Anda di halaman 1dari 21

Manajemen Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (2) (Keterlibatan Pekerja)

TEKNIK PENANGANAN LIMBAH


Oleh: Evie Yulia Rachman 240110097009

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

Penilaian Berkala Kinerja K3L untuk Pekerja

A. Penilaian Kinerja
Dharma, (2001) menyatakan bahwa hampir seluruh cara penilaian kinerja mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: Kuantitas yaitu yang harus diselesaikan. Kualitas yaitu mutu yang dihasilkan. Ketepatan waktu yaitu sesuai atau tidaknya dengan waktu yang telah direncanakan.

Manfaat Penilaian Kinerja K3L untuk Pekerja


Mengenai manfaat penilaian kinerja, Sedarmayanti (2009) mengemukakan adalah sebagai berikut. 1. Meningkatkan Prestasi Kerja 2. Memberikan Kesempatan 3. Kebutuhan Pelatihan Dan Pengembangan 4. Penyesuaian Kompensasi 5. Keputusan Promosi Dan Demosi 6. Mendiagnosis Kesalahan Desain Pekerjaan 7. Menilai Proses Rekruitmen Dan Seleksi

Dimensi Penilaian Kinerja K3L untuk Pekerja


Dimensi yang dipergunakan didalam melakukan penilaian kinerja karyawan menurut Prawirosentono (1999) sebagai berikut: 1. Pengetahuan atas pekerjaan, kejelasan pengetahuan atas tanggung jawab pekerjaan yang menjadi tugas karyawan. 2. Perencanaan dan organisasi, kemampuan membuat rencana pekerjaan maliputi jadwal dan urutan pekerjaan, sehingga tercapai efesiensi dan efektivitas. 3. Mutu pekerjaan, ketelitian, dan ketetapan kerja. 4. Kinerja, jumlah pekerjaan yang dihasilkan dibandingakan dengan waktu yang digunakan. 5. Pengetahuan teknis, dasar teknis dan keperaktisan sehingga pekerjaannya mendekati standar kinerja. 6. Judgement, kebijakan naluriah dan kemampuan menyimpulkan tugas sehingga tujuan organisasi tercapai. 7. Komunikasi, kemampuan berhubungan secara lisan dengan orang lain.

Dimensi Penilaian Kinerja K3L untuk Pekerja (Lanjutan)


8. Kerjasama, kemampuan bekerja sama dengan orang lain dan sikap yang konstruktif dalam tim. 9. Kehadiran dalam rapat, kemampuan dan keikutsertaan (partisipasi) dalam rapat berupa pendapat atau ide. 10. Manjemen proyek, kemepuan mengelola proyek, baik membina tim, membuat jadwal kerja, anggaran dan menciptakan hubungan baik antar karyawan. 11. Kepemimpian, kemepuan mengarahkan dan membimbing bawahan, sehingga tercipta efesiensi dan efektivitas. 12. Kemampuan memperbaiki diri sendiri, kemampuan memperbaiki diri dengan studi lanjutan atau kursus-kursus.

Pengaruh Antara K3L dengan Kinerja Karyawan


Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja membutuhkan satu asas yang dapat dijelaskan dalam Gambar 1 berikut ini:
Kebijakan Manajemen Operasional Prestasi kerja Kondisi kerja

Prestasi kerja Kondisi kerja

Perbuatan yang tidak selamat Kondisi yang tidak selamat

Kecelakaan : Fatal Luka-luka

Sumber : Yuli (2005, 279)

Gambar 1. Hubungan Keselematan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Berhasil tidaknya karyawan dalam melaksanakan pekerjaan pekerjaan yang diberikan perusahaan dapat memeperlihatkan bagaimana pekerjaan mereka (Bernadin dan Rusel, 1998:239). Berikut ini disajikan data tentang target produksi per tahun dan hasil produksi sesungguhnya dari perusahaan garmen di kawasan industri Rancaekek beserta data absensi di bagian produksi perusahaan garmen di kawasan industri Rancaekek.

Contoh Kasus untuk Penilaian Kinerja K3L

Tabel 1. Data Absensi Bagian Produksi Industri Garmen Kawasan Rancaekek Tahun 2006 - 2007
Nama Perusahaan PT. Dewhirst Menswear PT. Gaha Green Garmen PT. Mercutama PT. Derma Internasion al PT. Polyfilatex PT. Gistex Jumlah Kry Bag. Produksi 4250 2006 Izin 243 Sakit 221 Sakit tapi Masuk 172 Izin 164 2007 Sakit 245 Sakit tapi Masuk 143

No.

1 2 3 4 5 6

182
560 512 1419 2040

27
32 28 121 144

46
83 54 113 104

58
115 121 88 97

51
27 46 106 165

52
104 72 122 57

67
96 143 114 169

Sumber : Novi Rukhviyanti (2009)

Dilihat dari tabel absensi karyawan yang ada di perusahaan-perusahaan garmen di kawasan industri Rancaekek yang terdapat pada tabel 2 ternyata masih banyak karyawan yang absen atau tidak masuk kerja karena sakit dan ada yang tetap memaksakan masuk kerja walau dalam keadaan sakit. Sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kinerja (Novi Rukhviyanti, 2009).

Tabel 1. Data Absensi Bagian Produksi Industri Garmen Kawasan Rancaekek Tahun 2006 - 2007
Target No. Nama Perusahaan Produksi/Tahun (pcs) 1 2 3 4 5 6 PT. Dewhirst Menswear PT. Gaha Green Garmen PT. Mercutama PT. Derma Internasional PT. Polyfilatex PT. Gistex 9.570.061 1.250.000 2.400.000 2.064.000 5.000.000 7.200.000 Hasil Produksi (pcs) 2006 8.117.504 850.000 2.200.000 1.824.000 4.800.000 7.065.000 2007 9.273.328 1.000.000 2.380.000 2.000.000 4.900.000 7.130.000

Sumber : Novi Rukhviyanti (2009)

Dari Tabel 3 diatas, terlihat bahwa kinerja karyawan pada perusahaan Garmen dikawasan industri Rancaekek pada tahun 2006 2007 belum standar/ target produksi yang ditetapkan sebelumnya. Tidak tercapainya target produksi tersebut antara lain disebabkan oleh banyaknya karyawan yang izin pada waktu hari kerja, persediaan stok bahan baku, yang terlambat datang, dan kerusakan mesin sehingga berpengaruh terhadap produksi. Hal ini menunjukkan fenomena pencapaian kinerja karyawan yang belum optimal (Novi Rukhviyanti, 2009).

Peran dan Tanggung Jawab Pekerja pada Kinerja K3L


Setiap orang di lingkungan Perusahaan memiliki peran dan tanggung jawab dalam K3L sesuai dengan fungsi dan tugasnya masingmasing, tugas dan tanggung jawab individu dijelaskan dalam uraian tugas masing-masing karyawan. A. Seluruh Pekerja Bertanggung jawab untuk memenuhi persyaratan sistem manajemen K3 setiap saat di dalam menjalankan pekerjaannya masing-masing. Bertanggung jawab melaporkan kecelakaan atau insiden atau tindakan yang dapat mengarah pada insiden (unsafe condition) kepada atasannya dan merekamnya dalam buku kecelakaan dan insiden. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan keselamatan dan cara kerja aman yang berlaku untuk pekerjaannya masing-masing, termasuk penggunaan alat keselamatan yang sesuai.

Kewenangan Menghentikan Pekerjaan


A. Pengertian Penghentian Pekerjaan Menurut Undang-undang No. 13 Tahun 2003 mengartikan bahwa Pemberhentian atau Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antar pekerja dan pengusaha. B. Alasan-Alasan Pemberhentian Pekerjaan Pemberhentian dapat terjadi karena terkait dengan Undang-undang atau peraturan legal yang ada, karena perusahaan atau karena pegawai yang bersangkutan.

Kewenangan Menghentikan Pekerjaan (Lanjutan)


Pada umumnya pemberhentian dapat dikelompokan berdasarkan beberapa alasan sebagai berikut : 1. Undang Undang 2. Keinginan Perusahaan 3. Keinginan Pegawai 4. Pensiun 5. Kontrak Kerja Berakhir 6. Kesehatan Pegawai 7. Meninggal Dunia 8. Perusahaan dilikuidasi

Prosedur/proses pemecatan atau pemberhentian karyawan yaitu: 1. Musyawarah karyawan dengan pimpinan perusahaan. 2. Musyawarah pimpinan serikat buruh dengan pimpinan perusahaan. 3. Musyawarah pimpinan serikat buruh, pimpinan perusahaan, dan P4D. 4. Musyawarah pimpinan serikat buruh, pimpinan perusahaan, dan P4P. 5. Pemutusan berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri.

Dokumentasi Hasil Inspeksi dan Investigasi dan Pembelajaran K3L

Inspeksi, investigasi, dan pendokumentasian K3L bertujuan agar pihak-pihak yang berwenang termasuk manajemen mendapatkan informasi yang layak tentang hal penting yang terjadi terkait penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja umumnya dan khususnya terkait dengan hal penting yang terjadi pada pekerja. Inspeksi, investigasi, dan pendokumentasian juga bertujuan untuk memudahkan pihak-pihak terkait untuk menentukan tindakan koreksi yang akurat, yang dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya kembali kecelakaan yang tidak diinginkan.

Contoh Dokumentasi Hasil Inspeksi K3L di PT. Freeport Indonesia


Tim dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM)
baru-baru ini berkunjung ke Jobsite PT. Freeport Indonesia (PTFI) dan melakukan inspeksi terpadu (21-22/12) pengelolaan lingkungan dan

verifikasi hasil kegiatan reklamasi PTFI tahun 2008. Inspeksi lingkungan


dilakukan setiap tahun oleh DESDM dan hasil inspeksi ini dilaporkan dalam Buku Tambang perusahaan, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Verifikasi juga dilakukan terhadap penerapan rencana Reklamasi Lima


Tahun di PTFI.

Dokumentasi Hasil Inspeksi K3L di PT. Freeport Indonesia

Gambar 1. Inspeksi Tim DESDM ke PT. Freeport Indonesia

Dokumentasi Hasil Inspeksi K3L di PT. Freeport Indonesia

Gambar 2. Rapat untuk Pelaporan Hasil Inspeksi PT. Freeport Indonesia

Daftar Pustaka
Iskak, A. (2002). Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja. Digytal Library.. Retrieved from. http://library.usu.ac.id/download/ ft/industri-aulia3.pdf (diakses pada tanggal 28 Desember 2012).

Mahdar, Dedi. 2012. Inspeksi Terpadu DESDM di Jobsite PT. Freeport Indonesia. http://www.ptfi.co.id/news/ebk/gen_ebk.asp?ed=20100105/(diakses pada tanggal 28 Desember 2012). Novi Rukhviyanti. 2009. Pengaruh Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Pada perusahaan Garmen di Kawasan Industri Rancaekek. Jakarta: STIE STAN Mandiri Indonesia. http://pusdiklat-tmb.esdm.go.id/index/berita/7-manajemen-k3.pdf/ (diakses pada tanggal 28 Desember 2012). Sedarmayanti. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi Dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung : Refika Aditama. Soebandjo, Heroe. 2005. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. http://www.physic.utoronto.ca/service/health and safety/ergonomics.html/ (diakses pada tanggal 28 Desember 2012).

SEKIAN TERIMA KASIH

..