Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MAKALAH

PARSITOLOGI III
Lalat Hijau (Chrysomya megacephal)

ANGGOTA KELOMPOK : Ida Ayu Sharma Laras Shanti Sulistya Asthiti Ni Nyoman Vita Arista Dewi Kadek Yuli Purnama Sari Ni Putu (11.131.0309) (11.131.0311) (11.131.0312) (11.131.0315)

KELOMPOK C

STIKES WIRA MEDIKA BALI TAHUN AKADEMIK 2013-2014 DENPASAR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang


Lalat merupakan serangga dari Ordo Diptera yang mempunyai sepasang sayap biru berbentuk membran. Semua bagian tubuh lalat rumah bisa berperan sebagai alat penular penyakit (badan, bulu pada tangan dan kaki, feces dan muntahannya). Kondisi lingkungan yang kotor dan berbau dapat merupakan tempat yang sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan bagi lalat rumah (Ahmad, 2002). Siklus hidup Lalat dalam kehidupan lalat dikenal ada 4 (empat) tahapan yaitu mulai dari telur, larva, pupa, dan dewasa. Lalat berkembang biak dengan bertelur, berwarna putih dengan ukuran lebih kurang 1 mm panjangnya. Setiap kali bertelur akan menghasilkan 120130 telur dan menetas dalam waktu 816 jam. Pada suhu rendah telur ini tidak akan menetas (dibawah 12 13 C). Telur yang menetas akan menjadi larva berwarna putih kekuningan, panjang 12-13 mm. Akhir dari phase larva ini berpindah tempat dari yang banyak makan ke tempat yang dingin guna mengeringkan tubuhnya, setelah itu berubah menjadi kepompong yang berwarna coklat tua, panjangnya sama dengan larva dan tidak bergerak. Phase ini berlangsung pada musim panas 3-7 hari pada temperatur 3035 C, kemudian akan keluar lalat muda dan sudah dapat terbang antara 450900 meter. Siklus hidup dari telur hingga menjadi lalat dewasa 6-20 hari Lalat dewasa panjangnya lebih kurang inci, dan mempunyai 4 garis yang agak gelap hitam dipunggungnya. Beberapa hari kemudian sudah siap untuk berproduksi, pada kondisi normal lalat dewasa betina dapat bertelur sampai 5 (lima) kali. Umur lalat pada umumnya sekitar 2-3 minggu, tetapi pada kondisi yang lebih sejuk biasa sampai 3 (tiga) bulan Lalat tidak kuat terbang menantang arah angin (Rudianto, 2002). Populasi lalat yang banyak akan menyebabkan gangguan kepada manusia dan dapat menjadi vektor pembawa penyakit kepada manusia seperti penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Menurut Rudianto (2002), penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat antara lain: Desentri, Diare, Typhoid, dan Cholera.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah : 1. Apakah klasifikasi dari lalat hijau? 2. Bagaimana morfologi dari lalat hijau? 3. Bagaimana siklus hidup dari lalat hijau? 4. Bagaimana peranan lalat hijau bagi kesehatan? 5. Bagaimana gejala klinis yang ditimbulkan dari lalalt hijau?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan pada makalah ini adalah : 1. Mahasiswa dapat mengetahui klasifikasi dari lalat hijau. 2. Mahasiswa dapat mengetahui morfologi dari lalat hijau. 3. Mahasiswa dapat mengetahui siklus hidup dari lalat hijau 4. Mahasiswa dapat mengetahui peranan lalat hijau bagi kesehatan 5. Mahasiswa dapat mengetahui gejala klinis yang ditimbulkan dari lalat hijau.