P. 1
BIOAKUSTIK

BIOAKUSTIK

|Views: 40|Likes:
Dipublikasikan oleh DIdit FAjar NUgroho
BIOAKUSTIK
BIOAKUSTIK

More info:

Published by: DIdit FAjar NUgroho on Jun 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

BIOAKUSTIK

6/25/2013 1
hani_afnita@yahoo.co.id
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SUTAN AGUNG
SEMARANG
2001
MODUL : THT
Oleh: Hani_Afnita
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 2
AKUSTIK
GELOMBANG
× Bila tidak ada gelombang di udara
· tekanan udara = P
o
(tekanan atmosfir)
× Bila ada gelombang di udara
· tekanan udara = P (tekanan udara sesaat)
× Tekanan Akustik
· p = P – P
o

× Gelombang Akustik (Suara, Bunyi)
· gelombang tekanan akustik
· tekanan akustik berubah-ubah
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 3
3
× Gelombang akustik di udara
Tekanan
Jarak
P
P
o
p = P - P
o

6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 4
4
Gas Temperatur
[
o
C]
Rapat Massa
[kg/m
3
]
Perbandingan
Panas Jenis
Kecepatan
[m/s]
Udara 0 1,293 1,402 331,5
Udara 20 1,21 1,402 343
O
2
0 1,43 1,400 317,2
CO
2
0 1,98 1,304 258
H
2
0 0,09 1,410 1269,5
Uap air 100 0,6 1,324 404,8
Kecepatan gelombang akustik di dalam gas
pada tekanan 1 atmosfir
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 5
5
Kecepatan gelombang akustik di dalam cairan
Cairan Temperatur
[
o
C]
Rapat Massa
[kg/m
3

Modulus
Bulk
[G Pa]
Kecepatan
[m/s]
Air 20 998 2,18 1481
Air 13 1026 2,28 1500
Alkohol 20 790 1,05 1150
Minyak 20 950 2,25 1540
Air Raksa 20 13600 25,3 1450
Terpentin 20 870 1,07 1250
Gliserin 20 1260 4,94 1980
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 6
Rambat bunyi tiap medium Temperatur 20ºc
Material /medium Massa Jenis Kg/m
3
Kecepatan cm/dt
Udara 1,29 331
CO
2
(0
0
c) 1,98 258
Tulang 1.900

4.040
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 7
7
o
T
B
c
µ
¸
=
) 2 1 )( 1 (
) 1 ( Y
c
o
o ÷ o + µ
o ÷
=
o
o
P
c
µ
¸
=
Kecepatan di dalam gas :
Kecepatan di dalam cairan :
Kecepatan di dalam padatan :
B = modulus bulk isotermal
Y = modulus Young
o = perbandingan Poisson
¸ = perbandingan panas jenis
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 8
GELOMBANG ??????
• Dalam kehidupan sehari-hari, fenomena gelombang
merupakan hal yang tidak asing lagi bagi kita semua.
• Bunyi, cahaya, gelombang lautan, gempa bumi, dan
transmisi radio-televisi, merupakan fenomena
gelombang dalam kehidupan sehari-hari kita.
• Gelombang dapat terjadi apabila suatu sistem
diganggu dari posisi kesetimbangannya dan
gangguan itu merambat dari satu daerah sistem itu
ke daerah lainnya ¬ Getaran
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 9
GETARAN
GELOMBANG
• Gerak bolak balik di
sekitar titik setimbang
yang periodik
disebabkan adanya
gaya pemulih
Gelombang: Getaran yang
merambat tanpa diikuti
perpindahan materi
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 10
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 11
Gelombang
Mekanik
Elektromagnetik
× Gelombang Suara
× Gempa Bumi
× Gelombang pada dawai
× dll
× Cahaya
× Sinar X
× Gelombang Radio
× dll.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 12
Jenis Gelombang
berdasarkan perlu tidaknya
medium perambatan
• gelombang
mekanik
• gelombang yang
berjalan di dalam
suatu material
yang dinamakan
medium
• gelombang
elektromagnetik
• gelombang yang
tidak memerlukan
medium dalam
perambatannya
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 13
Gelombang Mekanik
= Gelombang Mekanik Timbul :
Perlu usikan sebagai sumber
Perlu medium yang dapat diusik
Perlu adanya mekanisme penjalaran usikan
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 14
Tipe Gelombang
Transversal
Longitudinal
Gerak partikel yang terusik
tegak lurus arah penjalaran
Gerak partikel yang terusik
sejajar arah penjalaran
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 15
Karakter Fisik yang menjadi ciri gelombang :
Panjang Gelombang (ì)
Frekwensi (f )
Cepatrambat Gelombang (v= λ.f)
Panjang Gelombang : Jarak minimum antara dua titik pada
gelombang yang berperilaku identik.
Frekwensi Gelombang : Jumlah pengulangan usikan
persatuan waktu.
Cepatrambat Gelombang : Jarak penjalaran usikan yang
ditempuh dalam satu satuan waktu.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 16
Gelombang Bunyi
Bunyi merupakan gelombang mekanik dengan arah
perambatan sejajar¬ gelombang longitudinal.

Fenomena bunyi berhubungan dengan indera
pendengaran kita, yaitu telinga kita dan otak kita.

Telinga berfungsi menerima gelombang bunyi,
sedangkan otak berfungsi menerjemahkan informasi
dari telinga.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 17
SIFAT GELOMBANG BUNYI
• Gelombang bunyi mempunyai sifat
memantul, di teruskan dan di serap oleh
benda.
• Apabila gelombang suara mengenai tubuh
manusia ( dinding ) maka bagian dari
gelombang akan di pantulkan dan bagian
lain akan di teruskan/ditransmisi ke dalam
tubuh.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 18
Pantulan dan redaman
• Mula-mula gelombang bunyi dengan
amplitudo tertentu mengenai dinding,
gelombang bunyi tersebut dipantulkan
(R). Pantulan tersebut tergantung akan
impedansi akustik. Pernyataan itu
dituliskan sebagai berikut :

Z1,2 = impedansi akustik (V) dari kedua
media
• Telah dikatakan bahwa gelombang
bunyi sebagian akan diteruskan (T);
besarnya T dapat dihitung dengan
mempergunakan rumus :

2 1
2 1
Z Z
Z Z
Ao
R
+
÷
=
2 1
2
2
Z Z
Z
Ao
T
+
=
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 19
19
O REFLEKSI DAN TRANSMISI GELOMBANG
) x k t ( j
1 i
1
e A p
÷ e
=



P
i
P
r
P
t
Medium 1 Z
1
Z
2
Medium 2
x = 0
) x k t ( j
2 t
2
e A p
÷ e
=
) x k t ( j
2 r
1
e B p
+ e
=
Syarat batas pada x = 0
t r i
p p p = +
t r i
v v v = +
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 20
Tabel : Koefisien absopsi dan nilai paruh ketebalan
jaringan.
Bahan Frekwensi Koefisien
Absorsi
Nilai paruh
Otot 1

0,13 2,7
Lemak 0,8 0,05 6,9
Tulang
Air
0,6
1
0,4
2,5 x 10
-4
6,95
14 x 10
3
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 21
ASPEK BUNYI
• Tiga aspek bunyi: sumber bunyi, energi bunyi, dan
detektor bunyi.
• Sumber bunyi adalah semua benda yang bergetar.
• Energi bunyi dipindahkan dari sumber bunyi dalam
bentuk gelombang bunyi, yaitu gelombang
longitudinal.
• Detektor bunyi adalah alat untuk
menangkap/menerima gelombang bunyi, bisa
berupa telinga kita atau alat lain.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 22
Karakteristik Bunyi
• Gelombang bunyi merambat memerlukan
medium.
• Medium perambatan bunyi bisa berupa udara,
tanah, batu, logam, dan lain-lain.
• Bunyi tidak dapat merambat di dalam ruang
hampa udara
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 23
Kelajuan Bunyi
• Kelajuan bunyi pada tiap medium berbeda-
beda.
• Kelajuan bunyi pada berbagai medium
dipengaruhi oleh modulus elastisitas B dan
rapat jenis medium µ,
• Kelajuan bunyi di udara juga dipengaruhi juga
oleh temperatur,

dimana T adalah temperatur (°C)
µ
B
v =
( )
s
m
T v 60 , 0 331+ =
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 24
Kenyaringan, Kuat Lemah,&Ketinggian Bunyi
• Kenyaringan bunyi dipengaruhi oleh energi
pada gelombang bunyi, yaitu dipengaruhi oleh
panjang gelombang bunyi (ì)
• Kuat bunyi bergantung pada besarnya
amplitudo
• Ketinggian bunyi dipengaruhi oleh frekeunsi
gelombang bunyi.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 25
Ketinggian Bunyi
• Ketinggian bunyi dipengaruhi oeh frekeunsi
gelombang bunyi.
• Berdasarkan ketinggiannya, bunyi daat
dibedakan menjadi tiga tigkatan, yaitu:
infrasonik, audiosonik, dan ultra sonik.
• Bunyi infrasonik, frekuensinya (]) < 20 Hz.
• Bunyi audiosonik, frekuensinya (])
20 Hz s ] s 20.000 Hz ¬ audiofrekuensi
• Bunyi ultrasonik, frekuensinya
(]) > 20.000 Hz
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 26
• Faktor-faktor yang memengaruhi kuat
bunyi adalah:
1) amplitudo,
2) jarak sumber bunyi dari pendengar
¬ Efek Doppler
3) jenis medium.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 27
Efek Doppler
Efek Doppler: perubahan frekuensi (bertambah atau berkurang)
yang disebabkan oleh gerak dari sumber dan/atau detektor
Untuk pembahasan berikut, laju diukur relatif terhadap udara,
medium tempat menjalarnya gelombang bunyi
Efek Doppler terjadi saat terdapat gerak relatif antara
sumber dan detektor/pengamat.
Klakson mobil:
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 29
Secara umum
' f =
v ± v
D
( )
v v
S
( )
f
+: menjauhi
D :DETEKTOR
-: mendekati D
+ : mendekati S
-: menjauhi S :
Sumber
Semua laju diukur relatif terhadap medium
propagasi: udara

±
Efek Doppler secara umum
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 30
Intensitas Bunyi
• Intensitas bunyi adalah energi yang dibawa oleh
sebuah gelombang bunyi melalui satuan luas tiap
satuan waktu.
• Satuan intensitas bunyi adalah
• Telinga manusia dapat mendeteksi bunyi dengan
intesitas (I)
• Untuk menghasilkan bunyi yang kenyarinyannya 2
kali lipat, diperlukan gelombang bunyi dengan
intensitas 10 kali lipat.
( )
2 2
/ / m W meter watt
2 2
12
1 10
m
W
I
m
W
s s
÷
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 31
Intensitas
Gelombang Bunyi (Longitudinal):
I =
P
A
=
1
2
µve
2
s
m
2
P: daya
A: luas area
Kenyaringan bunyi tidak berkaitan dengan frekuensi;
kenyataan 30 Hz mempunyai kekerasan sama dengan
4.000 Hz
bahkan mempunyai perbedaan intensitas dengan
factor 1.000.000 atau 60 dB.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 32
32
O BESARAN-BESARAN AKUSTIK
×Besaran Acuan (di udara)
· Tekanan P
ref
= 20 µ Pa
· Intensitas I
ref
= 10
-12
W/m
2

×Satuan dB (desibel)
· Tingkat tekanan suara (Sound Pressure level)


· Tingkat intensitas suara (Intensity Level)


ref
p
p
log 20 SPL =
ref
I
I
log 10 IL =
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 33
Skala Decibel ¬Tingkat intensitas bunyi
Level bunyi dapat berubah beberapa besaran orde (orders of
magnitude).
Karena itu, tingkat bunyi | didefinisikan sebagai:
| = 10dB ( )log
I
I
0
decibel
10
-12
W/m
2
, ambang
pendengaran manusia
Bagaimana mengukur ke-nyaring-an bunyi?
Catatan: Jika I berubah jadi
10 kali, | bertambah 1.
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 34
(Pendengaran)
• Suara adalah gelombang udara dengan
kecepatan rambat diudara (345 m/s)
• Suara diterima manusia melalui organ
telinga yang merupakan salah satu dari
pancaindera
• Ciri-ciri suara :
– Nada (pitch): ditentukan oleh
frekwensi getaran
– Intensitas ditentukan oleh
amplitudo getaran
– Timbre (warna suara) ditentukan
oleh jenis sumber suara
– Irama suara
Mechanics of hearing

Mekanisme pendengaran
• Terdiri dari 3 bagian: telinga luar (daun telinga
sampai membran timpani) ¬meneruskan
gelombang ke telinga tengah
• Telinga tengah: membran timpani (yang
melekat pada 3 tulang kecil sampai membrana
ovale) ¬getaran diteruskan
• Telinga dalam: tube berspiral seperti rumah
siput berisi cairan ¬cairan bervibrasi ¬
stimulasi rambut sel ¬impuls syaraf otak
Pendengaran :
Proses mendengar
• Membran tympani berfungsi mengubah
gelombang suara/udara menjadi gerakan
mekanik
• Tulang pendengaran terdiri atas:
– Maleus
– Incus
– Stapes
• Tulang pendengaran berfungsi untuk
memperkuat gerakan mekanik dari
membran tympani untuk diteruskan ke
foramen ovale pada cochlea, yang akan
bergerak maju mundur sehingga perilymphe
pada scala vestibuli akan bergelombang
• Otot m.stapedius pada tulang
pendengaran berfungsi untuk reflek
melindungi telinga dari getaran suara
yang terlalu kuat
Pendengaran
(proses mendengar)
• Perjalanan gelombang suara
– Gelombang pada scala vestibuli akan
disebarkan ke scala media dan scala
tympani akan menyebabkan organ
corti terangsang, timbul potensial aksi
yang akan diteruskan oleh saraf ke otak
 timbul kesan mendengar.

Cochlea
• Organon corti
Cochlea
• Organon corti
Jalur pendengaran
Þ Fungsi otak:
Þ Persepsi suara
Þ Asosiasi
Þ Diskriminasi
Þ Arah
Þ corak
Test pendengaran
• Test berbisik
• Garpu tala
– Alat untuk pemeriksaan Weber, Rinne dan
Schwabach
• Test Weber
– Garpu tala diletakkan didahi
– Normal telinga ka& ki dengar sama
keras
• Rinne test
– Garpu tala diletakkan di mastoid lalu di
depan telinga
– Normal masih mendengar getaran
didepan telinga
• Swabach test
– Bedakan telinga normal pemeriksa
dengan telinga penderita
– Garpu tala diletakkan di mastoid
penderita setelah tak dengar lalu
diletakkan di mastoid pemeriksa
Test pendengaran
• Audiogram &
• Test ketulian
Weber Rinne Schwabach
Cara
Letakan garpu- tala
didahi
Letakan garpu-tala
dimastoid lalu depan
lobang telinga
Bedakan konduksi
tulang normal
dengan penderita
Normal
Terdengar sama
keras pada telinga
kanan dan kiri
Masih mendengar
suara didepan telinga
Tuli hantaran
Suara lebih keras
pada telinga yang
sakit
Tidak mendengar suara
didepan telinga setelah
bone conduction habis
Bone conduction
lebih dari normal
Tuli saraf
Suara lebih keras
ditelinga normal
Mendengar suara
didepan telinga sesudah
bone conduction habis
Bone conduction
kurang dari normal
Gangguan pendengaran
Gangguan pendengaran
Þ Tuli
4 Tuli hantaran
4 Test Weber: suara lebih keras pada
telinga sakit
4 Test Rinne: tidak mendengar getaran
didepan telinga setelah bone
conduction habis
4 Test Swabach: bone conduction lebih
dari normal
4 Tuli saraf
4 Test Weber: suara lebih keras ditelinga
normal
4 Test Rinne: mendengar getaran suara
sesudah bone conduction
4 Test Schwabach: bone conduction
kurang dari normal
Gangguan pendengaran
Þ Presbyacusis: pendengaran berkurang
karena otot m.stapedius menjadi kaku
akibat usia lanjut
Þ Tinitus (hyperascusis): suara berdenging
terus menerus ditelinga, dapat disebabkan
paralyse n.stapedius (cbng N.VII)
Þ Gangguan supra nuklear
Þ Aphasia sensoris
Þ Aphasia motorik
Þ Halusinasi suara
Þ Aura
NOISE (KEBISINGAN)
6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 45
6/25/2013 46 hani_afnita@yahoo.co.id
Inside NOISE
• What is noise?
– Definition, energy conducted and sensed, properties:
intensity/pressure, frequency, exposure,
• Why unwanted?
– Health Effect, age, psychological: annoyed, concentration,
rest/relax problem, communication annoyance, physiological:
blood, heart, hearing loss, nausea, muscle control, acoustic
trauma (permanent) vs temporary,
• Who are susceptible?
– Esp. Industrial workers, determining factors: sensitivity, age,
• How to evaluate & control?
6/25/2013 47 hani_afnita@yahoo.co.id
What is noise?

Definisi:
• Suara-suara yang tidak dikehendaki (for Who?
Why?)
• Suara: sensasi yang diterima telinga sebagai
akibat fluktuasi tekanan udara terhadap
tekanan udara yang stabil.
• Telinga akan merespons fluktuasi-fluktuasi kecil
tersebut dengan sensitivitas yang sangat besar.
6/25/2013 48 hani_afnita@yahoo.co.id
Properties of noise?

Karakteristik bising
1. Intensitas/tekanan (sound
pressure/intensity)
2. Frekuensi
3. Durasi eksposur terhadap bising
Ketiga karakteristik diperlukan karena:
¤ Semakin keras suara, semakin tinggi
intensitasnya
¤ Frekuensi tinggi lebih berbahaya
terhadap kemampuan dengar. Telinga
manusia lebih sensitif terhadap
frekuensi tinggi
¤ Semakin lama durasi eksposur semakin
besar kerusakan pada mekanisme
pendengaran

Jenis Bising
• Tergantung pada durasi dan frekuensi
• Steady wide band noise, bising yang meliputi suatu
jelajah frekuensi yang lebar (bising dalam ruang mesin)
• Steady narrow band noise, bising dari sebagian besar
energi bunyi yang terpusat pada beberapa frekuensi
saja, contoh gergaji bundar.
• Impact noise, kejutan singkat berulang, contoh riveting
• Intermitten noise, bising terputus, contoh lalu lintas
pesawat

Contoh…

6/25/2013 hani_afnita@yahoo.co.id 52
52
KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
NO. 48 TAHUN 1996 TANGGAL 25 NOPEMBER 1996
BAKU TINGKAT KEBISINGAN
53
×Some sound levels (dB)
Threshold of hearing 0
Rustle of leaves 10
Whisper (at 1 m) 20
City street, no traffic 30
Office, classroom 50
Normal conversation (at 1 m) 60
Jackhammer ( at 1 m) 90
Rock group 110
Threshold of pain 120
Jet engine (at 50 m) 130
Saturn rocket (at 50 m) 200
54
× Ambang pendengaran (threshold of hearing)
dan ambang kesakitan (threshold of pain)
pada frekuensi 1000 Hz
Tingkat intensitas suara 0 dB 120 dB
Tingkat tekanan suara 0 dB 120 dB
Intensitas suara 10
-12
W/m
2
1 W/m
2

Tekanan suara 20 µPa 20 Pa
Kecepatan partikel 48 nm/s 48 mm/s
Perpindahan partikel 8 pm 8 µm
Why unwanted?

Health Effect, age, psychological: annoyed,
concentration, rest/relax problem, communication
annoyance, physiological: blood, heart, hearing loss,
nausea, muscle control, acoustic trauma
(permanent) vs temporary,
Efek bising pada manusia
• Psikologis, terkejut, mengganggu dan
memutuskan konsentrasi, tidur dan saat
istirahat
• Fisiologis, seperti menaikkan tekanan darah
dan detak jantung, mengurangi ketajaman
pendengaran, sakit telinga, mual, kendali otot
terganggu, dll.
• Gangguan komunikasi yang mempengaruhi
kenyamanan kerja dan keselamatan.
Gangguan pendengaran
• Pemaparan pada suara tinggi dan
periode/durasi yang lama akan menyebabkan
sel syaraf pendengar dan rambut pada corti
over aktif sehingga menimbulkan kehilangan
pendengaran permanen
Pengukuran kebisingan
• Mengukur overall level ¬sound level
meter (satuan dBA)
• Mengukur kebisingan pada setiap level
frekuensi ¬SLM dengan frequency
analyzer
• Penentuan eksposur kebisingan pada
pekerja ¬noise dosimeter (satuan dBA)
Alat ukur
• Sound level meter, mencatat keseluruhan
suara yang dihasilkan tanpa memperhatikan
frekuensi yang berhubungan dengan bising
total (30-130 d) – (20-20.000Hz)
• Sound level meter dengan octave band
analyzer, mengukur level bising pada berbagai
batas oktaf di atas range pendengaran manusia
dengan mempergunakan filter menurut oktaf
yang diinginkan (narrow band analyzers untuk
spektrum sempit 2-200 Hz)
NOISE KALIBRATOR
SOUND
LEVEL
METER
NOISE
MEASUREMENT
KIT
NOISE DOSIMETER

Pengukuran akibat bising
Untuk mengevaluasi akibat pemaparan
terhadap kehilangan pendengaran,
kenyamanan, interferensi komunikasi
dan mengumpulkan informasi untuk
pengontrolan.
Ketulian
= berkurangnya ketajaman pendengaran
dibanding/terhadap orang normal (15 dB)/ gol usia
• Ada 2 macam:
- permanen: karena penyakit, usia tua, obat, trauma, dan
kebisingan
- temporer: akibat ekposur bising, dapat pulih setelah
istirahat beberapa saat tergantung keparahan
• Ketulian temporer akan menjadi permanen bila terus
terekpos bising (dari rumah, tempat umum, rekreasi,
musik, industri, dll.)
• Secara mekanisme: ketulian ada 2:
- konduktif: peralatan konduksi suara rusak akibat
trauma atau sakit
- sensorinueral: akibat persyarafan pendengaran rusak
Noise control
• A source radiating sound energy
• A path along which the sound energy travels
• A receiver such as the human ear
Pengendalian kebisingan
Pengendalian dilakukan di 3 bagian: SUMBER, RUANG
ANTARA sumber dan penerima/pekerja, pada
PENERIMA/PEKERJA
Urutan pengendalian paling efektif:
• Kurangi/hilangkan sumber bising
• Pengendalian pathway: jarak diperjauh dengan
perisai/isolator/automatisasi
• Perlindungan penerima dari bising (APD)
SUMBER PATHWAY/MEDIA PENERIMA/RECEIVER

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->