11/18/2008

Demam Tifoid dan lnfeksi Lain dari Bakteri Salmonella
Kenneth C. Hinton, MD, FAAP

Etiologi:
• Bakteri-bakteri Salmonella (gram negatif bacillus dari famili Enterobacteriaceae) • Golongan primer adalah S. typhi, S. choleraesuis, S. enteritidis (>2000 serotipe!) • Secara praktis kita hanya perlu membedakan ∆ Salmonella typhoidal ∆ Salmonella non-typhoidal.

1

Sayursayur. Hewan: Ayam. susu. melalui daging ayam/sapi. obat-obat. telor. kerbo. sapi. Manusia: Feko-oral dan makanan/alat yang terkontaminasi Distribusi Kasus Demam Tifoid 2 .11/18/2008 Epidemiologi: Salmonella non-tifoid 1. alat-alat medis yang terkontaminasi air dari binatang. binatang melata. 2. binatang pemeliharaan (pets).

11/18/2008 Epidemiologi: Salmonella tifoid Hanya dari Manusia melalui: a. Jalur feko-oral b. Pengidap / carrier kronis. Lanjut usia. (Baksil “tersembunyni” di empedu) Epidemiologi • Umur: Anak yang berumur < 5 tahun Dewasa > 70 tahun. < 1% + • Inkubasi: Gastroenteritis: 6 – 72 jam Demam Enterik (Tifoid): 3 – 60 hari (biasanya 7 – 14 h) 3 . 10% balita tanpa Rx mati • Infektifiti: Sangat bervariasi Salmonella non-tifoid: Anak balita sesudah 3 bulan: 45% masih positif Anak sekolah/dewasa setelah 3 bulan: 5% masih positif Setelah 1 tahun (pengidap). HIV. Puncak insidens: < 1 tahun • Mortalitas: (infeksi invasif) tinggi pada yang lemah imun: Bayi. Hemoglobinopati. Kanker. Jalur terkontaminasi dari manusia “aktif” c.

Terkadang lukositosis dan anemi. Titer antibodi 0 1:200 / > = + Banyak fals negatif dan fals positif pada Widal. tiphi) Positif (+) baru sesudah 7 hari gejala. Sumsum 90% • Tes Widal: (tes aglutinin-aglutinin S. (CBC): Lukopeni dengan limfositosis relatif. • D.11/18/2008 Laboratorium • Biakan: Darah (banyak vol) 90% pd mgg ke1 lalu 30%. Tes ulang meninggkat 4x lipat = +. Feces 50%. terkadang dapat ditemukan: Fecal Monocytes Yang biasanya tiada pada feses GEA lain 4 . Laboratorium Pada pemeriksaan feses mikroskopis dari pasien demam tifoid. Kencing 30%.L.

11/18/2008 Gejala Demam Enterik atau Demam Tifoid (Sanes “Tifus”. Mas!) 1. Masa Permulaan (~7 hari) • • • • • Febris makin naik Lemah/ fatique (lebih berat dari penyakit febris lain) Diare (enterocolitis) pd 10 – 20% (lebih pd anak) Anoreksia Bradikardi relatif (dibanding dgn takikardi febris tinggi) Sindroma Klinis / Demam Tifoid Masa Inkubasi • Ruam “rose spot” Pada 30% kulit “putih” Biasanya < 5 becak (? ) Warna merah/oranj Makuko-papapular Diameter1 – 4 cm Lebih pada tubuh Hilang ssdh 5 hari 5 .

bukan karena “tidak makan”) • Hepatomegali (di RI lbh sering drpd hepato-splenomegali) Gejala Demam Enterik / Tifoid 3.40°C) & lebih sinambungan • Bercucuran keringat / diaphoresis [ > paracetamol TD] • Nyeri kepala frontal • Batuk kering • Anoreksia / mual • Perut kembung atau sakit (20 – 40%) • Lemah (mungkin juga dari paracetamol: Awas! TD) • Konstipasi / sembelit (berhari-hari. Psikosis. pembesaran limpa Peyers. Lethargi. Somnolen. Semikoma & Konvulsi • • • • 6 . rales paru • Makin Apati.11/18/2008 Gejala Demam Enterik / Tifoid 2. Delirium. Perdarahan usus Perforasi usus • Miokarditis: takipnea. Masa Penyakit: minggu ke2 mirip sindroma “influenza” • Febris makin tinggi (39° . Masa Lanjuntan: minggu ke3 Makin buruk/toksik Lemah serta myalgia Febris tinggi & sinambungan Abdomen makin kembung.

11/18/2008 Gejala Demam Tifoid 7 .

Sepsis. delirium. kini resistansi  krn “overuse” CATATAN: Febrisnya (dari pyrogen endotoxin) sering masih berlangsung sampai 4 hari. lemah. ANTIBIOTIK (Resistansi TMP/SMZ. konvulsi periksakan likor spinalis 6. walau febrisnya masih naik-turun. Namun jumlah yg kambu & pengidap lebih kurang. Sindroma Influenza berat: (Bukan ISPA!) febris tinggi. batuk 2. 8 . thrombositopeni 7. koma. Meningitis / enkefalitis: Apati. Tuberkulosis: (Anak sering tidak batuk!) efusi pleura. Malaria: Ada di Java lagi dengan pulangnya orang dari daerah endemik. 3. myalgia. Rubeola: conjunctivitis 5. 8. atau infeksi / bisul tersembunyi lain Pengobatan & Penatalaksanaan: Demam Tifoid 1. Infeksi Saluran Kemih: Febris tersumbunyi pada anak perumpuan 4. Demam Dengue: syok. walaupun antibiotik yang tepat diberi. • Trimethoprim/Sulfamethoxazole (TMP/SMZ):  PO • Ciprofloxacin  Dulu baik. Campak. langsung diDx “Tifus” 1. empyema. Akan tetapi penderita merasa lebih enak.com bagi “bule”) • Kloramfenikol:  Awas thrombositopeni bila Dx keliru! • Amoxicillin:  Respons klinis (febris turun) agak lambat.11/18/2008 Diagnosa Banding: Demam Tifoid Banyak anak febris selama 2 hari. Kloram & Amox mulai turun (5 – 10%) padahal Cipro naik sampai 50%!) • Ceftriaxone: “Drug of choice” (di emedicine. pneumonia.

nadi & suara jantung lemah. Lebih sering terjadi pada pasien malnutrisi 2. namun tidak bergejala. b. pucat. Tirah baring??: Selama anaknya mau saja. (IV kalau tidak mau) Kebutuhan tambah air karena febris. 3. Diet: a. febris dapat kambu. Miokarditis toxik (1 – 5%): takikardi. Dexamathasone untuk kasus berat (dosis bom) bila ada delirium. Bisa fatal. Diseminated Intravascular Coagulation (DIC) sering terjadi pada pasien demam enterik. syok. kulit dingin lembab (tanda tekanan darah turun sampai syok). 3. nadi lemah & cepat. Dulu Heparin disarankan untuk mengatasi DIC. stupor. syok. dapat BAB) rendah serat (Boleh makan nasi! ) 5.  Komplikasi Demam Enterik/Tifoid 1. Minum kalau mau. perut sakit/nyeri. koma. Mortalitas dapat turun dari 56% menjadi 10%! Namun 48 jam setelah steroid habis. kelainan pada EKG.11/18/2008 Pengobatan & Penatalaksanaan: Demam Tifoid 2. Perforasi usus (setinggi 12%) atau Perdarahan Usus (4%): Tiba-tiba kembung. 9 . Hati-hati sekali kalau Paracetamol dapat menyebabkan hipotensi / syok! 4. Makan (kalau usus aktif lagi.

11/18/2008 Pencegahan: Demam Enterik/Tifoid • • • Tindakan-tindakan hijenis dalam proses-proses persiapan makanan. subkutan C. Typhoid Vi Capsular Polysaccharide Vaccine: IM Pencegahan Demam Tifoid yang tidak direncanakan! • Pada tahun 1991 penyakit kolera muncul di kota Santiago. 3) Kampanye pendidikan masyarakat umum untuk mendidik semua tentang cara infeksi enterik menular. Vaksin-Vaksin Tifoid A. dan buahan/ sayuran yang “resiko tinggi”. Chile. Departemen Kesehatan mengambil 3 tindakan berikut untuk menghindari wabah kolera: 1) Undang-undang melarang air yang terkontaminasi buangan WC dipakai untuk mengairi ladang pertanian. pembuangan sampah dll Singkirkan & mengobati penderita dan pengidap sampai biakan feses negatif 3x. • Pada tahun itu kasus-kasus demam tifoid turun 94%! 10 . Oral Typhoid Vaccine (Ty21A) : vaksin hidup B. Parenteral Inactivated Typhoid Vaccine: mati. 2) Resto & Warung dilarang menjual ikan atau sari laut yang mentah.

terjadi sesudah Rx Abx spt penisilin.11/18/2008 Gastroenteritis Salmonella Gejala-Gejala: • Mencret/Diare yang hebat. Kalau belum maju. tinja sering positif lendir. GEA Bakteri lain: Shigella. memberi vancomycin atau metronidazole 3. GEA Virus: biasanya tinja banyak air. klindamisin. Febris tinggi (Terkadang konvulsi febris. pus. 2. Pseudomenbranous colitis: Clostridia difficile. tinja sering positif lendir & pus. coli. atau darah. Rx: Berhenti Abx dulu. Mungkin febris tinggi 11 . cefalosporin. E. tetapi lebih sering dengan bakteri Shigella) Kram & Nyeri tekan abdomen (seperti GEA protozoa & keracunan makanan) • • Diagnosa Banding: GEA Salmonella 1. Campylobacter. pus & mungkin darah (lebih sering ada darah pada GEA dari Shigella & Amoeba). tiada lendir.

karena hanya menghasilkan pengidap / carrier • Koreksi dihidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit (Na. Cholera: banjir air) 5. GEA Protozoa: Amoeba. Pada yang “kebal” tinja seperti bubur kacang. Giardia. “toksik / septik”. Coli). IV • Indikasi Rx dengan antibiotika selama 14 hari : Bayi. Mual/Muntah lalu diare sekretor. keadaan kekebalan/sistem imun lemah. ETEC (enterotoxigenic E. Bakteremia (biakan darah positif dan masih febris) 12 . sedikit darah. K. K) dengan oralit. Clostidium perfringens. aureus.11/18/2008 Diagnosa Banding: GEA Salmonella 4.U. lesu & apatis Pengobatan GEA Salmonella ringan: • Disarankan pada umumnya agar tidak diberi antibiotika. Penyakit Crohn & Chronic Ulcerative Colitis. tinja campur mukus. Diarrhea “explosive” & kram abdomen hebat pada yang belum kebal. Clostridium botulinum. pus & darah. Keracunan Makanan/Food Poisoning: Dari toxin: Staph. (V.

Infeksi Salmonella Metastatik • • Gambaran-Gambaran Klinis: Meningitis. Kloramfinikol. Bisul. Arthritis. Bisul / Abces Pengobatan: Meningitis: Ceftriaxone atau Cefotaxime dosis maximal sesuai BB. HIV. selama 4 minggu Osteomeyelitis.11/18/2008 Komplikasi: GEA Salmonella • • • Dihidrasi & ketidakseimbangan electrolit Bakterimia/Septisemia (Rx selama 14 hari) Infeksi fokal jauh: terjadi pada 10% penderita bakterimia 3. Ceftriaxone selama 4 – 6 minggu 13 . Arthritis. Osteomyelitis.

Osteomyelitis Salmonella • Osteomyelitis due to Salmonella infection of the distal tibia. 14 .11/18/2008 Osteomyelitis Salmonella • Osteomyelitis (chronic) due to Salmonella infection of proximal femur.

440 – 441 15 .htm (updated: 24 July 2006) • 2000 Redbook. hal.11/18/2008 Osteomyelitis Salmonella • Osteomyelitis due to Salmonella infection of humeral shaft (diaphysis) in a patient with sickle cell disease. hal. Sumber • http://www.com/med/topic2331. American Academy of Pediatrics. Little Brown. 501 – 506 • Manuel of Pediatric Therapeutics 1994.emedicine.