Anda di halaman 1dari 7

1.

3 Program Kerja Program kerja awal Mahasiswa KKP Angkatan XXI di Puskesmas Puuwatu adalah sebagai berikut: a. Penyebaran Pamflet Dan Leaflet KB Menyebarkan pamflet dan leaflet tentang pentingnya KB secara langsung kepada masyarakat b. Pemberian Vitamin A Melakukan pemberian vitamin A di Posyandu

c. Sosialisasi K4 pada ANC Melakukan penyuluhan mengenai K4 pada ANC di Posyandu

d. Sosialisasi Imunisasi Melakukan penyuluhan mengenai imunisasi di Posyandu

e. Pemeriksaan iodium Melakukan pemeriksaan garam yodium di Sekolah Dasar (SD)

f. Sosialisasi KB Melakukan penyuluhan mengenai KB kepada masyarakat dan Kader Puskesmas g. Sosialisasi Hidup Sehat Melakukan penyuluhan dan simulasi mengenai tata cara cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar

h. Sosialisasi Pertolongan Pertama Kegawat Daruratan (PPGD) khususnya pada LAKALANTAS Melakukan penyuluhan dan simulasi mengenai Pertolongan Pertama Kegawat Daruratan (PPGD) pada LAKALANTAS i. Sosialisasi HIV Dan PMS Melakukan penuyuluhan mengenai HIV dan Penyakit menular seksual

j. Pengadaan X- Banner Membuat X-banner bertema kesehatan

1.6 Tempat Dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Universitas Haluoleo Angkatan XXI Tahun 2013 berlangsung selama 63 hari, dimulai sejak 28 Februari sampai 23 Maret 2013, bertempat di Puskesmas Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

BAB II GAMBARAN LOKASI KKP 2.1 Sejarah Singkat Lokasi KKP Puskesmas Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, berdiri pada tahun 1974 sebagai Puskesmas Induk di wilayah administratif Kota Kendari. Untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerjanya, Puskesmas Induk Puuwatu pada masa itu didukung oleh 3 (tiga) sarana Puskesmas Pembantu, yaitu :

Puskesmas Pembantu LepoLepo, Puskesmas Pembantu Labibia, Puskesmas Pembantu Perumnas. Pada tahun 1987 masingmasing dari Puskesmas Pembantu ini, secara defenitif berubah statusnya menjadi Puskesmas Induk, sehingga secara institusional telah menjalankan pelayanan kesehatan secara mandiri dari bagian Puskesmas Induk Puuwatu. Setelah mengalami perkembangan program pembangunan kesehatan baik secara fisik bangunannya maupun teknis medisnya, dan sesudah menjalani masa persiapan sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan yang sederhana, maka pada pertengahan tahun 2006, tepatnya hari Senin, tanggal 01 Mei 2006, Puskesmas Induk Puuwatu meningkatkan fungsi Pelayanan Kesehatannya menjadi Puskesmas Perawatan (Rawat Inap), yang terdiri dari : Pelayanan Rawat Jalan Unit Gawat Darurat (UGD), Pelayanan Rawat Inap Keperawatan, Pelayanan Rawat Inap Kebidanan, Yang diresmikan oleh Pelaksana Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, mewakili Walikota Kendari. Dalam hal kepemimpinan, Manajemen Puskesmas Mandonga, pernah dipimpin oleh para Kepala Puskesmas, dengan urutan memimpin dari periode ke periode sebagai berikut : 1. Dr. Hj. Nadirah

2. Dr. Eni Alwi ( Tahun 1984 ) 3. Dr. H. M. Rinvil 4. Dr. Hj. Maryam Rufiah 5. Dr. Johni Dinar 6. Dr. John Lukman 7. Dr. Alfius Rombe ( Alm ) 8. Dr. Winarto ( Tahun 2000 2002 ) 9. Dr. H. Amran R. Bakri ( Tahun 2002 Januari 2006 ) 10. Dr. I Putu Sudayasa ( Februari 2006 Februari 2007) 11. drg.Hj.Fauziah,M.Kes (Maret 2007 sampai sekarang) Pada awal Januari tahun 2007 ini, Kecamatan Puuwatu telah secara resmi dimekarkan menjadi dua bagian yakni : Kecamatan Mandonga dan Kecamatan Puuwatu. Puskesmas Mandonga sendiri masuk di dalam wilayah administrasi Kecamatan Puuwatu. Sampai saat telah ada perubahan nama Puskesmas Mandonga menjadi Puskesmas Puuwatu, setelah adanya pemekaran wilayah kecamatan, kendatipun sebelum adanya pemekaran wilayah kecamatan tersebut, masyarakat lebih sering menyebutkan Puskesmas Mandonga sebagai Puskesmas Puuwatu, sebab letak bangunan fisik puskesmas berada di wilayah kelurahan Puuwatu, dekat terminal antar kota Puwatu. 2.2 Keadaan Wilayah Dan Letak Geografis Keadaan Wilayah Kerja dan Letak Geografis serta Luas Wilayah Puskesmas Puuwatu, Yaitu

1. Letak Geografis Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu, secara administrasi berbatasan dengan :
Sebelah Utara

: Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga.

Sebelah Selatan : Kelurahan Lepo lepo, Kecamatan Baruga. Sebelah Timur Sebelah Barat

: Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. : Desa Abeli Sawa, Kecamatan Sampara Kabupaten

Konawe

2.

Wilayah Kerja Kelurahan Puuwatu. Kelurahan Watulondo. Kelurahan Tobuuha. Kelurahan Punggolaka. Kelurahan Lalodati. Kelurahan Abeli Dalam.

: Meliputi 6 Kelurahan.

3. Luas Wilayah Kerja

: 2156 km2

A. Kependudukan Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu adalah sebanyak 27. 951 jiwa.

No .

Nama Kelurahan

Jml Rt

Jml Rw

Jml KK

Jml Pddk Lakilaki 2544 3222 289

Jml Pddk Peremp uan 2510 2924 2776

Jml pddk

1. 2. 3.

Puuwatu Watulondo Punggolaka

27 25 22

9 8 8

1137 1297 1344

5834 6249 6511

4. 5. 6.

Lalodati Tobuuha Abeli dalam

9 24 6 113

3 8 2 38

436 1012 204 5.430

1007 2611 373 10.046

996 2596 332 12.134

2159 6493 705 27.951

Jumlah

A. Sosial Ekonomi Pada umumnya penduduk yang berdomisili diwilayah kerja Puskesmas Puuwatu bermata pencaharian sebagai petani selebihnya adalah pegawai negeri sipil, TNI/Polri, Tukang, Buruh dan pedagang. B. Lingkungan Fisik dan Biologi 1. Lingkungan Fisik Puskesmas Puuwatu terdiri dari beberapa ruangan diantaranya : a. Ruangan Kepala Puskesmas b. Kamar Kartu c. Pojok Gizi d. Poli KIA e. Poli Umum f. Ruangan Administrasi

g. Poli Gigi h. Ruangan Promkes i. j. Ruangan Apotik Gudang Obat

k. Laboratorium l. Unit Gawat Darurat

m. Ruang Perawatan ( Terdiri dari 10 tempat tidur ) n. Kamar Bersalin o. Instalasi Gizi

Secara umum kondisi semua ruangan dalam keadaan baik, namun ada ruangan yang tidak bisa berfungsi optimal karena ukurannya sangat sempit seperti kamar kartu, apotik danPojok Gizi. Dengan keterbatasan diatas semua staf tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Secara umum kondisi semua ruangan dalam keadaan baik, namun ada ruangan yang tidak bisa berfungsi optimal karena ukurannya sangat sempit seperti ruang kartu dan apotik. Pada bulan Juli 2006, gedung induk telah di rehabilitasi berat. Rehabilitasi gedung induk puskesmas yang telah berusia puluhan tahun tersebut, selesai dilakukan pada bulan Nopember 2006, sehingga dilakukan penataaan ulang terhadap beberapa ruangan pelayanan kesehatan agar terlaksana alur pelayanan yang sistematis dan terarah walaupun masih ditunjang dengan sarana penunjang yang terbatas. Meskipun dengan keterbatasan diatas, semua staf Puskesmas tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. 2. Lingkungan Biologi Lingkungan Biologi yang berkaitan dengan beberapa penyakit menular seperti Malaria dan demam berdarah adalah nyamuk sebagai vektor, sedangkan penyakit diare erat kaitannya dengan tingginya indeks bakteriologis sejumlah sumber air minum di beberapa kelurahan yang sulit memperoleh air bersih. Untuk mengetahui angka bebas jentik (ABJ) dilakukan survai jentik nyamuk. Pemeriksaan jentik dilakukan pada tempat tempat perindukan vektor baik di dalam maupun diluar rumah seperti tempat penampungan air.