Anda di halaman 1dari 2

Teknik pengumpulan bukti Seringkali bekas gigitan nampak jelas, tetapi dilain waktu terlihat samar atau bahkan

tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya dapat diambil ketika sinar Ultraviolet (UV) mendeteksi air liur. Sampel air liur dapat diambil dari gigitan dimana analisis DNA dan penentuan golongan darah pelaku dapat dilakukan. Analisis Forensik Tanda Bekas Gigitan 1. Cetakan gigi yang akurat harus dibuat. Cetakan ini dapat dibuat dari berbagai bahan seperti karet silikon dan plastik. 2. Dalam kasus orang yang sudah meninggal, tanda bekas gigitan akan diambil atau dieksisi untuk selanjutnya dilakukan analisis forensik atau seluruh tubuh dapat dibawa ke sebuah fasilitas dimana akan diperiksa. 3. Dengan informasi ini dan dengan memanfaatkan perangkaat lunak analisis gigitan yang terkomputerisasi, gambaran yang sangat rinci dari tanda bekas gigitan dapat dikembangkan. 4. Setelah cetakan gigi diambil dari tersangka, kemudian dibandingkan dengan data tanda bekas gigitan dan dicocokkan dengan setidaknya tujuh faktor pembanding yang meliputi lekukan, lecet, striae, jarak antara kuspid, lebar gigi, ketebalan, keselarasan dan bentuk mulut. Pemeriksaan Tanda Bekas Gigitan Pemeriksaan tanda bekas gigitan meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Hubungan antar rahang Bentuk dan ukuran lengkung rahang Geligi yang ompong Renggang antar geligi Adanya kelebihan gigi Adanya geligi yang rotasi Lebar gigi Adanya tanda-tanda khusus seperti fraktur

Metode pengumpulan bukti dalam pemerksaan Tanda Bekas Gigitan 1. Pemeriksaan klinis Memeriksa keadaan gigi dan mulut tersangka dan mendokumentasikannya pada kartu pemeriksaan. 2. Fotograafi Foto gigi dalam keadaan oklusi depan, samping kiri-kanan disertai penggaris ABFO. 3. Cetakan gigi Cetak gigi atas-baeah, dibuat model studi. 4. Sampel gigitan Diambil pada oklusi sentrik memakain wax atau silikon, sampel gigitan segera difoto.

Bukti dari tersangka kasus gigitan. 1. Barang bukti berupa cetakan gigi dan sampel gigitan yang diambil dari ersangka harus disertai kekuatan hukum. 2. Barang bukti tersebut harus diperoleh atas perrintah pengadilan atau disertai informed consern yang ditandatangani dan disaksikan.