Anda di halaman 1dari 14

dr.

Naima Lassie

Tinggi Badan (TB)


Merupakan parameter paling penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat Merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan BB terhadap TB (quac stick) faktor umur dapat dikesampingkan Alat ukur : Alat Pengukur Panjang Badan Bayi : untuk bayi atau anak yang belum dapat berdiri. Microtoise: untuk anak yang sudah dapat berdiri

Prosedur Pengukuran Tinggi Badan


Tempelkan dengan paku mikrotoa pada dinding yang

lurus datar setinggi tepat 2 meter. Angka nol pada lantai yang datar rata. Lepaskan sepatu atau sandal. Anak harus berdiri tegak seperti siap sempurna dalam baris berbaris, kaki lurus, tumit, pantat, punggung dan kepala bagian belakangharus menempel pada dinding dan muka menghadap lurus dengan pandangan ke depan.

Prosedur
Turunkan mikrotoa sampai rapat pada kepala bagian

atas, siku-siku harus lurus menempel pada dinding. Baca skala yang nampak pada lubang dalam gulungan mikrotoa. Angka tersebut menunjukkan tinggi anak yang diukur. Ketepatan: satu angka di belakang koma (misalnya: 160,4 cm) Pengukur sebaiknya lebih tinggi dari yang diukur, pembacaan skala dilakukan tegak lurus dengan mata pengukur.

Pengukuran Panjang Badan pada bayi


Alat pengukur diletakkan di atas meja atau tempat

yang datar Bayi ditidurkan lurus di dalam alat pengukur, kepala diletakkan hati-hati sampai menyinggung bagian atas alat pengukur. Bagian alat pengukur sebelah bawah kaki digeser sehingga tepat menyinggung telapak kaki bayi, dan skala alat pengukur dapat dibaca.

Ambang Batas (Cut off Points)


STATUS GIZI
Gizi Baik Gizi Sedang Gizi Kurang Gizi Buruk BB/U > 80% 71-80% 61-70%

INDEKS TB/U >90%


81-90% 71-80%

BB/TB >90% 81-90% 71-80%

<60%

<70%

<70%

Klasifikasi Status Gizi Anak Balita Berdasarkan Kepmenkes Nomor: 920/Menkes/SK/VIII/2002


INDEKS STATUS GIZI Gizi lebih BB/U Gizi baik Gizi kurang Gizi buruk TB/U Normal AMBANG BATAS > +2 SD > -2 SD sampai +2 SD < -2 SD sampai - 3 SD < -3 SD +2 SD

Pendek/stunted
Gemuk Normal Kurus Kurus sekali

< - 2 SD
> + 2 SD - 2 SD sampai + 2 SD < - 2 SD sampai - 3 SD < - 3 SD

BB/TB

Ambang Batas (Cut off Points)


Standar Deviasi Unit (SD) atau ZSkor
SD disebut juga Z-skor. WHO menyarankan menggunakan cara ini untuk meneliti dan untuk memantau pertumbuhan 1 SD unit (1 Z-skor) sama dengan 11% dari median BB/U 1 SD unit (1 Z-skor) kira-kira 10% dari median BB/TB 1 SD unit (1 Z-skor) kira-kira 5% dari median TB/U

Indeks Masa Tubuh (IMT)


IMT digunakan berdasarkan rekomendasi

FAO/WHO/UNO tahun 1985: batasan BB normal orang dewasa ditentukan berdasarkan Body Mass Index (BMI/IMT) IMT merupakan alat yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa (usia 18 tahun ke atas), khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan BB IMT tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil dan olahragawan. Juga tidak dapat diterapkan pada keadaan khsusus (penyakit) seperti edema, asites dan hepatomegali

Indeks Masa Tubuh (IMT)


IMT = BB (kg) TB2 (m2) Batas Ambang IMT menurut FAO membedakan antara laki-laki (normal 20,1-25,0 ) dan perempuan (normal 18,7-23,8) Untuk menentukan kategori kurus tingkat berat pada laki-laki dan perempuan juga ditentukan ambang batas Di Indonesia, dimodifikasi berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang

Indeks Masa Tubuh (IMT)


Kurus

KATEGORI Kekurangan BB tingkat berat Kekurangan BB tingkat ringan Kelebihan BB tingkat ringan Kelebihan BB tingkat berat

IMT < 17,0 17,0 18,5


18,7 25,0 25,0 27,0 > 27,0

Normal Gemuk

Skills Lab Pengukuran Tinggi Badan


TUJUAN 1. Mahasiswa mengerti tentang prinsip pengukuran tinggi badan 2. Mahasiswa dapat melakukan pengukuran tinggi badan 3. Mahasiswa memahami tentang prosedur kerja, nilai normal, nilai rata-rata kelompok, standar deviasi, modus, median, BMI