarkan tabel 4. (Gujarati. Jadi dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi antara variabel-variabel independent.145 70. Dengan demikian tidak terdapat masalah multikolonieritas dalam model terjadi heteroskedestisitas pada model regresi ini.1 Coefficientsa Standar dized Unstandardize Coeffici d Coefficients Std.1 tersebut diperoleh bahwa semua variabel bebas memiliki nilai tolerance diatas 0.339 .5 594.741 . Model 1 B Error Beta t ents Collinearity Statistics Toler Sig.402 lebih kecil dari 5. 2013 | 11 .1 dan nilai VIF kedua variabel independent adalah 1.2 tersebut tidak terdapat pola yang jelas serta titiktitik menyebar diatas dan dibawah angka 0.2003) gejala heteroskedastisitas dapat dideteksi dengan cara apabila nilai chi-square (Χ2) menunjukan angka yang lebih besar dari nilai kritis chi-square pada tingkat signifikasi 5% maka terdapat gejala heteroskedastisitas Jurnal Ekonomi Moneter.139 . ance VIF Gambar 4. Kelebihan alat uji ini adalah tidak sensitif terhadap asumsi normalitas dan mudah diaplikasikan.2 (Cons 8930.2003). (Mendenhall Pengujian autokorelasi dilakukan dengan menggunakan rumus Durbin-Watson.138 .713 1. autocorrelation Sincich.93 tant) SBD 58 8 15.40 2 24.Tabel 4. disebut first-order dan Pengujian biasanya dilakukan dengan menggunakan uji white-heteroscedastic.026 50.000 11 .343 . sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak a. c.238 .0 . Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi antara residual data time series pada titik-titik waktu berbeda.713 1.743 . d.40 2 Dengan melihat gambar 4. Dalam kasus khusus regresi. Uji Heteroskedastisitas dimana residual berdekatan pada waktu terpisah (misalnya t dan t+1) mempunyai Heteroskedastisitas hubungan.426 Inflasi 17.

Predictors: (Constant). Error 594. Ini berarti kemampuan variabel dependentmampu diterangkan sebesar 5. sehingga kedua variabel tersebut dapat dikatakan memiliki korelasi atau hubungan dalam kategori yang lemah.343 . Dependent Variable: Kurs_USD Model Coefficients B Std.741 atau dengan kata lain > 5% makakeputusannya adalah H0 diterima dan H1 ditolak. Variabel Suku Bunga Deposito Karena sig 0.3 Uji t Table 4. Selanjutnya diproleh R2 (koefisien determinan) sebesar 0.44268 Dari hasil tabel 4.743 kesimpulan autokorelasi.680 dengan derajat kepercayaan 5%.426 50.3 Model Summaryb Adjusted R Model 1 R .011 Sig.139 . Error Mod el 1 R . a. Inflasi. Error of the Estimate 547.243 atau 24.2 Model Summaryb Std.026 70.558 nt) SBD Inflasi 24. Predictors: (Constant).243a R Square .3%. berarti tidak terdapat 1 (Consta 8930.938 Bedasarkan tabel 4.4 Coefficientsa Standardiz ed Unstandardized Coefficient s Beta t 15.059 Square -. 2.059atau samadengan 5.9%.339 .176 Std.680 4.741 .2 Uji Determinasi Table 4.44268 a.1% dipengaruhi oleh faktor lain.Tabel 4.176 547. .243a R Square .000 -.Dan sisanya sebesar 94.145 17. Yangberarati koefisien variabel suku bunga depositotidak signifikandalam model atau dapat diartikan bahwa variabel suku bunga deposito tidak mempunyai pengaruh terhadap kurs valuta asing.238 . Jurnal Ekonomi Moneter. Inflasi.138 .743 atau dengan kata lain > 5% makakeputusannya adalah H0 diterima dan H1 ditolak. Yangberarati koefisien variabel suku bunga depositotidak signifikandalam model atau dapat diartikan bahwa variabel suku a.059 Adjusted R Square of the Estimate DurbinWatson 1. 2013 | 12 . Dependent Variable: Kurs 4.4 di atas maka selanjutnya dilakukan ujiparsial terhadap masing-masing variabel yaitu: 1. Dependent Variable: Kurs Tabel diatas menunjukkan besaran nilai R (korelasi) sebesar 0. SBD b. Variabel Inflasi Karena sig 0.9% oleh variabel independent.2 diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 1. SBD b.

4. SBD b.902 2547501.250dengantingkat signifikan0.667 Df 2 Mean Square F Sig. . Maka persamaan regresi yang terbentuk adalah: V Kesimpulan dan Saran 5. Dependent Variable: Kurs Berdasarkan tabel ANOVA atau Ftes ternyatadidapat nilai Fhitung adalah 0.569 8 299693.4 Uji f Table 4.9% yang berarti 94. Menambah input variable yang lebih 74976. Meneliti faktor lain yang mempengaruhi kurs valuta asing. saran untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik lagi bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk 1. Karena tingkat signifikan lebih besar dari 0.2 Saran Dari pembahasan dan kesimpulan yang Sedangkan untuk estimasinya adalah Dimana: Y = Kurs Valuta Asing X1= Suku Bunga Deposito X2= Inflasi 4. Predictors: (Constant). Ataudapat dikatakan bahwa tidak ada pengaruh antara suku bunga deposito dan inflasi terhadap kurs valuta asing. banyak agar mendapat ramalan yang baik dari model sebelumnya. Menggunakan data yang tepat agar memperkecil error Jurnal Ekonomi Moneter.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan program SPSS dari variable kurs valuta asing dengan suku bunga deposito dan inflasi di temukan: 1.833 .sehingga model regresi tidak dapat digunakan untukmemprediksi nilai kurs valuta asing. Inflasi.250 a. 2.5 ANOVAb Sum of Model 1 Regressi on Residual Total 2397547. 5. 2013 | 13 .05.488 10 Squares 149953.785. Besarnya pengaruh variabel suku bunga deposito dan inflasi terhadap kurs valuta asing sebesar 5. 3.785 > 0.05 atau 0.1% dari kurs valuta asing dipengaruhi oleh factor lain 2. Memperpanjang periode pengamatan agar mengetahui pengaruh kurs valutra asing secara lebih mendetail. Dari hasil penelitian ini detemukan pengaruh yang tidak signifikan antara suku bunga deposito dan inflasi terhadap kurs valuta asing.785a dipaparkan peneliti menyadari masih banyak keterbatasan dan kekurangan dari penelitian ini.bunga deposito tidak mempunyai pengaruh terhadap kurs valuta asing.

Prathama dan Mandala Manurung. www.id Jurnal Ekonomi Moneter. Hendra.. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2009. Ekonomi Internasional Dan Globalisasi Ekonomi. 2008.go. Kasmir. 2002. Georgy N. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya.bps. Macroeconomics. 2002. New York: Worth Pub.bi. 2013 | 14 . Rahardja. Mankiw. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Makroekonomi) edisi ketiga.id www. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.go.DAFTAR PUSTAKA Halwani.

2013 | 15 .Jurnal Ekonomi Moneter.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->