Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Energi merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan manusia.

Hal itu disebabkan oleh sifatnya yang bisa menggerakkan berbagai hal di dunia ini, baik benda hidup maupun benda mati. Energi adalah zat yang tidak dapat lenyap, namun dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya. Oleh karena itulah pemanfatan energi selalu bisa dilakukan karena kemampuannya yang bisa berubah bentuk sesuai dengan kebutuhan. Salah satu masalah yang saat ini tengah dialami oleh seluruh manusia di bumi yaitu krisis energi. Dengan terjadinya krisis energi, maka berbagai upaya akan dilakukan untuk penghematan energi. Diantaranya dengan melakukan efisiensi dari suatu sistem atau perangkat yang digunakan, khususnya dalam hal penghematan energi. Salah satu energi yang menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan manusia yaitu energi listrik. Energi listrik paling mudah diubah menjadi bentuk energi lain. Contohnya lampu pijar mengubah energi listrik menjadi energi cahaya, pemanfaatan lampu sebagai sumber penerangan yang tentunya saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu energi listrik juga dapat dimanfaatkan sebagai energi panas, aplikasi pada alat yang menggunakan elemen pemanas digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti untuk memasak (kompor listrik). Bila arus mengalir pada nikel atau elemen pemanas maka akan mengakibatkan panas. Panas inilah yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Pernahkah anda memperhatikan sebuah logam yang diberi kalor misalnya dibakar? Jika salah satu ujung batang logam dibakar maka ujung batang yang lain semakin lama suhuya akan semakin tinggi. Pada peristiwa ini tenaga termal, dalam bentuk kalor, dipindahkan dari tempat bersuhu lebih tinggi ke tempat yang bersuhu rendah,

karena adanya tambahan kalor sehingga molekul atau atom penyusun bahan logam ditempat yang lebih dingin ini bergetar semakin cepat. Proses perpindahan kalor itu disebut konduksi. Beberapa jenis bahan padat sangat baik dalam menghantarkan kalor. Bahan itu disebut konduktor. Bahan konduktor juga banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti dalam peralatan dapur, bahan konduktor digunakan untuk tempat memasak air. Pemilihan bahan konduktor yang tepat dalam proses memasak air dapat mendapatkan efisiensi energi yang optimal. Adapun bahan kalor yang buruk disebut isolator. Contoh jenis konduktor yang baik adalah logam (tembaga, aluminium, besi), siikon dan grafit (karbon). Dalam penelitian ini bahan konduktor yang digunakan adalah logam aluminium dan stainless steel. Pemilihan bahan logam yang dapat menghantarkan kalor dengan baik pada proses induksi dapat meghasilkan perubahan energi listrik menjadi panas seperti pada kompor listrik yang saat ini mulai banyak digunakan di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan kompor listrik ini dianggap lebih praktis dan lebih efisien karena lebih menghemat energi. Dengan menggunakan kompor listrik kita dapat mengetahui

perbandingan efisiensi energi yang dihasilkan dari kedua bahan logam tersebut. Hal inilah yang melatar belakangi peneliti untuk melakukan penelitian yang berjudul Perbandingan Bahan Stainless Steel dan Alumunium pada Kompor Listrik untuk Mendapatkan Penghematan Optimum. I.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan diatas, maka masalah-masalah yang relevan dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1. Apakah jenis-jenis perubahan energi? 2. Apakah manfaat dari energi listrik? 3. Bagaimana proses perpindahan kalor? 4. Apakah kelebihan dari kompor listrik?
2

5. Apakah ada perbedaan efisiensi energi antara bahan stainless steel dan aluminium? I.3 Pembatasan Masalah Adapun batasan-batasan masalah yang ada dalam penelitian ini sebagai berikut : Pengaruh jenis bahan logam terhadap efisiensi energi pada sistem kompor listrik I.4 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah diatas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah jenis bahan logam mempengaruhi efisiensi energi pada sistem kompor listrik?