Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkatn aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum. Peran guru dalam menciptakan dan mengarahkan kegiatan pembelajaran sangat dominan sehingga kualitas dan keberhasilan kegiatan pembelajaran sering bergantung kepada kreatifitas guru dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran. Kreatifitas dan kemampuan dalam pemilihan model pembelajaran merupakan kemampuan dan keterampilan mendasar yang harus dimiliki guru. Hal ini didasari asumsi bahwa ketepatan guru dalam memilih model pembelajaran akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Kajian tentang model pembelajaran sangatlah penting dilakukan. Penggunaan model pembelajaran yang bervariatif dapat menunjang keberhasilan belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dibahas mengenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

B.

Rumusan Masalah Rumusan masalah pada makalah ini, yaitu: 1. Apakah yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD? 2. Apa saja komponen-komponen dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD? 3. Bagaimana langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD? 4. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD?
1

C. Tujuan Tujuan disusunnya makalah ini antara lain:


1.

Untuk mengetahui tentang model pembelajaran kooperatif tipe STAD STAD

2. Untuk mengetahui komponen-komponen dalam model pembelajaran kooperatif tipe 3. Untuk mengetahui langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD 4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Istilah pembelajaran kooperatif berasal dari bahasa Inggris yaitu Cooperative Learning. Dalam sebuah kamus Inggris-Indonesia, cooperative berarti kerjasa dan Learning berarti pengetahuan atau pelajaran (Hassan S & Echols J.M, 1987:67, dalam Ruhadi:2008). Karena berhubungan dengan proses belajar mengajar, maka istilah Cooperative Learning tersebut diartikan dengan pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial. Salah satu model pembelajaran yang sering digunakan dan banyak diteliti adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions). Dalam pembelajaran ini siswa dituntut untuk saling kerjasama, saling ketergantungan, aktif antar sesama dalam satu kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan yang telah ditetapkan sebelumnya (Ruhadi:2008).
3

STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif (Slavin, 2010:143). Menurut Slavin (2010:143), STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim.

B. Komponen utama STAD STAD terdiri dari lima komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim 1. Presentasi Kelas Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang seringkali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga memasukkan presentasi audiovisual. Bedanya presentasi kelas dengan pengajaran biasa hanyalah bahwa presentasi tersebut haruslah benar-benar berfokus pada unit STAD. Dengan cara itu, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan kuis-kuis, dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka. 2. Tim Tim terdiri dari 4-5 siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras, dan etnisitas. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru menyampaikan materinya, tim berkumpul untuk mempelajari lembar kegiatan, atau materi lainnya. Yang paling sering terjadi, pembelajaran itu melibatkan pembahasan permasalahan bersama, membandingkan jawaban, dan mengoreksi tiap kesalahan pemahaman apabila anggota tim ada yang membuat kesalahan.
4

Tim adalah fitur yang paling penting dalam STAD. Pada tiap poinnya, yang ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk tim dan tim pun harus melakukan yang terbaik untuk membantu tiap anggotanya. Tim ini memberikan dukungan kelompok bagi kinerja akademik penting dalam pembelajaraan, dan itu adalah untuk memberikan perhatian dan respek yang mutual dan penting untuk akibat yang dihasilkan seperti hubungan antar kelompok dan rasa harga diri. 3. Kuis Sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi dan sekitar satu atau dua periode praktik tim, para siswa akan mengerjakan kuis individual. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Sehingga, tiap siswa bertanggungjawab secara individual untuk memahami materinya. 4. Skor kemajuan individual Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada tiap siswa tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada timnya dalam system skor ini, tetapi tak ada siswa yang dapat melakukannya tanpa memberikan usaha mereka yang terbaik. Tiap siswa diberikan skor awal yang diperoleh dari rata-rata kinerja siswa tersebut sebelumnya dalam mengerjakan kuis yang sama. Siswa selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat mereka dibandingkan dengan skor awal mereka. 5. Rekognisi tim Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan lain apabila skor ratarata mereka mencapai criteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan 20 % dari peringkat mereka. kenaikan skor kuis

C. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model Pembelajaran Tipe STAD Pembelajaran model STAD dilaksanakan melalui 6 tahap,antara lain : 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar 2. Menyajikan Informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan 3. Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien 4. Membimbing kelompok belajar dan bekerja Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka 5. Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingmasing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Setelah itu guru memberikan kuis individual kepada siswa dan setiap siswa harus mengerjakannya sendiri tanpa bantuan dari siswa lain. 6. Memberikan penghargaan
6

Guru mencari cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Sebelumnya diadakan penghitungan poin berdasarkan kinerja mereka dalam menjawab kuis individu dan menjumlahkan poin dari masing-masing anggota kelompok. Dalam hal ini setiap individu memberi poin untuk timnya Kelompok dengan perolehan poin terbanyak akan mendapatkan penghargaan.

D. Kelemahan dan Kelebihan STAD Keuntungan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Roestiyah (2001: 17), yaitu : 1. Keuntungan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yaitu: Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah. Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi. Dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu dan kebutuhan belajarnya. Para siswa lebih aktif bergabung dalam pelajaran mereka dan mereka lebih aktif dalam diskusi. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi temannya, dan menghargai pendapat orang lain.

2.

Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yaitu:


7

Kerja kelompok hanya melibatkan mereka yang mampu memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang pandai dan kadang-kadang menuntut tempat yang berbeda dan gaya-gaya mengajar berbeda.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions), dalam model pembelajaran
8

kooperatif ini siswa dituntut untuk saling kerjasama, saling ketergantungan, aktif antar sesama dalam satu kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan yang telah ditetapkan sebelumnya . STAD terdiri dari lima komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim. Pembelajaran model STAD dilaksanakan melalui 6 tahap,antara lain : 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 2. Menyajikan Informasi 3. Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar 4. Membimbing kelompok belajar dan bekerja 5. Evaluasi 6. Memberikan penghargaan

B. Saran Dalam model pembelajaran kooperatif ini guru dan siswa harus dapat berperan aktif agar pembelajaran dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Slavin, Robert. 2005. Cooperative Learning. Bandung : Nusa Media

Anita, Sri. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta : UNS Press


http://akhmadkurnia97.blogspot.com/2012/10/rpp-biologi-sma-kingdomprotista_20.html http://siswadi77.wordpress.com/2011/06/07/rpp-ipabiologi-kelas-vii/ http://ahyaniedublog.blogspot.com/2011/08/rpp-model-kooperatif-tipestad.html http://hayardin-blog.blogspot.com/2013/02/langkah-langkah-modelpembelajaran-kooperatif-tipe-stad.html

10