P. 1
SKD-KLB

SKD-KLB

|Views: 1,116|Likes:
Dipublikasikan oleh fatimah1604
materi epidemiologi
materi epidemiologi

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: fatimah1604 on Jun 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2013

pdf

text

original

Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (SKD-KLB

)
KLB-SKD/EPIDKESB/ichsan

Pengertian
• Departemen Kesehatan mendefinisikan Kejadian Luar Biasa sebagai berikut: • “Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah suatu kejadian kesakitan/kematian dan atau meningkatnya suatu kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu.” (Peraturan Menteri Kesehatan No. 949/Menkes/SK/VIII/2004).
KLB-SKD/EPIDKESB

• Kriteria penetapan KLB adalah sebagai berikut: • “Kriteria KLB adalah: (1) timbulnya penyakit yang sebelumnya tidak ada di suatu daerah Tingkat II. (2) Adanya peningkatan kejadian kesakitan dua kali atau lebih dibandingkan jumlah kesakitan yang biasa terjadi pada kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.” (Ditjen PPM & PLP 1987:2). TUJUAN SKD-KLB Secara umum sistem kewaspadaan dini bertujuan supaya mendapatkan informasi yang berguna untuk tindakan yang cepat dalam rangka mengantisipasi peningkatan KLB-SKD/EPIDKESB kesakitan/kematian dan keracunan/pencemaran.

Kriteria KLB

Secara khusus sistem kewaspadaan dini bertujuan untuk
1. mengetahui adanya tanda-tanda awal yang merupakan indikator kemungkinan akan timbulnya KLB 2. mengetahui keadaan yang memungkinkan akan terjadinya keracunan berbahaya 3. mengetahui keadaan lingkungan tempat pengelolaan yang ada kaitannya dengan pencemaran/keracunan makanan 4. mengetahui jenis dan kadar mikroba atau kontaminan lainnya yang menyebabkan menurunnya kualitas higiene dan sanitasi makanan atau bahan makanan
KLB-SKD/EPIDKESB

SISTEM KEWASPADAAN DINI
Pendekatan Kewaspadaan Dini (SKD) : • pendekatan sistem, • pendekatan epidemiologi • pendekatan legalitas.

KLB-SKD/EPIDKESB

Pendekatan Sistem
• Pendekatan Legalitas: peraturan perundang-undangan • Undang-undang No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular • Keputusan Menkes No. 560 tentang Penyakit Menular yang Dapat Menimbulkan Wabah serta Tatacara Pelaporan dan Penanggulangan Seperlunya • Peraturan Menteri Kesehatan No. 712 tahun 1986 tentang Persyaratan Kesehatan Jasa Boga • Peraturan Menteri Kesehatan No. 304 tahun 1989 tentang Persyaratan Kesehatan, Persyaratan Kesehatan Restoran dan Rumah Makan • Keputusan Menteri Kesehatan No. 453 tahun 1983 KLB-SKD/EPIDKESB tentang Bahan Berbahaya

• diadakan kewaspadaan terhadap kasus yang baru saja ditemukan • mencegah agar tidak terjadi peningkatan jumlah kasus yang menimbulkan KLB • lebih diutamakan kewaspadaan dini terhadap faktor-faktor yang dapat memungkinkan terjadinya kasus • Apabila diketahui bahwa pada faktor-faktor tersebut menimbulkan perobahan, maka dilakukan tindakan segera sebelum menimbulkan kasus penyakit yang bersangkutan
KLB-SKD/EPIDKESB

Pendekatan epidemiologi untuk penyakit menular adalah

Pendekatan epidemiologi untuk keracunan makanan

• kewaspadaan lebih diarahkan ke hulu terhadap faktor-faktor atau agent yang dapat menimbulkan paparan yang berakibat terjadinya kasus penyakit tertentu • pngamatan ditekankan pada pengawasan dan pengendalian atas variabel atau faktor yang terlihat dalam mata rantai serta fakktor lingkungannya
KLB-SKD/EPIDKESB

Pendekatan epidemiologi untuk keracunan bahan berbahaya

• kewaspadaan ditujukan kepada bahan berbahaya berdasarkan jenisnya dengan perbedaan bahaya yang dapat ditimbulkannya • kewaspadaan terhadap bahan berbahaya di setiap tahap (mulai dari impor, produksi, transportasi, penyimpanan sampai penggunaan) untuk mencegah terjadinya kasus keracunan.
KLB-SKD/EPIDKESB

Pengertian :
• Peringatan dini KLB : merupakan pemberian informasi adanya ancaman KLB pada suatu daerah dalam periode waktu tertentu. • Kondisi rentan KLB : kondisi masyarakat,lingkungan, perilaku dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang merupakan faktor-faktor terjadinya KLB • Deteksi dini KLB : merupakan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya KLB dengan cara melakukan intensifikasi pemantauan secara terus menerus dan sistematis terhadap suatu penyakit berpotensi KLB dan perubahan kondisi rentan KLB.
KLB-SKD/EPIDKESB

Proses Pelaksanaan SKD-KLB (1)
1. 2. 3. 4. 5. Penetapan daerah rawan KLB Penetapan bulan atau minggu rawan KLB Penetapan unsur dasar penyebab KLB Usulan anggaran Pemantauan thd peningkatan kasus

KLB-SKD/EPIDKESB

Proses Pelaksanaan SKD-KLB (2)
6. Pemantauan thd kondisi - lingkungan pemukiman - masyarakat - pelayanan kesehatan 7. Penyelidikan situasi rawan/dugaan KLB 8. Kesiapsiagaan menghadapi KLB, pd saat ancaman meningkat
KLB-SKD/EPIDKESB

Penyelenggaraan SKD-KLB (1) 1. Kajian Epidemiologi
    Pengumpulan data Pengolahan data Penyajian data Analisis data
KLB-SKD/EPIDKESB

Penyelenggaraan SKD-KLB (2)
2. Peringatan kewaspadan dini KLB  Surat edaran  Spanduk  Radio/TV  Media massa

KLB-SKD/EPIDKESB

Penyelenggaraan SKD-KLB (3)
3. Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan thd kemungkinan terjadi KLB  Mengaktifkan TGC  Menyiapkan logistik  Melaksanakan surveilans  Melaksanakan penyelidikan dugaan KLB
KLB-SKD/EPIDKESB

• Epidemic (kasus lebih tinggi dari biasa) • Apa bedanya dengan endemic (hampir sama sepanjang tahun)? • Apa bedanya dengan pandemic? (epidemi terjadi di beberapa negara)

KLB-SKD/EPIDKESB

Jenis-jenis KLB
• Common source outbreak = sumber yg sama (keracunan makanan) • Propagated outbreak = person to person epidemic (campak, dipteri, cacar) • Kombinasi keduanya (keracunan makanan sesudah makan, dan muntaber sesudah minum air dari sumur)
KLB-SKD/EPIDKESB

Pengendalian KLB penyakit
• Menghilangkan atau mengurangi sumber infeksi • Memutuskan rantai penularan • Melindungi populasi dengan risiko terkena penyakit
KLB-SKD/EPIDKESB

Prosedur Penyelidikan Epid : Langkah2 Pelaksanaan
1. Memeriksa kebenaran infomasi awal tentang adanya KLB, a.l. - surveilans - laporan pusat2 yanmedik - laporan sumber2 lain 2. Analisis situasi tahap awal - merumuskan definisi kasus - merumuskan hipotesis awal penyebab KLB - merumuskan sasaran dan strategi penyelidikan lapangan
KLB-SKD/EPIDKESB

Ad. 2. Definisi Kasus
• Definisi awal • Definisi akhir berdasarkan derajat keparahan: - kasus berat - kasus ringan - kasus pasti - kasus tersangka berdasarkan keterkaitan epidemiologik: - kasus primer - kasus sekunder - kasus yang tak berkaitan
KLB-SKD/EPIDKESB

Ad. 2. Hipotesis Awal
• Perlu dirumuskan menyangkut: 1. Riwayat alamiah penyakit 2. Asal usul KLB dan cara penularan • Biasanya didasarkan atas informasi yang tidak lengkap • Hipotesis awal masih harus dimodifikasi, dipertajam, atau diubah selama penyelidikan berlangsung
KLB-SKD/EPIDKESB

Ad. 2. sasaran dan strategi penyelidikan lapangan
• Sasaran informasi: - perjalanan penyakit - luas KLB dan populasi terkena - sumber infeksi dan cara penularan - wilayah dan pop’ at risk • Strategi pelacakan kasus: - laporan segera dan lengkap dari semua fasilitas medik - kunjungan ke RS dan fasilitas medik lain - survei via telepon - penyebaran kuesioner - absensi di sekolah dan atau tempat kerja - survei komunitas - pelacakan kontak KLB-SKD/EPIDKESB - survei penyebab penyakit, melalui isolasi atau serologi

Langkah2 Pelaksanaan (2)
3. Pertemuan Tujuan pertemuan: - Diskusi analisis situasi - Penerapan strategi umum - Persiapan dan persetujuan rencana operasional - Alokasi tanggung jawab sesuai dengan spesialisasi - Penjadwalan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas
KLB-SKD/EPIDKESB

Langkah2 Pelaksanaan (3)
4. Pengorganisasian pekerjaan2 di lapangan Yang perlu diperhatikan: - Definisi dan alokasi sektor2 - Pemilihan petugas - Instruksi kepada pimpinan2 tim - Dukungan alat dan logistik - Upaya2 keselamatan - Evakuasi medik
KLB-SKD/EPIDKESB

Definisi dan alokasi sektor2
a. Kemudahan jangkauan dan perpindahan di dalam sektor tsb b. Ketersediaan transportasi dan kecepatannya c. Kepadatan penduduk d. Waktu yang diperlukan untuk PENGUMPULAN DATA e. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan upaya pengendalian keadaan darurat f. Kemudahan telekomunikasi
KLB-SKD/EPIDKESB

• • • • • • • •

Instruksi dan dokumentasi yang diberikan kepada pimpinan2 tim

Tujuan Salinan rencana tindakan Gambar wilayah yang akan diselidiki Dokumen perjalanan resmi Jadwal2 Strategi yang diambil selama penyelidikan Instruksi2 Penyediaan peralatan
KLB-SKD/EPIDKESB

Dukungan alat dan logistik
• • • • • • • • • • Uang, untuk perjalanan darat/udara Perlengkapan radio Generator listrik, baterei, lampu Cold chain Tempat tidur, kelambu, obat anti nyamuk Makanan kaleng Obat2an Pakaian khusus Peralatan khusus untuk mengambil sampel lab Peralatan khusus untuk pengendalian KLB, misal: alat penyemprot
KLB-SKD/EPIDKESB

Upaya2 keselamatan
Upaya2 keselamatan terhadap sumber penularan KLB: • Pakaian pelindung • Masker • Kantong plastik

KLB-SKD/EPIDKESB

Langkah2 Pelaksanaan (4)
5. Pengaturan untuk pemeriksaan laboratorium Yang perlu dipertimbangkan dlm memutuskan lab mana yang cocok: - sifat kuman atau bahan yang diduga - keahlian yang diperlukan dan tersedia - jenis peralatan pelindung yang tersedia - fasilitas pengiriman bahan2 yang tersedia - keterlambatan yang dapat diperkirakan dalam pengiriman laporan hasil pemeriksaan
KLB-SKD/EPIDKESB

• Sesuaikan dengan KLB yang terjadi – Diare – DBD – Malaria • Tetapkan faktor risikonya • Lakukan analisis • Tetapkan Rencana Tindak Lanjutnya
KLB-SKD/EPIDKESB

ANALISI DATA HASIL PENYELIDIKAN Data data lingkungan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->