Anda di halaman 1dari 5

Sistem Gerak

Struktur yang berperan dalam pergerakan adalah : Tulang Sendi Otot Susunan saraf ( SSP dan SST )

Secara umum otot mempunyai sistem kerja, yaitu : 1. Concentric Otot berkontraksi disertai dengan pemendekan otot 2. Eccentric Otot berkontraksi disertai dengan pemanjangan otot. 3. Isometric Otot berkontraksi disertai sedikit perubahan panjang otot / tidak ada perubahan panjang otot. Contoh: menahan bahu tetap pada posisi abduksi.

Gerak terdiri dari berbagai macam tipe, diantaranya : Gerak dasar Berjalan, berlari, melompat, melempar, menangkap Gerak yang bertujuan Menulis, bersepeda, dll Gerak adaptif Penggunaan prothese, tongkat penyangga Gerak diatas yang disebutkan tadi menggambarkan bahwa secara relatif refleks kompleks yang berhubungan dengan sikap tubuh diintegrasikan dalam medulla spinalis. Gerak Berjalan Merupakan gerakan fleksi ke depan dari anggota tubuh akan diikuti dengan gerakan ekstensi ke belakang selama satu detik atau lebih. Selanjutnya akan timbul gerakan fleksi lagi, dan siklus ini akan berulang terus-menerus. Gerakan bergoyang ( osilasi ) maju mundur yang timbul antara otot-otot fleksor dan ekstensor dapat terjadi karena adanya lingkaran penghambatan timbal balik yang bersifat mutual yang bergoyang diantara neuron-neuron yang mengendalikan otoy-otot agonis dan antagonis dalam matriks medulla itu sendiri.

Apa yang terjadi saat berjalan : 1. Pelvic Rotation Saat kaki melayang, pelvis berputar kedepan. Saat kaki melangkah, pusat gravitasi pindah ke depan.

2. Pelvic tilt Pelvis miring ke arah bawah, selama periode stance ( memendekkan kaki ), yang berfungsi mencegah pusat gravitasi agar tidak terlalu tinggi 3. Flexion at the knee Foot strike ( ekstensi penuh pada lutut ), mid support ( mulai fleksi lutut ), yang berfungsi mencegah pusat gravitasi tidak turun naik. 4. Foot and ankle motion Kaki dan pergelangan kaki embantu melancarkan jalur pusat gravitasi pada saat foot strike. 5. Knee motion Toe-off ( fleksi otot ) 6. Lateral movement of the pelvis Femur abduksi dan tibia sedikit valgus.

Ketrangan : Pada saat diam pusat gravitasi menekan kebawah, dan pada saat yang bersamaan terjadi rotasi pada pelvis sehingga menimbulkan tekanan yang berlawanan arah yang dinamakan dengan tekanan abduktor, karena antara tekanan gravitasi dan tekanan abduktor berlawanan arah sehingga menimbulkan yang namanya tekanan vertikal pada pelvis. Tekanan vertikal inilah yang menyebabkan kita dapat maju kedepan dan dapat berjalan.

Otot-otot yang berperan dalam berjalan :

Berlari Proses dalam berlari sama saja seperti saat akan berjalan, namun yang membedakannya hanya pada saat fase menjejak tanahnya, pada saat berlari fase menjejak tanah nya lebih pendek dibandingkan pada saat kita berjalan. Oto-otot yang berperan pada saat beralari :

Sumber: Tortora GJ, Derrickson BH. Principles of anatomy and physiology. 12th ed. Asia: John Wiley & Son; 2009