Anda di halaman 1dari 5

Mammography before post-operative radiotherapy in conservatively managed breast cancer patients: is it useful?

Pemeriksaan Mammografi sebelum pemberian radioterapi yang dilakukan setelah operasi pada penderita kanker payudara: Apakah diperlukan?

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai fungsi dari mammografi bilateral yang dilakukan sebelum pemberian radioterapi pada pasien dengan kanker payudara Metode: Pasien dengan kanker payudara invasive di rujuk ke unit radiologi Universitas Cattilica de Sacro Cuore, di Campobass, Itali sekitar bulan Maret 2002-September 2006 untuk dilakukan pemeriksaan. Pasien yang dirujuk itu telah dioperasi payudaranya dan diberi kemoterapi adjuvant. Semua pasien dilakukan pemeriksaan klinis dan mammografi bilateral sebelum diberikan iradiasi adjuvant. Hasil: Sebanyak 201 pasien telah memenuhi criteria yang ditentukan. Dari 201 pasien yang melakukan mammografi sebelum radioterapi, ditemukan kelainan yang mencurigakan pada gambaran mammografinya pada 3 pasien. Pada 2 kasus, pemeriksaan histopatologi menyatakan bahwa terdapat residual pada kelenjar mammae, pada kasus pertama tumor tersebut ditemukan bukan pada titik primer melainkan pada tempat lain, pada kasus kedua terdapat hasil positif palsu. Pada 1 kasus lainnya ditemukan penyakit persisten tetapi hal ini pun dapat ditemukan dengan pemeriksaan klinis. Dengan kata lain, foto hanya mengkonfirmasi kebenaran yang ditemukan pada pemeriksaan klinis. Tidak ada kasus ditemukan kanker payudara pada payudara kontralateral. Kesimpulan: Tidak direkomendasikan pemeriksaan mammografi sebelum adjuvant radioterapi yang dilakukan setelah operasi. Pada pengalaman kami, mammografi dilakukan untuk mendeteksi penyakit yang tidak ditemukan pada pemeriksaan klinis.

Tujuan dari radioterapi yang dilakukan setelah operasi adalah untuk mencegah rekurensi . Insidensi rekurensi ipsilateral tumor payudara/ Ipsilateral Breast Tumor Recurrence (IBTR) adalah 2,2%-5,2%. Walaupun kejadian IBTR terjadi setelah 15 tahun tetapi angka ini meningkat dalam 5 tahun terakhir. Pasien yang mengalami hal ini memiliki angka harapan hidup yang lebih kecil. Dosis yang digunakan pada radioterapi adalah 45-50 Gy untuk seluruh payudara. Pada radiobiology, risiko rekurensi berhubungan dengan densitas dari sel-sel tumor saat radioterapi diberikan. Jika tumor makroskopik residual terbentuk, dosis radioterapi tidak cukup untuk mencegah kegagalan local. Maka dari itu, radioterapi adjuvant untuk seluruh payudara harus diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai apakah pemeriksaan mammografi sebelum radioterapi adjuvant dapat mendeteksi makroskopik tumor yang residual pada parenkim payudara di pasien.

Metode Pasien dengan kanker payudara invasf yang telah dioperasi dan diberi kemoterapi adjuvant di rumah sakit umum dirujuk ke Unit Radioterapi Universitas Cattolica delSacro Cuore di Campobasso Itali sekitar Maret 2002 dan September 2006. Semua pasien yang telah menjalani lumpectomy dengan eksisi luas tumor dan diseksi aksillaris atau biopsy limfe nodul dan kemoterapi adjuvant.

Hasil Sebanyak 201 pasien lulus sebagai criteria. Seperti yang dilihat pada table 1, sebagian besar wanita memiliki tumor T1-T2, N0-N1 dan sudah menopause. Pada pemeriksaan histology didapatkan kanker jenis duktal adalah yang terbanyak dan stadium II atau IIIdan memiliki reseptor hormone. Pasien di kemoterapi adjuvant dengan cyclophosphamide, methotrexate, dan fluorouracil (23,4%), anthracycline dengan atau tanpa obat lain (67,2%), atau anthracycline dan docetaxel dengan atau tanpa obat lain (9,5%). Terapi tambahan dengan estrogen pada 61,7%. Jarak waktu antara operasi dengan kemoterapi terakhir adalah 163 hari. Jarak rata-rata waktu antara kemoterapi terakhir dengan mammografi sebelum radioterapi adalah 46 hari. Saat pemeriksaan mammografi didapatkan 3 pasien dicurigai mengalami residual. (table 2). Tidak didapatkan kasus kanker payudara kontralateral. Semua biaya termasuk mammografi dan pemeriksaan histopatologi pada 201 pasien adalah 7012 euro.

Diskusi Petunjuk dari The American Cancer Society merekomendasikan bahwa wanita yang diterapi konservatif disarankan untuk mammografi 6 bulan setelah terapi pertama kali dan rutin dilakukan setiap 6-12 bulan setelahnya. Menurut pengetahuan kami, tidak ada rekomendasi mengenai melakukan mammografi sebelum radioterapi adjuvant yang dilakukan setelah operasi kecuali pada kasus ketika didapatkan tumor dengan kalsifikasi, mammografi harus dilakukan untuk menilai apakah semua kalsifikasi telah diangkat. Pengalaman kami, mamografi rutin yang dilakukan sebelum radioterapi efektif dilakukan untuk menghindari terapi yang berlebihan atau salah. Diperlukan investigasi labih lanjut tentang peran mamografi yang dilakukan pada sebelum radioterapi yang dilakukan setelah operasi.

Dibuat Oleh: Dissy Arnanti (110.2007.091) Sebagai Tugas Kepaniteraan Radiologi RSUD Pasar Rebo