Anda di halaman 1dari 7

PRO JUSTITIA VISUM ET REPERTUM No : 01/VER/VII/2012 Atas permintaan tertulis dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa

Tengah Resor Kota Besar Semarang melalui suratnya tanggal 02 Maret 2012 No. Pol 001 /VER/131/VII/2012/Reskrim yang ditandatangani oleh Jamroji Dwi Wahono, pangkat AIPTU, NRP 75010180 dan diterima tanggal 02 Maret 2012, pukul 09.00 WIB, dengan ini saya dr.Diah Widiati Ureani sebagai dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi Semarang menerangkan bahwa pada tanggal 02 Maret 2012 pukul 10.00 WIB di Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi, telah memeriksa jenazah yang berdasarkan permintaan rersebut di atas bernama Yudha, umur 22 tahun, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan mahasiswa, alamat jalan kyai soleh no. 12 Semarang. Jenazah tersebut ditemukan di kamar milik jenazah di Jalan kyai soleh no 12 Semarang, hari Jumat 02 Maret 2012 sekitar jam 06.00 dan diduga meninggal akibat ditembak. HASIL PEMERIKSAAN Dari pemeriksaan luar atas tubuh jenazah tersebut di atas ditemukan fakta-fakta sebagai berikut: A. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN IDENTITAS JENAZAH 1. Identitas Umum Jenazah a. Jenis Kelamin : laki-laki b. Umur c. Berat badan : dua puluh dua tahun : lima puluh kilogram

d. Panjang badan : seratus enam puluh sentimeter e. Warna kulit f. Warna mata g. Ciri rambut : sawo matang : hitam : warna hitam, lurus, pendek

h. Keadaan gizi : gizi baik ( indeks massa tubuh sembilan belas koma lima kilogram per meter persegi ) 2. Identitas Khusus Jenazah a. Tato : tidak ada

b. Jaringan parut : tidak ada c. Tanda lahir d. Tahi lalat : tidak ada : tidak ada

e. Cacat fisik f. Pakaian -

: tidak ada :

kaos lengan pendek berkerah, bahan katun, warna merah tua, ukuran M, tanpa merk, terdapat noda darah. Celana panjang berbahan katun, warna hitam, tanpa merk, tanpa ukuran, terdapat dua buah saku di bagian depan kanan dan kiri Celana dalam berwarna hijau, berbahan katun, ukuran M, bermerk GTMEN

g. Benda penutup jenazah : penutup dalam sebuah kain selimut berwarna biru tua dengan gambar beruang warna kuning berbahan katun dengan merk assalam, penutup luar dengan bahan terpal berwarna coklat h. Perhiasan : tidak ada : tidak ada

i. Benda di samping jenazah

B. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN WAKTU TERJADI KEMATIAN 1. Lebam mayat 2. Kaku mayat 3. Pembusukan : ada, dipunggung, warna tidak hilang pada penekanan : tidak ada : tidak ada

C. FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN LUAR 1. Permukaan Kulit Tubuh a. Kepala Daerah berambut : tidak ada kelainan Wajah Mata Alis mata Bulu mata : hitam : hitam : pucat

Kelopak mata : tidak ada kelainan Selaput kelopak mata : tidak ada kelainan Selaput biji mata : tidak ada kelainan

Selaput bening mata : keruh, ada arcus senilis Pupil mata : bulat, simetris, garis tengah empat milimeter

Pelangi mata : warna hitam

Hidung Telinga Mulut

: tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

Bibir atas Bibir bawah

: pucat : pucat

Selaput lendir mulut : pucat Lidah Gigi geligi Rahang atas : lengkap, gigi graham kanan-kiri sudah tumbuh : tidak ada kelainan

Rahang bawah : lengkap, gigi graham ke-3 kanan-kiri sudah tumbuh b. Leher : tidak ada kelainan c. Bahu : tidak ada kelainan d. Dada : Terdapat sebuah luka pada dada kiri, letak sepuluh sentimeter ke kiri garis tengah tubuh dan seratus empat puluh sentimeter di atas garis mendatar yang melewati kedua tumit. Luka terdiri dari dua bagian, bagian luar berupa cincin lecet, bagian dalam berupa lubang, posisi lubang terhadap cincin konsentris, diameter cincin nol koma lima sentimeter, garis batas luar cincin teratur, bentuk oval, tepi rata, daerah sekitar cincin berupa memar biru kehitaman, diameter lubang satu sentimeter, batas teratur, bentuk oval, tepi rata, tebing luka tidak rata, terdiri atas kulit, lemak, jaringan otot, jaringan ikat, dan tulang. Dasar lubang tidak dapat ditentukan dari pemeriksaan luar, karena menembus dinding dada. Di sekitar luka tidak ditemukan tatoase dan jelaga. e. Punggung f. Pinggang g. Perut h. Bokong i. Dubur j. Anggota gerak Anggota gerak atas Kanan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

Kiri -

: tidak ada kelainan

Anggota gerak bawah Kanan Kiri : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

k.

Alat kelamin Pelir : tidak ada kelainan, disunat

Kantung pelir : tidak ada kelainan, teraba dua buah biji pelir 2. Tulang-tulang a. Tulang tengkorak b. Tulang belakang c. Tulang dada : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : terdapat patah tulang pada tulang dada : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

d. Tulang-tulang punggung e. Tulang-tulang panggul f. Tulang anggota gerak

D. FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN DALAM 1. Rongga kepala a. Kulit kepala bagian dalam tidak ada kelainan b. Tulang tengkorak tidak ada kelainan c. Selaput keras otak tidak ada kelainan d. Selaput lunak otak tidak ada kelainan e. Otak besar : berat otak besar seribu dua ratus gram, panjang delapan belas sentimeter, lebar sepuluh sentimeter, tinggi tujuh meter. Pada pengirisan tidak terdapat bintik perdarahan f. Otak kecil : berat seratus lima puluh gram, panjang delapan sentimeter, lebar tujuh sentimeter, tinggi tiga sentimeter, pada pengirisan tidak terdapat resapan darah g. Batang otak : berat lima puluh gram, panjang sepuluh sentimeter, lebar empat sentimeter, tinggi dua sentimeter. Pada pengirisan tidak tampak bintik perdarahan h. Tulang dasar tengkorak : tidak ada kelainan

2. Leher bagian dalam a. Lidah : tidak ada kelainan

b. Kulit leher bagian dalam : tidak ada kelainan c. Otot leher bagian dalam : tidak ada kelainan d. Pembuluh darah leher pada pengirisan : tidak ada kelainan e. Batang tenggorok f. Kerongkongan g. Tulang pangkal lidah 3. Rongga dada a. Kulit dada bagian dalam : terdapat sebuah luka terbuka di kulit dada bagian dalam, bentuk bulat, garis batas luka teratur, tepi tidak rata, tebing tidak rata, terdiri otot, jaringan ikat lunak dan kulit, diameter nol koma lima sentimeter b. Terdapat cairan bercampur darah dalam rongga dada sisi kiri sejumlah dua ribu lima ratus milimeter c. Otot dinding dada terdapat resapan darah pada otot dinding dada kiri sepanjang sepuluh sentimeter d. Tulang dada terdapat patah tulang pada tulang taju pedang e. Tulang-tulang iga tidak ada kelainan f. Paru Paru kanan : terdapat tiga bagian, warna pucat, berat tiga ratus gram, panjang dua puluh enam sentimeter, lebar empat belas sentimeter, tebal empat sentimeter, perabaan kenyal, permukaan rata, tepi tumpul, pada pengirisan penampang paru tidak ada kelainan Paru kiri : terdapat dua bagian,warna pucat, berat dua ratus delapan puluh gram, panjang dua puluh tujuh sentimeter, lebar limabelas sentimeter, tinggi empat sentimeter, perabaan kenyal, warna merah kehitaman, pada pengirisan penampang paru tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

g. Jantung : Ukuran panjang dua belas koma lima sentimeter, lebar sembilan sentimeter, tinggi empat sentimeter, warna pucat, permukaan licin Terdapat sebuah luka terbuka pada pembuluh nadi utama, bentuk silindris, diameter nol koma delapan sentimeter, garis batas luka teratur, tepi tidak rata, tebing luka terdiri dari selaput kandung jantung dan otot jantung, dasar luka tidak dapat ditentukan karena menembur otot jantung

Serambi kanan tidak terdapat jendalan darah, katup terdiri dari tida daun, lingkar katup tiga belas sentimeter. Bilik kanan tidak terdapat jendalan darah, tebal otot dinding jantung kanan nol koma delapan sentimeter Serambi kiri tidak terdapat jendalan darah, katup terdiri dari dua buah daun, lingkar katup tiga belas sentimeter. Bilik kiri tidak terdapat jendalan darah, tebal otot dinding jantung kiri satu koma dua sentimeter Pembuluh nadai utama pucat, tidak terdapat jendalan darah, lingkar katup delapan sentimeter.pembuluh darah jantung kanan pucat, tidak ada sumbatan, pembuluh darah kiri pucat tidak ada sumbatan. Pada pengirisan ditemukan sebuah logam berwarna hitam pada bilik kiri, bentuk silindris, berat seratus gram

4. Rongga perut a. Dinding bagian dalam : tidak ada kelainan b. Tirai usus : menutupi sebagian besar permukaan usus

c. Lambung : ukuran lengkung besar lima puluh sentimeter, ukuran lengkung kecil dua puluh lima sentimeter, berisi cairan, tidak terdapat sisa makanan d. Usus antarorgan : usus besar dan usus halus tidak ada perlekatan

e. Hati : tampak berwarna pucat, permukaan licin, berat seribu lima ratus gram, panjang dua puluh lima sentimeter, lebar delapan belas sentimeter, tebal enam sentimeter, pada pengirisan tidak ada kelainan f. Limpa : permukaan melisut, tanpak warna pucat, berat dua ratus lima puluh gram, panjang delapan sentimeter, lebar enam belas sentimeter, tebal satu koma lima sentimeter, pada pengirisan tidak ada kelainan g. Pankreas : berat lima puluh gram, panjang lima puluh tiga sentimeter, lebar lima sentimeter, tebal satu sentimeter, tidak tampak kelainan h. Ginjal Kanan : kapsul ginjal kemerahan, mudah dilepaskan, berat seratus dua puluh gram, panjang sembilan sentimeter, lebar enam sentimeter, tebal dua sentimeter, pada pengisian tidak tampak kelainan Kiri :kapsul ginjal kemerahan. Mudah dilepaskan, berat seratus sepuluh gram, panjang sembilan sentimeter, lebar enam sentimeter, tebal dua koma lima sentimeter, pada pengirisan tidak tampak kelainan i. Pembuluh nadi besar tubuh : teraba keras 5. Rongga panggul : kandung kemih dan prostat tidak tampak kelainan

KESIMPULAN Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan jenazah tersebut maka saya simpulkan bahwa jenazah adalah seorang laki-laki umur kurang lebih dua puluh dua tahun, warna kulit sawo matang, kesan gizi baik, pada pemeriksaan luar dan dalam ditemukan adanya luka akibat kekerasan senjata api jarak jauh berupa luka tembak masuk yang ditembakkan dengan arah tegak lurus, peluru menembus dinding dada sisi kiri dan bersarang di bilik kiri jantung. Sebab kematian adalah luka tembak daad kiri yang menyebabkan perdarahan hebat. PENUTUP Demikianlah keterangan tertulis ini saya buat dengan sesungguhnya, dengan mengingat sumpah saya sewaktu menerima jabatan.

Semarang, 03 Maret 2012 Dokter yang memeriksa

dr. Diah Widiati Ureani