Anda di halaman 1dari 1

Semakin berkembangnya perbankan di Indonesia menjadikan masyarakat lebih mudah terhadap akses ke sebuah Bank, salah satunya dalam

hal pinjaman Bank menyediakan banyak fasilitas, misalkan kredit pinjaman untuk usaha, kredit usaha investasi, kredit pinjaman tanpa agunan/ jaminan, dan lain sebagainya. Akan tetapi dengan banyaknya fasilitas pinjaman yang disediakan Bank hendaknya Anda mengerti cara menghitung bunga yang ditentukan oleh Bank, jangan mudah terbujuk oleh hal-hal yang merugikan Anda sebagai debitur nantinya. Biasanya hal yang ditanyakan oleh calon peminjam atau debitur adalah bunga, berbeda Bank umumnya mempunyai suku bunga pinjaman yang berbeda pula, misalkan Bank A memberlakukan bunga pinjamannya sebesar 1%, kemudian Bank B bunga 1,5% dan Bank C bunga 2% dan lain sebagainya. Lalu bagaimana menghitungnya? Perlu Anda ingat bahwa persentase bunga yang disampaikan Bank (1%, 2%, dst.) umumnya dihitung setiap bulannya. Ilustrasinya seperti ini, Contoh 1, Santoso meminjam uang sebesar Rp. 20.000.000,- di Bank A dengan suku bunga 1% per bulan, diangsur selama 3 tahun (36 bulan), berarti perhitungan secara gampangnya adalah: Angsuran pokok Rp. 20.000.000,- : 36 = Rp. 555.555,Bunga bulanan Rp. 20.000.000,- x 1% = Rp. 200.000,Total angsuran tiap bulan Angsuran pokok + Bunga = Rp. 555.555,- + Rp. 200.000,- = Rp. 755.555,Jadi, Santoso harus mengangsur Rp. 755.555,- per bulan selama 3 tahun (36 bulan) di Bank A. Contoh 2 Santoso meminjam uang sebesar Rp. 20.000.000,- di Bank B dengan suku bunga 2,5% per bulan, diangsur selama 2 tahun (24 bulan), berarti perhitungan secara gampangnya adalah: Angsuran pokok Rp. 20.000.000,- : 24 = Rp. 833.333,Bunga bulanan Rp. 20.000.000,- x 2.5% = Rp. 500.000,Total angsuran tiap bulan Angsuran pokok + Bunga = Rp. 833.333,- + Rp. 500.000,- = Rp. 1.333.333,Jadi, Santoso harus mengangsur Rp. 1.333.333,- per bulan selama 2 tahun (24 bulan) di Bank B. Dari dua contoh di atas yang perlu diperhatikan adalah suku bunga yang diberikan Bank, antara 1% dan 2,5% dilihat dari angka memang selisihnya kecil, tapi jika diterapkan dalam bunga Bank maka akan menjadi nilai yang cukup signifikan karena bunga 1% dan 2,5% tersebut berlaku untuk bunga setiap bulannya.