[6.99] He sends down water from the sky, and with it We bring forth the plant of every thing.

TL2201 Mekanika Fluida II

• Penerapan formula saluran terbuka dalam bidang TL • Aliran tidak seragam dan aliran kritis • Praktikum (laboratory works) tentang dasar-dasar dan alat ukur aliran terbuka .Short description: Kurikulum 2003 • Kekekalan massa dan energi aliran air di saluran terbuka. • Aliran seragam dalam aliran terbuka.

Aliran Kritis. 6. Sub-kritis. 2. 4. Super kritis . 3. 5. 8. Bernoulli dalam Aliran Berubah Cepat 9.Materi MK Mekanika Fluida II (TL 2201) 1. 7. Friksi Komputasi dalam Aliran Seragam Aplikasi Pers. Open Channel vs Close Conduit Tipe-tipe Aliran Properti Saluran Terbuka Persamaan Dasar Distribusi Kecepatan Aliran Seragam & Pengembangan Pers.

17. 11.Termasuk… 10. 15. 12. Bilangan Froude Aplikasi Persamaan Momentum Aliran Berubah Lambat Laun dan Aplikasinya Klasifikasi Profil Aliran Solusi untuk Persamaan Aliran Berubah Lambat Metode Numerik Bangunan Air Alat Ukur Aliran Pengantar Aliran Fluida Compressible dan Persamaan yang Digunakan . 16. 14. 13. 18.

Aliran Air: Apa perbedaan Open Channel dan Close Conduit/Pipe flow ? .

Open Channel Hydraulics Hidrolika Saluran Terbuka • Open Channel – Saluran terbuka – Aliran dengan permukaan bebas – Mengalir dibawah gaya gravitasi. dibawah tekanan udara atmosfir.Mengalir karena adanya slope dasar saluran . .

Jenis Aliran Berdasarkan waktu pemantauan • Aliran Tunak (Steady Flow) • Aliran Taktunak (unsteady Flow) Berdasarkan ruang pemantauan • Aliran Seragam (Uniform flow) • Aliran Berubah (Varied flow) .

uniform Unsteady. uniform V = konstan y = konstan Steady. non uniform V = V (x) y = y (x) V = V (t) V = V (x.Kedalaman rata Steady.t) y = y (t) Y = y (x. nonuniform Unsteady.t) .Karakteristik aliran Tipe aliran Kecepatan rata.

Tipe aliran yang mungkin terjadi pada saluran terbuka • Aliran Berubah Cepat (Rapidly Varied Flow) • Aliran Berubah Lambat (Gradually varied flow) Loncatan hidrolik Penurunan hidrolik Aliran di atas ambang lebar .

F adalah sebuah parameter nondimensional yang menunjukkan efek relative dari efek inersia terhadap efek gravitasi.Klasifikasi aliran berdasarkan kekritisannya – Subkritis F < 1 aliran dengan kecepatan rendah – Kritis F=1 – Superkritis F > 1 aliran dengan kecepatan tinggi F = bilangan Froude. Aliran subkritis dikendalikan oleh halangan di hilir sementara aliran superkritis dipengaruhi pengendalian hulu aliran. .

Garis gradien energi berimpit dengan permukaan bebas c.Latihan: Dalam saluran terbuka : a. Garis gradien hidrolik dan permukaan bebas berimpit . Garis gradien hidrolik selalu sejajar dengan garis gradien energi b. Garis-garis gradien energi dan hidrolik berimpit d. Garis gradien hidrolik tidak pernah dapat naik e.

selokan. besi – Memiliki kekasaran yang dapat ditentukan – Analisis saluran yang telah ditentukan memberikan hasil yang relatif akurat . kali. semen.Saluran Terbuka • Artificial Channel/Saluran Buatan • Natural Channel/Saluran Alami • Artificial Channel/Saluran Buatan – Dibuat oleh manusia – Contoh: Saluran irigasi. saluran pelimpah. kanal. gorong-gorong dll – Umumnya memiliki geometri saluran yang tetap (tidak menyempit/melebar) – Dibangun menggunakan beton.

– Perlu pembatasan masalah.Natural Channel/Saluran Alami – Geometri saluran tidak teratur – Material saluran bervariasi – kekasaran berubah-ubah – Lebih sulit memperoleh hasil yang akurat dibandingkan dengan analisis aliran saluran buatan. bila tidak analisis menjadi lebih kompleks (misal erosi dan sedimen) .

0 1.0 2. • Dalam praktek saluran dianggap sangat lebar bila lebar > 10 x kedalaman .0 2.5 2. membesar dengan jarak menuju permukaan • Pada saluran dengan lebar 5-10 kali kedalaman.5 2.Distribusi Kecepatan • Bergantung banyak faktor antara lain – Bentuk saluran – Kekasaran dinding saluran – Debit aliran 2.5 2. distribusi kecepatan disekitar bagian tengah saluran adalah sama.0 1.0 • Kecepatan minimum terjadi di dekat dinding batas.0 1.

95 kali kedalaman .6 kali kedalaman dari muka air – rerata kecepatan pada 0.8-0.2 dan 0.95 kecepatan di permukaan (biasa diambil 0.Pengukuran kecepatan aliran • Menggunakan current meter – Baling-baling yang berputar karena adanya aliran – Menggunakan hubungan antara kecepatan sudut dan kecepatan aliran • Semakin banyak titik pengukuran semakin baik • Untuk keperluan praktis kecepatan rata-rata diukur – pada 0.75-0.85) Kecepatan maksimum terjadi pada antara 0.8 kali kedalaman – 0.

Distribusi kecepatan berdasar kedelaman Free surface flow One dimensional model .

depth Ketinggian di atas datum (z) .Geometri Saluran • • • • • • Kedalaman (y) .stage Luas penampang A (area – cross section area) Keliling basah (P) – wetted perimeter Lebar permukaan (B) – surface perimeter Jari-jari hidrolis – (A/P) – rasio luas terhadap keliling basah • Rata-rata kedalaman hidrolis (D) – rasio luas terhadap lebar permukaan • Kemiringan saluran (So) .

dan lingkaran X=1/m. . trapezoidal.Persamaan untuk saluran persegipanjang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful